
Mo Lian sudah kembali ke Istana Dongfangzhi setelah memasang susunan array dan menghilangkan klon yang mengawasi semua orang. Ia memilih untuk duduk di samping Hong Xi Ning, dan di depannya ada Yun Ning.
Tatapan matanya tertuju pada bagian dada yang dilindungi oleh pakaian, dan itu terlihat kecil dari luar meski sebenarnya sangat besar.
"Telapak tanganku tidak mampu menutupinya. Bagaimana ..." Mo Lian menahan dirinya dan berhenti berbicara. Ia sudah bertekad untuk menjadi orang yang tenang seperti air, dan karena itulah ia berhasil mendapatkan Pencerahan, tapi saat ini malah berkeinginan untuk membatalkan Yun Ning dalam kultivasinya dan membawanya ke kamar.
Bagaimana aku bisa berpikiran seperti itu. Kami baru melakukannya sebelum aku membunuh Taotie, dan itu belum satu hari.
Mo Lian menghela napas saat berdiri setelah memberikan kecupan hangat pada istri-istrinya.
Sebenarnya mengganggu orang yang sedang berkultivasi seperti ini sangat berbahaya, bisa berdampak buruk pada mereka dan mungkin saja aliran energinya akan terbalik. Tapi, setelah mengarahkan orang yang berkultivasi berkali-kali, ia memiliki cara sendiri untuk membuat mereka tetap tenang meski sekitarnya sangat berisik.
Mo Lian mendatangi Su Jingmei, kekuatannya sudah bertambah. Sebelum datang ke Bumi, kekuatannya adalah Dao Immortal tahap Awal, kemudian menerobos tahap Menengah, bahkan hampir tahap Akhir karena kebangkitan Bangsa Zhongguo, apalagi garis keturunannya berdekatan langsung dengan Mo Lian.
Mo Qian hampir menerobos Heavenly Immortal dan Mo Fefei setingkat dengan Su Jingmei.
Mo Lian duduk bersila di depan Mo Fefei, memandangi wajah manis dan menggemaskan adiknya yang sudah ia rawat sejak kecil. Tidak menyangka adiknya sudah mendapatkan pacar, meski belum dibawa ke rumah. Ia mengingat kembali saat Mo Fefei selalu menangis di malam hari saat kecil karena di sekolah mendapatkan hinaan, hinaan karena tidak memiliki seorang ayah.
Ia harus memeluknya setiap malam agar bisa tidur pulas, memberinya banyak perhatian dan melakukan segala hal untuk menghiburnya.
"Kenalkan pacarmu ke rumah, aku ingin melihat seperti ada dia. Jika ada yang tidak beres, aku bahkan bisa saja membunuhnya." Aura membunuhnya lepas untuk sesaat sebelum menariknya kembali.
Mo Lian kembali berdiri setelah memberi kecupan hangat di kening Mo Fefei. Ia berjalan ke tepian lantai halaman Istana Dongfangzhi, dan duduk di sana dengan kaki menggelantung. "Ada yang sudah menerobos Alam dan Manusia? Ras Merpati Putih? Sepertinya berasal dari Inggris, dan harusnya Katedral Cahaya Ilahi."
"Siapa yang mengira, kelompok sederhana yang tidak pernah aku pedulikan karena mereka terus menggelapkan dana. Tapi, ternyata berasal dari Ras Merpati Putih. Baru satu hari, dari Fase Fondasi langsung ke Alam dan Manusia."
Mo Lian mengerutkan keningnya. "Aku tidak peduli jika kalian sudah menerobos Alam dan Manusia. Tapi, bukankah kalian terlalu sombong untuk terbang ke Kekaisaran Huaxia dengan niat membunuh?"
"Baiklah ..." Mo Lian mengangkat tangannya, menciptakan sehelai rumput kecil yang tidak lebih tebal dari rambut. Ia menoleh ke arah barat, kemudian menjentikkan jarinya, melepaskan rumput.
