
Setelah menempuh jarak yang cukup jauh, akhirnya ia bisa melihat kota kedua di Negeri Surgawi selain Kota Xuan. Kota ini memiliki ukuran yang lebih kecil, namun memiliki keamanan yang lebih ketat, hal itu terlihat dari penjaga gerbang yang lebih dari dua puluhan orang.
Untuk tingkat kultivasi para penjaga itu sendiri berkisar antara Fase Mendalam tahap Menengah sampai Fase Lautan Ilahi tahap Menengah.
Mo Lian mendarat sekitar 500 meter dari gerbang kota. Kemudian ia berlari mengarah pada kota untuk beristirahat sejenak di sana, ia masuk melalui gerbang yang dikhususkan untuk para bangsawan dan orang berkedudukan tinggi.
"Aku memiliki ini." Mo Lian mengeluarkan Token Alkemis yang menjelaskan bawa ia adalah Alkemis tingkat empat.
Sebelumnya Paviliun Alkimia ingin memberikannya Token Alkemis tingkat lima. Namun ia menolaknya karena menurut informasi yang didapat, di sini sangat jarang untuk Alkemis yang bisa mencapai tingkatan itu, jadi ia lebih memilih yang dibawahnya.
Penjaga gerbang yang mengenakan zirah berwarna cokelat itu menganggukkan kepalanya, kemudian mempersilakan Mo Lian memasuki kota tanpa membayar pajak.
Mo Lian berjalan masuk ke dalam kota, ia cukup takjub saat melihat bagaimana sikap yang ditujukan oleh penjaga gerbang yang tetap tenang tanpa berteriak saat melihat Token Alkemis. Bagaimanapun, sejauh ini reaksi yang diperlihatkan oleh orang-orang terlalu berlebihan saat melihat Token Alkemis.
Karena langit sudah berubah warna menjadi jingga, Mo Lian memutuskan untuk berjalan di jalan utama mencari penginapan. Hingga beberapa menit kemudian, ia menemukan bangunan yang memiliki lima lantai, berwarna cokelat, namun tidak terlihat kusam, melainkan mewah nan indah.
Mo Lian masuk ke dalam bangunan itu dan langsung berjalan menuju meja resepsionis yang dijaga oleh gadis muda yang sekiranya berusia 12 tahun, dan berdiri di atas kursi agar tingginya cukup untuk menerima tamu.
"Apakah ada kamar kosong?" tanya Mo Lian langsung pada intinya.
Gadis kecil itu menganggukkan kepalanya, kemudian menjawab, "Tentu, tapi hanya ada satu kamar kualitas rendah saja, di lantai dua. Apakah itu tidak masalah?"
"Tidak masalah." Mo Lian menjawabnya singkat. Ia meletakkan mengeluarkan satu tiga puluhan keping tembaga untuk membayar biaya sewa dua malam di atas meja.
Mo Lian yang telah membayar kamar berjalan menuju meja yang tersusun di lantai dasar, terlihat di sini banyak sekali orang-orang yang datang dari berbagai kalangan. Ia berbalik kembali ke meja resepsionis karena rasa penasarannya. "Permisi, tadi aku melihat banyak sekali orang-orang datang ke kota, terutama di sini juga banyak orang. Apakah ada acara khusus?"
Gadis kecil itu memiringkan kepalanya sembari menyentuh bibirnya sendiri dengan jari telunjuknya. "Apakah kakak bukan berasal dari kota ini?"
Mo Lian menggeleng pelan, kemudian menjawab, "Aku berasal dari Kota Xuan."
__ADS_1
Gadis kecil itu menganggukkan kepalanya, kemudian menjelaskan mengapa di sini sangat ramai, "Itu karena ada perwakilan dari Istana Surgawi yang datang ke sini. Sepertinya mereka sedang mencari orang-orang berbakat di seluruh Negeri Surgawi, yang nantinya akan dijadikan sebagai murid."
Mo Lian menganggukkan kepalanya sebagai balasan, ia mengeluarkan satu Tael Emas dari Cincin Ruang dan diberikannya pada gadis kecil. "Terimalah ini," ucapnya sembari mengusap rambut gadis kecil itu.
Gadis kecil itu tersenyum lembut sembari mengambil Tael Emas dengan kedua tangan mungilnya. "Terimakasih, kakak."
Mo Lian berjalan menuju meja makan yang masih kosong setelah memesan makanan pada gadis kecil yang menjaga meja resepsionis. Ia duduk di meja yang bersebalahan dengan jendela.
Pada saat ia baru duduk, ia mendengar pembicaraan yang menurutnya sangat menarik. Pembicaraan itu sendiri perihal kekacauan yang terjadi di Hutan Jinma, dan kematian Xu Feng, Tuan Muda dari Kota Xuan.
Mo Lian hanya diam tak bersuara saat mendengar hal itu. Ia menutup matanya perlahan sembari menyebarkan kesadarannya, kesadaran yang bisa mengetahui apapun dalam radius 100 mil darinya.
Senyum tipis yang penuh makna bisa terlihat di wajah Mo Lian saat merasakan kekuatan yang tidak biasa, dan jarang dijumpainya, entah itu di Bumi ataupun di Negeri Surgawi ini.
