Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 475 : Sekte Teratai Putih


__ADS_3

Mo Lian hanya duduk sebentar di tepi sungai sebelum memasuki kota untuk pergi ke kediaman yang sudah dibeli Mo Fefei. Dia ingin beristirahat, atau lebih tepatnya menghindari tatapan semua orang yang penasaran, itu mengganggunya, dan dia tidak menyukainya.


Banyak yang ingin mendengarnya berkhotbah tentang Hukum, tapi dia tidak memiliki ketertarikan untuk menjelaskannya. Dia adalah Simbol Dewa 6 Garis, yang berdiri di atas Alam Semesta. Hanya karena permintaan dari Inti Emas, dia menerimanya? Tidak mungkin!


Bahkan Mo Fefei menolak mereka, apalagi dia.


Mo Lian menghela napas tak berdaya ketika melihat banyak sekali yang bersujud di depan kediaman. Dia menggelengkan kepalanya, dia tidak tahu apa yang sebenarnya Mo Fefei lakukan sampai dia bisa mendapatkan reputasi di sini, meski dia tidak melalukan apa pun.


Dia memasang formasi array, lalu memandang Hong Xi Ning yang berdiri di tengah-tengah ruangan mengenakan cadar dari kain cyan halus berwarna biru langit.


Hari ini, Hong Xi Ning ingin menampilkan tariannya yang sudah dipelajarinya dari Wang Yue Fei, tapi belum pernah sekalipun diperlihatkan.


Hong Xi Ning memakai pakaian yang terbilang minim. Pakaiannya berwarna biru langit yang merupakan warna paling disukainya, pakaian itu hanya menutupi dadanya, tanpa adanya penutup bahu. Memperlihatkan pinggangnya yang ramping dan perutnya yang rata, serta memakai bawahan yang berbentuk rok di pinggul sampai turun di bawah lutut, tapi salah satu sisinya terbelah, memperlihatkan paha mulusnya.


Singkatnya, pakaiannya hampir serupa seperti yang digunakan Penari Belly-Dance. Tapi tidak terlalu terbuka.


Hong Xi Ning mengangkat kedua tangannya yang memegang selendang biru, dia memutar tubuhnya. Setiap gerakan yang dilakukannya mengandung pemahaman tertentu, membuat siapa pun yang melihatnya bisa tersihir.


Mo Lian melihatnya dengan damai, ini adalah kali pertamanya bisa melihat Hong Xi Ning menari seperti ini. Suara gemerincing dari lonceng kecil menambahkan suasana yang menyenangkan, kemudian keringat yang menetes dan menyebar karena kibasan rambut membuatnya terlihat menggairahkan.


Qin Nan dan Yun Ning berada di samping, keduanya bermain Guzheng dan Guqin untuk memperkuat tarian Hong Xi Ning, meski permainan mereka berdua tidak sebaik Hong Xi Ning.


Menari biasa tidak melelahkan, tapi yang dilakukan Hong Xi Ning semacam teknik tertentu yang membantunya meningkatkan pesona dan melembutkan tubuhnya agar tidak kaku serta memperlancar peredaran energi.


Mo Lian terus melihat Hong Xi Ning tanpa berkedip untuk beberapa saat, dan setelah satu jam menari. Dia berdiri menghampiri Hong Xi Ning yang bermandikan keringat, dia menarik pinggang Hong Xi Ning dengan tangan kirinya dan membawanya ke dalam pelukannya.


"Aku ingin melakukannya sekarang." Mo Lian membisikkan kata-kata itu di telinga Hong Xi Ning dan meniupkan udara halus.


Hong Xi Ning menyentuh pipi Mo Lian saat wajah mereka berdekatan. "Tentu, tapi Ning'er mandi dulu."


Mo Lian tersenyum tipis, menggelengkan kepalanya, lalu mencium bibir Hong Xi Ning.


Hong Xi Ning tidak menolaknya, bahkan mengikuti alur dan mulai melepaskan selendang yang mengganggu.


