
Mo Lian menggoyangkan pinggulnya lebih cepat sampai menimbulkan suara tamparan keras. Yun Ning mengerang panjang di telinganya tanpa henti dan setiap suaranya membuat Mo Lian semakin cepat bergerak.
"Sa ... yang... Aaahhh..." Yun Ning mengerang panjang dan tubuhnya menggeliat hebat, apalagi saat bagian dalam perutnya terasa hangat.
Yun Ning terengah-engah di telinga Mo Lian. "Wa- Walaupun, ki- kita bisa menunda kehamilan... Uuhhh... Jika terlalu banyak seperti ini, bu- bukankah Ni'er akan tetap hamil?" Mereka semua sudah sepakat untuk menunda kehamilan dengan menggunakan energi spiritual mereka.
Mo Lian mengangkat tubuh Yun Ning perlahan untuk melihat ekspresinya, tapi Yun Ning menahannya karena malu. Namun, hal ini malah membangkitkan keinginannya lebih dalam lagi untuk melihatnya.
"Jangan tutup wajahmu." Mo Lian menggenggam pergelangan tangan Yun Ning.
"Sayang~" Yun Ning terlihat malu-malu saat wajahnya memerah dan penuh keringat.
Mo Lian mengubah posisinya untuk duduk, kemudian mengecup lembut bibir Yun Ning. "Kita sudah melakukannya selama dua jam, apakah kau masih menginginkannya?"
Yun Ning melirik ke bawah, melihat bahwa mereka berdua masih terhubung. Ia menggelengkan kepala pelan, dan menjawabnya lemah, "Tidak. Ni'er sangat lelah, bukankah Sayang harus menghadiri pertemuan?"
Mo Lian masih sangat tegang, tapi benar apa kata Yun Ning, ada pertemuan yang harus dihadiri dan tentunya tidak mungkin ia tidak hadir. Bagaimanapun ialah yang meminta mereka semua untuk datang. Ia menoleh ke kiri dan kanan, kemudian menghela napas.
Hong Xi Ning dan Qin Nian, mereka berdua masih tidur.
Mo Lian menurunkan Yun Ning dari atas pangkuannya, kemudian mereka berdua turun dari tempat tidur dengan membangunkan Hong Xi Ning dan Qin Nian. Lalu pergi mandi bersama untuk membersihkan tubuh.
*45 Menit Kemudian
Mo Lian sudah selesai mandi dan berjalan keluar dari Istana Dongfangzhi mengenakan hanfu pria berwarna putih berlapis-lapis yang sesuai dengan warna rambutnya, dan dilapisi jubah biru langit pada bagian terluar.
Ketiga istrinya, mereka memakai hanfu berjenis gaun dengan warna biru langit, merah muda dan putih.
Mereka berempat melompat turun dari Istana Dongfangzhi dan mendarat di Aula Sekte. Tanpa berlama-lama, mereka memasuki Aula Sekte di sana sudah duduk beberapa orang penting yang memakai pakaian formal, dan di belakang mereka berdiri beberapa orang yang sepertinya wakil ataupun pengawal.
Mo Lian berjalan di tengah-tengah dengan santainya dan ada aura suci yang keluar dari tubuhnya. Ini membuat semua orang yang hadir berdiri dan memberikan hormat.
Hong Xi Ning sudah biasa dengan hal ini, tapi tidak dengan Qin Nian dan Yun Ning yang menundukkan kepalanya malu-malu.
__ADS_1
Mo Lian duduk di Kursi Patriak, Hong Xi Ning duduk di sebelah kanan, dengan Qin Nian dan Yun Ning di sebelah kiri.
Mo Lian melihat semua yang hadir, lebih banyak dari yang ia duga; Presiden, Menteri Pertahanan, Menteri Keuangan, Ketua Pasukan Taring Naga, Ketua Pasukan Mata Setan, Ketua Aliansi Bela Diri Huaxia, Ketua Aliansi Perlindungan Huaxia.
"Langsung saja pada intinya, kalian semua seharusnya sudah tahu jika Bumi terus membesar. Bumi sudah mengalami perubahan dan aura spiritual terus meningkat, manusia biasa tidak mengetahuinya, tapi para praktisi tahu akan hal itu ..."
"Aura spiritual tidak hanya berdampak pada praktisi, tapi juga memengaruhi tumbuhan dan binatang. Dengan adanya aura spiritual, binatang-binatang akan berevolusi antara menjadi Binatang Spiritual atau Buas. Binatang Spiritual, masih bisa diajak berkomunikasi, tapi tidak dengan Binatang Buas, kau akan langsung dibunuh ditempat."
"Tapi, tidak peduli apa, mereka semua menghasilkan Inti Spiritual di dalamnya. Ini bisa digunakan sebagai pengganti energi sekarang seperti batu bara dan bahan bakar fosil..."
Mo Lian terus menjelaskan dasar-dasar kultivasi termasuk sumber daya pada mereka semua.
Tidak ada yang menyela pembicaraan Mo Lian; mereka mendengarkannya dengan saksama, bahkan untuk mereka yang sudah menyentuh Inti Emas. Bagaimanapun, mereka masih tidak familiar dengan istilah Inti Spiritual, Batu Spiritual, Esensi Darah, Inti Jiwa dan lain sebagainya.
