Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 413 : Kota Louhu


__ADS_3

Konvoi lusinan orang sangat berhati-hati ketika melewati daerah hutan yang sangat sepi. Banyak hal yang tak terduga di sini, pernah ada pasukan besar yang sedang mengawal persediaan dari kota besar dan mengirimkannya ke perbatasan, tapi pasukan itu tidak pernah kembali lagi.


Ketika ditelusuri, ternyata pasukan itu terbunuh tanpa meninggalkan seorang pun yang bertahan hidup. Mayat-mayat mereka dibiarkan membusuk di area hutan, senjata-senjata masih menusuk dan banyak bercak darah yang bertebaran di mana-mana.


Walaupun atasan sudah mengetahui bahwa pasukan telah disergap, tapi cukup aneh karena arena pertempuran bukan di jalan utama, melainkan di area hutan terdalam.


Kecuali ada mata-mata yang sengaja membawa seluruh pasukan masuk ke dalam hutan untuk beristirahat, kemudian disergap dan jalan kaburnya telah tertutup, sehingga hanya bisa memberikan satu pilihan—masuk lebih dalam!


Tapi, semua itu sia-sia. Sudah ada kekuatan yang menanti di dalam hutan terdalam, dan akhirnya pasukan resmi yang dikirimkan ke perbatasan terbunuh. Semua sumber daya diambil, dan peperangan di perbatasan mengalami kekalahan telak.


Akhirnya, salah satu kota di perbatasan berhasil diambil dari mereka oleh kerajaan lain.


Hal ini membuat Raja sangat marah, dan mengeluarkan sayembara untuk menemukan mata-mata atau paling tidak memberikan informasi tentang organisasi bawah tanah yang menyergap pasukan. Banyak yang memberikan informasi karena tergiur akan hadiah yang dijanjikan, tapi setelah melakukan pengecekan, semuanya palsu, itu membuat Raja lebih marah.


...


"Pastikan barang bawaan kita aman! Bahkan jika kita harus mati, kita tidak boleh gagal dalam misi kita!"


Pemimpin konvoi yang mengenakan pakaian lebih baik dari yang lain: zirah yang terbuat antara gabungan dari logam dan kulit binatang. Membawa pedang di pinggang kanannya, dan ada busur di punggungnya. Rambutnya hitam, mengenakan bandana berwarna cokelat. Dia menunggangi kuda berwarna hitam, ukurannya pun lebih besar dari kuda pada umumnya.


Awalnya dia tergabung dalam militer, tapi sekarang membuka tentara bayaran yang berspesialis dalam pengawalan barang. Sebelumnya dia enggan meninggalkan militer, di sana semuanya telah terjamin, tapi karena cedera yang dialaminya, dia harus mengundurkan diri.


"Ketua! Lihat di sana!"


Xing Yao, yang sedang menundukkan kepala, mendongak ketika mendengar bawahannya. Dia menyipitkan matanya, dan melihat ada empat orang yang berdiri di tepi jalan. "Semua saudara! Hati-hati!"


Lusinan orang lainnya, mulai memegang pedang di pinggang masing-masing, bersiap-siap untuk menyerang apabila empat orang di depan mereka berbahaya. Bahkan jika empat orang di depan terlihat lemah, mereka harus berhati-hati, lebih baik siaga daripada terbunuh.


Saudara Kedua, Ye Yao, berdiri di atas gerbong kereta. Dia sudah bersiap-siap dengan busurnya dan hanya perlu menerima perintah untuk melepaskan tembakan panah. Tapi meski demikian, tangannya sudah gatal dan ingin menyerang. "Ketua, haruskah?"


Xing Yao menggelengkan kepalanya dan berkata dengan tegas, "Jangan! Kita tidak tahu pihak lawan, bagaimana jika mereka ahli tersembunyi?"


Ye Yao mendengus dan tidak bisa menahan tawa. Ahli tersembunyi? Ye Yao tidak percaya hal itu, bahkan jika empat orang itu adalah ahli tersembunyi, penampilan mereka tidak meyakinkan. "Mereka terlihat tidak lebih dari tiga puluh tahun, mana mungkin mereka ahli tersembunyi."


Xing Yao, meski tidak percaya dengan apa yang dikatakannya sendiri, tapi dia tetap berhati-hati. Banyak hal aneh di dunia, dan konon ada Pendekar kuat yang terlihat muda, tapi berusia hampir satu abad. Dia sendiri tidak percaya, tapi yang menceritakan padanya adalah kakeknya, jadi dia terus mengingat hal itu dan selalu berhati-hati, tidak pernah meremehkan musuh atau orang lain.


Xing Yao yang memimpin, pergi lebih dahulu dan berhenti beberapa meter di depan empat orang yang menghalangi jalan. "Apa yang ingin kalian lakukan? Mengapa kalian menghalangi kami?"


Mo Lian tersenyum tipis saat mendengarnya. "Aku ingin meminta bantuan."


Xing Yao mengerutkan keningnya, memandang Mo Lian, kemudian tiga wanita yang berada di belakangnya. "Apa yang bisa kami bantu?"


