Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 221 : Kota Xingmai


__ADS_3

Mo Lian kembali masuk ke dalam hutan di mana ia pertama kali datang ke Bintang Tianjin. Ia duduk di atas batu besar di pinggir sungai sembari membuka gulungan kertas yang merupakan peta Bintang Tianjin.


Ada Tiga Daratan Utama di Bintang Tianjin, Daratan Tianming di bagian utara dipimpin oleh Kekaisaran Tang, di mana saat ini ia berada. Daratan Tianzu di bagian tenggara yang dipimpin oleh Kekaisaran Yang, dan Daratan Tianhe di barat daya dengan Kekaisaran Meng yang memimpin.


Kemudian terdapat ratusan daratan kecil di tengah-tengah dari Tiga Daratan Utama, maupun di sekitarnya.


"Aku harus pergi ke arah timur laut untuk pergi ke Provinsi Xan. Entah berapa lama untuk sampai ke sana." Mo Lian menggulung petanya kembali dan menyimpannya ke dalam Cincin Ruang.


"Aku harus terbang melewati enam kota, barulah kota ketujuh merupakan Kota Xingmai." Mo Lian berdiri sembari menepuk-nepuk pakaiannya yang terdapat dedaunan menempel.


Mo Lian melayang perlahan dari batu besar di tepian sungai, dan setelah mencapai ketinggian tertentu, ia melesat sangat cepat dengan kekuatan Dao Immortal menuju Kota Xingmai di timur laut.


Menurut gulungan peta, Kota Xingmai lebih besar dari Kota Mengyin, dan tentunya di sana lebih terjaga lagi penjagaannya, dan mungkin saja kota di sana tidak ada tempat yang terbengkalai. Jika demikian, maka Organisasi Bulan Merah di sana membaur dengan masyarakat sekitar.


Jika itu orang lain, mungkin membutuhkan waktu setengah mulai untuk sampai, namun tidak dengannya yang bahkan tidak sampai satu jam untuk tiba di Kota Xingmai.


Benar saja, ia sudah melewati enam kota dan di depannya terlihat sebuah kota yang ukurannya dua kali lebih besar dari Kota Xingmai, karena memang Kota Xingmai merupakan Ibukota dari Provinsi Xan. Provinsi Xan sendiri memiliki jumlah kota yang lebih banyak ketimbang Provinsi Menzhi.


Mo Lian memutuskan untuk mendarat ratusan meter dari gerbang kota di bagian selatan, dan terlihat beberapa baris antrean yang terbagi menjadi tiga bagian, bangsawan, Kultivator dan rakyat biasa.


Mo Lian mengantre di barisan Kultivator yang cukup panjang. Ia bisa saja langsung masuk seperti memasuki Kediaman Walikota Yin, namun saat ini ia mencoba untuk tetap tenang. Bagaimanapun, kabar mengenainya pasti telah tersebar luas, kabar tentang Dao Immortal.


Setidaknya ada satu juta Kultivator Iblis di sini, dan aku tidak tahu apakah mereka berasal dari organisasi yang sama. Tapi, tidak peduli siapa mereka, selama itu Kultivator Iblis, maka aku akan membunuhnya.


Tiga puluh menit kemudian semenjak kedatangannya, akhirnya ia sudah berada di barisan depan dan dipersilakan untuk memperlihatkan salah satu teknik. Teknik ini dimaksudkan agar mengetahui apakah Kultivator itu tidak mengambil jalan yang salah.


Hal yang paling mudah, ia hanya perlu memperlihatkan salah satu teknik dari Element Cahaya yang dapat memurnikan aura kematian maupun memberikan penyembuhan. Teknik penyembuhannya sendiri adalah teknik bawaan setelah mencapai Profesi Tabib ketingkat tertinggi. Orang-orang di Galaxy Pusat menyebutnya sebagai Tabib Ilahi.


"Ini ..." Pria paruh baya mengenakan pakaian biru tua dengan pedang menggantung di pinggang kanannya itu tidak bisa berkata-kata. "Luar biasa!"


Mo Lian tersenyum tipis, kemudian memasuki gerbang kota setelah membayar satu Tael Perak.


Ketika ia memasuki Kota Xingmai, hal pertama yang dirasakannya adalah perubahan kepadatan energi spiritual. Ia menengadahkan kepalanya melihat langit, samar-samar ia melihat dinding pelindung berwarna putih transparan. "Array Pengumpul Qi tingkat Tiga, dan Pelindung ditingkat yang sama ..."


