Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 329 : Ras Malaikat vs Ras Raksasa


__ADS_3

"Ras Malaikat. Jika kami, Dewa, adalah praktisi yang terus meningkatkan kekuatan dan memahami Hukum Dao di Ranah God, barulah bisa disebut Dewa. Tapi, tidak dengan Ras Malaikat yang memang terlahir dengan kekuatan Inti Emas, Ras Malaikat juga merupakan Pasukan dari Kaisar Giok. Dan ..."


Mo Lian tetap santai meski melihat Ras Malaikat yang terus turun. "Kekuatannya juga sedikit lebih tinggi dari kami, mungkin saat aku ke Alam Selestial nanti, aku bisa mendapatkan metodenya tanpa harus menjadi bawahan Kaisar Giok."


Mo Lian duduk bersila di atas batu, melihat apa yang akan dilakukan Ras Malaikat. "Aku akan melihat sebentar, kemudian kembali. Aku juga sudah mendapatkan jawabannya, jadi tidak perlu terlalu lama di sini."


Walaupun berencana hanya melihat dari jauh, tapi jika ada yang menyerang, Mo Lian tidak akan tinggal diam dan membalasnya. Bagaimanapun, sangat jarang bisa bertemu dengan Ras Raksasa dan Malaikat, ini adalah kesempatan yang tidak boleh dilewatkan.


Whooooosh! Whooooosh! Whooooosh!


Mo Lian bisa melihat cahaya berbeda warna yang berasal dari arah yang berbeda, cahaya itu sangat besar seperti gunung, kemudian mendarat tepat di depan Ras Malaikat.


Booom! Booom! Booom!


Hanya mendarat biasa, menimbulkan gelombang udara dan ledakan energi spiritual yang menyebar, menghempaskan daratan sampai mengikisnya. Jika ini adalah Bumi tahun 2036 Masehi, Bumi sudah akan hancur menjadi debu hanya karena Ras Raksasa yang mendarat dari langit.


Ras Raksasa yang hanya mengenakan celana di atas lutut, langsung bertindak saat sudah tiba. Ia mengayunkan tangannya; memukul dada Ras Malaikat yang datang seorang diri tanpa membawa bala bantuan.


Ras Malaikat menyilangkan tombak emas yang ia bawa dengan kedua tangan, mencoba menahan serangan dari raksasa.


Bang!


Dentuman keras terdengar dengan udara yabg meledak saat malaikat menahan pukulan dari raksasa, membuat Ranah God dari Ras Malaikat mundur belasan ribu mil; kakinya menggesek tanah yang menciptakan dua jurang dalam.


Ras Malaikat yang bernama Tianshi Xuyan tersenyum dingin saat berhasil menahan serangan dari Patriak Ras Raksasa, Jude Bei. Tombak yang ia bawa tidak mendapatkan luka, hanya zirah emasnya saja yang nampak sedikit kotor karena debu.


"Seperti yang diharapkan dari makhluk bar-bar." Tianshi Xuyan membuka kuda-kuda dengan kaki kiri di depan; tangan kanannya memegang tombak, kemudian melemparkannya ke depan.


Whooooosh!


Tombak emas melihat bagaikan cahaya yang mengeluarkan sambaran petir di sekitarnya.


Jude Bei menghentakkan kaki kirinya, mengangkat batu besar yang lebih tinggi darinya.


Ledakan keras lainnya kembali terdengar dengan gelombang udara saat tembok batu menahan serangan tombak emas; langit bergemuruh dan mengubah warnanya: merah, hitam, oranye dan putih; aliran energi spiritual yang berada di atmosfer juga telah menghilang lebih parah dari sebelumnya.


Jude Xan dan Jude Ling yang berdiri di samping Jude Bei, mulai berpencar ke arah yang berlawanan untuk menyerang Tianshi Xuyan. Keduanya yang sudah berada di kiri maupun kanan dalam jarak ratusan mil, mengangkat tangan kanan masing-masing; energi kuat bercahaya merah menyelimuti tangan keduanya.

__ADS_1


"Mati!"


Tianshi Xuyan mengambil tombak emas yang sudah ia lemparkan saat melihat dua energi dari arah yang berlawanan sedang mengarah padanya, kemudian ia mengalirkan kekuatannya pada tombak, membuatnya memancarkan aura emas membentuk pedang tajam.


Tanpa berlama-lama lagi, Tianshi Xuyan mengibaskan tombaknya secara horizontal dari ujung kiri ke kanannya.


Ada siluet bulat sabit yang keluar dari ujung tombak, menghantam serangan Jude Xan dan Jude Ling, menimbulkan ledakan keras dengan asap putih tebal yang menutupi setengah Bumi. Tapi, asap itu menghilang seketika saat siluet bulan sabit masih ada dan membelah asap menjadi dua bagian.


Mo Lian yang berada ratusan ribu mil dari pertempuran, sedikit berjongkok saat efeknya sampai ke arahnya. Di atasnya ada siluet bulan sabit yang terus bergerak sampai ke luar angkasa dan menimbulkan ledakan beruntun di luar sana.


Mo Lian menoleh ke belakang, semuanya sudah rata dengan tanah tanpa meninggalkan apa pun, lalu saat melihat ke depan, Jude Xan dan Ling sudah terbunuh dengan tubuh yang terbelah menjadi dua bagian.


Ada 300 Heavenly Immortal Ras Raksasa yang terbunuh dari serangan sederhana Tianshi Xuyan, dan setengah Bumi sudah rusak parah seperti Neraka. Di medan pertempuran, hanya ada Tianshi Xuyan dan Jude Bei, beserta Mo Lian yang masih tenang tidak mendapatkan luka.


