
Mo Lian membuka Botol Jiwa yang mampu menyimpan barang dengan ukuran seperti bintang, dan pada saat ia membukanya, tiba-tiba ada cahaya merah yang melonjak keluar dari dalamnya.
Cahaya itu adalah Inti Spiritual dari Tao Wu yang mencoba melarikan diri, bahkan raungan keras yang mengungkapkan kemarahan dan kebencian juga bisa terdengar darinya.
Inti Spiritual mengeluarkan energi merah gelap seperti nyala api yang sangat besar, dan kemunculan energi itu menimbulkan kekacauan di Dunia Kecil Mo Lian.
Blarr! Blarr! Blarr!
Petir menyambar bagaikan hujan, meledakkan tanah yang terkena sambaran petir sampai melelehkannya. Tanah juga mulai retak dengan lahar panas yang menyembur entah datang dari mana.
"Beraninya kau memurnikan ku! Aku akan mengambil alih tubuhmu dan menghancurkan semuanya!"
Inti Spiritual terus mengeluarkan energi merah yang secara perlahan membentuk siluet Tao Wu. Kemudian, ada gelombang cahaya merah yang muncul di belakang Tao Wu, bergerak mencoba menelan Mo Lian.
Mo Lian tetap diam dan tenang, menutup matanya untuk beberapa saat sebelum akhirnya membukanya kembali secara tiba-tiba.
Bang!
Energi kuat meledak dari tubuh Mo Lian saat ia membuka matanya, terlihat ada gelombang energi biru yang menyebar ke segala arah, menekan Inti Spiritual dan menghilangkan siluet Tao Wu. Mata putihnya yang seperti api membakar itu menurunkan aura membunuh yang berasal dari Inti Spiritual.
Gruoahhhh!!! Gruoahhhh!!!
Inti Spiritual mengeluarkan raungan keras yang menggetarkan bumi dan langit Dunia Kecil, bahkan mulai ada retakan ruang di langit, dan ini berdampak pada tubuh Mo Lian yang juga mengalami keretakan pada bagian dadanya.
Mo Lian mengabaikan raungan yang mengganggu dan menutup matanya kembali, aura biru bagaikan nyala api mulai menyelimuti tubuhnya. Aura yang merupakan Energi Sejati itu terus membesar membentuk Pohon Dunia yang melayang di atas kepalanya.
Pohon Dunia itu mengeluarkan serpihan kecil cahaya hijau keemasan. Serpihan cahaya itu mulai menyelimuti Inti Spiritual, yang kemudian memurnikan aura kematian maupun membunuhnya.
Aura yang sudah dimurnikan tidak langsung terserap masuk oleh Mo Lian, melainkan harus bergerak melalui Pohon Dunia. Bukan hanya agar tidak membebani tubuh, tapi juga untuk meningkatkan ketahanan dan daya serang dari Pohon Dunia itu sendiri.
Jika tidak dimurnikan terlebih dahulu, bukan hanya kendali atas tubuhnya yang akan diambil alih, kesadaran dan jiwanya juga akan hancur termakan.
Bahkan, meski sudah dimurnikan oleh Pohon Dunia yang memiliki kekuatan luar biasa, Inti Spiritual dari Tao Wu masih saja mencoba melawan.
Mo Lian mengangkat tangan kanannya di depan dada, dengan jari telunjuk dan tengah mengarah ke langit. "Membelah!"
Tubuhnya mulai bersinar dengan lima warna yang berbeda, yang kemudian lima cahaya itu berpencar ribuan mil dari tempatnya duduk. Cahaya itu adalah kloning yang ia sebarkan, untuk membantunya dalam menyerap Inti Spiritual agar tubuhnya tidak kelebihan beban.
Dunia kecil di sini sendiri sudah ia atur waktunya, yang mana satu hari di dunia luar sama dengan sepuluh hari di Dunia Kecil. Entah berapa lama yang akan dihabiskannya, tapi ia berharap tidak lebih dari tiga tahun menurut waktu dunia luar.
Ada 5 Mo Lian, yang masing-masingnya mewakili tiap-tiap dari 5 Element Utama, dan mengunakan perubahan seperti Tubuh Abadi, Tubuh Emas maupun Dewa Semesta.
__ADS_1
"Dengan adanya semua ini, aku bisa menyingkat waktu selama lima belas tahun di Dunia Kecil."
"Kemudian, aku bisa kembali berkumpul bersama mereka semua." Mo Lian teringat akan Hong Xi Ning yang sudah lama ia tinggalkan di Bintang Utama, dan ia tidak tahu bagaimana keadaan mereka.
Tapi, daripada memikirkan hal itu, lebih baik memfokuskan diri pada kultivasi dan jiwanya harus bertahan dari rasa sakit yang ia terima setiap kali menyerap Inti Spiritual, meski itu sudah dimurnikan. Bagaimanapun, Inti Spiritual yang ia serap adalah Inti Spiritual dari Ranah God.
Bahkan, darah mulai mengucur deras dan mengubah pakaian yang ia kenakan dari putih bersih, berubah menjadi merah gelap dengan aroma amis. Darah ini berasal dari dua hal, yang pertama adalah tebakan yang tidak mampu ditahannya, dan yang kedua adalah kotoran yang sedang ia bersihkan terus-menerus.
Darah kotor keluar, darah baru kembali diisi dari aura spiritual di sekitar.
