
Sakit yang ia rasakan tidak berakhir dan bahkan terus memburuk dari waktu ke waktu, sudah waktunya untuk menerima Kesengsaraan Petir, tapi ia tetap berusaha keras menahannya sampai tiba di Kerajaan Iblis Hitam.
Kemudian, walaupun ia nantinya sudah selesai menghilangkan semua musuh, ia tidak berencana untuk langsung kembali, masih ada yang harus ia lakukan, seperti berkelana menyusuri Alam Hanzi.
Hanya dalam waktu singkat saja, ia sudah sampai di Kerajaan Monster Binatang. Ia yang baru datang, melayang di langit seraya merentangkan kedua tangannya selebar mungkin.
Awan hitam mulai terbentuk di atasnya dengan kilatan-kilatan petir berwarna ungu yang datang, ini bukanlah Kesengsaraan Petir, melainkan salah satu teknik dari Element Petir, yang kebetulan memiliki kekuatan seperti Kesengsaraan Petir.
"Datanglah."
Wush! Blarr!
Petir melesat jatuh dari awan, menyambar kerajaan yang luas dan menciptakan ledakan besar. Banyak bangunan yang langsung tersapu bersih oleh sambaran petir yang mampu meninggalkan lubang besar, serta membunuh monster dibawah Jiwa Emas.
Petir yang jatuh bagaikan hujan, sangat deras dengan kekuatan yang luas biasa, bahkan daya ledaknya mampu meratakan daratan dalam radius beberapa mil dari pusatnya.
Tidak ada monster yang mendatanginya, hanya ada teriakan dan ledakan saja yang terdengar.
Mo Lian senang-senang saja jika tidak ada yang datang menghampiri, agar ia bisa selesai dengan cepat dan pergi ke Iblis Hitam untuk menerima Kesengsaraan Petir.
Bang!
Ada aura kuat yang meledak dari tempat yang tidak jauh dari Mo Lian. Ia bisa melihat fluktuasi energi spiritual berkumpul ratusan mil di depannya, hingga tak lama ada celah ruang berwarna hitam yang tercipta. Dari dalam celah, ada pemuda berambut oranye dengan wajah bercorak hitam garis-garis.
Pemuda itu mengenakan pakaian berbulu dengan warna yang sama seperti rambutnya, sepertinya berasal dari monster Ras Harimau.
Tidak hanya satu saja yang keluar dari celah, setidaknya ada enam monster tambahan dengan yang pertama adalah monster terkuat. Tapi, sampai saat ini ia belum menemukan lawan yang sudah mencapai tahap Akhir dari Heavenly Immortal.
Mo Lian tidak peduli jika monster-monster di depannya dianggap sebagai Hewan Suci atau apalah itu, selama mereka berasal dari Alam Hanzi, ia akan membunuhnya tanpa ampun dan tidak akan meninggalkan satu pun.
"Bagaimana Ras Manusia bisa bertahan di sini? Bukankah manusia akan langsung mati karena udaranya?"
Mo Lian mengabaikan pertanyaan itu, lalu mengarahkan jari telunjuknya pada monster Ras Serigala. Ada gumpalan energi biru yang berkumpul di jarinya, yang dalam sekejap mata langsung melesat mengarah pada Ras Serigala.
Gumpalan energi itu memasuki dada Ras Serigala tanpa bisa mengelak, karena sangat cepat seperti berteleportasi, menyingkat jarak ratusan mil jauhnya.
Pria paruh baya yang mengenakan pakaian cokelat, merupakan Ras Serigala itu mulai memancarkan sinar berwarna biru di sekujur tubuhnya. Hingga tubuhnya mulai berlubang-lubang dengan sinar yang keluar seperti laser, beserta meningkatnya energi dari Ras Serigala itu.
Enam Heavenly Immortal lainnya pergi menjauh saat melihat Ras Serigala yang terus membesar dengan sinar biru yang semakin banyak, yang kemudian terjadi ledakan energi membentuk cincin merah yang menyebar luas.
__ADS_1
Dari ledakan itu, ada gelombang angin yang sangat kuat mulai menyapu daratan dalam radius 75.000 mil dari pusat ledakannya, serta membunuh mereka semua yang berada dibawah Jiwa Emas.
"Kerajaan ini lebih kecil, aku hanya membutuhkan satu kali serangan, sudah setengahnya hancur. Untuk Kerajaan Iblis Merah, setidaknya puluhan ledakan, atau puluhan kali menghancurkan Bintang Utama, barulah kerajaan itu benar-benar rata."
Wush!
Asap tebal berwarna hitam dengan nyala api terbelah begitu saja saat tiba-tiba ada angin kencang, terlihat ada pemuda dari Ras Harimau yang sangat marah dan kesal karena kerajaan yang ia bangun dihancurkan.
Mo Lian hanya diam di tempat tanpa ada rasa takut, kemudian ia mengangkat tangan kanannya sejajar dengan kepalanya, menahan tendangan wanita yang berasal dari Ras Harimau.
Wanita yang berasal dari Ras Harimau memiliki penampilan yang tidak jauh berbeda dari Bai Xhan, dan namanya sendiri adalah Bai Xinmai.
Mo Lian memutar tangan kanannya dan langsung menangkap pergelangan kaki Bai Xinmai. Tanpa ada rasa ragu atau belah kasih, ia langsung melemparkannya seperti melempar sampah.