Jude Bei terluka pada bagian kedua tangannya saat menahan serangan Tianshi Xuyan, tidak terlalu parah, tapi memengaruhi daya serang yang akan ia keluarkan.


Mo Lian merasa pertarungan ini terlalu membosankan, apalagi 97 Ranah God Ras Raksasa masih belum bertindak, Heavenly Immortal hanya tersisa 1800.


"Tidak mungkin Ras Malaikat hanya mengirimkan satu, karena saat aku melihatnya, mayat Ras Malaikat lebih dari dua—" Tiba-tiba Mo Lian menoleh ke belakang, merasakan kehadiran Ras Malaikat dari sisi lain Bumi, dan pertarungan di sana sudah dimulai.


Tianshi Xuyan menatap tajam Jude Bei dengan senyum dingin. "Aku tidak menyangka kau masih hidup, sepertinya Patriak Klan Jude dari Ras Raksasa lebih kuat dari Klan Beisa!"


Bang!


"Patriak!"


Jude Bei memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, ia bergerak sangat cepat dan tiba di depan Tianshi Xuyan.


Tianshi Xuyan tidak mungkin membiarkan dirinya terkena pukulan dari Ras Raksasa secara langsung, semua tahu bahwa Ras Raksasa buruk dalam hal teknik spiritual, tapi fisiknya sangat kuat, bahkan jika ingin, mampu menghancurkan Bumi.


Jika bukan karena tombak emas yang menghalau serangan, Tianshi Xuyan akan mendapatkan luka parah.


Ledakan energi spiritual berasal dari Tianshi Xuyan saat melepaskan seluruh kekuatannya; ada energi emas membentuk nyala api yang menyelimuti tubuhnya dan menghancurkan raksasa lain yang memeluknya dari belakang.


Tianshi Xuyan menahan pukulan Jade Bei menggunakan tangan kirinya, tapi pukulannya terlalu keras sampai mematahkan tangan kirinya.


Setiap gerakan kecil dari Tianshi Xuyan dan Jade Bei, akan menimbulkan gelombang udara yang mengikis daratan. Bahkan jika dilihat dari langit, pertempuran mereka berdua sudah menggali tanah sedalam ratusan mil dari permukaan.

__ADS_1


Tianshi Xuyan mengayunkan tombak emas di tangan kanan, menyerang tangan Jade Bei sampai terputus.


Boom!


Tangan yang jatuh ke tanah itu menimbulkan suara keras yang sangat mengguncang.


Mo Lian yang sedari awal hanya sebagai pengamat, masih diam menikmati pertarungan. "Ada empat tambahan Ras Malaikat, dan salah satunya telah mati. Tapi, Ras Raksasa sudah kehilangan lima puluh Ranah God tahap Akhir maupun Menengah."


"Sepertinya mereka datang kemari." Mo Lian bisa merasakan pergerakan semuanya, dan di Bumi yang mungkin lebih besar dari Matahari ini, hanya tersisa 50 Ras Raksasa, 4 Ras Malaikat, dan Ras Manusia yang merupakan dirinya.


Ketika semuanya sudah sampai di satu tempat, daratan yang hancur bertambah luas lagi, mungkin setengah Bumi pada Zaman Kuno sudah rusak dan hanya menunggu waktu sampai hancur.


Raksasa yang memiliki empat tangan, tapi dua di antaranya sudah terpotong, kulitnya sedikit lebih gelap dari Klan Jude dan tidak memiliki rambut. Ia bernama Beisa Fan, Patriak Ras Raksasa dari Klan Beisa.


"Patriak Jude, bukankah kau terlihat sangat buruk."


Jude Bei berdecak kesal dengan penghinaan dari Beisa Fan. "Aku tidak ingin mendengarnya dari makhluk yang kehilangan dua tangan!"


Tianshi Fang yang merupakan Ras Malaikat, memiliki penampilan yang sama bahkan sampai senjatanya, hanya saja tidak menggunakan zirah penutup kepala; rambutnya berwarna perak panjang.


Tianshi Fang melihat bagian belakang Tianshi Xuyan. "Xuyan, apa yang akan terjadi jika Yang Mulia Kaisar Giok mengetahui kau terluka oleh ras bar-bar, mungkin Yang Mulia Kaisar Giok akan menghukum mu."


Tianshi Xuyan menoleh ke kiri, matanya yang terhalang zirah kepala menatap tajam Tianshi Fang. "Diam! Aku akan menyelesaikan tugas Yang Mulia Kaisar Giok dengan membunuh semuanya!"


Mo Lian sudah mulai merasa bosan melihat pertarungan antara Ras Raksasa dan Malaikat; tidak ada yang menggunakan serangan mematikan atau luar biasa, mereka lebih menggunakan serangan fisik, padahal dengan kedatangannya ke Zaman Kuno, ia berharap memiliki pengalaman dan bisa bersiap-siap jika datang ke Alam Selestial.


"Kalian terlalu banyak bicara, tinggal bunuh semuanya dan selesai!" Mo Lian tidak bisa menahannya lagi dan memilih berbicara lantang.


Perhatian semuanya tertuju pada Mo Lian yang sedang duduk bersila di atas satu-satunya pohon yang masih hidup di Bumi.


Mo Lian tersenyum tipis melihat Ras Raksasa dan Malaikat. Ia mengarahkan tangannya pada salah satu dari mereka, lalu mengepalkan tangannya.


Raksasa dari Klan Beisa memancarkan cahaya merah dari dalam tubuhnya dengan suhu yang sangat panas dan tubuhnya kian membesar, kemudian meledak menjadi daging cincang yang tersebar; darah mengalir deras bagaikan sungai.


Mo Lian berdiri di atas pohon, menatap tajam dua ras yang berbeda. "Aku ingin bergabung!"


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2