Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 409 : Kultivasi Selama 100 Tahun


__ADS_3

Wilayah Barat memenangkan pertempuran, tapi tidak ada kebahagiaan karena korban yang tewas lebih dari setengahnya. Ini mengurangi jumlah Dewa Bumi, yang menjadi pukulan telak bagi semua orang meski mereka sudah mendapatkan dukungan dari Mo Lian.


Mo Lian tidak ingin berlama-lama dan langsung kembali ke kediamannya setelah membunuh Wu Gouyu.


Dia duduk di tepi danau, membawa pancing dan tatapannya tertuju pada air di depannya. Pikirannya seperti kosong karena banyak hal yang mengusiknya.


Pertama-tama tentang kekuatan besar di balik layar yang memutus energi dari Alam Selestial. Kekuatan seperti itu pastinya di atas segalanya karena mampu menyegel energi, bukan gerbang. Bahkan mungkin lebih kuat dari Kaisar Langit itu sendiri.


Kedua, entah mengapa terbesit pikiran aneh. Itu tentang reinkarnasi. Bagaimana jika dia tidak bereinkarnasi, tapi ada kekuatan di balik layar yang menanamkan ingatan palsu di benaknya, dan membuatnya menjadi kultivator kuat untuk dipermainkan.


Memikirkannya bahwa ada kekuatan yang menggunakannya sebagai bidak catur untuk hiburan, membuatnya bergidik dalam kemarahan.


Kemudian tentang hukuman yang disebutkan Hong Xi Jiang, hukuman itu adalah mengurungnya dalam dimensi tersendiri selama ratusan ribu tahun untuk mengembangkan kekuatan, tapi jika kekuatannya tidak sampai yang ditargetkan, maka hukuman akan terus bertambah meski itu jutaan tahun.


Walaupun Mo Lian sudah berjanji akan menerima hukuman, tapi dihadapkan dengan Hong Xi Jiang yang ingin menghukumnya, dia sangat ketakutan. Bukan karena takut harus berada di sana sangat lama, tapi takut karena harus meninggalkan istri-istrinya.


Mungkin tekanan itu tidak berpengaruh padanya, tapi terpisah tanpa bisa melihat istri-istrinya, itu membuatnya takut.


Mo Lian menggelengkan kepalanya dan menghela napas. "Ibu ... aku ingin bertemu denganmu."


Bahkan meski dia sudah cukup tua dan pernah hidup ribuan tahun, dia tetap merasa sangat kesepian ketika dalam keadaan seperti ini. Ingin sekali kembali ke Bumi dan mengeluarkan keluh kesah di dalam pelukan ibunya.


Mo Lian kembali menghela napas saat mengeluarkan batu komunikasi. "Ibu, aku merindukanmu ..."


Pesannya sangat cepat terkirim karena kekuatannya, tapi perlu waktu untuk mendapatkan balasan dari Heavenly Immortal. Tidak seperti Hong Xi Jiang yang bisa langsung membalas pesan.


Hong Xi Ning, Qin Nian dan Yun Ning berdiri jauh di belakang Mo Lian. Ketiganya sangat sedih saat melihat suami mereka yang seperti ini, dan ini membuat mereka menyadari bahwa mereka adalah beban.


Hong Xi Ning mengepalkan tangannya saat melangkah menghampiri Mo Lian. Dia meraih pundak Mo Lian dan membalikkannya, kemudian tanpa ada pembicaraan, dia melambaikan tangannya dan menampar wajahnya.


Mo Lian tertegun tanpa kata saat pipinya merah dengan cetakan tangan. Dia mendongak perlahan, melihat Hong Xi Ning yang menggigit bibir dan menangis.


"Jangan menyalahkan dirimu sendiri!" Hong Xi Ning kembali menampar pipi Mo Lian yang lain.


Mo Lain masih diam dan menoleh ke arah lain saat mendapatkan tamparan. Dia hanya diam tanpa mengatakan apa pun, menerima semuanya, dia merasa pantas mendapatkannya karena memang kesalahannya sendiri karena memaksa mengikuti jalan Hong Xi Jiang dan berakibat pada kacaunya fondasinya.

__ADS_1


Memulainya dari awal? Itu tidak mungkin!


Hong Xi Ning terengah-engah karena marah, lalu dia jatuh ke dalam pelukan Mo Lian dan menangis keras.


Mo Lian mengusap kepala Hong Xi Ning, lalu mendongak menatap Qin Nian dan Yun Ning agar datang bersama.


Qin Nian dan Yun Ning datang bersama, jatuh ke dalam pelukan Mo Lian. Keduanya menangis bersama, melepaskan semua emosi mereka.


Mo Lian tidak bisa menahan emosinya dan akibatnya menangis ketika melihat istri-istrinya. Dia harus berubah mulai dari sekarang, jangan terlalu sering menahan energi di tubuh agar tidak merusak semua pencapaian yang sudah dikumpulkan, dan bahkan membuatnya kehilangan semua kekuatan tanpa bisa berkultivasi lagi.


"Kita akan istirahat, ayo pergi ke bintang lain dan hidup tenang di sana beberapa tahun. Kita akan hidup seperti manusia biasa, cukup menyenangkan, karena aku pernah hidup seperti itu untuk memahami diri sendiri."


Hong Xi Ning langsung setuju dan menjawab, "Iya, Ning'er sudah lelah setelah pertempuran ini. Walaupun Ning'er suka membunuh di masa lalu, tapi pertempuran kali ini di luar kapasitas."


