Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 195 : Pergi ke Pelelangan


__ADS_3

Minggu, 11 Juli 2021


Bersama dengan Mo Fefei, ia pergi ke Lebak Naga pada pagi hari sebelum Matahari terbit, agar mereka dapat sampai lebih cepat di sana, dan cepat kembali juga. Ia tahu bahwa naga di sana belum benar-benar pulih, karena apabila sudah pulih, tentunya sudah membantunya mengurus kekacauan di Daratan Huaxia dari lama.


Untuk sampai ke sana sendiri hanya membutuhkan waktu dua jam, dan kedatangan mereka masih terbilang cukup pagi, namun sudah banyak wisatawan yang bangun dari tidurnya.


Mo Lian yang sudah sampai di sana langsung membuka celah ruang dengan cara menebaskan Pedang Spiritual, kemudian memasuki celah itu tanpa menunggu lama.


"Di sini sudah siang?" Mo Fefei mengamati sekitarnya.


"Kakak, butuh waktu berapa lama untuk sampai di sana?" tanya Mo Fefei menatap Mo Lian di sebelah kanannya.


Mo Lian terus terbang lurus seraya merangkul pinggang Mo Fefei. "Kemungkinan satu hari, tapi sepertinya dia juga bergerak saat kita datang, sehingga paling lambat hanya membutuhkan waktu satu sampai dua jam saja untuk bertemu."


Mo Fefei sangat penasaran dengan naga yang diceritakan Mo Lian tadi malam sebelum tidur, karena itulah ia sangat bersemangat, dan ingin cepat-cepat sampai untuk bertemu.


Mo Lian menoleh menatap Mo Fefei dari samping, kemudian tersenyum tipis. Ia tidak bisa mengikuti semangat dari Mo Fefei yang tidak ada habis-habisnya, terlebih lagi dengan hal baru yang sangat ingin diketahui. Tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa, karena baru satu tahun Mo Fefei bisa melakukan apapun yang disukai.


Perjalanan terus dilanjutkan dan bertemu dengan banyak monster yang berada di daratan. Mo Lian membiarkan monster itu terus ada, dan membiarkannya berkembang, kemudian akan ia gunakan sebagai tempat berlatih oleh anggota Sekte Dongfangzhi.


Namun jika untuk berlatih, sepertinya ia lebih memilih di Tebing Shiuhai yang lebih dekat dari Kota Chengdu.


Waktu terus berjalan hingga tak terasa sudah dua jam terlewat, dan tidak jauh Mo Lian, terlihat naga berwarna biru yang terbang ke arahnya.


Hanya membutuhkan waktu hitungan menit saja untuk keduanya saling bertemu.


"Tuan, apakah Anda sudah mengizinkan Hamba untuk keluar dari sini?"


Mo Fefei terdiam dengan mulut terbuka, tak percaya dengan apa yang didengarnya tadi. Kakaknya? Menjadi Tuan dari naga? Itu adalah hal yang tidak pernah terpikirkan olehnya.


Mo Lian menganggukkan kepalanya. "Benar, aku akan membawamu keluar dari sini, tapi ubah penampilanmu menjadi manusia."


"Baiklah." Cahaya biru tua terpancar dari naga, yang kemudian cahaya itu mulai mengecil secara perlahan.


Ketika cahaya meredup dan menghilang, terlihat pemuda berambut biru panjang, alis tajam bagaikan pedang dengan mata yang halus. Mengenakan pakaian berwarna biru, rompi berwarna putih.


"Kalau boleh tahu, selain dari membawa Hamba keluar. Apakah ada urusan lain?" Pemuda itu menangkupkan kedua tangannya mengarah pada Mo Lian.


"Aku ingin membangun sebuah Profound Ark, namun dengan kekuatanku yang sekarang, itu terlalu memakan waktu, karena itulah aku datang dan memintamu untuk membantuku."