Qin Nian dan Yun Ning berdiri, mereka tahu apa yang akan terjadi berikutnya. Keduanya langsung pergi ke tempat tidur dan melepaskan pakaiannya.


Mo Lian menarik diri, dia menatap Hong Xi Ning dengan bibir melengkung membentuk senyuman hangat. Dia menggendong Hong Xi Ning, lalu membawanya ke tempat tidur di mana Qin Nian dan Yun Ning sudah bersiap-siap.


Jika Dewa Surga lain mengetahui aktivitas Mo Lian, mungkin mereka akan menganggapnya tidak lengkap karena terlalu terikat dengan dunia sekuler. Namun Mo Lian tidak peduli, dia mengambil Jalan Kultivasi-nya sendiri, dia menikah, dia sering melakukannya, dia sering tidur dan makan seperti biasa.

__ADS_1


Kultivator mengkultivasi diri untuk hidup panjang dan abadi setelah memahami Dao. Dao datang dari mana-mana, dia bisa mendapatkannya bahkan hanya dengan memandang rumput. Jadi baginya, tidak perlu berkultivasi dengan pahit seperti di kehidupan sebelumnya.


Qin Nian bangkit, berdiri di samping kiri Mo Lian dengan kedua lututnya. Dia membantu Mo Lian melepaskan atasannya. Begitu pun dengan Yun Ning, yang melepaskan bagian bawah.


"Sayang ..."


Mo Lian menyentuh dagu Qin Nian, kemudian bibir mereka bertemu. Itu lembab, mungil dan lembut. Dia menggunakan tangan kanannya untuk menuntun masuk, dan mendorongnya perlahan.


Hong Xi Ning mengerang dan tubuhnya melengkung seperti gelombang.


Mo Lian sudah memasang formasi, dan tidak perlu khawatir tentang suara yang dikeluarkan.


Hari ini, dia berencana melakukannya sampai benar-benar lemas. Sudah lama dia tidak melakukannya, apalagi setelah bertarung terus-menerus...


...***...


—Keesokan Harinya—


Mo Lian menemani Mo Fefei memasuki hutan yang berdekatan dengan kota. Hutan ini akan dijadikan sebagai tempat Sekte Teratai Putih.


Filosofi dari Sekte Teratai Putih hampir sama seperti kepercayaan Buddha tentang Bunga Teratai. Melambangkan kebangkitan, hal ini dikarenakan bunga ini menutup pada malam hari dan terbuka kembali saat pagi hari. Bunga mekar indah yang muncul dari lumpur gelap dan kotor dipercaya oleh umat Buddha sebagai lambang dari pencerahan


Hampir sama dengan Sekte Zhongjian dan Sekte Dongfangzhi. Yang jika ganggu, maka akan melawan.


"Apa kau sudah mendapat izin tentang hutan ini?" Walaupun Mo Lian sering bilang bahwa kekuatan adalah segalanya, dia tidak ingin Mo Fefei menjadi orang berdarah dingin dan membunuh untuk mendapatkan apa yang diinginkan.


"Kakak tidak perlu khawatir. Wali Kota, Raja Kota dan Raja Kun He memohon pada Fefei untuk membuka sekte. Tapi Fefei malas, dan baru sekarang Fefei berkeinginan kuat untuk membukanya." Mo Fefei membusungkan dadanya dengan bangga saat berkacak pinggang.


Mo Lian mengacak rambut Mo Fefei, lalu merangkul bahunya. "Baik, baik. Fefei adalah yang terbaik."


Mo Fefei tertawa kecil dan menyandarkan kepalanya di bahu Mo Lian. Dia sangat senang karena tidak menahan diri seperti saat murid-muridnya berada di depannya.


...


Keduanya sudah sampai di tengah-tengah hutan setelah berjalan cukup lama. Tidak ada apa pun selain pohon lebat sejauh mata memandang, bahkan sinar matahari terlihat jarang-jarang karena daun yang lebat.


"Apakah di sini?" Mo Lian mencubit pipi Mo Fefei.


