Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 258 : Kesengsaraan Petir Baru?


__ADS_3

Mo Lian menggerakkan Profound Ark menuju bintang yang tidak terlalu jauh dari Galaxy Pusat, bintang yang tidak sengaja ia temukan dulu. Bintang itu memiliki aura spiritual yang sangat padat, sangat cocok untuk berkultivasi dan menembus Ranah. Namun, kekuatan terkuat di sana hanya sebatas Dao Immortal tahap Awal.


Mengapa kekuatan terkuat di sana hanya Dao Immortal tahap Awal, itu karena teknik di sana sangat terbelakang dengan bintang terdekat lain.


Alasan Mo Lian pergi ke sana bukan hanya karena ingin menembus Dao Immortal, tapi ingin mengambil Harta Surga dan Bumi di sana.


Harta di sana adalah Vena Spiritual, bisa dikatakan sebagai Batu Mistik dengan ukuran seperti truk tambang yang besar. Bisa digunakan untuk kultivasi selama beberapa belas tahun dalam pengasingan, dan memulihkan tubuh yang benar-benar hancur, tidak bisa beregenerasi.


Mo Lian duduk bersantai di ruang kendali dengan secangkir teh hangat yang menemani kesendiriannya. Butuh satu tahun untuknya dapat mencapai bintang yang dituju, itu pun jika tidak ada kendala seperti masalah di tengah jalan, misalnya ada serangan iblis.


"Bagaimana keadaan Ayah dan Ibu?" Mo Lian menyilangkan kedua kakinya di atas meja. "Apakah mereka sudah menembus Alam dan Manusia, atau bahkan Jiwa Emas."


Mo Lian meletakkan cangkir berisikan teh di meja lain yang ada di sebelah kanan, kemudian melipat kedua tangannya di belakang kepala. "Tunggu sebentar lagi, setelah aku menembus, aku akan mendatangi kalian semua."


Mo Lian menarik kedua kakinya dan meletakkan di lantai, kemudian ia berdiri untuk menyiapkan sarapan. Meski ia bisa menahan lapar selama bertahun-tahun, makan adalah hal penting yang tidak boleh dilewatkan.


"Aku harap Fefei makan banyak dan makanan di sana memuaskan." Mo Lian mengeluarkan air panas dari jarinya ke dalam cup mie instan. "Tidak sepertiku yang selalu makan mie instan dengan sosis." Ia menangisi nasibnya sendiri.


Mo Lian memang bisa memasak makanan enak, bahkan Mo Fefei sangat menyukainya. Tapi setelah meninggalkan Bumi, ia selalu saja memakan makanan instan. Ia terlalu malas menyiapkan makanan yang perlu diolah, karena saat di Bumi dulu, ia lupa membeli bumbu.


Mo Lian hanya membeli persediaan makanan ringan sebanyak mungkin dan makanan instan, bersama dengan minumannya. Saat ini, ia sangat menyesal karena lupa membeli bumbu.


Tapi, ia hanya bisa menerima dan melupakannya. Tidak mungkin kembali ke Bumi hanya untuk membeli bumbu.


***


Rabu, 14 Februari 2024


Hari ini adalah hari di mana hari Mo Lian genap berusia 22 tahun, dan saat ini ia masih berada di angkasa luar. Ini adalah ulang tahunnya ketiga yang ia rayakan seorang diri, setelah meninggalkan Bumi.


Sudah dua tahun Mo Lian tidak melihat keadaan keluarganya dan sangat merindukan mereka, tapi ia tetap berusaha tenang dan' berpikiran positif, meski di Galaxy Pusat banyak bahaya yang mengancam.


"Sekarang harusnya memang waktu ulang tahunku, dan berusia dua puluh dua tahun. Tapi dengan kecepatan terbang, mungkin menurut usia di Bumi, aku sudah berusia empat puluh tahunan."

__ADS_1


Mo Lian duduk bersantai di dek depan di kursi goyang dengan meneguk cola dalam kemasan botol. Kemudian mengubahnya menjadi abu setelah isinya habis, agar tidak menyisakan sampah.


Sangat membosankan berada di Profound Ark selama satu tahun penuh, dan masih belum sampai juga, meski ia sudah bisa melihat bintang berwarna biru dengan aura yang terpancar jelas dari sana.


Bintang Yanjing, adalah bintang yang dituju Mo Lian dan tidak ada penjagaan seperti di Bintang Tianjin. Bintang seperti ini sudah biasa, memang ada kalanya sebuah bintang tidak dijaga sama sekali, namun tidak ada yang berani berbuat macam-macam.


Dengan sumber daya yang dimiliki Bintang Yanjing, seharusnya bukan tidak mungkin akan ada banyak kekuatan yang datang dan bahkan menghancurkannya. Tapi ratusan tahun ke depan di kehidupan sebelumnya, ia masih melihat dengan baik jika Bintang Yanjing masih ada.


Mo Lian mempercepat laju Profound Ark, dan dalam hitungan menit saja sudah berada di atmosfer dari Bintang Yanjing, kemudian bergerak masuk ke dalamnya tanpa ada halangan sama sekali.


