
Tempat yang diberikan tidak terlalu besar, tapi juga tidak terlalu kecil, itu seluas lapangan sepak bola. Bagian halaman belakang langsung bertemu dengan air terjun yang bagian bawahnya adalah danau kecil, itu memberikan nuansa alam yang menyegarkan.
Pohon willow besar, daunnya lebat berwarna hijau zamrud dan saat terkena sinar matahari, itu terlihat lebih indah.
Angin di sini sangat sejuk, banyak bunga-bunga berbagai warna. Kupu-kupu kecil hinggap di bunga dan terbang ke pepohonan di sekitar, sesekali terdengar suara jangkrik, tapi tidak terlalu mengganggu.
Banyak pelayan yang diberikan oleh Keluarga Zhu, tapi semuanya telah dipulangkan oleh Mo Lian. Dia tidak ingin ada orang lain yang tinggal di sini, sudah cukup dirinya dan istri-istrinya yang tinggal di sini.
Dia meminta kediaman karena ingin bersantai bersama istri-istrinya, tidak mungkin dia ingin diganggu oleh orang lain yang bukan kenalannya. Bahkan jika mengenalnya, dia akan meminta orang itu pulang.
Seperti halnya kali ini, Mo Lian sedang berada di dalam ruangan yang menghadap ke air terjun. Dia duduk di sofa, dengan Yun Ning berada di pangkuannya, mereka saling memandang dengan tatapan yang dalam.
"Ning'er dan Nian'er hanya meminta seminggu sekali, dan kau hampir tiap hari." Mo Lian mengecup lembut bibir Yun Ning dan memegang pinggulnya yang naik turun.
Yun Ning terengah-engah dengan erangan merdu yang keluar dari mulutnya, bibirnya basah dan keringat membasahi tubuhnya. "Biarkan mereka ... lagi pula ... aku istrimu, jadi ... bukankah ini wajar ... jika mereka tidak mau, Ni'er sangat senang ... karena mendapatkan lebih banyak kasih sayang."
Mo Lian terdiam dan bibir mereka kembali bertemu.
Pasangan suami-istri yang lain, meski saling mencintai dan dimadu asmara, tetap harus berkultivasi setidaknya puluhan atau bahkan ratusan tahun untuk meningkatkan kekuatan. Dan, di sinilah dia, hampir setiap hari memuaskan Yun Ning, dan sangat jarang mendapatkan waktu untuk kultivasi.
Tapi karena hal ini, dia mengembangkan beberapa teknik yang didasari dari Teknik Kultivasi Ganda. Teknik ini tidak memakan basis kultivasi yang rendah, tapi memberikan keuntungan bagi keduanya, tetap saja, yang menerima keuntungan terbanyak adalah pemilik basis kultivasi terendah.
Mo Lian yang telah memiliki banyak Cincin Dewa, menciptakan teknik kultivasi lain. Yang memungkinkannya untuk menyerap energi spiritual hanya dengan bernapas, berjemur di bawah sinar matahari atau berada di hutan yang memiliki Esensi Elemen Kayu.
"Hah, hah, hah..." Yun Ning terengah-engah dan bersandar di dalam pelukan Mo Lian. Dia sudah sangat kelelahan, tidak bisa lagi bergerak.
Mo Lian mengusap tengkuk Yun Ning. "Dalam pertempuran nanti —"
"Tidak!" Tiba-tiba, Yun Ning berteriak, seolah-olah kelelahannya telah menghilang. "Ni'er tidak ingin selalu berada di Dunia Kecil, Ni'er ingin membantu. Meski Ni'er tidak seberbakat Qin Nian, Ni'er tetap ingin membantu meski sedikit."
Mo Lian tertegun melihat air mata yang mengalir di sudut mata Yun Ning. Dia menyerah, menghela napas dan berkata, "Baiklah."
"Tapi ..." Mo Lian mengangkat pinggul Yun Ning dan menurunkannya lagi, diiringi dengan erangan panjang yang keluar dari mulut Yun Ning. "Kita selesaikan ini, kemudian Ni'er berkultivasi sendiri untuk mengkonsolidasikan kekuatanmu. Jangan hanya berpangku pada kultivasi ganda."
Yun Ning menganggukkan kepalanya, kemudian mengubah posisinya untuk duduk di sofa dan membiarkan Mo Lian yang menusuknya lebih dalam. Dia mengerang, wajahnya memerah, keringatnya telah membasahi seluruh tubuhnya, tapi tidak ada rasa tidak nyaman, dia menikmati pelukan Mo Lian.
"Sayang, terus, terus... Lebih cepat."