Rumput itu melesat sangat cepat membelah udara, meninggalkan bayangan hijau beberapa mil di belakangnya. Tidak ada aura yang dikeluarkan dari sehelai rumput, tapi tekanan yang diberikan mampu meledakkan Jiwa Emas tahap Akhir, bahkan Setengah Dao Immortal.
Bahkan, Mo Lian merasa terlalu berlebihan untuk menghadapi Alam dan Manusia menggunakan sehelai rumput. Dengan kekuatannya yang setara dengan Dewa Bumi, menghadapi mereka seperti meniup debu.
...***...
48.000 Mil ke Arah Barat dari Sekte Dongfangzhi
__ADS_1
Ratusan orang yang mengenakan pakaian suci terbang dengan kecepatan 250 mil/h. Ada hal yang paling mencolok pada penampilan mereka, yaitu sepasang sayap putih bersih yang indah.
"Yang Mulia Dewa. Apakah kita benar-benar akan menyerang Sekte Dongfangzhi? Bukankah di sana ada Dewa Mo?" tanya pria paruh baya.
Pria tua yang merupakan Pemimpin Katedral, mendengus dingin saat memimpin semua orang. "Apa yang harus ditakutkan? Dia hanya bisa terbang, aku juga bisa terbang, bahkan memiliki sayap!"
"Kita harus menyerang Sekte Dongfangzhi dan membunuh bocah gila yang mengatasnamakan Dewa! Kita akan mengambil darahnya untuk Putra Suci!"
Putra Suci berada di belakang Pemimpin Katedral. Rambutnya kuning cerah dengan potongan rapi seperti seorang model, matanya biru bagaikan langit, bibirnya merah muda. Matanya memancarkan keserakahan, apalagi membayangkan bagaimana membunuh Mo Lian di hadapan tiga istrinya.
Memikirkannya saja, membuat Putra Suci sangat bersemangat. Kekuatannya sendiri sudah mencapai Alam dan Manusia tahap Akhir. Sebelumnya memang pernah belajar bela diri, tapi belasan tahun berlatih, hanya mendapatkan sedikit pencapaian, Fase Fondasi tahap Awal.
"Hong Xi Ning, Qin Nian dan Yun Ning. Mereka sangat cantik, aku akan mengambilnya untuk memandikan mereka sebagai budak." Seringai menjijikan terlihat di wajah Putra Suci.
Semua orang tertegun, kemudian tertawa terbahak-bahak dan menampilkan mata keserakahan yang sama; membayangkan menghabisi semua pria dan menangkap wanita-wanita muda, serta mengambil semua sumber daya. Bukankah kekuatan mereka akan terus meningkat.
Tapi, saat mereka sedang terbang. Tiba-tiba ada suara udara terbelah yang mengerikan di depan mereka.
"Apa itu?" Pemimpin Katedral melihat cahaya hijau. Pupil matanya menyusut saat mencoba fokus untuk melihatnya. "Rumput?—"
Zrash!
Kematian itu sangat cepat, bahkan mereka tidak mengetahui bagaimana cara mereka mati. Dan, yang lebih mengerikannya, rumput itu terus melesat seperti memiliki kesadarannya sendiri dan pergi ke Inggris untuk menghancurkan Katedral Cahaya Ilahi.
Tapi, sebelum kesadaran mereka benar-benar menghilang, tiba-tiba ada suara penghinaan yang terdengar di langit,
"Bodoh."
...***...
Sekte Dongfangzhi
Mo Lian benar-benar kesal dengan ucapan Putra Suci, karena itulah memerintahkan rumput yang diberikan lebih banyak kekuatan untuk menghancurkan Katedral Cahaya Ilahi, dan kalau bisa membunuh semua Ras Merpati Putih.
Baru saja selesai dengan Ras Merpati Putih, Mo Lian merasakan adanya pergerakan di Amerika dan itu berasal dari Ras Vampire.