Walaupun Xing Yao terlihat ramah, tapi dia sangat berhati-hati. Bahkan meski orang di depannya membawa wanita untuk mencari rasa prihatin padanya, dia tidak akan jatuh ke dalam jebakan.


Qin Nian yang biasanya tenang, ketika membaca isi pikiran Xing Yao, tidak bisa menahan diri lebih lama lagi. Ingin sekali melangkah ke depan dan menampar kepala Xing Yao.


"Kami ingin bergabung dengan konvoi kalian, kami akan berhenti di kota. Tenang, kami akan membayarnya." Mo Lian tersenyum tipis, mengeluarkan kantong kain berisikan uang. "Ngomong-ngomong, berapa lama untuk sampai ke kota?"


Xing Yao tidak memperhatikan kantong uang, melainkan memandang Mo Lian, seolah-olah sedang mengetahui bagian terdalamnya; apakah baik atau buruk.

__ADS_1


Mo Lian tetap diam dan tersenyum, menunggu Xing Yao selesai.


Pada saat itu, konvoi akhirnya sampai dan berhenti di belakang Xing Yao. Ye Yao, yang berada di atas gerbong, melompat turun, perhatiannya tertuju pada tiga wanita cantik di belakang Mo Lian. Matanya mengungkapkan keserakahan dan gairah.


"Kami bisa saja membawa kalian. Tapi, kau tahu—"


"Diam!" Xing Yao menoleh ke belakang dan memelototi Ye Yao. Walaupun dia menganggap Ye Yao saudara dan mengakui kemampuannya, dia tetap membenci Ye Yao yang seperti ini. Jika mereka tidak bersumpah untuk menjadi saudara, dia ingin sekali memenggal kepala Ye Yao.


Ye Yao tertegun, kemudian mendengus dingin saat berbalik. Ada kilatan dingin di matanya saat merencanakan untuk melakukan sesuatu pada tiga wanita cantik.


Xing Yao kembali melihat Mo Lian. "Tiga bulan dengan berjalan kaki. Menggunakan kuda sekitar tujuh sampai sepuluh hari, dan karena kami membawa persediaan, setidaknya dua minggu."


Senyum Mo Lian membeku ketika mengetahui bahwa itu masih membutuhkan waktu yang cukup lama. Dua minggu hanya untuk perjalanan sejauh 3.356 mil, itu terlalu lambat. Bahkan dengan kecepatan berlarinya yang paling lambat, itu hanya perlu memakan waktu dua jam.


"Kalian bertiga, pergilah lebih dulu. Cukup berlari, jangan cepat-cepat."


"""Baik, Sayang/Nan Ren."""


Setelah Hong Xi Ning, Qin Nian dan Yun Ning menjawab, ketiganya langsung berlari mengikuti jalan. Kecepatan mereka seperti kecepatan suara, itu langsung menghilang dari pandangan. Angin bertiup kencang seperti badai, menerbangkan dedaunan dan membuat debu tebal.


Xing Yao, Ye Yao dan yang lain, tercengang dengan mata terbelalak.


Mo Lian memandang semua orang di depannya. "Lupakan apa yang kalian lihat dan dengar barusan."


Seketika itu juga, mata semua orang sedikit bersinar dengan warna biru. Kemudian mereka terlihat linglung, seperti orang bodoh yang konyol.


Ketika melihat bahwa ingatan semua orang di depannya telah dihapus, Mo Lian menghilang di kekosongan udara dan mengejar istri-istrinya.


Mo Lian berbalik menatap Hong Xi Ning. "Kau mengeluh? Ning'er yang dingin dan tenang mengeluh?" Ia sedikit terkejut, karena memang Hong Xi Ning tidak pernah mengeluh.


Hong Xi Ning tertegun, kemudian menundukkan kepalanya; wajahnya merah seperti tomat.


Mo Lian tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya. Lalu memandang jalan di depannya. "Dari awal, aku berniat untuk hidup seperti manusia biasa sesaat setelah kita memasuki bintang ini. Tapi, ternyata kita sudah kesulitan. Dua minggu untuk perjalanan, bukankah hidupku hanya di jalan?"


Hong Xi Ning dan Qin Nian menganggukkan kepala


Yun Ning mengangguk kecil, lalu memikirkan konvoi barusan, dia berdecak dan mengeluh, "Kekuatan mereka terlalu rendah. Jika mereka mengawal persediaan dengan kekuatan seperti itu, bisa dipastikan bahwa mereka akan terbunuh ..."


Yun Ning terdiam sejenak ketika tiba-tiba ide terbesit di benaknya. "Sayang, bolehkah aku melatih orang-orang saat membangun perusahaan di kota?"


Mo Lian terdiam sejenak. Bukan ide yang bagus untuk melatih orang-orang di sini, ketika sistem kerja di dunia ini berbeda dengan yang lain. Tapi, memang benar bahwa membangun perusahaan pengawalan harus memiliki pekerja yang kuat dan terampil.