Ranah Inti Emas tahap Menengah, sepertinya dia adalah perwakilan dari Istana Surgawi. Aku harus bisa masuk ke sana dan mencari informasi dari dalam, kemudian membunuh satu persatu dari mereka.
Ketika Mo Lian membuka matanya perahan, di depannya sudah duduk dua wanita yang usianya tidak jauh berbeda dengannya. Dua wanita itu memiliki penampilan yang sama, hanya saja memiliki mata yang berbeda.
"Ma- Maaf, Tuan. Kami duduk di sini tanpa meminta persetujuan Anda terlebih dahulu," ucap wanita di kiri depannya tampak malu-malu.
Mo Lian hanya menggeleng pelan dengan senyum tipis menghiasi wajahnya.
"Tuan, ini pesanan Anda. Maaf menunggu lama." Wanita yang penampilannya sama seperti gadis kecil, hanya saja usianya sekitar 40 tahunan.
Mo Lian mengangguk kecil sebagai balasan dan mulai menyantap makanan di atas meja tanpa menawarkan pada kedua orang di depannya. Namun, saat ia baru menyantap sesuap, ia merasa tidak nyaman karena tatapan dari kedua orang di depannya.
Mo Lian menghembuskan napas panjang, kemudian berkata, "Pesanlah apapun yang kau mau, aku yang akan membayarnya."
"Oh? Baiklah, kalau begitu aku akan menghabiskan seluruh uang—"
__ADS_1
"Kakak! Tidak boleh bersikap kasar pada orang yang menawarkan makan pada kita!" teriak wanita muda yang berada di kiri depan Mo Lian.
Wanita itu menundukkan kepalanya berkali-kali seperti meminta maaf. Ia mendongak menatap Mo Lian. "Aku Wei Yian Ning, dia adalah kakakku, Wei Yian Fei."
"Lian Mo." Mo Lian tidak ingin menggunakan nama aslinya. Karena itu bisa saja membuka identitasnya yang berhubungan dengan orang yang ditahan di Istana Surgawi.
Mo Lian menyantap tumis daging di atas piring, ia mendongak setelah menelannya, ia menatap kedua saudari Wei itu. "Apakah kalian berdua juga ingin mengikuti seleksi masuk Istana Surgawi?" tanyanya pelan.
Wei Yian Fei dan Wei Yian Ning tersentak saat mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Mo Lian. Terlihat di mata keduanya terpancarkan kemarahan yang menjelaskan tentang pahitnya kehidupan dan dendam.
Mo Lian mengerti arti pandangan itu. Meski tidak mengetahui dengan jelas, namun yang pasti dua orang di depannya memiliki masalah serius dengan Istana Surgawi. Masalah apa? Ia hanya bisa menebak jika itu adalah masalah keluarga, entah ayah atau ibunya yang dibunuh oleh orang-orang dari Istana Surgawi.
"I- I- Iya. Aku dan kakak akan mengikuti seleksi Istana Surgawi." Wu Yian Fei menjawabnya setelah terdiam untuk beberapa saat. Terlihat keringat dingin mengalir di pipinya menjelaskan kegelisahan.
Mo Lian menganggukkan kepalanya dan tidak menanyakannya lebih lanjut. Mungkin ini adalah pertemuan yang sudah ditakdirkan, ia dan dua orang di depannya memiliki masalah yang sama. Namun meski begitu, ia tidak akan membawa dua orang di depannya kedalam rencananya, karena itu hanya akan memperlambat dan menambah beban.
Dua wanita di depannya juga hanya berada ditingkat Fase Mendalam tahap Akhir. Itu terlalu lemah jika ingin berhadapan dengan Istana Surgawi yang kekuatan tertingginya adalah Alam dan Manusia.
Kemudian, dari informasi lain yang di dapatnya dalam perjalanan. Istana Surgawi memiliki anggota lebih dari 20 juta orang, itu adalah jumlah yang sangat banyak. Bahkan penduduk di Kota Chengdu, tempatnya tinggal hanya mencapai 16 juta.
Puluhan menit kemudian. Setelah selesai menyantap habis makanan dan mendengarkan informasi lain dari pengunjung di lantai dasar, akhirnya ia memutuskan untuk naik ke lantai dua meninggalkan Wei bersaudari.
Setelah tiba di ruangannya, ia melemparkan tubuhnya di atas tempat tidur yang tampak keras itu. Ia berbalik melihat langit-langit ruangan, dan berkata, "Ada lebih dari sepuluh juta Fase Fondasi tahap Akhir, enam juta Fase Mendalam, tiga juta Fase Lautan Ilahi, beberapa ratus ribu Ranah Inti Perak, puluhan ribu Tanah Inti Emas, dan satu Alam dan Manusia."
Mo Lian terdiam sejenak, kemudian melanjutkan perkataannya, "Sepertinya aku memang harus menyerangnya dari dalam dan perlahan. Meski aku adalah Ranah Inti Emas Sempurna, akan sulit jika menghadapi dua puluh juta orang secara langsung ..."
"Aku juga tidak bisa menggunakan kekuatan satu persen dari Ranah God. Karena itu hanya akan digunakan saat terdesak saja, seperti melawan sembilan Dao Immortal!"
...
__ADS_1
***
*Bersambung...