Wush! Boom! Boom!
Bai Xinmai melesat jatuh menghantam tanah, yang kemudian terus membentur seperti sebuah batu pipih yang dilemparkan ke permukaan air. Yang kemudian bisa berhenti setelah tubuhnya mengikis tanah sejauh ribuan mil membentuk tumpukan tanah di belakang punggungnya.
Bai Xhan melepaskan auranya yang kuat, terlihat energi berwarna oranye yang menyelimuti tubuhnya membentuk seekor harimau besar. Harimau itu tidak seperti harimau pada umumnya, ada dua tanduk yang mencuat di dahinya.
"Aaaahhh!" Bai Xhan berteriak lantang seraya mendorong kedua tangannya ke depan mengarah pada Mo Lian.
Mo Lian merasakan aura kuat saat mulut harimau terbuka, bahkan 5 Heavenly Immortal lain yang menyelinap di belakangnya mulai menjauh seperti menghindari bencana yang akan meledak.
Ia mengangkat tangan kanannya mengarah pada harimau sebesar Bulan. "Lemah."
Harimau itu berhenti bergerak seperti tubuhnya terikat oleh tali kuat yang tak kasat mata, dan tak lama kemudian meledak membentuk api besar yang mengikis daratan dan menyebarkan angin kencang.
Mo Lian yang tangannya terkepal, menurunkan tangannya secara perlahan, menciptakan retakan-retakan ruang berwarna biru di langit maupun di sekitarnya.
Dari dalam celah itu terlihat Pedang Spiritual berwarna biru terang dengan ukuran 500 meter panjangnya.
Bai Xhan terpana dengan mata membulat dan mulut terbuka. Bukan perihal serangan yang dikeluarkan, tapi energi yang digunakan, ia tahu serangan ini memakan banyak energi dan tidak mungkin manusia yang ada di Alam Hanzi bisa mengeluarkannya. Bahkan, harusnya manusia tidak mungkin untuk hidup di Alam Hanzi.
"Ba- Bagaimana kau bisa memiliki energi berlimpah?"
Tanpa sadar, Bai Xhan mulai bertanya dengan tubuhnya yang gemetaran, merasakan tekanan dari ratusan ribu pedang yang datang.
Mo Lian menahan gerakan tangannya yang baru setengah turun. "Entahlah ..."
__ADS_1
Ia tahu Bai Xhan sedang mengamatinya yang memiliki banyak energi di tempat yang tidak cocok untuk manusia tinggal. Tapi, karena ia memiliki Pohon Dunia, Pohon Zhiliao dan Pohon Surgawi di Dunia Kecilnya, apa yang terasa tidak mungkin akan menjadi mungkin.
"Jatuh." Mo Lian kembali menggerakkan tangannya secara tiba-tiba, membuat ratusan ribu pedang itu kembali bergerak dan melesat jatuh.
Wush! Wush! Boom!
Pedang jatuh bagaikan hujan yang menghancurkan daratan tanpa henti, bahkan Heavenly Immortal yang bersembunyi di Dimensi Ruang juga terkena imbasnya dan meledak saat itu juga.
Bai Xhan mengangkat kedua tangannya menciptakan dinding spiritual di atas kepalanya untuk menahan Pedang Spiritual. Ia sedikit melirik menatap Mo Lian untuk memberikan sebuah tanda.
Mo Lian hanya diam tidak menanggapinya sana sekali dan terus menjatuhkan Pedang Spiritual yang selalu keluar dari celah ruang.
"Eek!"
Mo Lian berhasil menangkap batang leher Bai Xinmai yang menyelinap di belakangnya, bersiap-siap untuk melepaskan serangan. Ia mengarahkan telapak tangan kirinya pada dahi Bai Xinmai dan mengirimkan energinya.
"Aaarrrgghh!" Bai Xinmai berteriak kesakitan ketika esensi darahnya mulai terhisap keluar dari dahinya oleh energi Mo Lian.
Walaupun aku sudah tidak membutuhkannya, tidak ada salahnya memberikannya pada Ayah atau Ibu, batin Mo Lian.
Aura Bai Xinmai mulai melemah dengan penampilannya yang menua dengan cepat, rambutnya yang sebelumnya berwarna oranye telah berubah menjadi putih kusam, dengan wajah penuh kerutan.
Zrash!
Suara renyah mengerikan berasal dari Bai Xinmai saat kepalanya meledak karena cengkeraman Mo Lian. Mo Lian sudah mengambil esensi darahnya, sehingga tidak lagi berguna.
Bai Xhan sangat murka ketika melihat Mo Lian yang membunuh sepupunya.
Bang!
Dentuman keras berasal dari Bai Xhan saat mengeluarkan kekuatan penuhnya dengan menukarkan hal berharga. Auranya meningkat pesat sampai tahap Akhir dari Heavenly Immortal, tapi hanya bertahan selama satu jam saja.
Mo Lian mengibaskan tangannya berkali-kali untuk membersihkan tangannya yang basah akan darah.
"Mengorbankan diri? Jika hanya setengah kultivasi yang menghilang, itu bisa dianggap sebagai keajaiban, tapi jika tidak beruntung, kau akan mati."
...
***
__ADS_1
*Bersambung...