Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 60 : Berdua Bersama Qin Nian


__ADS_3

Sudah berkumpul belasan orang di ruang keluarga, ditambah dengan tiga orang penghuni baru di Mansion Bai Long, yang merupakan teman Mo Fefei sekaligus keluarganya yang bekerja di cafe, yang mana sebelumnya telah disetujui akan bekerja di mansion.


Meski dikatakan penghuni baru, namun ketiga orang itu tidak turut bergabung dalam pembahasan. Bagaimanapun ketiganya tidak terlalu mengerti, bahkan bisa dibilang tidak akan paham dengan pembicara yang akan dilangsungkan.


Mo Lian menatap ketiga muridnya yang duduk di sofa seberang. "Kekuatan tertinggi kalian hanya berada ditingkat Fase Mendalam tahap Menengah. Usahakan dalam satu sampai tiga bulan ke depan, salah satu dari kalian ada yang sudah menembus Fase Lautan Ilahi."


Ketiganya terperangah tak percaya dengan apa yang mereka dengar. Tiga bulan? Mustahil. Qin Zhang menangkupkan kedua tangannya mengarah pada Mo Lian. "Maaf Master. Apakah ada hal khusus yang membuat Anda memerintahkan kami semua untuk menembus Fase Lautan Ilahi?"


Mo Lian terdiam sejenak, ia menyandarkan badannya di sofa. Ia menengadahkan kepalanya menatap langit-langit ruangan, ia tidak tahu harus bagaimana menjelaskannya kepada mereka semua tentang hal yang dipikirkannya. Tidak lama kemudian, ia menghela napas panjang, kemudian menegakkan badannya kembali menatap murid-muridnya. "Organisasi Dunia Hitam dipimpin oleh seorang Ranah Inti Perak tahap Akhir. Seharusnya sangat mudah bagi mereka jika ingin menguasai seluruh Daratan Huaxia, bahkan Bumi. Tapi anehnya mereka tidak ingin melakukannya, dan alasannya adalah karena dalam waktu dekat akan ada peristiwa besar ...


Ia mengambil cangkir berisikan sirip dan meminumnya, kemudian meletakkannya kembali dan melanjutkan penjelasannya, "Aku berpikiran jika itu adalah harta langit dan bumi, yang sangat berguna untuk meningkatkan kekuatan Pejuang. Karena itulah, Organisasi Dunia Hitam tidak bergerak sedikitpun untuk menjaga kekuatan mereka yang akan digunakan saat perburuan mendatang ..."


"Pada saat itu, aku menduga akan banyak sekali Pejuang ditingkat Fase Lautan Ilahi, bahkan mungkin saja ada Ranah Inti Perak lainnya yang keluar dari persembunyiannya setelah mengurung diri selama ribuan tahun."


Mereka semua terdiam saat mendengar penjelasan Mo Lian. Terlebih lagi Qin Zhang dan Qin Tian yang merupakan seorang Pejuang berpengalaman meski hanya berada ditingkat awal, mereka tahu kelangkaan seorang Fase Mendalam, Lautan Ilahi, apalagi Ranah Inti Perak. Namun setelah melihat beberapa kali Pejuang ditingkat Fase Lautan Ilahi, mereka hanya menganggukkan kepalanya.


"Aku masih memiliki rempah maupun herbal dari kompensasi yang diberikan oleh Pasukan Taring Naga dan Aliansi Beladiri Huaxia. Besok kalian datanglah pagi-pagi sekali ke sini, aku akan mempraktikkan array khusus, seberapa banyak kalian menyerapnya, itu tergantung pada usaha kalian." Mo Lian melanjutkan perkataannya. Ia berharap dengan array yang dibuatnya besok dapat meningkatkan kekuatan keluarga serta murid-muridnya.


Qin Zhang menganggukkan kepalanya. Kemudian ia kembali menangkupkan kedua tangannya sebagai tanda penghormatan, berbeda seperti sebelumnya, kini ia selalu memberi hormat pada Mo Lian saat ingin berucap. Alasannya sangat sederhana, itu karena Mo Lian yang merupakan Masternya, sekaligus orang yang dianggapnya sebagai Dewa.


"Apakah saya harus mengabarkan hal ini pada Keluarga Yun?"


Mo Lian terdiam sejenak dengan kepala bersandar di kedua tangannya yang bertumpu di atas paha, meski Keluarga Yun merupakan orangnya. Tapi ia tidak tahu apakah harus membawa mereka ataukah tidak, pasalnya mereka telah kembali ke Kota Xi'an. Setelah cukup berpikir, ia mendongakkan kepalanya menatap Qin Zhang. "Tentu."


Qin Zhang menganggukkan kepalanya, ia berdiri dari sofa dan menangkupkan kedua tangannya mengarah pada Mo Lian. "Kalau begitu kami pulang dulu, Master."


Dengan tangan kanannya menekan sofa, Mo Lian berdiri dari tempat duduknya, ia menaikan satu tangannya untuk membalas salam dari Qin Zhang yang ditujukan untuknya. "Baik."

__ADS_1


Qin Zhang dan lainnya berjalan keluar kediaman setelah berpamitan pada Mo Lian. Hanya saja Qin Nian berjalan lambat seperti enggan meninggalkan tempat duduknya, setiap beberapa langkah, ia akan berhenti dan menolehkan kepalanya menatap Mo Lian.


