Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 229 : Kota Jenzhuan


__ADS_3

Mo Lian masih menunggu kedatangan semua Kultivator Iblis yang berasal dari belasan kota berbeda, hingga langit mulai petang karena sinar matahari mulai naik dan menyinari daratan. Sedangkan untuk semua klon miliknya, sudah berhasil memasuki kota dengan cara ilegal, atau diam-diam.


Walaupun sudah berhasil memasuki kota dan mengunakan identitas lain, ia tidak langsung bertindak, memilih untuk mencari informasi lebih lanjut seperti saat berada di Kota Mengyin dan Xingmai.


Bukan hanya mengumpulkan informasi, tapi juga untuk mencari waktu yang tepat untuk bertindak, seperti saat di Paviliun Kongqi Hei'an, di mana tidak ada Kultivator Dao maupun manusia biasa di sana.


Mo Lian yang bersembunyi di pepohonan di puncak gunung batu mulai bergerak saat melihat kerumunan Kultivator Iblis berjalan mendekati tepian rawa. Ia tidak tahu apa yang mereka lakukan, tapi perasaannya mengatakan akan ada hal berbahaya yang keluar dari Rawa Mogui.


Apakah mereka berencana memanggil iblis dari Alam Bawah?


Mo Lian melihat ratusan orang yang berdiri di tepi Rawa Mogui mulai melukai pergelangan tangan masing-masing, dan membiarkan darah mereka terserap oleh rawa. Ketika darah itu menetes di atas rawa, permukaan rawa kembali bergejolak, seperti air yang mendidih, namun lebih keras.


Tanpa berlama-lama lagi, sebelum masalah menjadi lebih banyak. Mo Lian melesat bagaikan bintang jatuh yang menghantam tengah-tengah Rawa Mogui, menciptakan dentuman keras yang memekakkan telinga, bersama dengan gelombang angin kencang yang menerbangkan air dalam rawa, serta meledakkan pagar gunung batu.


"Siapa di sana?!"


Mo Lian hanya diam tidak menjawab dan melayang belasan inchi dari permukaan air yang tersisa. Api membakar tubuhnya, membuat air yang bercampur dengan darah itu mulai menguap. Ia mengangkat tangan kanannya perlahan, dengan telapak menghadap ke langit.


Daratan bergetar hebat seperti gempa bumi dan mulai terlihat retakan-retakan besar di permukaan tanah. Pada retakan itu terlihat lahar panas yang terus membesar, melelahkan tanah sekitar.


Mata Mo Lian berubah seperti api yang membakar, menambah kesan mengerikan dan aura yang menekan, membuat jutaan Kultivator Iblis di sana membatu di tempat, tidak bisa pergi meninggalkan tempat.


Mo Lian mengangkat kedua tangannya perlahan sampai berada di depan dada, membuat daratan kembali bergetar, lebih kuat dari sebelumnya, dengan tekanan yang berkali-kali lipat.


Hanya dari tekanan yang dilepaskan Mo Lian, membuat Inti Perak dan Inti Emas mulai mengalami luka parah. Darah mengalir deras dari kedua mata, telinga, hidung dan mulut, bahkan pori-pori kulitnya juga terlihat darah yang merembes keluar.


"Aku, Mo Lingdao, dengan kehendaku sebagai Dewa Semesta. Semua alam sekitar, bergerak!" Mo Lian mengangkat kedua tangannya setinggi mungkin dengan cepat.


Boom! Duarr! Blar!

__ADS_1


Gunung-gunung batu mulai meledak, daratan mulai naik secara perlahan dengan retakan-retakan besar, awan hitam mulai muncul dan menyebar luas bersama dengan petirnya.


Lahar panas melonjak dari kedalaman tanah, membentuk ratusan pilar lahar panas dengan tinggi ratusan mil. Kemudian hujan yang turun sangat deras dan tajam, seperti serangan jutaan jarum yang jatuh dari langit. Ratusan petir naga juga mulai berjatuhan, menghancurkan seluruh kawasan Rawa Mogui.


Saat sudah tidak merasakan adanya tanda-tanda kehidupan dalam radius ribuan mil darinya, Mo Lian menurunkan kedua tangannya perlahan, menghilangkan semua fenomena alam yang mengerikan.


Tidak sampai lima menit, Mo Lian sudah berhasil membunuh semua Kultivator Iblis di Rawa Mogui, bersama dengan Rawa Mogui itu sendiri. Jika saja ia tadi terlambat sedikit saja, Gerbang Dimensi antara Alam Bawah dan Alam Semesta benar-benar akan terbuka, meski hanya bisa dimasuki oleh iblis seukuran manusia.


"Entah berapa banyak nyawa yang dikorbankan untuk menciptakan Rawa Mogui ini, karena tidak mungkin puluhan juta dapat menciptakan rawa dengan aura mencekam seperti ini."


Mo Lian duduk bersila di langit dari Rawa Mogui yang telah porak-poranda. Ia berniat untuk menyerap sedikit aura kematian, dan sisanya akan ia hilangkan. Meski Teknik Budidaya Pemurnian Hitam bisa dikatakan Teknik Budidaya yang sempurna, ia tetap tidak ingin menggunakannya terus-menerus.