"Untuk kota sebesar ini, formasi array yang digunakan terlalu rendah. Bahkan Sekte Dongfangzhi lebih baik dari ini."

__ADS_1


Mo Lian berpindah ke kiri belasan meter dari tempatnya berdiri tadi, itu karena ia merasakan bahaya yang datang dari belakang, terlihat kereta kuda yang bergerak sangat cepat. Ia juga mendengar suara decakan kesal dari dalam gerbong kereta.


"Sekarang, harus mulai dari mana?" Mo Lian mengusap dagunya mengamati sekitar. Hingga ia mendengar keributan di jalan utama. Ia mendongak, terlihat gerbong kereta yang hampir menabraknya tadi telah berhenti dan di sana terjadi kekacauan kecil.


Mo Lian mendekati gerbong kereta, bukan hanya karena penasaran dengan apa yang terjadi, tapi juga sangat ingin melihat siapa sebenarnya orang yang berada di dalam gerbong. Ia merasakan bahwa orang yang di dalam gerbong kereta kuda merupakan Kultivator Iblis.


Ia melihat seorang wanita berambut hitam panjang mengenakan pakaian putih dengan jubah merah muda dan selendang yang sama, yang berlutut karena lututnya yang terluka. Ada juga pemuda berambut cokelat yang mengenakan pakaian putih dan memakai jubah biru muda. Dari yang dilihatnya, dua orang itu berasal dari tempat yang sama, itu ditandai dari Plat Giok.


Kemudian dari dalam gerbong keluar pemuda lain, mengabaikan pakaian merah terang tanpa jubah, membawa kipas merah. Berambut pirang dengan tatapan mata yang menjijikan saat melihat wanita yang terluka di bagian lututnya.


"Bajing** mana yang menghalangi kereta kudaku?!"


"Sialan! Kau harus meminta maaf dan bertanggungjawab, kau menabrak adik juniorku dari Sekte Gunung Awan!" Pemuda berambut cokelat itu menunjuk pada pemuda yang baru saja keluar dari gerbong kereta.


Mo Lian yang berada cukup jauh tidak terlalu melihat wajah dari dua orang yang berasal dari Sekte Gunung Awan. Ia melihat sekitarannya, dan terlihat banyak sekali orang-orang yang menjauh tanpa melakukan tindakan apapun, bahkan penjaga kota juga tetap diam tidak bertindak sama sekali.


Pemuda berambut pirang itu tertegun, kemudian tertawa terbahak-bahak. "Hahahaha! Aku, Bai Junda, meminta maaf? Omong kosong! Bahkan jika kau berasal dari Sekte Gunung Awan, di sini adalah Kota Xingmai, markas Paviliun Kongqi Hei'an!"


Mo Lian mengerutkan keningnya saat mendengar nama paviliun yang disebutkan. Kongqi Hei'an, Udara Gelap. Angin Hitam? Orang bodoh mana yang mengenalkan nama organisasi Kultivator Iblis di depan umum. Tunggu! Orang bodoh itu berada di depanku.


Bai Junda menjilati bibirnya saat melihat paha putih bersih dan belahan dada wanita itu. "Apakah aku mengizinkan kalian untuk pergi? Kalian merusak keretaku, kalian harus membayarnya dengan harga mahal. Jika tidak, Paviliun Kongqi Hei'an tidak akan membiarkan kalian keluar dari kota!"


Mo Lian menghembuskan napas panjang, sudah cukup menonton drama yang tidak ada habis-habisnya dan hanya saling menunjuk satu sama lain tanpa adanya pukulan. Ia berjalan membelah padatnya manusia di depannya, kemudian berjalan santai melalui dua murid Sekte Gunung Awan.


Tatapan mata semua orang tertuju pada Mo Lian saat ia dengan santainya berjalan di depan Bai Junda, dan ini sama saja seperti merendahkan Paviliun Kongqi Hei'an karena berjalan santai di depan Master Muda dan mengabaikannya.


"Tunggu!" Bai Junda menatap tajam Mo Liaj yang berada di kanan depannya. Ia menggertakkan giginya saat ia diabaikan. "Aku bilang tunggu!" Ia merentangkan tangan kanannya menghalangi jalan Mo Lian.


