Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 319 : Kemunculan 4 Hewan Suci


__ADS_3

Mo Lian dan Hong Xi Ning tinggal bersama Qin Nian dan Yun Ning, tidak berada di satu kamar; mereka berada di ruangan terpisah, meski masih membantu dalam hal merawat agar bisa sembuh dengan cepat.


Awalnya Mo Lian ingin menyembuhkan Qin Nian dan Yun Ning secara total, tapi ia merasa tidak baik langsung sembuh; menurutnya harus perlahan agar mereka bisa membiasakan diri sendiri, terutama otot mereka yang kaku karena sudah lama tidak bergerak.


Hong Xi Ning sudah memberi izin bagi Mo Lian jika ingin menikah lagi; Wang Yue Fei juga mengizinkan, karena bukan hal aneh bagi Dewa memiliki banyak istri.


Untuk Mo Lian sendiri, ia masih terlalu berat jika harus memiliki tiga istri, ia takut tidak mampu bertanggung jawab atas semuanya, dan menurutnya harus lebih siaga agar tidak ada yang saling iri atau cemburu.


"Hari ini sangat tenang."


Mo Lian berada di bawah pohon rindang; tidur dengan pangkuan Hong Xi Ning sebagai bantal. Bukan hanya mereka berdua, Qin Nian dan Yun Ning juga datang, duduk di kursi roda masing-masing.


Hong Xi Ning bersenandung, melantunkan irama indah yang mampu menenangkan jiwa dan pikiran siapa saja yang mendengarnya; banyak yang ingin mendengar Hong Xi Ning memainkan guzheng meski hanya belasan detik, tapi tidak ada yang bisa membuatnya memainkan guzheng selain keinginan dirinya sendiri.


Mo Lian selalu mendengar Hong Xi Ning memainkan guzheng di sela-sela pekerjaan mereka berdua yang menumpuk, dan saat itu ia sedang membuat lukisan yang bisa membuat Kultivator memahami arti dari suatu teknik kultivasi.


Qin Nian dan Yun Ning mulai bisa tersenyum setelah dua minggu semenjak mereka bangun, mereka tidak memiliki perasaan marah atau kesal saat melihat Mo Lian bersama Hong Xi Ning, meski ada perasaan iri.


Zzz...zz...z.... Zzz...zz...z....


Mo Lian tertidur pulas karena terlalu nyaman dan tidak ada beban, untuk sekarang.


Qin Nian dan Yun Ning turun; mendekati Mo Lian setelah mendapatkan izin dari Hong Xi Ning, keduanya melihat dari dekat wajah pria yang mereka cintai.


"Lian Gege sudah mulai membuka hatinya untuk kalian berdua," ucap Hong Xi Ning membelai rambut Mo Lian.


"Apakah tidak masalah?" Qin Nian masih tidak nyaman; ini seperti sedang mengambil suami orang, meski ia sangat mencintainya, dan apa kata orang-orang di Bumi nanti jika tahu Mo Lian memiliki lebih dari satu istri.


Hong Xi Ning tertegun; mulutnya sedikit terbuka, lalu tersenyum ringan seraya mengembuskan napas. "Tidak apa-apa, daripada saling menyakiti, lebih baik kita berbagi. Lagi pula, aku tahu Lian Gege akan sangat adil."


Mo Lian yang baru saja tertidur, membuka matanya merasakan ada aura kuat yang mulai mendekat ke Bintang Utama; auranya tidak berat ataupun kasar seperti 4 Binatang Kehancuran; mereka hangat dan bersahabat, memiliki aura perlindungan.


Ketiga wanita yang melihat wajah Mo Lian, terkejut dengan Mo Lian yang tiba-tiba bangun.


"Ada apa?" tanya Hong Xi Ning mengubah posisi badannya yang membungkuk.

__ADS_1


"Ada yang datang ke Bintang Utama, dan ada empat. Kekuatan mereka tidak jauh dari Hundun." Mo Lian duduk perlahan dengan bantuan Hong Xi Ning.


Mo Lian berdiri seraya menengadahkan kepala dengan kerutan di dahi saat melihat siapa yang datang; mereka serupa dengan 4 Binatang Kejahatannya, meski memiliki sikap yang berlawanan. "Aku pergi sebentar, kalian baik-baik di sini."


Mo Lian langsung pergi meninggalkan ketiganya sebelum mereka memberikan jawaban atau bahkan berucap, karena ia tidak bisa membuang-buang waktu; takutnya yang datang ini akan bertindak lain dan justru merusak Bintang Utama.


***


Mo Lian berdiri di bagian atas Bintang Utama yang bisa melihat ke segala tempat untuk memudahkannya mengamati kedatangan Ranah God tahap Awal; mereka tidak jauh berbeda dari Hundun, meski masih tidak bisa mengalahkan Hundun dalam pertarungan satu lawan satu.


"Untuk apa kalian datang kemari? Apakah kalian ingin mencari masalah?"


Yang datang mengelilingi Bintang Utama adalah makhluk terkenal yang dipercayai oleh 3 Negara: Jepang, China dan Korea. Mereka adalah Penjaga 4 Arah Mata Angin!


Xuan Wudan, Penjaga Mata Angin Utara dan dilambangkan dengan kura-kura hitam yang memiliki ekor ular. Menguasai Element Air, tapi tidak menutup kemungkinan mampu mengontrol Element Tanah. Dikenal sebagai simbol kemurnian, umur panjang, keseimbangan, dan kecerdasaan.


