
Profound Ark kembali bergerak ke arah Bintang Cahaya Biru, sepertinya arahnya sama dengan bagian pusat dari Wilayah Selatan.
Melihat adanya Bintang Mati di Wilayah Selatan, Mo Lian mengirimkan pesan pada Hong Xi Jiang. Dia ingin tahu apakah ada Bintang Mati di Wilayah Timur dan Pusat.
Sangat cepat, Mo Lian mendapatkan balasan yang mengatakan bahwa tidak ada Bintang Mati di Wilayah Timur dan Pusat. Pertama, Wilayah Timur terlalu miskin dan tidak menarik perhatian Organisasi Penjarah Spiritual. Kedua, Wilayah Pusat pernah menjadi yang terkuat, dan sebelum Organsiasi Penjarah Spiritual benar-benar mengambil Inti Bintang di sana, anggota mereka telah dibunuh.
Tapi dengan kemampuan Organsiasi Penjarah Spiritual yang sangat sensitif terhadap perubahan energi, sangat mudah bagi mereka untuk merasakan peningkatan energi di Bumi. Karena itulah Lu Yi dan Zhu Tong dikirim untuk mengambil Inti Bintang, tapi mereka tidak beruntung karena bertemu dengan Mo Lian dan Hong Xi Jiang.
Bahkan jika Organisasi Penjarah Spiritual mengirim anggotanya lagi, masih ada Hong Xi Jiang yang menjaga di Wilayah Timur dan Pusat.
Jika Semesta memiliki delapan arah, Wilayah Timur akan menguasai “Timur”, Wilayah Selatan akan menguasai “Selatan dan Tenggara”, itu adalah kesenjangan antara kedua wilayah. Wilayah Barat? Kemungkinan lebih besar.
Karena Wilayah Timur yang lemah, orang-orang yang tahu tentang Semesta, memilih untuk mengabaikannya karena memang tidak ada yang berharga di sana. Bahkan jika ada, mungkin hanya maniak gila seperti Organisasi Penjarah Spiritual saja yang akan pergi.
Jika Wilayah Barat, Utara dan Selatan datang ke Wilayah Timur, bahkan meski Hong Xi Jiang yang menjaga, Mo Lian tidak memiliki keyakinan yang kuat terhadapnya.
Bagaimanapun, satu orang sangat sulit melawan ratusan juta bahkan miliaran orang di tingkat yang sama.
...
Ketika Profound Ark sudah menjauh dari tempat, fluktuasi spasial muncul dari tempat mereka awalnya berada. Terlihat dari dalam celah yang terbuka, ada seorang pemuda berambut putih yang mengenakan hanfu pria berwarna biru langit.
Pemuda itu adalah Mo Lian, meski hanya klon, tapi mengandung 25% kekuatan aslinya. Kekuatan sebesar ini sangat berlebihan, tapi untuk mengambil Artefak Dewa di dalam Bintang Mati, ini diperlukan.
Mo Lian mengamati Bintang Mati untuk sekali lagi, sebelumnya dia telah mencoba menggunakan energinya untuk menyerang Bintang Mati, tapi ada kekuatan yang menyerapnya. Dia ingin tahu, apakah Kekuatan Jiwa dan Fisik mampu menghancurkan Bintang Mati.
Tapi dia tidak langsung menyerang, walaupun serangannya tadi tidak berpengaruh pada tubuhnya, dia tetap berhati-hati apabila Kekuatan Jiwa-nya terserap dan membuatnya melemah.
Bagaimana jika Artefak Dewa di dalam Bintang Mati tidak hanya menyerap energi spiritual, tapi juga menyerap kehidupan. Itu adalah kerugian yang sangat besar.
"Kekuatan Jiwa..." Mo Lian merenungkannya. Kekuatan Jiwa bisa digunakan untuk menyuling, menempa, memasang formasi array, membuat talisman, menekan orang lain, mengambil kendali tubuh. Tapi, dia tidak pernah mendengar tentang Kekuatan Jiwa yang bisa menekan bintang.
Mo Lian menghela napas seraya melepaskan Kekuatan Jiwa-nya. Tekanan yang mengerikan langsung datang di sekitar Bintang Mati dengan kekuatan yang tak tertahankan; Bintang Mati terlihat bergetar, tapi tidak ada yang lain selain itu. Namun, dia sedikit senang ketika mendapati bahwa Artefak Dewa tidak terpancing.
"Seperti itu? Sepertinya sama saja ketika menekan orang lain."
__ADS_1
Mo Lian melepaskan lebih banyak Kekuatan Jiwa, membuat getaran di Bintang Mati bertambah kuat. Dia bahkan bisa mendengar retakan-retakan kasar dari bintang di depannya, meski masih belum terlihat di mana titik retakannya.
Melihat bahwa kekuatannya masih tidak terlalu berdampak pada Bintang Mati, Mo Lian mengeluarkan lebih banyak kekuatan.
Suara mendengung di angkasa luar, mengakibatkan badai ruang yang merusak sekitarnya. Ini hanyalah Kekuatan Jiwa, belum Kekuatan Spiritual, tapi dia tahu Kekuatan Spiritual tidak berdampak pada Bintang Mati.
Suhu dingin mulai naik secara signifikan ketika Kekuatan Jiwa mulai menekan Bintang Mati, seolah-olah sedang mencoba menyuling Bintang Mati untuk menjadi pil. Detik berikutnya, api biru membakar bintang besar di depannya, tapi anehnya api itu tidak mengenai bintang.
Mo Lian mengerutkan keningnya, samar-samar bisa melihat pembatas ruang, pembatas yang menghempaskan klon yang dikirimnya tadi.