Mo Lian menghentikan langkah kakinya, dan mendongak menatap beberapa penjaga yang berdiri di belakang Bai Junda, lalu menoleh ke kanan melihat Bai Junda itu sendiri. "Apakah kau yang memiliki jalan di sini?"


Semua orang tertegun dengan mulut terbuka lebar, tidak ada yang pernah menyangka akan ada kalanya Bai Junda diperlakukan seperti itu. Bahkan jika itu hanya sebuah pertanyaan, mereka bisa memastikan bahwa hidup Mo Lian tidak akan tenang untuk ke depannya.


Bai Junda menyeringai lebar. "Iya! Bahkan Walikota harus bersikap sopan di depanku, dan kau orang asing berani berbicara seperti itu?! Apakah kau tidak tahu? Aku adalah Jenius Kota yang menembus Inti Emas tahap Menengah di usia dua puluh tahun!"


Mo Lian hanya diam tidak terlalu menganggap penting ucapan Bai Junda. Bahkan saat ia belum genap 20 tahun, ia sudah hampir menembus Jiwa Emas.

__ADS_1


Mo Lian mengangkat tangan kanannya, kemudian memukul wajah Bai Junda dengan punggung tangannya, membuat Bai Junda melesat tajam dan menghantam gerbong kereta kuda, sampai merusak kereta kuda berwarna oranye itu.


Tiga pengawal yang melihat itu terperangah, kemudian menyerang Mo Lian secara bersamaan.


Mo Lian mengangkat kaki kanannya setinggi mungkin, kemudian menekan pundak pria paruh baya yang mengenakan pakaian biru malam.


Boom!


Pria paruh baya itu menghantam jalanan, menciptakan lubang yang cukup besar dengan retakan seperti jaring laba-laba. Tidak berhenti disitu saja, ia mengangkat tangan kirinya, dan menangkap pergelangan tangan pria lain yang melepaskan serangan melompat.


Mo Lian yang telah menangkap pergelangan tangan itu membantingnya ke tanah sangat keras, sampai terdengar suara retakan keras, menandakan bahwa tulang-tulang pria itu telah patah.


Mo Lian menarik kaki kanannya ke belakang, berbalik melihat pria paruh baya lain yang menyerangnya. Ia mengulurkan tangannya, menangkap kepala pria yang mencoba menyerangnya secara diam-diam, lalu membantingnya ke jalanan.


Masih belum cukup, ia menghampiri Bai Junda yang mencoba untuk berdiri dari gerbong kereta yang terbalik. Ia mengangkat kaki kanannya, dan menendang pelipis kiri Bai Junda, membuatnya kembali menghantam ke jalanan.


"Jangan menghalangi jalanku. Jika kita bertemu lagi, akan ku pastikan kau tidak akan ada di dunia ini lagi. Bahkan jika kau membawa seluruh Paviliun Kongqi apalah itu, aku akan membunuh mereka semua."


Mo Lian kembali menendang kepala Bai Junda yang masih tersungkur di jalanan itu.


Apa yang dilakukan Mo Lian ini sangat mengejutkan dan mengerikan. Secara serempak, mereka semua mulai membuka jalan saat Mo Lian hendak pergi.


Saat Mo Lian baru melangkah, ia kembali diam karena ada yang menggenggam pergelangan kaki kirinya. Ia mengangkat kaki kanannya, dan menghentakkan kakinya ke jalanan, membuat pengawal itu sedikit naik karena getaran di jalan.


Mo Lian berbalik cepat, kemudian menendang perut pengawal itu hingga melesat jauh ke langit, keluar dari Kota Xingmai. "Homerun."


Mo Lian mengalihkan perhatiannya pada wanita berambut hitam, alis tebal nan indah, wajah halus bagaikan sutra, mata biru malam, dengan bibir merah merona. Ia menunjuk jarinya pada bagian lutut kiri dari wanita yang terluka itu, dan sesaat kemudian lukanya menghilang.


Mo Lian kembali berbalik dan meninggalkan tempat kejadian. Ia merasa ada yang mengikutinya dari kegelapan, dan di tempat kejadian tadi setidaknya ada belasan Kultivator Iblis. Mari kita lihat, apa yang akan dilakukan Paviliun Kongqi Hei'an.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2