
Puluhan menit berlalu, mereka sudah berada di Pusat Kota Chengdu. Mobil yang mereka kendarai berhenti di depan gedung tinggi berlantai 20, gedung ini adalah Kantor Properti yang menjual maupun membeli aset-aset yang ada di Kota Chengdu, dan kebetulan Kantor Properti ini dikelola oleh Pemerintah Chengdu.
Mo Lian dan lainnya keluar dari dalam mobil, mereka berjalan menuju pintu kaca yang dijaga oleh dua petugas keamanan berseragam.
Mereka berempat memasuki gedung dengan mudahnya tanpa harus melalui pemeriksaan, tentu saja alasannya sendiri karena Qin Nian berjalan di depan mereka.
Mo Lian yang melihat ini hanya bisa diam dan menggelengkan kepalanya, ia memang tahu jika Keluarga Qin adalah keluarga besar yang berada diatas Empat Keluarga Besar, namun ia tidak menyangka jika mereka sampai memiliki pengaruh seperti ini.
Tanpa berlama-lama lagi, mereka berempat berjalan menuju meja resepsionis yang dijaga oleh lima wanita yang usianya sekitar 25 tahun.
"Selamat datang, saya Xi Jhiangxie, ada yang bisa saya bantu?" Wanita dewasa berambut hitam sebahu itu menundukkan kepalanya.
Su Jingmei menganggukkan kepalanya. "Selamat siang. Kami ingin membeli gedung yang lokasinya tidak jauh dari Real Estate Emei."
Xi Jhiangxie terdiam sejenak dengan mulut terbuka, kemudian ia menganggukkan kepalanya dengan cepat. "Baik. Tolong ikuti saya ke lantai 15 untuk membicarakannya dengan Manajer," ucapnya keluar dari meja resepsionis seraya membawa beberapa dokumen.
Mo Lian dan lainnya berjalan mengikuti Xi Jhiangxie menuju lift yang tidak jauh dari meja resepsionis.
Lima menit kemudian di dalam lift, akhirnya lift berhenti dan terbuka ketika indikator menampilkan lantai 15.
Kelimanya berjalan keluar dari dalam lift. Terlihat di depan mereka terdapat puluhan pekerja yang sedang sibuk mengurus beberapa dokumen serta pelayanan.
Xi Jhiangxie terus berjalan melewati puluhan meja kerja, hingga akhirnya berhenti di depan pintu ruangan yang mana terdapat tanda nama yang terkandung di depan pintu. "Pak Manajer, ada orang yang ingin membeli gedung," ucapnya seraya mengetuk pintu.
"Masuk." Terdengar balasan dari dalam ruangan.
Mendengar itu, Xi Jhiangxie membuka pintu dan kemudian masuk ke dalam ruangan diikuti oleh lainnya.
Terlihat di dalam ruangan, terduduk seorang pria paruh baya yang penampilannya tidak jauh berbeda dengan Kepala Sekolah di SMA 1 Chengdu yang telah dipecat, dan juga hampir sama seperti Manajer Hao dari Paviliun Obat.
Entah mengapa Mo Lian merasa risih melihat orang yang dipanggil Manajer ini, dan ia juga tidak mengerti mengapa orang-orang seperti mereka bisa mendapatkan posisi sebagai Manajer.
Mo Lian menggelengkan kepalanya. Jangan menilai seseorang dari sampulnya, mungkin saja penampilan mereka sama. Tapi siapa tahu sifat dan sikap mereka berbeda, semoga saja.
Manajer itu berdiri menghampiri Mo Lian dan lainnya seraya mengusap kedua tangannya satu sama salin secara bergantian, seperti seseorang yang berlagak baik di depan orang lain. "Silahkan duduk."
__ADS_1
Mo Lian dan lainnya menganggukkan kepala kemudian duduk di sofa yang terletak di sebelah kiri depan dari meja Manajer. Di depan sofa terdapat sebuah meja kaca yang tingginya sejajar dengan sofa, dan di atasnya terdapat beberapa pamflet gedung yang dijual.
Manajer yang tidak diketahui namanya itu menatap wajah Su Jingmei. "Di mana kalian ingin membeli gedung?"
"Yang berlokasi tidak jauh dari Real Estate Emei." Mo Lian menjawabnya sebagai perwakilan.
Manajer itu berdecih pelan, kemudian tersenyum kecil menatap Mo Lian. "Apakah Anda yakin? Meskipun Real Estate Emei tidak masuk dalam kawasan pusat Kota Chengdu, tapi harga di sana jauh lebih mahal dari yang ada di pusat kota," balasnya dengan nada sedikit meremehkan.
Mo Lian menaikkan sebelah alisnya, bukan karena heran mengenai harga jual gedung, melainkan karena sedikit tertarik dengan pria gemuk yang merendahkannya.
"Berapa?"
Manajer itu terdiam dengan mulut terbuka, ia tak berharap jika pemuda di depannya berani bertanya mengenai harga. Dengan senyum liciknya, ia mengeluarkan lembaran kertas yang berisikan informasi mengenai gedung yang di jual di kawasan Real Estate Emei.
Mo Lian melihat daftar harga yang berada di lembaran kertas itu. Di sana tertulis jika ada lima gedung yang ingin dijual, harga terendah adalah 780.000.000 Yuan, gedung 10 lantai dan memiliki parkiran bawah tanah. Dan untuk harga tertinggi berada dikisaran 3,5 Miliar Yuan, memiliki 25 lantai ke atas dan dua lantai di bawah tanah.