Qin Nian menganggukkan kepalanya. "Nian'er juga sama, kultivasi sederhana dan hidup bahagia dengan Sayang sudah cukup." Ia mendongak, memperlihatkan senyum hangatnya saat air mata masih mengalir.


Yun Ning sangat sederhana. "Asalkan Ni'er terus mendapatkan pelukan Sayang, maka semuanya baik-baik saja."


Mo Lian sudah bisa menebak apa yang akan dikatakan Yun Ning, sehingga tidak terlalu terkejut. Dia menganggukkan kepalanya, dan mengecup kening mereka semua.


Hong Xi Ning dan Qin Nian langsung setuju, berbeda dengan Yun Ning yang mengeluh karena harus duduk dalam posisi tetap dalam waktu lama.


Mo Lian mengeruk dahi Yun Ning dan berkata, "Jangan malas, jangan mengandalkan kultivasi ganda untuk meningkatkan kekuatan. Aku perlu beristirahat dan melakukan hal lain, bukan selalu berada di kamar tanpa pakaian."


Yun Ning mendengus dingin; pipinya menggembung. Ada sedikit kekesalan di matanya. Dia berpikir bahwa ada cara yang lebih mudah dalam meningkatkan kekuatan, dan bahkan merasakan kasih sayang saat melakukannya, tapi malah harus melalui cara yang sulit.


Secara alami Mo Lian bisa melihat melalui isi pikiran Yun Ning, tapi dia hanya tersenyum tanpa mengatakan apa pun lagi.


Keempat orang itu duduk di tepi danau untuk beberapa saat sampai langit mulai senja, kemudian mereka masuk ke dalam rumah untuk beristirahat, karena besok harus berkulit di dalam Dunia Kecil.


***


Mo Lian diundang untuk hadir dalam acara perayaan kemenangan Wilayah Barat, tapi dia menolaknya tanpa berpikir. Terlalu merepotkan jika hadir dalam acara seperti itu, dan bahkan mungkin ada pihak keluarga yang marah padanya karena kekuatannya yang membunuh salah satu dari mereka.


Tapi jika dia diminta penjelasan, dia akan menjelaskan. Lagi pula, sudah dikatakan bahwa setengah dari mereka mungkin akan terbunuh. Dia bahkan meminta mereka mundur jika mereka mau, tapi ternyata tidak ada yang mundur.

__ADS_1


Membangkitkan mereka? Dia hanya memahami sedikit Hukum Kematian, yang bahkan masih di tahap pemula dan masih jauh untuk sampai ke Dao Kematian.


...


Mo Lian dan yang lain sudah memasuki Dunia Kecil, mereka berada di bawah Pohon Surgawi, Pohon Dunia dan Pohon Zhillao.


Dia membiarkan mereka bertiga berkultivasi terlebih dahulu, dan dia sedang duduk melihat semua senjata di permukaan tanah.


"Dulu aku berpikir bahwa senjata memiliki tingkatan yang berbeda. Tapi siapa yang menyangka, senjata dan artefak sama-sama memiliki tingkatan Bumi, Surga dan Dewa."


Hal ini diketahui setelah mendapatkan Sembilan Niat Pedang, tapi ada yang membuatnya kesal, itu adalah Hong Xi Jiang yang seolah-olah tidak tahu bahwa senjata tidak hanya memiliki tingkat 1 — 7.


Memikirkan bahwa Hong Xi Jiang merahasiakan semua ini, dia sedikit kesal, tapi hanya bisa diam dan menghela napas.


"Tingkat tujuh hampir sama dengan Bumi dan Surga, tapi Dewa sangat tinggi!"


Mo Lian berbalik melihat istri-istrinya yang sedang fokus dalam kultivasi mereka, kecuali satu orang yang sedang menggaruk pipi dan terkadang menguap. "Kultivasi hanya karena penasaran dan ingin awet muda, entah mengapa aku merasa kesal saat mengingatnya meminta menjadi muridku."


Mo Lian berjalan menghampiri Yun Ning, duduk di seberangnya dan mencubit pipi halusnya.


Yun Ning membuka matanya menatap tajam Mo Lian. "Sayang! Aku sedang berkultivasi! Jangan ganggu aku!" Ia mendengus dingin, menepuk tangan Mo Lian dan membelakanginya.


Mo Lian terdiam dan tidak tahu harus berkata apa. Dia menepuk-nepuk kepala Yun Ning, lalu mencari tempat yang tidak jauh untuk berkultivasi. Ia ingin menstabilkan fondasi yang telah dibangunnya susah payah tapi hampir rusak. Butuh waktu untuk menstabilkannya, tapi 100 tahun di Dunia Kecil harusnya cukup.


Bahkan mungkin setelah keluar dari sini, Mo Lian mampu menerobos Dewa Surga tanpa kendala.


Kemudian, dia tidak langsung pergi ke Wilayah Barat meski sudah mengetahui di mana markas mereka setelah mencari ingatan melalui Inti Jiwa milik Shu Ling.


Seperti yang sudah disepakati, Mo Lian ingin beristirahat sebentar, menenangkan diri dari pertarungan dan pertarungan yang dilewatinya selama ini. Lagi pula, beristirahat sebentar tidak berdampak banyak, bahkan jika Wilayah Barat kembali menyerang Wilayah Selatan, dia tidak akan lagi mengambil tindakan karena urusannya sudah selesai.


Ketika Mo Lian ingin menutup matanya, batu komunikasi yang disimpannya bergetar, dia melihatnya dan itu pesan dari Su Jingmei.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2