Presiden, Xin Xianming, pria paruh baya berambut hitam sedikit putih, mengenakan pakaian formal. Ia mengangkat tangannya dan bertanya, "Apakah itu berarti senjata militer tidak lagi berguna?"
Mo Lian menganggukkan kepalanya, kemudian menggeleng pelan. "Iya, dan tidak. Ada monster yang bisa bertahan, ada yang tidak. Inti Emas, bisa dibilang bisa menahan semua senjata di Bumi. Fase Mendalam, itu sudah bisa menahan senjata api ..."
"Untuk menggunakan senjata api, setidaknya senjata api itu harus dialiri energi spiritual agar bisa menembus kulit monster-monster."
"Teknologi di sana sangat berkembang, bahkan mereka memiliki hal ini." Mo Lian mengeluarkan sebuah pena dari Cincin Ruang dan menekan tombol di sana.
Pena itu memperlihatkan sebuah layar biru yang melayang di udara dan di dalamnya ada rekaman video saat acara lelang di Menara 100 Lantai milik keluarga Shen.
Mo Lian kembali menjelaskan tentang tingkat Batu Spiritual yang terbagi dari Rendah, Sedang atau Menengah, dan Tinggi. Rendah : 100 Tahun, Menengah : 500 Tahun, Tinggi : 1000 Tahun.
Sekretaris setiap orang terus mencatat semua informasi yang mereka dapatkan hari ini, terlebih lagi Menteri Pertahanan yang ingin mengembangkan senjata untuk mengamankan Tiongkok. Karena mereka tahu, Mo Lian tidak mungkin terus berada di Bumi, dan hubungan mereka dengan Amerika masih panas sampai sekarang.
Akan lebih baik jika Tiongkok mendahului teknologi dari Amerika, terlebih lagi mereka memiliki pengetahuan yang dalam daripada Amerika. Namun, jika mengingat tentang Deus-Techno, Tiongkok sangat tertinggal.
"Kalian tahu, kekuatanku sudah sangat tinggi. Hanya dengan pikiran, aku bisa meledakkan Amerika. Karena itulah aku tidak akan ikut campur dalam masalah negara, aku hanya memusnahkan musuh-musuh dari luar Bumi," ucap Mo Lian. Ia tahu mereka semua sudah memikirkan apa yang dipikirkannya, tapi akan lebih baik jika mengatakannya langsung agar lebih jelas.
"Tambahan, aku ingin negara membangun Asosiasi Kultivator. Biarkan mereka membunuh monster-monster, mereka bisa menukarkan darah, daging, kulit dan Inti Spiritual. Kemudian, negara bisa membawanya ke Tentara Bayaran Mo Hongde..."
__ADS_1
Mo Hongde adalah singkatan dari kata Mogui Hongse de, yang berarti Iblis Merah. Nama panggilan Mo Qian saat masih tergabung dalam Pasukan Mata Setan.
Pembicaraan terus berlanjut tanpa ada yang menyela lagi, dan ini seperti bukan pertemuan untuk membahas ke depannya. Tapi seperti dosen yang sedang memberi materi pada mahasiswa.
Mo Lian juga memberikan cetak biru pada mereka untuk menciptakan sebuah pangkalan militer di luar angkasa, dan tidak perlu menggunakan roket untuk membiarkan pangkalan mengudara. Hanya perlu meminta bantuan dari Inti Perak ke atas, maka semuanya selesai.
"Meterial dan cara mengolahnya sudah aku tuliskan. Mungkin sulit karena kalian manusia biasa. Adapun Kultivator, kalian masih Inti Emas tahap Menengah. Jika sudah Alam dan Manusia, kalian bisa lebih mudah menggunakan api dari Kekuatan Jiwa."
Jika itu Mo Lian, ia bisa melakukannya saat masih Inti Perak. Tapi berbeda dengan mereka yang hadir di sini, mereka tidak bisa melakukannya karena mereka terburu-buru dalam meningkatkan kekuatan. Energi mereka tidak padat, kotor, dan pergerakannya lambat.
Jiwa mereka masih dibatas Fase Lautan Ilahi tahap Akhir, benar-benar lemah. Jika dalam pertarungan jiwa, mereka sudah pasti kalah.
Pertemuan berjalan lancar dan setelah dua jam, akhirnya semuanya sudah selesai.
Mo Lian meminta mereka semua untuk pergi, karena ia harus melakukan sesuatu yang penting. Ia harus pergi ke medan angkasa untuk menarik Kesengsaraan Petir, dan berharap yang turun adalah Teratai Emas.
"Kalau begitu, kami mohon undur diri." Ketua Pasukan Mata Setan menangkupkan kedua tangan diikuti oleh yang lain, kemudian mereka pergi dari Istana Dongfangzhi.
Mo Lian sedikit menganggukkan kepala dan wajahnya datar tanpa ekspresi.
"Gege, bisakah Ning'er ikut? Ning'er harus menerima Kesengsaraan Petir karena sudah menerobos Ranah Dewa."
"Aku pun!"
"Ni'er juga!"
Mo Lian menoleh ke kanan dan kiri, kemudian menganggukkan kepala. "Tentu, kalian bisa menarik Kesengsaraan Petir secara bergantian. Aku akan menjaga kalian semua agar tidak ada yang mengganggu."
Mo Lian mengambil langkah, dan tiba-tiba mereka berempat sudah berpindah ke jalur antara Bumi dan Bulan.
...
***
__ADS_1
*Bersambung...