***
Istana Neraka
Ada seorang pemuda berambut cokelat tergerai yang duduk di Singgasana, memandangi dua orang yang berlutut di depannya. Ia adalah pemegang Takhta Istana Neraka, Yan Luo, ia mengenakan pakaian merah yang sedikit terbuka, memperlihatkan dada bidang.
Matanya merah menyala seperti bola lampu, tubuhnya tertutupi oleh bayangan hitam gelap.
Bayangan itu bukan berasal dari kekuatan, melainkan berasal dari pilar tinggi yang menghalangi sinar.
"Jadi, kalian mengatakan bahwa dia sudah berhasil menghancurkan semua kerjaan?"
Hei dan Bai mendongak secara bersamaan menatap Yan Luo, kemudian menjawabnya, "Iya, kami sudah mengecek semuanya, dan mendapatkan jika semua kerajaan telah hancur, bersama dengan Heavenly Immortal."
Bang!
Aura kuat meledak dari dalam tubuh Yan Luo, menghempaskan gelombang udara yang menggetarkan pilar-pilar sampai retak.
"Apakah kalian mampu?" Yan Luo menatap tajam Hei dan Bai.
Hei dan Bai menganggukkan kepalanya secara bersamaan, dan menjawabnya lantang, "Mampu!"
Keduanya berdiri seraya menangkupkan kedua tangan, kemudian berbalik meninggalkan Istana Neraka untuk mencari tahu di mana keberadaan Mo Lian.
Yan Luo tertawa terbahak-bahak saat memikirkan apa yang akan terjadi nanti, ia bisa meningkatkan kekuatannya lebih tinggi lagi dengan cara memurnikan tubuh Mo Lian. Bahkan, mungkin saja ia bisa menjadi manusia lagi, dan menguasai Alam Semesta.
"Lalu apa jika kau berhasil mengalahkan mereka? Mereka hanyalah semut kecil, tapi, aku harus berterima kasih padamu karena membunuh mereka. Aku tidak perlu repot-repot untuk keluar dari sini."
Yan Luo mengeluarkan aura kultivasi puncaknya, yang mana berada di Ranah Heavenly Immortal tahap Akhir.
"Alam Hanzi adalah tempat kekuasaan ku, aku adalah aturan dan hukum. Aku bisa membunuhnya dengan mudah!"
__ADS_1
Yan Luo sangat percaya diri dengan kemampuan yang ia miliki mampu mengalahkan dan membunuh Mo Lian. Tapiz yang tidak ia ketahui adalah fakta tentang Tao Wu yang bersembunyi di Alam Hanzi.
Tao Wu yang merupakan Ranah God saja bisa dikalahkan dengan mudahnya oleh Mo Lian, apalagi Yan Luo yang sebatas tahap Akhir dari Heavenly Immortal. Terlebih lagi, saat ini Mo Lian sedang berusaha untuk menembus Ranah God!
***
Dunia Kecil
Inti Spiritual yang belasan tahun lalu seukuran kepalan tangan, kini sudah berubah menjadi ukuran ibu jari, aura yang dikeluarkan juga tidak sekuat, sepadat dan seganas sebelumnya. Kesadaran dari Tao Wu juga sudah menghilang, tertelan oleh kesadaran Mo Lian yang lebih kuat.
Mo Lian membuka mulutnya, mengeluarkan aura biru keemasan yang sangat murni dan kuat. Bahkan, hanya dari embusan napasnya, tumbuh-tumbuhan di sekitar mulai tergerak dan menunduk mengarah ke arah Mo Lian, memberikan penghormatan seperti 'Makhluk Suci' telah terlahir ke dunia.
Bang!
Dentuman keras tiba-tiba terjadi ketika Mo Lian membuka matanya, terlihat ada cahaya biru yang melonjak naik ribuan mil ke langit, menembus udara seperti pisau tajam.
Booom!
Cahaya itu meledak setelah mencapai ketinggian tertentu, kemudian menyebar ke segala arah membentuk cincin biru yang menciptakan gelombang udara kuat.
Tubuhnya mulai melayang perlahan, meninggalkan daratan di mana ia duduk bersila.
Ngung, ngung...
Dengungan keras mulai terdengar di langit dengan fluktuasi energi spiritual yang berkumpul di sana, itu adalah tanda bahwa Mo Lian akan menerobos Ranah God, Ranah yang ia nanti-nantikan.
"Aku tidak percaya akan menerobos Ranah God."
"Tapi, jika mengingat seberapa kerasnya aku berusaha dan rasa sakit yang aku alami, selalu berganti-ganti kulit dan daging, sudah semana mestinya bisa mencapai Ranah God."
Mo Lian tidak tahu harus menghadapi apa saat menerima Kesengsaraan Petir ini. Di kehidupan sebelumnya, hanya Kesengsaraan Surgawi yang pernah ia panggil. Tidak pernah memanggil Petir Manusia dan Petir Putih.
"Aku harus bersiap-siap untuk menerimanya, dan aku harap tidak ada hal yang mengganggu ..."
"Oh?!" Mo Lian menaikkan sebelah alisnya, lalu tersenyum dingin dengan keinginan membunuh yang terpancar dari matanya.
"Setelah menerobos, aku akan mendatangi kalian. Istana Neraka!"
...
***
__ADS_1
*Bersambung...