Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 130 : Kepungan Jutaan Orang


__ADS_3

"Ngomong-ngomong, apakah Ayah mengenal orang bernama Wei? Aku bertemu dua bersaudari yang mengatakan jika mereka datang ke sini untuk menyelamatkan ayah mereka," tanya Mo Lian saat melihat Ayahnya kembali duduk bersandar di pilar besi.


Mo Qian memejamkan matanya mencoba mengingat kembali apakah pernah ada orang yang memiliki nama itu. Beberapa menit kemudian, ia membuka matanya perlahan.


"Aku memang pernah mendengar jika ada orang yang memiliki nama itu, dia ditahan hanya karena mencoba membalas istrinya. Dia juga bercerita jika memiliki anak kecil, ngomong-ngomong, dia mati saat satu tahunnya dipenjara di sini."


Mo Lian terdiam tak lagi bersuara. Itu adalah waktu yang sangat lama, artinya orangtua Wei Yian Fei dan Wei Yian Ning mati sekitar 13 tahun lalu, saat mereka masih berusia sekitar lima atau enam tahun.


"Sebelum dia mati, dia meminta Ayah untuk merawat anak mereka. Ayah hanya mengatakan iya, karena pada saat itu tidak tahu apakah bisa keluar dari sini." Mo Qian melanjutkan perkataannya seraya mengangkat kedua bahunya.


Mendengar perkataan Mo Qian, Mo Lian menolehkan kepalanya secara tiba-tiba dengan tatapan mata lebar meminta penjelasan.


"Bukankah tidak masalah? Kau bisa memacari salah satu dari mereka. Berbicara soal pacar, Senior dan Junior Ayah memiliki seorang keponakan dan anak, nama mereka adalah Ong Hei Yun dan Qin Nian."


"Mereka berdua 'kah," gumam Mo Lian yang menundukkan kepala dengan telapak tangan menyentuh wajahnya.


Mo Qian mengerutkan keningnya, dan duduk lebih dekat dengan Mo Lian. "Apakah kau mengenal keduanya? Aneh sekali, harusnya kalian berdua tidak saling mengenal. Ayah memang bercerita jika memiliki putra, tapi tidak mungkin mereka bisa mengenalkan keponakan ataupun putri mereka padamu hanya karena kau mengatakan sebagai anakku."


Mo Lian menghirup napas dalam-dalam, kemudian menghembuskannya perlahan. Setelah cukup, ia mulai menjelaskan kembali hal yang belum ia jelaskan, seperti bagaimana ia bertemu dengan Qin Nian, Ong Hei Yun, serta perusahaan yang dibangunnya dan diberikan pada Ibunya, beserta Sekte Dongfangzhi yang dibangun di Real Estate Emei.


Tiga puluh menit kemudian, Mo Lian sudah menyelesaikan penjelasannya, membuat Mo Qian yang mendengarnya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya dengan mulut terbuka lebar.


"Ja- Jadi begitu—" Belum sempat Mo Qian menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba dari ujung ruangan di seberang mereka berdua terdengar suara lantang dengan nafsu membunuh yang kuat.


"Siapa yang dengan beraninya menyelinap masuk ke dalam penjara Istana Surgawi?!"


Mo Lian berdiri dari tempat duduknya menatap jauh lurus ke depan, samar-samar terlihat pria paruh baya yang berdiri di depan dan memimpin pasukan dengan jumlah yang hampir mencapai 1000 orang. Kultivasi mereka semua berada diatas Ranah Inti Perak, dan beberapa puluh diantaranya adalah Inti Emas.


Itu adalah jumlah yang sangat mengerikan, jika yang mereka lawan bukanlah Mo Lian yang sanggup membunuh Alam dan Manusia dengan tubuh fisik.


"Bukankah kalian sendiri yang begitu bodoh karena mengendurkan penjagaan, memperlihatkan pintu masuk penjara di muka umum, dengan harap aku masuk ke dalam dan mati perlahan karena array yang di dalamnya, tapi array yang kalian pasang sangatlah lemah, banyak kelemahannya." Mo Lian berjalan perlahan menghampiri ratusan orang itu.


