Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 474 : Kedatangan Mo Lian


__ADS_3

—Bintang Peng, Wilayah Timur—


Mo Fefei masih melatih anak-anak di tepi sungai bersama dengan temannya, tapi banyak orang yang berhenti dan mengamati dari jauh, dengan harap dapat mendapatkan sedikit pengetahuan darinya. Dia tidak peduli dengan mereka, dan tidak mengusir mereka, asalkan tidak ada yang mengganggunya.


Kultivasinya telah meningkat ke Ranah Dewa Pemula tahap Menengah, tapi dia masih tidak ada keinginan untuk meninggalkan Bintang Peng. Kemudian keinginannya yang ingin membuka sekte sendiri, sampai saat ini masih belum terlaksana karena terlalu malas.


Xia Yun yang duduk di samping Mo Fefei dan teman baiknya, dia sudah mulai terbiasa dengan tatapan semua orang. Awalnya dia terkejut dan bingung, dia tidak menyangka bahwa wanita muda yang nampak baik dan halus, ternyata adalah “Iblis Gembira dan Bahagia” yang selama ini dia kagumi.


Xia Yun ingin memberi hormat dan menjadikan Mo Fefei sebagai “Master”, tapi yang didapatnya hanyalah pukulan. Akhirnya, dia tahu bahwa Mo Fefei tidak ingin menjadi seorang Master dari orang yang seusia, tapu bukan berarti dia tidak mendapatkan keuntungan, dia tetap berlatih di bawah bimbingan Mo Fefei meski tidak sebanyak dan sedetail anak-anak di sini.


Xia Yun tidak iri, melainkan bangga karena bisa membantu Mo Fefei.


Mo Fefei menghela napas dan memperlihatkan ekspresi rumit yang terlihat jelas di wajahnya.


Xia Yun bingung, dan akhirnya dia bertanya, "Ada apa? Apakah kau memikirkan tentang pembukaan sekte? Jika memang ingin membuka sekte, maka buka saja, untuk apa bimbang."


Mo Fefei memutar matanya saat memalingkan wajahnya dari Xia Yun. Dia memang ingin membuka sekte, tapi dari alasan pertama yang karena terlalu malas, ada alasan lain mengapa dia menundanya selama ini. Yaitu, dia bingung apakah harus menjadikan Sekte Zhongjian sebagai Tanah Suci, atau Sekte Dongfangzhi.


Bagaimanapun, Mo Fefei adalah murid dari Mo Lian yang berasal dari Sekte Dongfangzhi, dan Mo Lian berasal dari Sekte Zhongjian.


"Sebentar lagi, aku akan menghubungi Sao Zi dan bertanya padanya." Mo Fefei mengeluarkan Batu Komunikasi dan mengirimkan pertanyaan tentang kebingungannya tadi antara Sekte Dongfangzhi atau Sekte Zhongjian.


Mo Fefei tahu Hong Xi Ning tidak di Wilayah Timur, dan dengan kekuatannya yang sekarang, dia perlu waktu untuk mengirimkan pesan itu. Jadi, dia menunggunya dulu setidaknya satu atau dua jam sampai mendapatkan balasan.


Xia Yun penasaran dengan sosok “Sao Zi” yang sangat dihormati Mo Fefei, yang mana adalah istri pertama dari Mo Lian. Dia juga penasaran dengan Mo Lian, yang selalu diagungkan oleh Mo Fefei, dan dia merasa Mo Fefei terlalu berlebihan.


Mo Fefei menunggunya dengan tenang seraya duduk bersantai, dia menikmati camilan yang dibawa murid-muridnya. Ini semua adalah bayaran yang diterimanya, meski dia sendiri tidak menginginkan imbalan, bahkan dia selalu menggelontorkan dana untuk perkembangan muridnya. Tapi, dia sangat senang dengan hadiah dari murid-muridnya meski hanya sepotong kentang kukus.


Dia melihat sinar matahari yang semakin terik saat memelototi daratan. Mo Fefei bertepuk tangan dan meminta murid-muridnya untuk beristirahat. "Semuanya, istirahat sebentar!"

__ADS_1


Xiao Yi bergegas menuju Mo Fefei. Dia langsung mengambil peralatan masak untuk membuat makan siang.


Mo Fefei sengaja menyiapkan semua bahan makanan, dan membiarkan murid-muridnya memasak sendiri. Ini bisa dianggap sebagai latihan, di mana murid-muridnya harus mampu menstabilkan api, mengunci energi spiritual dari tanaman ataupun daging agar tidak bocor, atau bahkan memperkuat efeknya.


Murid-muridnya, awalnya menolak ide ini karena mereka tidak bisa masak, bahkan saat di rumah jarang membantu memasak. Yang dilakukan mereka hanya pekerjaan kasar, seperti mencari kayu bakar untuk dijual kembali atau dipakai sendiri, ataupun menjaga api agar tidak padam saat ibu memasak.


Tapi setelah mereka tahu fungsi dari memasak ini, mereka mulai menikmatinya, dan mereka sangat mahir dalam memasak. Bahkan bahan biasa, di tangan mereka, memiliki energi spiritual yang kaya untuk Inti Perak ke bawah.


