Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 256 : Pembantaian Mo Lian


__ADS_3

Mo Lian duduk di balkon dari kamar yang berada di lantai teratas dan menikmati suara bising di Kota Yazhuang yang terdengar seperti nyanyian baginya. Bisingnya suara itu adalah kemarahan dari beberapa keluarga besar di kota, yang kehilangan sumber daya mereka.


Kerugian mereka sangat banyak, entah berapa Batu Spiritual atau Mutiara Giok, atau bahkan setara dengan Batu Mistik.


Lima keluarga itu berkumpul di tempat Kediaman Yang untuk memikirkan bagaimana bisa sumber daya mereka menghilang, dengan salah satu bangunan terbesar yang meledak.


Mo Lian akan menyerang lagi setelah ia menyelesaikan sarapannya hari ini, dan yang akan ia serang pertama kali adalah Penginapan Bulan Merah.


Puluhan menit kemudian setelah menyantap ramen yang ditemani daging panggang, dan meminum cola yang ia bawa dari Bumi. Akhirnya Mo Lian berdiri dan melompat naik ke atas Penginapan Bulan Merah melalui pagar balkon.


Mo Lian menghela napas panjang, dan meletakkan kedua tangan di belakang pinggang. Ia memandangi kota untuk terakhir kalinya sebelum akhirnya menghilang. Ia berencana membunuh satu kota, tidak peduli apakah itu bersalah atau tidak.


Alasannya sangat sederhana dan mudah dimengerti, meski semua pekerja di keluarga besar tidak benar-benar Kultivator Iblis dan memiliki keluarga yang merupakan manusia biasa. Tapi jika dibiarkan hidup, mereka akan menjadi monster.


Bagaimanapun, Mo Lian pernah melawan Kultivator Iblis kuat yang berubah menjadi monster karena dendam, dendam terhadap salah satu Dao Immortal kuat di Galaxy Pusat, yang sengaja membiarkan bocah itu hidup. Akibatnya, Mo Lian yang saat itu masih Jiwa Emas, harus mengerahkan banyak kekuatan untuk menghabisinya.


Mo Lian berjongkok dan menyentuh atap penginapan dengan pelan. Ia melepaskan energi yang dengan jumlah tertentu. "Teknik Energi Spiritual, Pelepasan Energi!"


Bang!


Dentuman keras terdengar dengan gelombang angin yang menyebar ke segala arah seperti ledakan nuklir, membuat penginapan hancur dan merusak bangunan sekitar dalam radius 25 mil.


Asap tebal menutupi seluruh kota dan jeritan menyakitkan terdengar di mana-mana, banyak orang yang kehilangan nyawa mereka akibat serangan sederhana Mo Lian.


"Membunuh manusia tidak bersalah? Mengapa tidak!" Mo Lian meyakinkan dirinya sendiri.


Mo Lian menutup matanya kembali, dan mengubah kesadarannya berada di langit, memandangi semut-semut yang ada di Kota Yazhuang. Aura yang sangat kuat menekan seluruh penjuru kota, membuat seluruh bangunan bergetar dan mulai meledak satu per satu.


Mo Lian bukan orang yang baik, dengan pengalaman hidup selama 1000 tahun, ia akan menjadi orang yang tidak kenal ampun dan bahkan lebih kejam dari iblis itu sendiri. Sama seperti sekarang!


Tap! Mo Lian menyentuhkan kedua telapak tangan dengan mata yang terbuka secara tiba-tiba. Mata biru menyala seperti api, dan membuat lima kediaman di kota ini meledak lebih kuat dari yang lain, membunuh sebagian besar orang-orang di sana.


"Datanglah!"


Wush! Wush! Wush!


Puluhan ribu gumpalan darah bergerak ke arah Mo Lian dan mengelilingi tubuhnya. Ia mengalirkan energi spiritualnya pada gumpalan darah itu dan meletakkan tangan kanannya di depan dahi, dengan jari telunjuk dan tengah mengarah ke langit. "Teknik Darah, Kutukan Darah!"


Gumpalan darah itu memancarkan sinar dengan jumlah total belasan juta darah. Cahaya merah itu menyebar ke segala arah, dan yang terbanyak berada di dalam Kota Yazhuang.


Pada saat itu, jeritan yang menyakitkan terus terdengar dari berbagai tempat, dan tubuh mereka mulai mengering secara perlahan seperti darahnya terhisap habis, hingga terbakar menjadi abu.


Tidak peduli tua atau muda, pria atau wanita, semuanya terbunuh.

__ADS_1


Bang! Bang! Bang!


Dentuman keras berasal dari mana-mana.


"Siapa yang menghancurkan Kota Yazhuang milikku?!"


"Siapa yang meledakkan Kediaman Yan?!"


"Siapa yang beraninya mencari masalah dengan keluarga Jan?"


Dua lainnya juga berteriak penuh amarah dan ada kebencian yang bangkit di dalam hati mereka.


Mo Lian mengibaskan tangan kanannya, menimbulkan tiupan angin kencang yang menerbangkan asap cokelat. Terlihat kota yang telah rata dengan tanah, tidak ada satu pun bangunan yang berdiri, dan hanya tersisa beberapa puluh orang saja yang masih hidup.


Setengah Jiwa Emas sampai Jiwa Emas tahap Akhir.


Mo Lian menatap datar puluhan orang yang terdiri dari pria paruh baya dan wanita yang seumuran satu sama lain. "Aku tidak menyangka, jika satu kota memiliki hubungan yang sama, sama-sama Kultivator Iblis. Menarik."