Mo Qian masih duduk bersandar, ia tahu jika kekuatan Mo Lian berada diatasnya karena bisa masuk ke dalam penjara ini dengan santainya, termasuk menghancurkan rantai yang mengikat tubuhnya. "Mari kita lihat, seberapa kuat putra kecilku."

__ADS_1


"Diam! Kau berani memasuki kawasan Istana Surgawi, kau harus mengabdi pada kami selama sepuluh ribu tahun!"


Mo Lian menghentikan langkah kakinya, ia membuat segel tangan dengan kecepatan tinggi, kemudian diakhiri dengan kedua telapak tangan yang menyentuh tanah. "Teknik Element Kayu, Akar Pertumbuhan!"


Tanah bergetar hebat bagaikan gempa bumi, kemudian memperlihatkan retakan-retakan besar yang ada di tanah. Hingga tak lama kemudian, dari retakan-retakan itu memperlihatkan akar pohon yang sangat besar dan memiliki kecepatan tumbuh yang sangat cepat, akar pohon itu bergerak menembus lapisan tiap lapisan lantai hingga ke puncak.


Masih dalam posisi berjongkok, Mo Lian mengalirkan energi spiritualnya pada kedua telapak tangannya. "Teknik Element Bumi, Pembelah Daratan!"


Tanah kembali bergetar, kemudian tanah itu bergerak membelah dua, menjatuhkan ratusan orang yang berdiri di atasnya tanpa memberi kesempatan untuk mencoba naik, itu karena di bagian atasnya sudah tertutupi oleh akar pohon.


Akar pohon yang dikeluarkan Mo Lian bukanlah akar pohon sembarangan, akar pohon itu hanya bisa dipijak oleh orang yang diizinkannya, dan akan menyerap masa hidup orang yang menyentuhnya sebagai pupuk untuk tumbuh lebih besar.


Mo Lian berdiri dari tempatnya, ia kembali berjalan menuju lubang yang dibuatnya dan mengamati ratusan orang yang di bawah sana, mencoba untuk terbang namun tak bisa karena kaki mereka tertahan oleh akar pohon yang tumbuh di bawah sana.


"Teknik Badai Air, Gerakan Pertama, Ledakan Air!" Mo Lian menjentikan jari telunjuknya, membuat energi spiritual berfluktuasi di depannya.


Energi spiritual itu berkumpul pada satu titik, memperlihatkan air yang seukuran kelereng kecil. Air itu jatuh perlahan menuju lubang yang di buatnya. Ketika air itu menyentuh tanah, tiba-tiba air itu meledak sangat besar mengeluarkan ratusan ribu air yang telah memadat membentuk jarum kecil.


Mo Qian yang berdiri jauh di belakang membelalakkan matanya dengan mulut terbuka lebar. "Luar biasa. Tapi, pastinya dia mengalami hal yang sangat menyiksa, yang bahkan aku sendiri mungkin menjadi gila, atau bahkan mati hanya untuk mendapatkan kekuatan seperti itu."


Mo Lian berbalik menatap wajah Ayahnya. "Ayah, aku merasa di atas sana sudah banyak orang yang menunggu kita, haruskah kita datang menemui mereka?"


Mo Qian menengadahkan kepalanya melihat langit dari sela-sela akar pohon. Kemudian ia mengalihkan pandangannya kembali menatap Mo Lian. "Baiklah, Ayah juga sudah mengobati luka-luka yang didapat dari pipa besi. Ayah ingin membunuh mereka semua, membalas apa yang telah mereka lakukan. Tapi ingat, kemungkinan mereka sudah memiliki dua Ranah Alam dan Manusia."


Mo Lian mengangguk kecil dan tersenyum tipis. Hanya dua Alam dan Manusia, memang terdengar kuat dan mendominasi, tapi masih terlalu lemah sehingga ia harus mengeluarkan kekuatan penuhnya.