Naga yang bernama Lan Zhuan Shen itu tersentak, kemudian bertanya dengan khawatir, "Ap- Apakah tidak masalah? Mungkin kekuatan Hamba hampir pulih kembali ketingkat Dao Immortal, tapi Hamba tidak mengerti sama sekali tentang pembuatan Profound Ark."

__ADS_1


Mo Lian tersenyum tipis menanggapi perkataan Lan Zhuan Shen. Ia sendiri tahu jika naga di depannya tidak mengeri tentang Profesi Penempa, karena di dalam Cincin Ruang yang diterimanya lebih banyak pil dan talisman. "Tidak masalah, kau hanya perlu membantuku dengan energi spiritual."


Energi spiritual? Lan Zhuan Shen memiringkan kepalanya tidak mengerti untuk sesaat, sebelum akhirnya ia teringat tentang pengaturan energi spiritual yang dapat berefek pada suatu bahan tempa.


"Baiklah." Lan Zhuan Shen sedikit membungkukkan badannya dengan menangkupkan kedua tangan.


Lan Zhuan Shen menolehkan kepalanya ke kanan, menatap Mo Fefei, kemudian kembali ke Mo Lian. "Tuan, siapa dia?"


"Dia adalah adikku."


Lan Zhuan Shen tersentak, kemudian menundukkan kepalanya. "Salam, Nona."


Mo Fefei mengangguk kecil, kemudian bergerak ke belakang Mo Lian untuk bersembunyi.


Setelah perkenalan singkat, ketiga orang itu bergerak menuju tempat di mana Mo Lian tadi datang, dan untuk pergi ke sana hanya membutuhkan waktu hitungan menit saja karena dibawa oleh Lan Zhuan Shen.


Mo Fefei sangat berkeinginan untuk mampir di kota, namun diurungkan niatnya karena tidak sempat menukarkan uang yang sesuai dengan negara ini. Menggunakan dompet digital juga bukanlah jalan keluar, karena tidak semua tempat memiliki sistem pembayaran seperti itu.


Sehingga, niat Mo Fefei berjalan-jalan ditunda terlebih dahulu, dan akan datang kembali nanti bersama dengan Yue Xin Mei saat libur panjang.


Dalam perjalanan pulang, Mo Lian menceritakan kejadian tiga bulan terakhir yang terjadi di China.


Mo Lian hanya tersenyum tipis tidak mempermasalahkan hal itu, karena ia sendiri tidak menduga jika rencana yang dilakukan Aliansi Revolusi Dewa terjadi bersamaan dengan Deus-Techno, terlebih lagi satu bulan lebih cepat dari seharusnya.


***


Sabtu, 16 Juli 2021


Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya telah tiba, hari di mana pelelangan di Kota Beijing akhirnya dilaksanakan.


Pelelangan kali ini sangatlah berbeda dari pelelangan yang pernah terjadi, itu karena prioritas utama kali ini adalah untuk para Pejuang. Bahkan jika kau adalah orang terkaya dan memiliki kekuatan dalam politik, namun bukan seorang Pejuang, maka orang itu akan diabaikan untuk sementara, dan kemudian dievaluasi kembali, apakah pantas untuk mengikuti acara pelelangan.


Dalam bepergian ke Kota Beijing sendiri banyak yang memilih menggunakan jalur udara, tapi tidak menggunakan pesawat ataupun helikopter, melainkan terbang menggunakan kekuatan asli mereka.


Barang siapa yang bisa terbang di langit, maka orang itu sudah langsung dapat memasuki acara pelelangan tanpa harus melalui prosedur yang merepotkan.


Kemudian untuk Perusahaan Meiliafei dan Sekte Dongfangzhi, memiliki wewenang untuk mengirimkan sebanyak apapun orang yang berkeinginan untuk mengikuti acara pelelangan, namun tetap harus memperlihatkan tanda pengenal. Hal itu untuk sembarang orang bisa mengatasnamakan berasal dari kedua kekuatan tersebut.