"Kalian benar-benar meminta kematian. Aku awalnya memang tidak ingin lagi ikut campur dalam urusan negara, tapi sekarang berbeda karena menyangkut ras."
__ADS_1
Mo Lian mengibaskan tangannya ke timur, melepaskan siluet bulan sabit yang melesat melewati Samudra Pasifik untuk terbang ke Amerika dan membunuh semua Ras Vampire.
Ketika sedang dalam emosi, Mo Lian merasakan ada yang memeluknya dari belakang dengan kedua tangan yang melingkar di lehernya; punggungnya merasakan sesuatu yang lembut, itu bulan dan kenyal.
"Sayang."
Mo Lian menoleh ke kanan menatap Yun Ning dan memberinya kecupan di pipi. "Ada apa? Apakah kau sudah selesai memahami Teknik Budidaya yang baru saja aku berikan?"
Yun Ning menganggukkan kepalanya saat menaruh dagunya di pundak Mo Lian. "Sudah, tapi Ni'er hanya tahan sampai tahap Akhir. Nian, sepertinya mencoba untuk menerobos Heavenly Immortal. Xi Ning, mungkin mencoba memasuki tahap Akhir dari God."
Mo Lian menganggukkan kepalanya. Itu sudah merupakan kemajuan yang cepat, hanya dengan kebangkitan Bangsa Zhongguo, itu sudah menembus tahap Menengah dari Dao Immortal meski beberapa minggu sebelumnya baru menerobos Dao Immortal.
Yun Ning menutup matanya, kemudian terkekeh kecil.
Mo Lian mengangkat sebelah alisnya. "Ada apa?"
Yun Ning membuka matanya, kemudian tersenyum dan menjawab, "Tidak ada, Ni'er hanya teringat masa lalu. Dulu Sayang selalu dingin, menolak Ni'er mentah-mentah bahkan sebelum mengatakan sesuatu. Itu sangat menyakitkan jika kembali ke masa lalu. Tapi ..."
Yun Ning memeluk Mo Lian lebih erat lagi, bahkan membenamkan wajahnya di leher Mo Lian. "Sekarang, Sayang memberikan kasih sayang yang besar, bahkan tidak ingin melepaskan Ni'er. Ni'er sangat bahagia sekali. Bahkan, jika kita tidak berkultivasi dan menjadi manusia biasa, Ni'er tetap ingin menjadi istri Gege."
Mo Lian menganggukkan kepalanya dan percaya dengan apa yang dikatakan Yun Ning. Bagaimanapun, ia sudah melihat mimpi Yun Ning yang merupakan keinginan terdalam.
Yun Ning mendekatkan bibirnya di telinga Mo Lian. "Sayang, apakah ingin melakukannya lagi malam ini? Tapi, jangan menghisapnya terlalu keras."
Mo Lian menundukkan kepalanya dengan wajah yang memerah. Itu sangat memalukan karena ia terlihat seperti bayi kecil karena terlalu bersemangat saat menghisapnya. Tapi, sebagai seorang pria dan memiliki istri yang cantik, untuk apa menahan diri.
Mo Lian mendongak ke kanan menatap Yun Ning yang wajahnya sangat dekat. "Baiklah, haruskah aku melakukannya denganmu sendiri?" bisiknya.
Yun Ning tersentak, kemudian menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Tidak, mana mungkin Ni'er mampu menahannya. Bahkan, bertiga saja sudah sangat lelah." Ia melepaskan pelukannya dan berlari ke dalam Istana Dongfangzhi setelah berkata.
Mo Lian melihat Yun Ning yang berlari, lalu menghela napas saat menggelengkan kepalanya. Ia kembali fokus saat mengedarkan Kesadaran Ilahi untuk mengamati Galaxy Bila Sakti, dan mendapati bahwa Armada Profound Ark sudah memotong jalan, sekarang hanya tersisa tujuh hari lagi.
Tujuh hari, bukan waktu yang sedikit.
...
***
__ADS_1
*Bersambung...