Mo Lian menarik tangannya ke belakang punggungnya, kemudian mengayunkan pukulannya mengarah ke udara.


Dari pukulan Mo Lian, tercipta tekanan udara yang dihasilkan dari pukulan tangan dengan udara di depannya. Udara bertekanan tinggi itu melesat ke langit, menembus udara seperti pisau tajam dan menghancurkan seluruh akar pohon yang menghalangi.


Ketika akar pohon sudah menghilang dan benar-benar memperlihatkan langit biru, keduanya menekan kakinya di tanah, kemudian melesat tajam menuju permukaan tanah.


Tiga menit kemudian. Mereka sudah keluar dari penjara bawah tanah dan terus terbang hingga berada beberapa ratus meter di atas permukaan tanah. Saat mereka sudah keluar, mereka langsung disambut oleh jutaan orang yang mengelilingi mereka.

__ADS_1


Jutaan orang yang memiliki basis kultivasi antara Fase Lautan Ilahi tahap Awal, sampai Ranah Alam dan Manusia seperti yang dikatakan oleh Mo Qian. Benar saja, Istana Surgawi memiliki dua Alam dan Manusia. Yang satunya sudah menembus dari lama, yang yabg satunya lagi baru menembus, itupun secara paksa dan masih belum pantas disebut sebagai Alam dan Manusia.


"Aku tidak menduga kau bisa selamat dari penjara bawah tanah dan menyelamatkan Raja Iblis."


Terdengar suara serak dan berat yang berasal dari dalam barisan.


Barisan terbelah dua, memperlihatkan seorang pria tua yang berambut putih dengan jenggot putih panjang.


"Serahkan semua harta yang kau miliki, maka kau akan ku ampuni karena berani masuk ke wilayahku. Meski kau kuat, kau tidak mungkin bisa menghadapi kami semua."


Mo Lian menaikkan sebelah alisnya menatap pria tua yang terlihat sekarang di depannya, pria itu hampir menembus Alam dan Manusia tahap Menengah. Tapi energi spiritual pria tua itu sangat kotor dan sangat tidak murni, terlalu memaksakan diri untuk menembus menggunakan energi yang belum diolah dengan baik.


"Bukankah hanya sampah? Aku bisa membunuh kalian semua dengan mudah," ucap Mo Lian yang tersenyum dingin.


Pria tua itu menyeringai lebar. "Aku tahu kau akan berkata seperti itu, tapi apakah kau tahu, kami menemukan dua tikus yang bersembunyi di tebing sana. Kita lihat, apakah kau berhasil membunuh kami, ataukah kami yang akan membunuh mereka berdua di hadapanmu," ucapnya yang menunjuk ke arah di belakang Mo Lian.


Mo Lian menghembuskan napas panjang dengan nafsu membunuh yang kuat keluar darinya. Ia mengalirkan sedikit energi spiritualnya pada tinju kanannya, ia menarik kaki kirinya ke belakang dan memutar tubuhnya, kemudian memukulkan tinjunya pada udara kosong di depannya.


Wush! Duarr!


Api biru yang dihasilkan dari pukulan Mo Lian melesat tajam dan kian membesar seiring dengan berjalannya waktu. Kemudian tercipta ledakan keras dengan api membumbung tinggi di langit. Ketika api menghilang, ratusan ribu orang yang berada di belakang Mo Lian sudah berubah menjadi kabut darah.


Tidak berhenti disitu saja, Mo Lian mengarahkan telapak tangannya mengarah pada tebing yang berada jauh di depan. Dari telapak tangannya mencuat akar pohon yang sangat kecil, kemudian terus membesar membentuk siluet manusia yang memiliki penampilan sama sepertinya.


"Pergilah." Mo Lian mendorong tubuh tiruannya yang terbuat dari Element Kayu untuk pergi membunuh ratusan orang yang berada di tebing.


"Sekarang, haruskah kita lanjutkan ini semua? Pria tua bangka." Mo Lian berbalik menatap wajah pria tua seraya mengeluarkan seluruh aura membunuhnya.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2