Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 270 : Perjalanan Menuju Kota Hans


__ADS_3

Hari ini Mo Lian dipanggil oleh Hong Xi Ning untuk menghadap, entah ada urusan apa sampai memanggilnya yang sedang berlatih untuk menembus tahap Menengah dari Dao Immortal. Tapi tidak mungkin tidak ada hal penting, mengingat Hong Xi Ning sangat jarang memanggil orang untuk menghadap.


Mo Lian yang sudah berada di puncak gunung tertinggi dan berada di depan bangunan itu tidak langsung masuk, melainkan berlutut di depan pintu. "Mo Lian datang menerima panggilan Master."


"Mo Lian, aku ingin kau pergi ke Kota Hans untuk menghadiri perburuan harta di sana, dan dapatkan Persik Merah Surgawi."


Persik Merah Surgawi? Itu adalah Harta Surga dan Bumi yang membutuhkan 30.000 tahun untuk matang, dapat membuat seseorang menembus Ranah kultivasi dengan cepat. Mo Lian tahu betul buah ini untuk apa, itu untuk memudahkan Hong Xi Ning menembus tahap Menengah dari Heavenly Immortal.


"Baik, Master." Mo Lian berdiri dan mundur beberapa langkah ke belakang, kemudian menangkupkan kedua tangan. "Murid akan mendapatkan Persik Merah Surgawi."


Mo Lian mendongak melihat pintu yang masih tertutup. "Jika ada yang mengikuti. Haruskah?"


"Bunuh!"


Mo Lian menganggukkan kepalanya dan menyeringai lebar. Ini adalah kesukaannya jika harus membunuh, terlebih lagi saat kedatangannya kemari, ada beberapa tikus kecil yang bersembunyi.


"Murid pergi dulu." Mo Lian kembali menangkupkan kedua tangan, kemudian berbalik dan pergi meninggalkan Sekte Zhongjian.


Mo Lian yang sudah pergi dari Sekte Zhongjian itu langsung terbang menuju barat laut dari Kota Zhan untuk menunggu 4 Dewi Kecantikan dan Mo Fefei yang ingin berlatih bersama di dunia luar. Ia sendiri tidak masalah, karena ia bisa bertarung tanpa merasa ada beban sama sekali.


Sebelum pergi, Mo Lian sudah meninggalkan klon di Can Qi Meiliafei dan Paviliun Fei Xiao untuk menjaga keamanan di sana. Walaupun hanya sebatas klon, sudah cukup untuk membunuh Dao Immortal tahap Awal dengan mudah.


"Kakak!"


Mo Lian yang bersandar di tembok kota itu menoleh ke kanan melihat Mo Fefei yang berlari dan diikuti oleh 4 Dewi Kecantikan. "Hati-hati, nanti ja ... tuh ..."


"Uhuk." Mo Fefei tersandung batu dan benar-benar terjatuh dengan wajah yang mengenai tanah terlebih dahulu.


Mo Lian berpindah ke tempat Mo Fefei dan membantu Adiknya itu untuk bangkit kembali. Ia bisa melihat wajah Mo Fefei yang sedikit kotor, serta pakaiannya yang juga kotor.


Mo Lian menggunakan Element Air untuk membuat pusaran yang mengelilingi Mo Fefei, membersihkan semua kotoran yang ada, kemudian memandikannya dengan udara hangat untuk mengeringkan pakaian yang basah.


"Lain kali hati-hati." Mo Lian mengusap wajah Mo Fefei dengan sapu tangan basah yang hangat.


Mo Fefei hanya tertawa kecil seperti anak-anak tanpa beban sama sekali, meski usianya sudah menyentuh angka 20 tahun.

__ADS_1


Kejadian barusan berhasil ditangkap oleh beberapa orang yang memang sedang memasuki kota, dan hal ini membuat mereka heboh saat melihat Dewi Alkemis yang terjatuh dan bersikap seperti anak kecil.


Mo Lian mendongak melihat Qin Nian, Yun Ning, Ong Hei Yun dan Hu Lan Yue. "Apakah kalian memiliki Pedang Terbang?"


Semuanya mengangguk tanpa terkecuali.


"Baiklah." Mo Lian mengeluarkan Pedang Terbang berwarna biru yang memang sudah ada dari mana di dalam Cincin Ruang, namun tidak pernah ia gunakan.


Pedang itu melayang belasan inchi dari permukaan tanah.


Mo Lian melompat ke atasnya dan membuatnya melayang lebih tinggi, kemudian bergerak sangat cepat. Namun menyesuaikan dengan kecepatan Hu Lan Yue yang kecepatannya paling pelan dari yang lain, mengingat masih Ranah Alam dan Manusia tahap Menengah.


Walaupun hanya Alam dan Manusia tahap Menengah, itu adalah kemajuan yang sangat pesat, mengingat kekuatan awalnya hanyalah Fase Mendalam.


Mo Lian yang sudah terbang tinggi itu memilih untuk duduk bersila di atas sebilah pedang. Yang lain juga duduk, meski dalam posisi menyamping.


"Kita akan pergi ke Kota Hans. Di sana ada acara perburuan harta di salah satu hutan berbahaya, monster-monster di sana dari Inti Emas sampai Setengah Dao Immortal. Ini sangat cocok untuk pelatihan kalian."