***


Kota Jenzhuan, 10.000 Mil ke Arah Barat Daya dari Rawa Mogui


Mo Lian mendongak melihat langit ke arah timur laut, melihat ratusan pilar api yang menembus awan. Ia melihat ke sana hanya karena mengikuti penduduk sekitar yang nampak penasaran, meski sebenarnya itu adalah ulahnya sendiri.


"Entahlah! Aku tidak tahu, bukankah Rawa Mogui selalu tenang selama seratus tahun terakhir? Tidak ada pergerakan aneh yang terjadi di sana."


Kepanikan terjadi di Kota Jenzhuan saat melihat ratusan pilar itu, terutama untuk Kultivator Iblis yang berada di kota ini. Mereka tahu jika hal itu bukan bertanda baik, dan seharusnya bukan itu yang terjadi. Seharusnya pilar berwarna hitam, begitulah yang mereka yakini.


Mo Lian berbalik meninggalkan kerumunan orang, setelah ratusan pilar menghilang dan tubuh utamanya sedang berkultivasi. "Pertemuan di Rawa Mogui telah teratasi, sekarang tinggal belasan kota. Mungkin setelah tubuh utama selesai berkultivasi, aku akan bertindak serempak menghancurkan Kultivator Iblis di tiga belas kota berbeda."


Mo Lian berjalan menuju penginapan di mana ia beristirahat kemarin sore saat datang ke kota ini. Informasi yang dikumpulkannya selama satu hari tiba di Kota Jenzhuan sudah lebih dari cukup. Kultivator Iblis di sini hanya satu per tiga dari jumlah yang ada, dan lainnya pergi ke Rawa Mogui.


Kultivator Iblis di sini tidak seperti di Kota Xingmai yang membentuk Paviliun Kongqi Hei'an, Kultivator Iblis di sini lebih sulit karena bergabung dengan organisasi besar, mereka menyamar dan bahkan ada yang menjadi penjaga kota, serta memiliki kedudukan tinggi di Kediaman Walikota Zhou.


Mo Lian yang sudah berada di penginapan memilih untuk duduk di balkon kamar lantai sembilan, mengamati seluruh aktivitas kota yang sedikit panik karena kejadian di Rawa Mogui.

__ADS_1


Ketika Mo Lian duduk di kursi kayu, tubuhnya mulai menghilang dengan sendirinya, dan di sebelah kursi itu mulai muncul Mo Lian yang lain, yang terbentuk dari percikan api kecil.


"Sayang sekali aku hanya menyerap sedikit aura kematian, tapi setidaknya Tiga Kekuatanku hampir setara dengan Dao Immortal tahap Menengah. Namun aku masih bisa menahannya, dan menunggu sampai benar-benar tidak mampu, barulah aku akan menarik Kesengsaraan Petir."


Untuk Kultivator Iblis di Kota Jenzhuan ini, Mo Lian memutuskan untuk mengurusnya sendiri ketimbang menggunakan klon. Sedangkan 12 kota lain, sudah mulai bergerak dan membunuh Kultivator Iblis dari tadi malam.


"Tiga kota sudah selesai diurus. Tersisa sembilan, dan satu lagi dengan kota ini." Mo Lian duduk di kursi yang sebelumnya digunakan untuk klonnya.


Mo Lian memiringkan kepalanya, menopang pipi kanannya dengan tangan kanan yang sikunya bertumpu pada sandaran lengan. "Apa yang aku lakukan di Rawa Mogui, masih terlalu lemah. Saat di Kekaisaran Yang nanti, aku akan menarik asteroid di luar Bintang Tianjin, dan melihat seberapa besar dampak yang ditimbulkan."


Jika ada yang mendengar Mo Lian berbicara seperti ini, tentunya Mo Lian akan ditertawakan dan dianggap gila karena bermimpi untuk menarik asteroid di luar Bintang Tianjin.


Untuk menarik benda-benda langit semacam asteroid, setidaknya harus ditingkatkan Setengah Heavenly Immortal. Tapi dengan kekuatannya, itu sangat mudah, bahkan ia bisa meledakkan Bintang Tianjin dengan kepalan tangan.


"Tapi ..." Mo Lian beranjak dari tempat duduknya. "Pertempuran tadi sangat membosankan, saat di Kediaman Walikota nanti, aku ingin bermain-main dengan mereka. Tidak baik langsung mengerahkan kekuatan yang besar." Ia berjalan memasuki ruangannya dan menutup pintu geser.


***


Malam Harinya


Mo Lian berdiri di puncak penginapan, melihat Bulan milik Daratan Tianjin yang sudah berada di posisi puncaknya, menandakan waktu telah menunjukkan tengah malam.


Penjagaan di kota mulai diperketat lagi, berkali-kali lipat dari saat pertama kali datang ke sini. Ia mengerti mengapa hal ini bisa terjadi, dan siapa yang menyarankan agar penjagaan diperketat. Yang menyarankan adalah Penasihat Walikota Zhou, yang merupakan Kultivator Iblis.


Mo Lian melompat turun dari atap penginapan. "Sekarang, mari kita membunuh!"


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2