Lima menit kemudian setelah mengamati dan memikirkan secara matang bersama Ibunya, akhirnya Mo Lian memutuskan untuk membeli gedung 15 lantai yang dikenakan biaya sebanyak 1,5 Miliar Yuan. Meski ini terlalu banyak ruang untuk perusahaan yang bergerak dibidang kecantikan, tapi ia tetap memilihnya karena berlokasi yang tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh dari Real Estate Emei.
Bukannya senang karena mendapatkan pembelian, Manajer itu menatap tajam ke arah Mo Lian dan menggertakkan giginya kesal, tapi ia tidak hilang akal, ia tetap berusaha untuk bisa mendapatkan keuntungan. "Apakah kau mampu untuk membelinya? 1,5 Miliar Yuan adalah uang yang banyak untuk kalian. Aku bisa saja memberi kalian diskon ..."
Mo Lian mencengkeram erat leher Manajer gemuk itu, ia menekannya keras hingga hampir membuat Manajer itu kehabisan napas. Namun saat Manajer hampir mati, Ibunya menyentuh tangannya untuk berhenti. Akhirnya dengan enggan ia melepaskan cengkeramannya.
Ia melemparkan Manajer itu ke arah meja hingga meja itu hancur dan membuat tubuh gemuknya mengalami lebam-lebam. "Hanya 1,5 Miliar Yuan. Akan aku bayar cash, apakah begini cara kerja seorang Manajer yang bekerja di kantor milik pemerintahan?"
Xi Jhiangxie yang melihat itu hanya bisa terdiam dengan mulut terbuka lebar. Ia tidak berharap jika pemuda yang berdiri di depannya ini sangat berani bertindak kasar terhadap Manajer, meski ia sendiri sangat tidak menyukai Manajer ini, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa, itu karena dibelakangnya terdapat kekuatan yang besar.
Dengan tubuh lemahnya, Manajer itu mencoba itu bangkit dari posisinya, ia menengadahkan kepalanya menatap tajam wajah Mo Lian. "Ka- Kau! Beraninya! Kau akan mati karena bera—"
Karena Mo Lian sangat membenci ocehan orang di depannya, akhirnya ia memberi pelajaran kembali dengan menendang kepala Manajer itu.
"Buatkan kontraknya sekarang juga!"
Manajer itu berdecih kesal, ia hendak menolak permintaan Mo Lian. Namun saat ia melihat tatapan mata yang ditujukan padanya, tubuhnya bergetar ketakutan, akhirnya ia menganggukkan kepalanya dengan cepat dan kemudian mulai membuatkan kontrak penjualan.
Lima menit kemudian setelah menunggu, akhirnya kontrak telah selesai. Mo Lian sudah menandatangani kontrak dengan Manajer itu, ia juga menyuruh Xi Jhiangxie menandatangi kontrak sebagai saksi, dan ditambah sidik jari dari Manajer gemuk yang sangat kurang ajar itu. Dan tentu saja, Mo Lian memaksanya.
__ADS_1
Untuk pembayarannya sendiri melalui cek, kemudian seluruh dokumen pembayaran bersama dengan seluruh orang di ruangan ini berfoto bersama, itu dimaksudkan agar bukti pembelian menjadi lebih jelas dan tidak ada masalah di kemudian hari.
Mo Lian sendiri sangat-sangat yakin jika Manajer di depannya akan selalu mencari masalah dengannya, yang mungkin saja menjadi penghambat pembukaan perusahaan kecantikan miliknya.
Setelah selesai membeli gedung dan mengurus semua dokumen, Mo Lian dan lainnya keluar dari ruangan, kemudian langsung pergi ke parkiran mobil.
Dari balik kaca kantor, Manajer yang telah dihajar Mo Lian melihat ke luar. Ia menatap tajam rombongan Mo Lian. "Baji****!." Ia menolehkan kepalanya menatap wajah Xi Jhiangxie. "Laporkan perbuatannya yang terekam kamera CCTV pada polisi."
Xi Jhiangxie tersenyum canggung. "Itu ... CCTV di ruangan ini sudah hancur, dan sepertinya beberapa CCTV di luar juga sudah hancur."
Mendengar itu, wajah Manajer mengeras penuh emosi, ia mengepalkan kedua tangannya erat. "Kau! Keluar!"
"Ba- Baik!"
Manajer yang tidak diketahui namanya itu merogoh kantung celananya dan mengeluarkan handphone, ia mencari nomor yang terdaftar di daftar kontak.
"Halo ..."
"Bos. Ada orang yang mengacak-ngacak Kantor Properti, orang itu sangat hebat. Jika dia tahu rencana kita kedepannya, maka usaha kita selama ini akan sia-sia."
"Siapa orang itu? Apakah kau tidak bisa mengatasinya sendiri?"
"Namanya Mo Lian. Maafkan saya yang tidak berguna ini."
"Mo Lian? Baik! Kau boleh menggunakan orang-orang dalam organisasi untuk membunuh orang itu! Bagaimanapun kita harus menyingkirkan orang yang kemungkinan akan menghambat rencana kita dalam menguasai Kantor Properti ..."
"Jika kita bisa menguasai Kantor Properti milik pemerintah. Itu sama saja kita adalah pengatur Kota Chengdu."
"Baik. Terimakasih, Bos."
Manajer itu tersenyum licik menatap jauh ke luar dinding kaca gedung. "Mo Lian. Inilah akibatnya karena kau menyinggungku, aku akan membiarkanmu mendapatkan gedung itu. Tapi itu tidak berlangsung lama, karena kau berani menyinggung kami, Dunia Hitam!"
...
***
__ADS_1
*Bersambung...