Mo Lian membelai leher Yun Ning dan mencium bibirnya, pinggulnya tidak berhenti, terus mendorong sekuat tenaga sampai menimbulkan suara tamparan yang keras. Suara gemericik air juga terdengar, dan sofa empuk di bawah mereka sudah basah karena keringat maupun semburan dari gua madu Yun Ning.
Hong Xi Ning dan Qin Nian datang dari halaman belakang, tubuh mereka basah karena keringat. Mereka berlatih bersama di luar, menyempurnakan teknik perang maupun gerakan kaki untuk mempercepat langkah.
Hong Xi Ning menggelengkan kepalanya melihat Mo Lian yang menindih Yun Ning. "Kalian belum selesai? Yun Ning, kau memiliki stamina luar biasa. Bahkan meski aku Setengah Dewa Hitam, aku lebih memilih bertarung dan membunuh ribuan orang daripada melakukan itu terus-menerus."
Yun Ning terengah-engah, mencoba untuk menjawabnya, "Ba- Bahkan ... uuhhh ... jika aku lelah, aku adalah istrinya ... meski suami ... kita tidak mengatakannya ... mmpphh ... aku tahu dia selalu memandang kita. Itu adalah tanda ..."
__ADS_1
Hong Xi Ning mendengus kesal, menghampiri mereka dan duduk di samping Yun Ning. "Kau mengatakan seolah-olah aku tidak mengenal Nan Ren."
Yun Ning terkekeh kecil.
Qin Nian berdiri di belakang sofa, memandang dada Yun Ning yang naik turun. Dia merasa kesal, kemudian mengulurkan tangannya untuk meremas dada Yun Ning. "Kapan aku memiliki dada sebesar ini?!"
Mo Lian tersenyum tipis, tubuhnya tidak berhenti.
Sampai, beberapa jam kemudian, dia telah selesai melakukannya bersama mereka bertiga. Mo Lian berjalan ke arah air terjun dan duduk bersila di samping danau, sudah lama ia tidak berkultivasi.
"Eh, sepertinya aku sudah berkultivasi selama satu tahun untuk menembus Dewa Surga tahap Menengah untuk Kekuatan Jiwa."
Mo Lian mengembuskan napas, kemudian menutup matanya perlahan.
...***...
Keesokan harinya, Mo Lian masih duduk bersila di samping danau, tapi dia tidak sendirian, di depannya ada tiga wanita yang dalam posisi sama dengannya dan matanya terpejam.
Mo Lian melihat mereka bertiga, membantu mereka untuk menstabilkan energi di dalam tubuhnya. "Energi yang aku kirimkan sudah cukup, kalian harus memurnikannya dengan baik."
Energi itu adalah energi yang berasal dari kultivasi ganda yang dilakukan mereka kemarin.
Mo Lian menengadahkan kepalanya melihat langit biru. Dia mengangkat tangannya perlahan, membuat wilayah kediaman bergetar seperti gempa.
Aliran energi di atmosfer berkumpul di sekitar pohon, lalu pohon itu terlihat memancarkan cahaya dengan warna biru. Cahaya-cahaya itu membentuk pola array dan huruf-huruf kuno di batang pohon, mengeluarkan aura yang tidak bisa dijelaskan.
Ketika empat pohon memancarkan sinar, aliran energi di atmosfer bergerak lebih deras. Semua energi bergerak ke arah kediaman seperti pusaran air, dan ini memengaruhi cuaca di kota.
***
Kediaman Zhu
Keluarga Zhu sedang dalam pertemuan keluarga, hanya orang-orang penting yang hadir di sini. Tetua Agung: Zhu Chuan, Patriak: Zhu Xansu, Penatua Satu — Sembilan, Putra dan Putri Pilihan: Zhu Heipeng dan Zhu Yuxi.
Semua orang yang hadir di dalam ruangan berwarna merah dengan lambang Phoenix, diam tanpa suara dengan mata terpejam. Mereka masih menunggu kedatangan orang terpenting dalam pertemuan, jika orang itu tidak datang, bahkan meski harus menunggu bertahun-tahun, maka pertemuan tidak akan dimulai.
Walaupun semuanya nampak tenang, tapi ada beberapa yang kesal dan marah. Itu karena keputusan Tetua Agung yang langsung menerima tamu ke kediaman tertentu. Meskipun Tetua Agung adalah pengambil keputusan tertinggi di bawah Leluhur Zhu dan di atas Patriak Zhu, tapi di antara Penatua ada yang menolaknya.
Ini adalah hal yang wajar, di setiap keluarga pasti ada beberapa yang tidak sejalan. Apalagi ini adalah keluarga yang memimpin Wilayah Selatan, pastinya ada yang ingin mengambil alih kedudukan.
Pada saat itu, tiba-tiba aura kuat memenuhi ruangan.
