
Sekte Dongfangzhi, Gunung Emei, Kota Chengdu
Mo Lian dan yang lain sudah kembali ke Kota Chengdu sesaat setelah mereka menyelesaikan masalah tentang Organisasi Dunia Hitam. Lalu untuk Pasukan Taring Naga maupun Aliansi Beladiri Huaxia, mereka kembali ke Kota Beijing untuk membuat laporan dan mencari informasi orang-orang yang berkaitan.
Pada saat ini di Aula Sekte sudah berkumpul beberapa orang penting. Mereka semua sedang membahas perihal informasi yang didapat Mo Lian dari Tang Xuan, informasi yang bisa mengubah tatanan dunia jika hal ini tidak ditangani dengan baik.
"Apa yang ingin Patriak katakan dengan mengumpulkan kami semua di sini?" tanya Wu Yengtu sembari menangkupkan kedua tangannya mengarah pada Mo Lian.
Meski Mo Lian adalah Patriak Sekte Dongfangzhi. Ia masih tidak biasa dipanggil dengan sebutan itu, bagaimanapun ini adalah pertama kalinya menjadi seorang pemimpin, di kehidupan sebelumnya ia juga tidak pernah membangun sebuah sekte.
"Aku mengumpulkan kalian semua karena ada masalah penting yang berkaitan dengan masa depan Daratan Huaxia." Mo Lian menatap serius kedua belas orang di dalam ruangan.
Wajah semua orang mengeras dengan kerutan di dahi. Masalah yang berkaitan dengan masa depan Daratan Huaxia?
Mo Lian menghela napas panjang saat melihat reaksi semua orang. "Dari informasi yang kudapat dari Tang Xuan. Organisasi Dunia Hitam hanyalah organisasi kecil yang bermarkas di China. Di dunia ini masih banyak lagi organisasi yang lebih berbahaya dan kuat, kita ambil contoh di negara ini masih ada sekte tersembunyi yang menguasai teknik racun, mayat, dan sebagainya ..."
"Sekte-sekte itu tersebar luas di seluruh Daratan Huaxia. Mereka akan bergerak dalam waktu satu tahun dari sekarang, sepertinya mereka mencari harta berharga lain. Kekuatan mereka lebih kuat dari Organisasi Dunia Hitam, ada yang sudah berhasil menembus Ranah Inti Emas. Memang aku bisa mengalahkannya, tapi tidak mungkin aku selalu berada di sana." Mo Lian melanjutkan penjelasannya setelah meneguk teh di meja sebelahnya.
"Maksud Anda?" Qin Zhang membuka suaranya saat Mo Lian mengatakan sesuatu yang sedikit acak.
"Aku akan pergi ke perbatasan untuk mencari keberadaan ayahku, aku tidak tahu apakah bisa kembali dengan tepat waktu. Tapi sebelum aku berangkat, aku akan meningkatkan kekuatan kalian," jawab Mo Lian.
"Ah!" Mo Lian tersentak ketika mengingat masih ada informasi lainnya yang lebih penting. "Masih ada informasi lainnya. Di Amerika dan negara besar di Eropa, ada beberapa clan yang sangat kuat, salah satunya adalah vampire. Dalam waktu enam bulan dari sekarang clan itu akan datang ke Daratan Huaxia, mereka pandai dalam menyamarkan penampilan maupun aura, jadi kalian semua harus berhati-hati."
Mendengar itu, mereka semua kembali terdiam dengan mulut terbuka. Ini adalah informasi yang sangat penting, para Senior yang sudah hidup lebih dari 700 tahun tentunya tahu, mereka sudah pernah bertarung dengan para vampire, dan kekuatannya berada diatas rata-rata.
__ADS_1
Mo Lian hanya terdiam mengabaikan keterkejutan semua orang. Ia menekan tangan kanannya di sandaran lengan, kemudian berdiri dari tempat duduknya. "Pertemuan hari ini sampai di sini saja. Mulai besok aku akan membantu kalian menembus tingkat yang lebih tinggi, dan minggu depan aku akan berangkat ke perbatasan."
Semua orang berdiri dari tempat duduknya, mereka sedikit membungkukkan badannya dengan menangkupkan kedua tangan mengarah pada Mo Lian. "Baik, Patriak!"
Mo Lian keluar dari bangunan utama dan pergi ke belakang bangunan, di mana Pohon Surgawi ditanam. Hari ini ia berencana untuk membuat pil dari bahan Teratai Sembilan Warna, dan memanfaatkan Akar Lima Element.
Dengan kekuatan jiwanya yang sekarang, ia bisa menyuling bahan Teratai Sembilan Warna dengan sempurna. Dalam pembuatan pil ini sendiri tidak menggunakan bunganya, melainkan biji yang berada di dalam. Meski tidak seefektif bunga, tapi bijinya tetap berharga karena bisa meningkatkan kekuatan sebanyak 50%.
Mo Lian mengalirkan energi spiritualnya pada Cincin Ruang, dan mengeluarkan Teratai Sembilan Warna yang segar. Ia memetik bagian tengahnya yang di dalamnya terdapat biji berwarna cokelat dengan jumlah 14 butir. Ini adalah tangkapan yang luar biasa, biasanya jumlah terbanyak hanyalah enam sampai sembilan butir, dan tidak pernah lebih.
