Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 400 : Pembahasan Berat


__ADS_3

Keluarga Zhu menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan diri setelah mendapatkan tekanan yang luar biasa. Tekanan ini bahkan mampu menekan Setengah Dewa Surga, dan sepertinya hanya Leluhur Zhu yang mampu bersaing.


Keluarga Zhu adalah keluarga yang bangga, dan kejadian barusan mencoreng nama baik mereka. Hal ini membuat mereka sangat marah, tidak akan melupakan kejadian ini dan berencana untuk mengambil tindakan.


Mo Lian menyadari tatapan tajam dari Keluarga Zhu, tapi tidak terlalu peduli dan hanya fokus pada Artefak Dewa di depannya.


Jika mereka benar-benar menyerang, dia hanya perlu mengeluarkan Kunpeng dan menelan mereka semua untuk nutrisi.


"Apa kau ingin bertarung?" Mo Lian tidak tahan lagi dengan tatapan Zhu Yuxi, dan akhirnya kembali melepaskan auranya. Bahkan Sembilan Niat Pedang telah muncul dan menyatu menjadi satu kesatuan yang kompleks, menambah aura yang dikeluarkannya menjadi lebih kuat dan tajam.


Zhu Yuxi menggertakkan giginya kesal, tapi tidak mengatakan apa-apa dan menarik kembali aura membunuhnya dalam tekanan.


Yang lain, tercengang ketika melihat Sembilan Niat Pedang di belakang Mo Lian.


Walaupun Dewa Bumi bisa dibilang sebagai Dewa Sejati, tapi mereka tahu tidak mudah untuk mendapatkan julukan sebagai “Dewa”. Hanya mereka yang telah memiliki Cincin Dewa yang bisa dipanggil Dewa, Sembilan Niat Pedang adalah Cincin Dewa dalam bentuk pedang yang sulit didapatkan.


Seperti contoh: salah satu dari mereka ada seorang wanita muda berambut biru keputihan seperti es, mengenakan hanfu biru langit yang indah. Wajahnya dingin tanpa ekspresi, tatapan matanya sangat dalam. Dia telah mencapai Dewa Bumi selama ribuan tahun, dan baru ratusan tahun yang lalu berhasil mendapatkan Cincin Dewa yang dikenal dengan Es Keabadian di punggungnya.


Setelah memadatkan Cincin Dewa, wanita itu dikenal dengan Dewi Es Keabadian. Dikatakan es yang dikeluarkan darinya tidak akan mencair, hanya api panas seperti Phoenix yang mampu mencairkannya.


Itu hanya satu Cincin Dewa, tapi sudah memiliki kekuatan tak terbayangkan dan dikenal banyak pihak. Jika mereka tahu bahwa Mo Lian telah memadatkan banyak Cincin Dewa: Dewa Semesta, Dewa Kehidupan, Dewa Matahari dan Dewa Pedang, entah reaksi apa yang akan diperlihatkan semua orang.


Bagi Mo Lian yang telah mengetahui betapa luasnya dunia, bahkan meski telah memadatkan banyak Cincin Dewa, dia masih tidak menganggap dirinya “Dewa”. Mengatakan dirinya “Dewa” hanya karena kesal melihat orang lain yang sombong tanpa kemampuan.


Dia tahu, menjadi Dewa tidak semudah yang dikatakan. Dan, menurutnya, Dewa yang sebenarnya tinggal di Alam Selestial, bukan Alam Semesta. Bahkan jika banyak yang memanggilnya dengan sebutan “Dewa”, dia hanya menganggap dirinya sebagai “Dewa Manusia”, bukan “Dewa Abadi”.


Apa perbedaannya? Dia sendiri tidak tahu karena minimnya pengetahuan.


Mo Lian mengalihkan pandangannya dari Zhu Yuxi, tapi detik berikutnya kembali melihatnya. "Apakah keluarga kalian mampu meneliti Artefak Dewa ini?"


Zhu Yuxi tidak lagi memandang Mo Lian dengan permusuhan, meski di dalamnya masih sangat marah, tapi dia menahannya. Dia melihat Artefak Dewa yang sangat besar, kemudian melihat ayah dan kakeknya.

__ADS_1


Zhu Xansu mengerti saat merasakan tatapan Zhu Yuxi dan melihat Artefak Dewa. Dia terdiam dengan kerutan di dahinya yang sangat dalam. "Teknologi ini lebih maju dari semua teknologi di Wilayah Selatan, kami tidak mengetahuinya. Bukan hanya ada teknologi, tapi ada formasi array di dalamnya. Kami tidak bisa menggabungkan teknologi dengan formasi array serumit ini, hanya yang sederhana dan mudah."


Zhu Chuan mengamati dari dekat, dan menganggukkan kepalanya, menambahkan pendapat putranya, "Memang, teknologi ini sangat tinggi. Bahkan bisa merasakan keadaan sekitarnya dan memiliki cara melarikan diri ..."


Zhu Chuan memandang Mo Lian dan berkata dengan takjub, "Untuk berpikir bisa menahan Artefak Dewa ini, kemampuanmu pastinya sangat tinggi. Jika terlambat sedikit, Artefak Dewa ini mungkin akan berpindah langsung dan meninggalkan Wilayah Selatan dalam sekejap mata."


Mo Lian tersenyum tipis dan mengangguk kecil, sedikit kagum dengan Zhu Chuan yang langsung memahami fungsi Artefak Dewa hanya dengan melihatnya.


Jika itu orang lain, mungkin mereka harus memintanya untuk membuka penghalang agar bisa melihatnya lebih jelas, tapi jika penghalang dibuka, Artefak Dewa akan melarikan diri.