Tidak ada yang takut saat mendengar penjelasan Mo Lian, karena mereka sangat percaya tidak akan ada monster yang tidak bisa dikalahkan Mo Lian. Tapi meski demikian, mereka tidak ingin selalu bergantung pada Mo Lian, karena apabila selalu bergantung, sia-sia saja pelatihan mereka selama ini.


Mo Lian tidak memberi tahu tentang ratusan orang yang mengikuti dari belakang, yang kebetulan salah satu dari mereka ada yang ia kenal. Murid Pertama dari Penatua Jia, dan aura membunuh yang dipancarkan benar-benar kuat dipenuhi oleh kebencian.


Jika benar-benar mengincarnya, Mo Lian akan membunuh mereka semua tanpa ampun, meski berasal dari sekte yang sama.


Mo Lian terbang dengan mata tertutup karena ia terlalu fokus pada klon yang menjaga dua toko di Kota Zhan. Tapi tidak perlu khawatir, tubuh utamanya bisa terbang dengan baik meski dengan mata tertutup.


Waktu terlalu berjalan dan tak terasa sudah lima jam mereka melakukan perjalanan, hari juga mulai berganti malam, ditandai dengan langit yang jingga dan Matahari hampir terbenam di ufuk barat.


Mo Lian membuka matanya perlahan dan menunduk melihat hutan luas dengan beberapa gunung tinggi di sana. "Kita akan beristirahat di sini." Ia menurun kecepatannya dan menukik turun memasuki hutan.


Begitu pun dengan yang lain, mereka pergi mengikuti Mo Lian untuk turun.


Dari kelompok lima orang itu, hanya Mo Lian saja yang bisa memasak dan yang lainnya tidak, karena berasal dari keluarga besar di Provinsi Sichuan, Provinsi Shaanxi dan Kota Beijing.


Akibatnya, Mo Lian yang bertanggung jawab atas segala kebutuhan makanan.

__ADS_1


Mo Lian yang mendarat terlebih dahulu itu langsung mengangkat tangan kanannya, kemudian mengepalkannya. Gerakan sederhana ini menumbuhkan pohon yang lebih besar dari yang lain, dan di dalamnya ada beberapa ruang untuk beristirahat.


"Aku membawa banyak sekali makanan instan dari Bumi. Aku menghabiskan setengah kekayaan untuk membelinya, jadi persediaan ini cukup untuk ratusan tahun."


Mo Lian mengibaskan tangan kanannya, mengeluarkan tumpukan makanan instan di lantai kayu di dalam batang pohon.


Mo Fefei membuka matanya lebar dan berkilauan seperti menemukan sebuah harta, kemudian ia melompat ke atas tumpukan makanan.


Mo Lian yang melihat itu tidak membiarkan Mo Fefei. Dengan sigap, ia menangkap Mo Fefei dan menariknya kembali agar tidak jatuh di atas makanan. "Kau sudah bukan anak-anak lagi, jangan seperti itu." Ia membawa Mo Fefei dengan cara mengapitnya di antara lengan kanan dan pinggang.


Mo Fefei yang menggantung itu mendengkus sangat kesal. "Huh!" Ia memalingkan wajahnya, kemudian menunduk sedih. "Baik..."


Mo Lian mengembuskan napas dan menurunkan Mo Fefei. Kemudian ia berjalan keluar dari ruangan untuk berjaga-jaga, karena pengejar yang memiliki kemampuan bersembunyi di dalam gelap itu mulai mendekat.


Tapi meski bersembunyi dan memiliki kemampuan yang baik, bagi Mo Lian yang menguasai 11 Element, itu adalah hal yang sangat mudah. Karena Element Bayangan atau Gelap miliknya bisa merasakan gerakan tersembunyi di dalam kegelapan. Singkatnya, ia bisa merasakan apa pun dan di mana pun tidak peduli tempatnya.


***


Puncak Array, Sekte Zhongjian


Puncak Array adalah salah satu puncak gunung yang sesuai namanya, itu adalah tempat di mana murid-murid belajar tentang formasi array, dan Puncak Array dikuasai oleh Penatua Jia.


Bangunan di puncak gunung ini cukup besar, meski tidak sebesar tempat kediaman Hong Xi Ning, dan warnanya juga bukanlah merah dari pohon secang, melainkan berwarna cokelat.


Pada bagian terdalam bangunan dan di lantai sembilan, Penatua Jia sedang duduk bersila di balik meja kecil yang di atasnya terdapat secangkir teh hijau. Ia tidak sendirian, karena di sana ada pria yang mengenakan pakaian serba hitam dan menggunakan penutup wajah.


"Penatua Jia. Pembunuh Bayaran Gagak Hitam sudah berhasil mengepung Mo Lian." Pria itu melihat plat di tangan kanannya yang merupakan Artefak Komunikasi.


Penatua Jia menyeringai lebar dengan tatapan dingin. Ia benar-benar sangat kesal saat dipermalukan di depan umum, karena itulah ia benar-benar ingin membunuh Hong Xi Ning. Namun karena tidak mampu, ia akan membunuh Mo Lian terlebih dahulu.


"Dengan adanya dua Dao Immortal. Dia akan mati!"


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2