Pada halaman gedung, sudah banyak berkumpul berbagai Pejuang dengan pakaian masing-masing, dan terus berdatangan. Hingga perhatian mereka teralihkan ke arah barat daya, yang berasal dari Kota Chengdu.


Bisa terlihat lima cahaya berbeda warna sedang terbang dengan kecepatan tinggi menuju Hotel Beiyang, tempat pelelangan yang terjadi lebih dari delapan bulan lalu.

__ADS_1


Kelompok lima orang yang dipimpin oleh Mo Lian itu mendarat di tengah-tengah kerumunan orang yang sedang melakukan pembicaraan tentang beladiri masing-masing.


Mo Lian sendiri datang ke Kota Beijing bersama dengan Mo Fefei, Qin Nian, Yun Ning dan Lan Zhuan Shen yang berada di barisan belakang.


Pandangan semua orang tertuju pada Qin Nian serta Yun Ning, dan mengabaikan Mo Lian yang memimpin jalan.


"Coba kau lihat, di sana ada Bintang Huaxia, Yun Ning. Aku tidak tahu jika dia adalah seorang Pejuang, terlebih lagi berada ditingkat Wu-Sheng!"


"Bukan cuma itu saja, bahkan Qin Nian, Nona Muda dari Keluarga Qin yang berasal dari Kota Chengdu juga merupakan seorang Pejuang dan berada ditingkat Wu-Sheng!"


"Lalu, apakah pemuda yang berada di depan keduanya adalah seorang Pejuang? Aku tidak merasakan adanya energi internal dari dalam tubuhnya. Tapi entah mengapa, aku seperti sedikit familiar dengan wajah, hanya saja aku tidak mengingatnya pernah melihat di mana."


Akhirnya perhatian semua orang mulai tertuju pada Mo Lian, dan tidak ada satupun yang mengenalinya, meski merasa sedikit familiar dengan wajah Mo Lian.


"Omong kosong! Bukankah pelelangan kali ini hanya mengkhususkan pada Pejuang?! Lalu mengapa ada orang biasa di sini?!" Salah seorang dari mereka berteriak. Orang itu adalah pemuda berambut hitam pendek, mengenakan pakaian berwarna cokelat yang memperlihatkan setengah dadanya, dan membawa pedang besar di punggungnya.


Keributan terjadi saat semua orang terprovokasi oleh perkataan pemuda itu, membuat Lan Zhuan Shen merasa sangat kesal ingin membunuhnya, namun dihentikan oleh Mo Lian.


"Berhenti, atau mati!" Pemuda berambut pendek itu berteriak meminta Mo Lian untuk berhenti. Ia menggertakkan giginya kesal karena Mo Lian mengindahkan peringatannya. "Baji***! Ku bunuh kau!" Ia mengambil pedang besarnya, dan melompat hendak menyerang Mo Lian.


Mo Lian menghentikan langkah kakinya saat pemuda yang berasa belasan meter di sebelah kanannya sedang melompat. Ia hanya diam tak bergerak sama sekali dari tempatnya berdiri, namun saat pedang besar itu hendak mengenai kulit kepalanya, tiba-tiba waktu berhenti.


"Berhenti." Mo Lian berucap pelan dan santai.


Gerakan pemuda yang menyerang Mo Lian terhenti dan melayang di udara kosong, membuat siapa saja yang melihatnya terkejut dengan mata terbelalak.


"Mati."


Duarr!


Pemuda itu meledak menjadi kabut darah tanpa meninggalkan sedikitpun jejak, bahkan pedang besarnya juga menghilang.


Mo Lian mengabaikan tatapan mata semua orang yang menatapnya ngeri. Ia merogoh saku celananya, dan mengeluarkan token berwarna emas, yang merupakan tanda milik Patriak, bertuliskan '东方之' atau Dongfangzhi.


"Mo Lian, Patriak dari Sekte Dongfangzhi datang untuk menghadiri pelelangan!"


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2