"Dalam waktu satu minggu ini, aku harus meningkatkan kekuatan mereka. Paling tidak mendapatkan empat Ranah Inti Emas, lalu untuk para Kultivator Fase Lautan Ilahi, aku akan membuat mereka menembus Ranah Inti Perak ..." ucap Mo Lian melihat tangan kanannya yang memegang Teratai Sembilan Warna.
"Kemudian untukku sendiri, aku harus berhasil menembus Ranah Inti Emas Sempurna. Bukan Inti Emas yang hanya tingkatan biasa, aku ingin menembus Ranah Inti Emas yang bisa melawan lebih dari tiga ribu orang pada tingkatan yang sama." Mo Lian mengepalkan tangan kanannya erat dengan api yang menari-nari di matanya penuh tekad.
Sama seperti Kesengsaraan Petir yang memiliki perbedaan. Ranah Inti Emas juga memiliki hal yang sama, itu dibedakan menjadi tiga tingkat.
Sedang, biasanya untuk dapat mencapai tingkatan ini ada syarat khusus, contohnya adalah meningkatkan salah satu dari tiga kekuatan dalam kultivasi. Entah itu fisik, energi spiritual, maupun jiwa.
Sempurna, ini adalah tingkatan yang sangat sulit untuk dicapai. Jika hanya meningkatkan kekuatan diatas satu tingkat, itu mungkin dapat dikuasai, namun untuk melakukannya, orang itu harus memiliki kekuatan fisik, jiwa, dan energi spiritual yang setara dengan Kultivator Alam dan Manusia. Dan yang terpenting, orang itu masih harus berada ditingkat Inti Perak, serta dapat menarik sembilan petir atau lebih.
Ia melakukan ini adalah untuk investasi masa depan. Jika ia bertemu dengan Masternya nanti, ia mungkin masih dapat berkomunikasi dan membiarkan Masternya melihat ingatannya. Tapi berbeda jika bertemu dengan sembilan orang lain yang datang ke Bumi, yang terjadi hanyalah pertarungan hidup dan mati.
"Tapi, jika aku menembus Ranah Inti Emas. Aku hanya bisa membunuh Kultivator Ranah Alam dan Manusia, jika aku berusaha dengan menggabungkan tiga kekuatan. Aku bisa saja membunuh Ranah Jiwa Emas, tapi itu masih sangat sulit. Terlebih lagi sembilan orang lainnya sudah berada ditingkat Dao Immortal," ucap Mo Lian mengerutkan keningnya dengan keringat dingin mengalir di pipi.
Mo Lian menggeleng pelan. Ia menghirup napas dalam-dalam kemudian menghembuskannya perlahan. Ia membuat lingkaran array di depannya untuk menyuling pil.
__ADS_1
Ketika lingkaran array sudah selesai dibuat, ia melemparkan 14 biji Teratai Sembilan Warna ke dalam lingkaran, serta daun dari Pohon Surgawi untuk meningkatkan keberhasilan.
Mo Lian membuat segel tangan dengan kecepatan tinggi, kemudian diakhiri dengan jari telunjuk dan tengah yang berada di depan matanya. "Array Alkimia! Pemurnian!"
Dua bahan yang diletakkannya di dalam lingkaran array itu bergetar di atas permukaan tanah. Kemudian melesat naik setinggi dua meter dari permukaan tanah, kedua bahan itu terbakar oleh api biru yang dihasilkan dari susunan array, dan digantikan dengan beberapa puluh tetes air berbeda warna.
"Padatkan!"
Puluhan tetesan air itu berkumpul dalam 14 titik menanggapi perintah Mo Lian. Esensi yang telah berkumpul mulai memadat membentuk pil seukuran kelereng kecil dengan warna cokelat bergaris hijau.
Tidak berhenti disitu saja, dengan kekuatan jiwanya, ia membuka botol giok berisikan Embun Spiritual yang sudah disiapkan dan mengendalikannya agar terserap oleh 14 pil yang setengah jadi.
"Serap!"
Embun Spiritual itu memasuki permukaan pil, membuat pil memancarkan cahaya emas nan indah, bersamaan dengan aroma harum yang menyegarkan penuh akan energi spiritual yang murni. Perlahan permukaan pil berubah, tidak lagi berwarna cokelat kusam, sekarang sudah berwarna emas segar dengan cahaya yang terus memancar.
Keempat belas pil itu terus melayang untuk beberapa detik, hingga akhirnya kehilangan kekuatannya karena Mo Lian menghentikan array. Ia mengulurkan tangannya meraih 14 pil itu, dan dimasukannya ke dalam botol giok yang sudah disiapkan sebelumnya.
"Pil Energi Spiritual. Meski menggunakan bijinya saja yang harusnya tidak terlalu efektif, namun karena tambahan bahan dari daun Pohon Surgawi dan Embun Spiritual. Ini hampir menyamai daun Teratai Sembilan Warna," ucap Mo Lian tersenyum cerah sembari melihat botol giok di tangannya.
Mo Lian mendongak melihat lurus ke depan. "Selanjutnya, Pil Tiga Warna!"
...
***
__ADS_1
*Bersambung...