Zhu Chuan melihat Mo Lian dan mendapati pihak lain tetap diam, dia melihat sekeliling. "Artefak Dewa adalah salah satu pembasahan dari pertemuan ini, masih ada alasan lain mengapa kami memanggil semua orang."


Zhu Chuan menarik napas dalam-dalam, kemudian mengembuskannya perlahan, mengungkapkan perasaan tidak nyaman dan ekspresinya muram. "Kami mendeteksi ada pergerakan dari Wilayah Barat, tidak lama lagi, Wilayah Selatan akan memasuki kekacauan."


Mendengar itu, semua orang terdiam. Semua orang di sini tahu bahwa Alam Semesta terbagi menjadi beberapa wilayah, dan Wilayah Barat yang terkuat.


"Alasan mengapa kami melarang kalian membunuh satu sama lain dan meminta kalian melupakan masalah, itu karena Wilayah Barat yang mungkin akan menyerang kapan saja, dan sekarang hari itu akan tiba." Ketika mengatakan ini, ada ketidakberdayaan di wajah Zhu Chuan.


Mo Lian menatap Zhu Chuan. "Bukan hanya itu alasan mengapa kau melarang Dewa Bumi membunuh satu sama lain. Masih ada hal yang ingin kau beri tahu, tapi kau merasa ini belum tentu terbukti kebenarannya, kan?"


Zhu Chuan memiringkan kepalanya tidak mengerti, begitu pun dengan yang lain, memandang Zhu Chuan dan Mo Lian secara bergantian.


Mo Lian menghela napas dan menambahkan, "Pembaptisan Dewa, Dao mengikat Dewa Bumi. Nutrisi Alam Semesta."


Ketika mendengar itu, ekspresi Zhu Chuan menjadi lebih muram daripada saat memberitahukan tentang masalah Wilayah Barat yang akan menyerang.


Zhu Chuan menganggukkan kepalanya. "Ya! Dao memberikan kami Pembaptisan Dewa, tapi setelah Dewa Bumi terbunuh, Alam Semesta terlihat meningkat. Jadi, bukankah artinya kami hanyalah ternak? Aku meminta Dewa Bumi ke atasnya untuk tidak bertarung karena ingin melawan Dao."


"Melawan Dao? Apakah itu mungkin?" Dewi Es Keabadian kali ini tidak bisa menahan diri dan akhirnya membuka suara.


Dewa Api memiliki rambut yang berkobar, mengangkat bahunya dan berkata, "Tidak ada yang tahu, tapi patut dicoba. Lebih baik mati dalam pertempuran saat melawan, daripada mati dan dimanfaatkan."

__ADS_1


Dewi Es Keabadian mengerutkan keningnya. "Bukankah itu sama saja? Jika ujung-ujungnya mati, apa pun yang kau pilih, kau sama-sama dimanfaatkan."


Dewa Api terdiam, tidak mengatakan apa-apa lagi.


Mo Lian melambaikan tangannya, menyimpan Artefak Dewa. Dia melihat ratusan juta Dewa Bumi, tapi hanya beberapa yang membuka suara untuk ikut berdiskusi, ini benar-benar membuatnya sedikit kesal.


"Melawan Dao? Itu adalah ide yang bagus. Tapi, bagaimana jika, bagaimana jika Dao murka karena pasokan nutrisinya terhenti, kemudian Dao menurunkan Bencana di Wilayah Selatan dan membunuh semua Dewa Bumi dan Surga?" Mo Lian sendiri tidak tahu apakah akan benar-benar ada bencana hanya karena Dewa Bumi tidak terbunuh, tapi tidak ada salahnya untuk bersiap-siap.


Mendengar itu, semua orang merasakan jantung mereka berhenti berdetak. Awalnya, mereka mungkin tidak akan memikirkannya, tapi semua orang di sini tahu dan sudah melihatnya sendiri, melihat Dewa Bumi yang terbunuh dan meningkatkan Alam Semesta. Bukan tidak mungkin Dao benar-benar murka dan menurunkan Bencana untuk membunuh semua Dewa Bumi ke atas.


Mo Lian merasakan keheningan yang mencekam, tetapi tidak mengatakan apa-apa lagi dan membiarkan semua orang mengambil keputusan. Bagaimanapun, dia bukan dari Wilayah Selatan, dia berasal dari Wilayah Timur yang kebetulan datang ke sini karena saran dari Hong Xi Jiang.


Jika bukan karena saran, mungkin dia akan langsung melewati Wilayah Pusat dan pergi ke Wilayah Barat. Itu tidak memakan waktu lama, mungkin hanya beberapa minggu.


Zhu Chuan memijat keningnya yang pucat dan berkeriput. Dia menghela napas berat yang terdengar serak, kemudian mendongak menatap Mo Lian. "Terima kasih, tapi sepertinya tidak mungkin Dao akan bertindak sejauh itu hanya karena tidak mendapatkan nutrisi. Tapi, jika benar-benar ada Bencana, maka kami harus bersiap-siap untuk menghadapinya."


Mo Lian menganggukkan kepalanya, tetapi tidak mengatakan sepatah kata pun. Dia menoleh menatap Su Yangse dan Zu Minghe.


Su Yangse mengerti. "Jika tidak ada yang dibahas lagi, Bintang Cahaya Biru mohon undur diri."


Dewi Es Keabadian. "Bintang Utara mundur."


"Bintang Cahaya Emas mundur ..."


"Bintang Xuqi mundur ..."


Satu demi satu Dewa Bumi meninggalkan ruang pertemuan, sampai akhirnya Zhu Chuan membubarkan pertemuan secara langsung.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2