Tepat ketika Mo Lian ingin memperkuat Kekuatan Jiwa yang dilepaskan, dia menyadari bahwa pelepasan kekuatannya terlalu berlebihan. Tidak hanya tidak berdampak besar pada Bintang Mati, tapi malah memberikan sedikit kerusakan pada bintang di sekitar, yang jaraknya ratusan bahkan miliaran mil.
Tidak bisa berbuat banyak, Mo Lian hanya menghela naas dan menarik kembali Kekuatan Jiwa. Tapi, dia tidak menyerah begitu saja. Bagaimanapun, dia adalah orang yang sangat mudah penasaran, dan selalu ingin tahu hal yang menurutnya menarik.
Mo Lian menutup matanya saat menghela napas; tubuhnya diselimuti energi biru seperti nyala api. Api itu membesar membentuk tornado api yang menjulang tinggi sampai tidak tahu di mana ujungnya.
Ketika Mo Lian membuka matanya, terdengar suara “Booom!” yang keras saat tubuhnya telah membesar. Dia memandang Bintang Mati di depannya dan mengulurkan tangannya, mencoba menggenggam Bintang Mati.
Tangan Mo Lian terhenti saat hampir menyentuh Bintang Mati, samar-samar dia merasakan hangat pada penghalang yang disentuhnya.
Mo Lian merasakan sakitnya, tangannya penuh lubang hitam dan merasakan bahwa ada korosif di penghalang itu.
"Mencoba merusak dan menyerap energiku?"
Mo Lian mencengkeram lebih erat, membuat getaran pada penghalang.
Penghalang itu seperti hidup, memberikan perlawanan yang cukup kuat sampai-sampai membuat tangan Mo Lian menghitam dan perlahan mulai layu.
Bang!
Penghalang itu mengeluarkan dentuman keras saat terus ditekan, dan mulai ada retakan berwarna putih yang terlihat jelas di kegelapan angkasa.
Mo Lian mengangkat tangan yang lain, membantu memberikan tekanan tambahan.
Bang!
__ADS_1
Penghalang kembali mengeluarkan suara keras, sampai tidak lama kemudian meledak yang membuat kedua tangan Mo Lian sedikit bergetar dan mundur.
Mo Lian mengabaikan tangannya yang terbakar dan terus mencengkeram Bintang Mati. Bintang Mati yang tidak memiliki penghalang, itu sangat rapuh seperti cangkang telur, sangat mudah baginya untuk menghancurkannya menjadi debu.
Bintang Mati yang meledak di dalam tangan Mo Lian, tidak memberikan dampak besar seperti penghalang sebelumnya. Itu hanya terasa seperti kerikil kecil yang menusuk kulit terluarnya.
Setelah berhasil menghancurkan Bintang Mati, Mo Lian membuka kedua tangannya, dan melihat ada logam besar dengan ukuran Bumi. Logam itu seperti bola berwarna oranye dan hitam, kemudian ada lampu berwarna biru, hijau dan merah yang berkedip-kedip.
Mo Lian mengerutkan keningnya, dia merasa aneh melihat bola ini. Tapi dia tahu bahwa bola ini adalah Artefak Dewa, karena memiliki aura yang sama kuatnya dengan Formasi Array Sepuluh Pedang Semesta dan Keabadian.
[Mendeteksi kekuatan kuat di luar nalar, mencari cara melarikan diri. Pencarian berhasil, membuka lorong spasial]
Mo Lian tersentak ketika mendengar suara dari logam di depannya. Tanpa mengatakan apa pun, dia melambaikan tangannya yang sudah kembali seperti semula. Di telapak tangannya ada pusaran cahaya berwarna hitam pekat, itu langsung menelan Artefak Dewa tanpa memberikan kesempatan.
Tubuh Mo Lian mengecil setelah menelan Artefak Dewa dan menyimpannya di dalam tubuh Kunpeng. Tubuh Kunpeng seluas Semesta Wilayah Timur (Untuk saat ini), dan berada di dimensi yang berbeda, jadi dia tidak perlu khawatir tentang keamanan Artefak Dewa.
Mo Lian memikirkan tentang artefak yang baru saja didapatnya, itu tidak seperti artefak pada umumnya yang menggunakan aura bumi dan langit serta menggunakan metode penyulingan. Dia merasa, ada ras tertentu yang bisa menciptakan artefak dengan teknologi.
Pikirannya sedikit kacau saat memikirkan lawan apa yang sedang dihadapinya, dan ketika mendengar suara artefak sebelumnya, dia merasa artefak ini bukan yang terkuat. Bagaimanapun, dia hanyalah Dewa Bumi tahap Awal, dan di Organsiasi Penjarah Spiritual sudah banyak yang menembus Dewa Surga.
Harusnya, jika artefak ini adalah artefak terkuat, tidak akan melarikan diri dari Mo Lian.
"Apakah Ras Mekanik benar-benar ada?"
Mo Lian menggaruk kepalanya dan sedikit kecewa karena artefak yang didapatnya tidak seperti yang diharapkan. Jika ini adalah artefak dengan pembuatan yang dia tahu, dia bisa mengubahnya, tapi sepertinya artefak ini berbeda, ada A.I di dalamnya. Jika itu adalah Kesadaran Roh Artefak, dia bisa menekannya dengan Kekuatan Jiwa. Tapi A.I, dia tidak tahu dari mana harus memulainya.
"Sepertinya aku harus membawanya ke Su Yangse, bagaimanapun dia pemilik Kota Taixu, harusnya sedikit banyak mengerti tentang hal ini."
Mo Lian kembali menghela napas, kemudian tubuhnya hancur manjadi serpihan cahaya biru.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1