Mo Lian menoleh, melihat betapa inginnya Yun Ning, dia hanya bisa menyerah. "Baiklah, tapi jangan melatih mereka menjadi seorang kultivator. Untuk melatih mereka, kau bisa berdiskusi dengan Ning'er, dia Matriak selama ribuan tahun, dia sangat berpengalaman."


Hong Xi Ning yang mendengarnya, bukannya senang karena dianggap berpengalaman, tapi sangat kesal dan ada jejak kemarahan di matanya. Meski tidak langsung, tapi dalam kata-kata Mo Lian tadi menjelaskan bahwa dia sudah sangat tua.


Qin Nian dan Yun Ning melihat Hong Xi Ning, lalu saling memandang dan berharap Mo Lian tidak mendapatkan pukulan.


Hong Xi Ning mengangkat tangannya siap menampar punggung Mo Lian, tapi menahannya. Dia menghela napas, dan berkata, "Tahan, tahan, tahan. Dia suamimu."

__ADS_1


Mo Lian bergidik, merasakan bulu-bulu halus di tubuhnya berdiri. Ketika dia menoleh untuk melihat Hong Xi Ning, dia bisa merasakan ada jejak kemarahan yang mulai mereda. Dia tertegun, lalu memukul pelan bibirnya.


Sudah sering diingatkan, tapi dia selalu membahas usia di hadapan wanita, dan sekarang membuat istrinya sendiri tersinggung.


Karena itu, Mo Lian memutuskan untuk tetap diam, dan membiarkan istri-istrinya berbicara sendiri di belakangnya.


...


Setelah berlari cukup lama, akhirnya kelompok empat orang itu sudah bisa melihat kota dengan tembok setinggi dua puluhan meter. Tembok yang terbuat dari batu alam berwarna hitam, dan gerbang masuk yang terbuat dari logam berkualitas sedang, warnanya seperti perunggu, tapi tidak terbuat dari perunggu.


Bagian atasnya terdapat sebuah plang hitam bertuliskan “娄湖” atau “Louhu” berwarna emas.


Yun Ning yang melihat nama kota, mau tidak mau bertanya, "Mengapa setiap kota yang kita datangi, meski berada di galaksi yang berbeda, memiliki tulisan yang sama? Mengapa tidak ada yang menggunakan alfabet, atau huruf yang berbeda?"


Mo Lian terdiam, dia sendiri sudah pernah memikirkannya, dan sampai sekarang tidak mengetahuinya.


Hong Xi Ning membuka mulutnya, kemudian menutupnya lagi. Ada keraguan, dia sendiri tidak tahu apakah informasi yang didapatnya ini benar atau salah.


Qin Nian mengerutkan keningnya ketika melihat Hong Xi Ning yang ragu-ragu. "Ada apa? Apakah kau tahu?"


Mo Lian dan Yun Ning menoleh ke arah Hong Xi Ning saat mendengarnya.


Hong Xi Ning melihat mereka bertiga, dan akhirnya menyerah. "Aku tidak tahu apakah ini benar atau tidak, aku pernah mendapatkan selembar kertas dari Medan Perang. Ada sedikit informasi di dalamnya, dan informasi itu hanya tentang bahasa."


"Aku tidak tahu jutaan atau puluhan juta tahun yang lalu. Tapi, selembar kertas itu menceritakan bahwa ada manusia yang sangat kuat, dia berasal dari Planet Biru. Dia membawa kemuliaan bagi manusia, mengelilingi empat wilayah dan mengajarkan kepada semua orang tentang bahasa maupun kultivasi. Apa tujuannya? Tidak ada penjelasan tentang tujuannya."


Mo Lian mengerutkan keningnya, kemudian meminta kertas yang dimaksud.


Hong Xi Ning langsung menyerahkannya tanpa ragu.


Ketika Mo Lian menerimanya, dia melihat huruf-huruf yang sama di kertas emas. Kertas itu seperti terbakar dan mengandung kekuatan yang tidak dipahaminya. Informasi di sini seperti yang dikatakan Hong Xi Ning.


Mo Lian membaliknya, tidak ada informasi lain. "Mungkin masih ada kertas seperti ini di luar sana. Dan mengingat apa yang dikatakan Yue Fu, mungkin manusia kuat ini terhubung dengan Alam Selestial yang memutus pasokan energi ke Alam Semesta."


Ini hanya spekulasi, tapi kemungkinannya benarnya sangat tinggi.


"Apakah kita perlu mencarinya?" tanya Hong Xi Ning.


Mo Lian merenung, kemudian menggelengkan kepalanya. Mencari kertas seperti ini di seluruh Alam Semesta sangat sulit, butuh waktu yang tidak tahu sampai kapan. Hanya takdir yang bisa mempertemukannya.


"Tidak, lebih baik kita lakukan apa yang sudah kita rencanakan."


Ketiganya saling memandang, kemudian menganggukkan kepala.


Setelah itu, mereka berempat melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki. Berbaur dengan orang-orang di luar kota.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2