Dalam waktu satu tahun di bawah pengajaran Mo Fefei, anak-anak nakal yang selalu menggangu ketengan Mo Fefei, sudah menjadi kultivator yang memasuki Ranah Inti Perak tahap Menengah. Tapi tidak semua, karena masih ada yang usianya belum memasuki masa kultivasi, jadi sebagiannya lagi hanya melatih fisik, tapi tidak ada masalah untuk menghancurkan pohon dengan tinjunya.


Xiao Yi datang menghampiri Mo Fefei dengan membawa pisau dapur yang berlumuran darah setelah menyembelih ayam. Dia mengangkat pisaunya saat berdiri di depan Mo Fefei dan bertanya, "Kaka— Guru. Apakah kita akan pergi ke hutan kali ini? Ini sudah hari minggu, dan menurut jadwal, kita akan pergi."


Mo Fefei meraih tangan Xiao Yi dan menurunkan pisau berdarah itu. "Tentu, hari ini kita akan pergi ke hutan dan berburu ..." Ia berhenti berbicara ketika merasakan aura kuat yang berada di luar Bintang Peng.


Mo Fefei berdiri dengan panik. Dia langsung menghilang dari tempatnya berdiri di bawah tatapan bingung semua orang.


Ketika Mo Fefei muncul kembali, dia sudah berada di luar Bintang Peng. Dia membuka matanya lebar-lebar saat melihat Pelican 2.0 Halo yang ukurannya lebih besar dari Bintang Peng. Dia panik, meski dia adalah Dewa Pemula tahap Menengah, dia tahu dia tidak bisa mengalahkan orang yang ada di dalam.


Mo Fefei mengeluarkan pedang dan mengalirkannya dengan energi spiritual berwarna biru-ungu.


Whuuush...


Tubuh Mo Fefei menegang saat merasakan angin bertiup di telinganya. Dia berbalik dan menebas pedang, tapi yang dilihatnya di sana adalah ruang kosong tanpa ada apa pun selain Bintang Peng.


Whuuush...


Tiupan angin kembali muncul di telinga Mo Fefei. Dia menarik napas dalam-dalam, kemudian berbalik perlahan.


Apa yang menyambutnya adalah sentuhan lembut di dahinya. Mo Fefei mendongak, dia melihat sosok yang dirindukannya selama ini.

__ADS_1


Mo Fefei menyimpan pedang, lalu memeluk sosok di depannya. "Kakak ... Fefei merindukan Kakak."


Mo Lian menepuk-nepuk punggung dan mengusap kepala Mo Fefei. "Aku juga merindukanmu, kau sudah naik ke Dewa Pemula tahap Menengah. Tapi bagaimana kau masih menangis seperti ini."


Mo Lian mengusap air mata yang mengalir di sudut mata Mo Fefei. Dia tersenyum hangat saat melihat adiknya yang semakin kuat dan cantik, tapi masih tetap manja tanpa ada perubahan.


"Urusanku sudah selesai di Wilayah Barat dan Utara. Sekarang, kami akan kembali ke Bumi. Apakah Fefei ingin pergi bersama?" Mo Lian sendiri tidak masalah apabila Mo Fefei tidak ingin ikut kembali, karena Bintang Peng dan Bumi tidak terlalu jauh. Dia bahkan bisa berteleportasi ke Wilayah Barat dari Wilayah Timur, apalagi hanya dari Bumi ke Bintang Peng.


Mo Fefei terdiam sejenak, dia ingin kembali, tapi dia masih ingin tinggal di Bintang Peng, dan dia belum menjemput Xiao Mei di Bintang Utama.


Mo Lian mengerti isi pikiran Mo Fefei dan menawarkan. "Baiklah, aku akan tinggal di sini sebentar. Aku akan membantumu selama sebulan untuk membuka sekte, setelah itu, kau harus mengurusnya sendiri."


Mendengar itu, Mo Fefei menganggukkan kepalanya dan tersenyum bahagia. Kemudian dia memiringkan kepalanya, dia melihat Pelican 2.0 Halo. "Di mana Kakak mendapatkannya? Itu sangat besar, dan sepertinya lebih kuat dari Profound Ark milik Kakak."


"Aku mendapatkannya setelah menerobos masuk markas Dewa Pembebasan— Maksudku, Organisasi Penjarah Spiritual."


Mo Fefei mengangguk kecil, dia mengungkapkan ekspresi ketertarikan terhadap Pelican 2.0 Halo. Dia ingin memilikinya sendiri dan memamerkannya, tapi sepertinya itu terlalu besar. Tidak mungkin bisa digunakan dengan bebas.


Mo Lian melambaikan tangannya, memberi tanda pada istri-istrinya untuk keluar dari sana. Ketika mereka keluar dari sana, Pelican 2.0 Halo kembali disimpan.


"Apakah tidak masalah kita tinggal di sini sebentar?" Hong Xi Ning ingin memastikannya lagi. Karena awalnya datang ke sini untuk menjemput Mo Fefei, bukan tinggal.


"Yue Fu belum mengirim pesan. Dia mengatakan akan mengirim pesan setelah kita menghancurkan Dewa Pembebasan Kehidupan, karena belum mengirim, mungkin masih ada urusan di sana. Lebih baik kita tinggal sebentar di sini."


Mendengar balasan Mo Lian, Hong Xi Ning menganggukkan kepalanya dan tidak lagi bertanya.


Karena tidak ada lagi yang bertanya, Mo Lian menyelimuti mereka semua dengan energinya, lalu memindahkan semua orang ke tepi sungai di mana Mo Fefei melatih anak-anak.


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2