Yang Haoshan yang merupakan Kaisar Yang menatap tajam Mo Lian dengan amarah yang terlihat jelas di kedua matanya. "Apakah kau tahu akibat dari membunuh orang-orangku?!"


"Apakah Mi Jiang Xan akan marah?" Mo Lian memiringkan kepalanya dan menyilangkan kedua lengan di depan dada.


Yang Haoshan tertegun, tidak menduga jika Mo Lian akan mengetahui nama itu. Namun detik berikutnya ia menyeringai dingin, menatap jijik Mo Lian. "Jika kau sudah tahu, maka kau akan mati—"


Boom!


Boom!


Mo Lian menarik kepala Yang Haoshan dan mengarahkan pada lutut kanannya, kemudian menendangnya sangat kuat hingga menghancurkan wajah Yang Haoshan.


Kemudian Mo Lian memegang kepala Yang Haoshan dan menekan kuat, meledakkan kepalanya, lalu mendorong jatuh Yang Haoshan yang Inti Jiwanya belum hancur.


Mo Lian mengarahkan kedua tangan ke arah yang berlawanan, menahan dua pukulan dari kiri dan tangan. Ia menangkap kepalan tangan dari wanita paruh baya, dan menarik kedua tangannya, membuat dua orang itu saling berbenturan satu sama lain.


Ia menangkap leher wanita berambut cokelat di sebelah kirinya, kemudian memukul wajahnya hingga meledak. Ia mengangkat tangan kanannya ke belakang punggung, lalu memukul pundak lawannya hingga terjatuh menghantam tanah.


"Mati!"


Ada serangan lain dari belakangnya. Mo Lian menunduk dan merendahkan posisi terbang seraya menangkap kaki pria paruh baya, lalu melemparkannya ke tanah dengan kekuatan lebih besar dari yang lain.


Hanya karena ayunan tangannya, pria paruh baya itu meledak saat menghantam tanah dan menciptakan lubang yang sangat besar, 1 sudah terbunuh 33 masih bertahan.


"Sialan!" Yang Haoshan mengumpat kesal dengan suara lantang. Ia sampai harus berubah menjadi iblis untuk mempercepat proses regenerasi.

__ADS_1


"Teknik Iblis Darah, Gerakan Ketujuh. Pedang Darah Pembantaian!"


Pedang besar dengan panjang satu mil terlihat di atas kepala Yang Haoshan. Ia mengayunkan pedangnya mengarah pada Mo Lian, membuat rekan-rekannya pergi menjauh dari sana.


Mo Lian mengangkat tangan kirinya yang terbuka setinggi mungkin, dengan tinju kanan di pinggang kanan. "Meledak!" Ia melepaskan pukulan kuatnya.


Wush! Duarr!


Pukulan Mo Lian tanpa energi itu menciptakan dorongan angin yang sangat kencang, mengarah pada Pedang Pembantaian, dan menciptakan ledakan yang mengerikan, bahkan celah ruang sampai terbuka.


Pedang merah itu berubah menjadi pecahan cahaya, yang perlahan berubah lagi menjadi molekul.


Belasan serangan dilemparkan ke arah Mo Lian, entah itu siluet serigala api, pedang es, panah kayu, tombak petir dan lain sebagainya.


"Teknik Pengendalian Spiritual, Meledak." Dengan santainya, Mo Lian menyentuhkan kedua telapak tangannya, menimbulkan ledakan energi spiritual yang berasal dari dalam tubuhnya.


Ledakan energi spiritual itu menciptakan sebuah badai yang mengerikan, hujan teras seperti peluru mulai berjatuhan dari awan hitam, serta petir yang menyambar di mana-mana.


Ledakan energi spiritual dari dalam tubuh Mo Lian juga mengakibatkan terganggunya aliran energi dalam tubuh orang di sekitar, yang kekuatan dan pengendalian energi mereka tidak terlalu tinggi. Karena itu, satu per satu dari mereka mulai meledak tanpa jejak sama sekali, bahkan tidak ada kabut darah.


Sekarang, hanya tersisa 11 Kultivator Iblis, dengan 5 Jiwa Emas tahap Akhir, 4 Jiwa Emas tahap Menengah dan 2 Jiwa Emas tahap Awal.


Mo Lian yang berada di tengah-tengah kepungan bersikap santai-santai saja dan menurunkan kedua tangannya perlahan. Hingga tiba-tiba ia berbalik seraya mengayunkan tangan kanannya ke kanan atas, menangkap kepala wanita paruh baya berambut merah muda.


"Mati!" Mo Lian mencengkeram kepala wanita itu hingga meledak.


Tidak berhenti, Mo Lian mengayunkan tangan kanannya secara vertikal, dari atas ke bawah, membelah badan atas wanita itu dan menangkap Inti Jiwa berwarna oranye kemerahan.


Tanpa berlama-lama, Mo Lian meledakkan Inti Jiwa itu. Tidak ada keraguan sama sekali di wajahnya, ia sudah cukup menahan diri saat berurusan dengan Sekte Gunung Dewa. Sekarang, saatnya pembantaian, meski ia sudah menghancurkan satu kota.


Bang! Bang! Bang!


Sepuluh ledakan keras terdengar dari arah yang berbeda-beda, membentuk cincin merah yang menyebar ke segala arah. Dari pusat ledakan, terlihat iblis merah bersayap, yang masih mempertahankan bentuk manusianya, tidak ada ekor atau sisik.


Mo Lian melirik sekilas. "Sepuluh iblis, menarik. Tapi, tidak menyenangkan karena kalian tidak seperti kambing bersisik ..."


"Karena, aku tidak bisa menikmati mencabut sisik-sisik kalian!"


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2