Xi Fang Bai Hu, Penjaga Mata Angin Barat dan dilambangkan dengan harimau putih bercorak hitam garis-garis dan berhubungan dengan planet Venus. Menguasai Element Logam, tapi ia juga bisa mengontrol Element Angin. Dikenal akan kekuatan dan keberaniannya yang luar biasa.


Zhu Que, Penjaga Mata Angin Selatan dan merupakan binatang dewa berbentuk burung api, mirip dengan kepercayaan Phoenix dari barat, memiliki warna bulu oranye kemerahan dimana warna tersebut berhubungan dengan api.


Zhu Que termasuk binatang yang elegan dan mulia dalam penampilan maupun perilaku, serta selektif dengan apa yang dimakan dan tempat bertenggernya. Dikenal sebagai lambang dari kemauan dan merupakan simbol dari kesetiaan.


Tubuh mereka cukup besar, tiga kali ukuran Bintang Utama atau 300 Matahari.


Qing Long membuka mulutnya, dan berucap tanpa menggerakkan bibirnya, "Manusia, apakah kau tidak tahu siapa kami? Kau bahkan menggunakan nada tinggi untuk bertanya."


Mo Lian menoleh perlahan; menatap tajam Qing Long di sebelah kirinya. "Lalu? Aku peduli?"


Qing Long gemetaran; tidak mampu mengendalikan tubuhnya dengan baik, seperti ada tekanan kuat yang membuatnya kehilangan kendali atas tubuhnya sendiri. Bahkan, 3 Hwan Suci lainnya juga tidak bisa bergerak meski tidak menatap langsung mata Mo Lian.


Mo Lian mengalihkan pandangannya pada Xi Fang Bai Hu di sebelah kanannya. "Katakan, apa keperluan kalian?"


Xi Fang Bai Hau atau Bai Hu tidak bisa menolak perintah Mo Lian. "Kami datang karena merasakan kekuatan dari Binatang Kejahatan, kami berencana—"


"Mengapa baru sekarang? Di mana kalian dua tahun lalu? Hundun datang dan mengambil Esensi Kehidupan mereka, setelah aku membunuhnya, kalian baru datang?" Mo Lian sangat kesal saat mendengar jawaban Bai Hu.

__ADS_1


Membunuhnya? Tidak mungkin!


"Aku baru kembali dari Alam Hanzi, di sana ada Tao Wu." Mo Lian tahu 4 Hewan Suci sedang meragukan kekuatannya, tapi ia tidak ingin menjelaskan terlalu banyak karena itu merepotkan dan membuang-buang waktu.


"Ka- Kami dalam keadaan tidak baik saat itu, kami terpisah jarak sangat jauh dan dalam masa krusial karena harus menerobos Ranah God ... ."


Mo Lian melambaikan tangannya; menghentikan Zhu Que yang suaranya merdu seperti wanita. Ia tidak ingin mendengar penjelasan mereka, di saat ia sudah tahu hanya dari melihat wajah mereka. Kekuatan mereka terlalu lemah, dan dua tahun lalu masih Heavenly Immortal tahap Akhir.


Melawan Hundun dan menang? Bahkan memberikan serangan saja dirasa tidak mungkin.


Mo Lian melambaikan tangannya; mengusir mereka untuk pergi dari Bintang Utama. "Sudah, kalian bisa pergi dari sini, masih banyak yang harus aku lakukan ...."


Keempat Hewan Suci tidak bisa berkata-kata, mereka merasa setiap perkataan yang keluar dari mulut Mo Lian adalah perintah mutlak yang tidak bisa disangkal.


"Se- Senior ..."


Mo Lian melihat Xuan Wudan di depannya yang terlihat gemetar. "Ada apa?"


Xuan Wudan menundukkan kepalanya serendah-rendahnya, mungkin jika ia berdiri di lantai, kepalanya akan menyentuh lantai seperti sedang bersujud. "Ji- Jika Senior berkenan, bi- bisakah Anda menerima Hamba sebagai murid?"


Ini adalah hal yang sangat tidak mungkin terjadi, biasanya Hewan Suci tidak akan pernah merendahkan harga diri untuk menjadi murid dari manusia, bahkan saat melawan monster yang lebih kuat, mereka tidak akan menyerah. Saat bertemu manusia yang menyembah mereka sebagai 'Dewa' dan meminta bantuan, mereka akan menolaknya keras.


Sekarang, Xuan Wudan sedang bersujud untuk menjadi murid dari manusia. Hal ini tidak pernah ada kecuali Kaisar Giok, Kaisar dari Alam Selestial yang memimpin semua alam makhluk hidup dan dibawahnya, tapi kedudukannya berada di bawah Sanqing.


Jika Alam Hanzi sebelumnya Mo Lian hancurkan dan Yan Luo terbunuh, Kaisar Giok akan mengetahuinya.


Mo Lian berpikir sejenak, lalu menghela napas panjang seraya kembali ke dalam Bintang Utama meninggalkan 4 Hewan Suci.


"Kau harusnya tahu, menerima murid tidak mudah. Bahkan ada yang harus melayani orang yang ingin disembah sebagai Guru selama ratusan tahun, tapi berakhir pada penolakan. Perlihatkan apa keuntungan dari menerimamu sebagai murid."


Suara Mo Lian menggema di telinga 4 Hewan Suci.


Mo Lian sendiri memang tidak ingin menerima mereka sebagai murid, tapi ingin mereka menjadi Hewan Tunggangan. Akan sangat megah jika terbang di angkasa ditemani oleh 4 Hewan Suci; memikirkannya saja membuat semangatnya menggebu-gebu.


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2