Mo Fefei menganggukkan kepalanya. "Ya. Tidak jauh dari kota dan tidak dekat dari kota. Tempat ini sesuai." Ia menoleh menatap Mo Lian. "Tolong buat gunung yang menembus awan sebagai gunung utama, lalu sembilan gunung puncak untuk Penatua, kemudian danau di tengah-tengah sembilan gunung. Kemudian altar yang melayang di udara di atas danau."

__ADS_1


"Kemudian..." Mo Fefei terus menjelaskan semua hal yang diinginkannya.


Mo Lian merangkul pinggang Mo Fefei, lalu membawanya naik ke langit. Dia menunduk, melihat lautan hutan lebat di bawahnya.


Mo Lian mengangkat tangannya.


Daratan bergetar seperti gempa, burung-burung terbang menjauh dari hutan, tanah terbelah membentuk jurang yang dalam. Kemudian jurang itu terlihat mengalami perubahan, kedalamnya mulai naik atau dangkal dan jurang yang awalnya seperti ngarai, sekarang berubah menjadi danau yang luas.


Mo Lian mengepalkan tangannya, danau kosong yang diciptakan itu berlubang di beberapa titik, lalu aliran air keluar darinya. Dia juga menciptakan sungai kecil yang terhubung dengan sungai di luar hutan, kemudian membuat air terjun sebagai mata airnya.


Tidak berhenti, Mo Lian mengangkat dua jarinya, membuat getaran lain kembali datang dan itu lebih kuat. Kemudian terlihat tanah melonjak naik ke langit, menebal dan membentuk gunung-gunung yang hampir menembus awan.


Kemudian, Mo Lian membuat pengaturan lain. Dia mengatur agar wilayah dalam radius 2.500 mil naik lebih tinggi sekitar 700 meter di atas permukaan air laut, sehingga gunung-gunung itu kembali naik. Wilayah di selatan naik sekitar 450 meter di atas permukaan air laut, lebih luar ke arah selatan naik sekitar 200 meter di atas permukaan air laut.


Total wilayah Sekte Teratai Putih akan memakan total 56.250.000 mil persegi, atau 7.500 × 7.500 mil.


Wilayah ini terbilang kecil untuk Sekte Teratai Putih, tapi besar ketimbang Kota Hu di mana Mo Fefei tinggal, setidaknya lima kali lebih besar.


Pengaturan Sekte Teratai Putih terus diperbaiki. Mo Lian mengatur Array Pengumpul Roh dan Qi dari tingkat Hitam, Bumi dan Surga!


Mo Lian juga mengatur larangan, di mana yang bukan Sekte Teratai Putih tidak bisa masuk, dan Murid Luar tidak bisa masuk ke Wilayah Dalam, dan Murid Dalam tidak bisa memasuki Wilayah Batin. Tapi, apabila ada yang membawanya dari dalam, maka mereka bisa masuk. Contoh: Murid Batin membawa Murid Dalam ke Wilayah Batin.


Puncak Gunung Utama adalah tempat Mo Fefei. Sembilan Puncak Gunung digunakan untuk Penatua: 3 Penatua Produksi (Penatua Alkemis, Mantra/Talisman, Penempaan) dan 6 Penatua Bela Diri (Teknik Pedang, Tombak, Seni Pedang, Tinju, Tubuh Fisik, Jiwa).


Teknik Pedang dan Seni Pedang bisa dikatakan sama, tapi juga tidak. Meski sama-sama menggunakan pedang, tapi beda cara mengkultivasikannya. Jika Teknik Pedang adalah melatih kemahiran pedang dengan manual tanpa energi spiritual, maka Seni Pedang lebih menekankan energi spiritual yang mampu menciptakan efek dalam serangan.


...


Melihat Sekte Teratai Putih, Mo Fefei mengangguk puas, terutama melihat Teratai Putih yang mengambang di danau.


"Terima kasih, Kakak." Mo Fefei memeluk erat Mo Lian.


Mo Lian tersenyum tipis dan mengusap kepala Mo Fefei. Dia akan membantu Mo Fefei untuk sementara waktu dan membantunya mencari pelayan yang bisa tinggal di 9 Puncak.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2