Semua orang membuka mata dan berdiri, membungkukkan badan ke arah kursi Patriak yang kosong. Karena Leluhur Zhu yang memimpin pertemuan kali ini, tentunya kursi itu dimaksudkan untuk Leluhur Zhu duduk.
"Berdiri."
__ADS_1
Terdengar suara pelan dan stabil dari depan mereka, suaranya seperti seorang pria muda.
Mendengar itu, semua orang bersemangat. Mendongak, mereka melihat pria muda berambut merah, alis tajam bagaikan pedang, mata merah tajam seperti burung elang yang mencari mangsa. Di dahinya ada lambang api, memberikan aura panas. Pakaiannya berwarna merah polos tanda pernak-pernik.
Melihat itu, semua orang tercengang. Mereka tahu bahwa Leluhur Zhu sangat tua, bahkan terlihat lebih tua dari Tetua Agung, tapi sekarang sangat muda, seperti berusia dua puluhan.
Zhu Chuan bermata cerah saat melihat Leluhur Zhu. "Leluhur Zhu, Anda ..."
Leluhur Zhu tertawa terbahak-bahak dengan gerakan tangan seolah-olah sedang menyisir janggut. Tapi, dia tertegun ketika mengetahui janggut panjangnya telah menghilang. Dia tersenyum canggung dan berdeham, kemudian berkata, "Iya. Aku berhasil menerobos Dewa Surga tahap Menengah. Dengan ini, fondasi Keluarga Zhu kita akan lebih kokoh."
Semua orang saling memandang ketika melihat Leluhur Zhu yang menyisir angin, kemudian memaksakan senyum. Tapi saat mengetahui bahwa Leluhur Zhu telah menerobos Dewa Surga tahap Menengah, mereka bersemangat, mereka tersenyum cerah, seolah-olah mereka berada di kubu yang sama, mereka tidak lagi terpecah.
Leluhur Zhu tersenyum, kemudian ekspresi wajahnya tegas saat duduk di kursi. Dia memandang semua orang yang berdiri, mempersilakan mereka untuk duduk, kemudian kembali berkata, "Seperti yang kalian tahu, pertemuan hari ini untuk membahas masalah Wilayah Barat yang menyerang, kemudian, apa itu? Menurut tamu, Organisasi Penjarah Spiritual ..."
Leluhur Zhu terdiam sejenak, mengingat kembali tentang tamu yang tinggal di kediaman istimewa. "Ngomong-ngomong tentang tamu, dia memiliki kultivasi Dewa Bumi tahap Awal, tapi Kekuatan Jiwa-nya setara denganku, kemudian banyak lagi rahasia di tubuhnya. Ketika aku mencoba memeriksanya, hanya ada kabut tebal yang menghalangi, dan ada perasaan bahaya jika memaksanya lebih jauh."
Zhu Chuan tertegun, tapi dia menghela napas lega karena tidak menyinggung Mo Lian terlalu jauh.
Leluhur Zhu tidak memberikan kesempatan pada orang lain untuk berbicara. Ketika dia membuka mulutnya untuk berkata, tiba-tiba ada getaran hebat dengan aliran energi spiritual yang bergolak, seperti tersedot ke lubang hitam tak berdasar.
"Apa itu?" Leluhur Zhu berdiri dengan kekuatan penuhnya karena kejutan itu, membuat kursi yang didudukinya hancur menjadi debu.
Zhu Chuan berlari ke arah pintu keluar dan membukanya, kemudian dia melihat langit, melihat aliran energi yang bergerak ke arah tertentu.
Leluhur, Patriak, Penatua, Putra dan Putri Pilihan mengikuti Zhu Chuan. Ekspresi mereka sama ketika melihat aliran energi di udara.
Keempat belas orang itu terbang, pergi ke arah aliran energi spiritual.
Zhu Chuan mengerutkan keningnya, dan beberapa tebakan muncul di benaknya. "Tidak mungkin!" Ia menggelengkan kepalanya dengan tegas.
Tapi, detik berikutnya mereka melihat empat pohon besar yang bercahaya.
Mereka semua berhenti, melayang di udara dengan mata terbuka lebar saat melihat empat pohon besar.
Array Pengumpul Qi Spiritual?!
Keterkejutan terlihat jelas di mata mereka, mereka tahu itu. Mereka memiliki array yang sama, tapi mereka membutuhkan sumber daya untuk membuatnya dan kualitasnya tidak sebaik ini. Dan sekarang, Mo Lian hanya perlu menggunakan empat pohon, dan dalam waktu singkat, Array Pengumpul Qi Spiritual tahap Surga telah terbentuk!
Leluhur Zhu terdiam untuk beberapa saat, bahkan setelah mencoba untuk tetap tenang, ekspresinya berkata lain. "Ini ... siapa dia sebenarnya?"
...
***
*Bersambung...
__ADS_1