Tapi ia merasakan sedikit tekanan karena aura yang sangat padat, meski berhasil membiasakan diri dalam sekejap mata, karena ia sudah pernah merasakan aura yang lebih kental dan padat saat di Bintang Utama.


Ketika sudah memasuki Bintang Yanjing, Mo Lian langsung menyimpan Profound Ark tanpa harus menunggu mendarat terlebih dahulu. Ia langsung melesat jatuh dengan kecepatan tinggi, lebih cepat dari batu yang dijatuhkan dari gedung.


"Sudah lama tidak datang ke sini, dan benar saja, aura di sini benar-benar memuaskan pada Kultivator."


Mo Lian terus jatuh dan menginjak kakinya di udara sebagai pijakan, seperti sedang menaiki gunung, namun dengan arah terbalik. Hingga saat hampir menyentuh daratan, ia berbalik dan mendarat dengan posisi berlutut, dengan lutut kiri yang menyentuh tanah.


Boom!


Mo Lian yang sudah sampai itu langsung melepaskan energi spiritual yang selama ini ia tahan.


Langit biru berubah menjadi warna emas terang, seperti ada Matahari yang muncul di langit biru. Tidak ada awan atau apa pun uang Mo Lian tahu, hanya langit yang berubah dan ada sinar jatuh seperti senter.


Bukan hanya satu sinar yang jatuh, ada ribuan sinar seperti senter yang kemudian saling menggumpal seukuran kelereng kecil. Semua gumpalan itu berkumpul di satu titik, ratusan mil di depan Mo Lian dan terlihat membentuk siluet manusia yang sangat dikenalnya.


Siluet manusia ini benar-benar Mo Lian kenal, dan membuatnya sangat terpana dengan mata terbuka lebar. Siluet itu memiliki rambut panjang emas, dengan kulit yang nampak halus berwarna emas. Secara sederhananya, semuanya berwarna emas.


Dengan bibir bergetar, Mo Lian bertanya pada dirinya sendiri, "I- I- Ini ... bagaimana mungkin ... Kesengsaraan Petir apa ini?"


Mo Lian tidak pernah tahu ada Kesengsaraan Petir yang membentuk tubuh manusia, bahkan Masternya, Hong Xi Ning tidak pernah menerima Kesengsaraan Petir seperti yang diterimanya saat ini. Yang diterima Hong Xi Ning hanyalah Kesengsaraan Surgawi.


Mo Lian mengambil langkah mundur, namun siluet emas itu bergerak sangat cepat seperti kilatan cahaya, dan sudah berada di depannya dengan tinju kanan mengenai perutnya.

__ADS_1


"Keuk!" Mo Lian memuntahkan seteguk darah segar dan melesat tajam jatuh ke daratan, yang kemudian menggesek tanah membentuk jurang dalam, dan berhenti setelah menghantam tanah yang naik.


"Uhuk, uhuk." Mo Lian terbatuk-batuk dan keluar dari lubang di tanah.


Wush! Boom!


Siluet emas melesat kembali mengejar Mo Lian, dan melepaskan pukulan lain yang bertubi-tubi.


Mo Lian hanya bisa menangkis setiap serangan yang ada dengan kedua tangan dan kaki, tanpa bisa membalasnya sama sekali. Kekuatan siluet emas sangat luar biasa, ini adalah lawan terkuat yang selama ini ia lawan setelah terlahir kembali.


"Sialan!" Mo Lian memukulkan tinjunya ke depan.


Boom! Bang!


Pukulan keduanya saling beradu, menciptakan suara keras dengan angin yang menyebar ke segala arah, merusak celah sekitar, cuaca berganti-ganti dalam sekejap mata, seperti lampu kamar yang dihidupkan dan matikan.


Kemudian ia mengangkat kaki kirinya, mencoba menendang siluet emas. Namun sayang, lawannya juga mengangkat kaki yang sama dan melepaskan serangan serupa, menimbulkan dentuman lain yang lebih mengerikan.


Puluhan menit kemudian, setelah bertukar banyak pukulan, tidak ada yang berhasil memenangkan pertarungan singkat mereka. Pada saat ini, keduanya hanya diam saling memandang dengan jarak 500 mil.


Mo Lian melepaskan jubahnya yang menganggu pergerakannya. "Aku tidak tahu Kesengsaraan Petir apa ini, sampai-sampai harus melawan diriku sendiri, yang kekuatan, gerakan, kecepatan dan lain sebagainya sama persis ..."


"Entah butuh waktu berapa lama, dan akan menjadi apa setelah aku mengalahkan diriku sendiri."


Mo Lian mengambil napas dan mempersiapkan dirinya sebelum kembali bertarung. Keadaan sekitarnya sudah rata dengan tanah, dan daratan terus saja retak karena dua aura yang serupa saling bertabrakan.


"Aku harap, saat menembus Heavenly Immortal nanti, aku tidak menerima Kesengsaraan Petir semacam ini. Karena sangat berbahaya bagi sekitar ..."


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2