Kedua orangtua Qin Nian yang melihat putrinya seperti itu hanya bisa menggelengkan kepalanya. Keduanya akan mendukung penuh Qin Nian jika memang itu yang diinginkannya, bahkan jika Qin Nian tidak menginginkannya, mereka berdua tetap akan menyakinkan putrinya untuk membuat hubungan dengan Mo Lian.


"Tinggallah di sini jika kau mau." Mo Lian berjalan menggenggam pergelangan tangan Qin Nian.


Qin Nian menghentikan langkahnya, ia berbalik menatap wajah Mo Lian dengan mata berkaca-kaca, tanpa sadar ia berjalan mendekati Mo Lian dan memeluknya erat. "Terimakasih," ucapnya pelan seraya membenamkan wajahnya di dada Mo Lian.


Keluarga Qin terdiam dengan mulut sedikit terbuka saat melihat Qin Nian memeluk Mo Lian. Mereka semua tersenyum penuh makna dan mengangkat jempol kanannya sebagai tanda berjuang untuk Qin Nian. Kemudian mereka semua melanjutkan perjalanan menuju pintu keluar meninggalkan Qin Nian di Mansion Bai Long.


Mo Lian terkejut saat tiba-tiba ia dipeluk oleh Qin Nian. Tapi meski begitu ia tidak melepaskan pelukan Qin Nian, malah ia membalas pelukan itu dan juga mengusap lembut punggung serta rambut indah Qin Nian.


Su Jingmei dan Mo Fefei juga sedikit terkejut saat melihat Mo Lian membalas pelukan Qin Nian. Keduanya saling menatap, kemudian berjalan meninggalkan Mo Lian dan Qin Nian di ruang keluarga.


"Qin Nian—"


Masih memeluk Qin Nian, Mo Lian menolehkan kepalanya ke sisi lain. Ia menggaruk pipi kanannya yang tidak gatal, ia tidak menyangka akan mendapati permintaan seperti itu dari Qin Nian.


Memanggil namanya langsung? Itu terlalu cepat. Tidak! Jika dipikirkan lagi, keduanya juga sudah terlalu dekat untuk dipanggil Master dan Murid, bahkan keduanya tidak merasa malu untuk berpelukan di depan masing-masing keluarga.


Mo Lian menghela napas panjang, ia menundukkan kepalanya membalas tatapan mata Qin Nian. "Baiklah. Nian? Ngomong-ngomong, bukankah kita terlalu dekat? Ini seperti mengatakan bahwa kita adalah seorang pasangan."


Pasangan? Dengan Mo Lian? Qin Nian terdiam dengan wajah yang telah memerah bagaikan kepiting rebus, ia kembali membenamkan wajahnya di dada Mo Lian dan memeluknya lebih erat dari sebelumnya.


Mo Lian tersenyum tipis, ia menatap kosong di depannya dengan tangan yang masih mengusap rambut Qin Nian. Apakah aku harus berpaling? Dari Master yang ada di Galaxy Pusat, menjadi Qin Nian yang berada di depanku. Berbicara tentang Master, aku sudah berulang kali mengungkapkan perasaanku padanya. Namun Master selalu menolak dan hanya menganggapku sebagai adik kecilnya.


Tidak! Mo Lian menggelengkan kepalanya. Bahkan jika ia ingin menjadikan Qin Nian sebagai pasangannya, itu masih terlalu cepat. Untuk saat ini ia lebih mementingkan menghilangkan Organisasi Dunia Hitam, mencari ayahnya yang telah lama menghilang, bertemu dengan Masternya, dan kembali ke Galaxy Pusat.

__ADS_1


"Ada apa?" Qin Nian mendongakkan kepalanya menatap Mo Lian dengan pandangan khawatir.


Mo Lian menundukkan kepalanya, ia tersenyum lembut membalas tatapan Qin Nian. "Tidak ada. Ngomong-ngomong, sampai kapan kita berpelukan?"


"Ah!" Qin Nian tersentak, ia melepaskan pelukannya kemudian mendorong Mo Lian untuk sedikit menjauh. Beberapa detik kemudian, ia terdiam saat merasa bahwa tindakannya salah. Dengan perasaan yang canggung, ia mendongakkan kepalanya menatap Mo Lian. "Ma- Maaf, Master," ucapnya pelan hampir seperti berbisik.


Mo Lian tersenyum, ia menggelengkan kepalanya. "Tidak apa-apa. Apakah kau mau menginap di sini?"


Dengan kepala tertunduk malu dan wajah memerah, Qin Nian memainkan jari-jarinya. "A- Aku mau. Ta- Tapi, aku tidak membawa baju ganti," jawabnya pelan.


"Kalau begitu. Aku akan menemanimu mengambil baju ganti, atau lebih baik kita membelinya lagi? Kebetulan aku sedang mencari pakaian, baju di lemariku masih baju-baju lama."


Qin Nian mendongakkan kepalanya."Ba- Baik."


Mo Lian menarik tangan Qin Nian dan berjalan menuju pintu keluar. Keduanya masuk ke dalam mobil yang terparkir di halaman, kemudian Qin Nian mengemudikan mobilnya menuju pusat perbelanjaan di Kota Chengdu.


Sebenarnya Mo Lian tidak terlalu memikirkan tentang penampilannya, tapi ia berasalan ingin membeli baju hanya karena ia ingin melanjutkan jalan-jalan bersama mereka tadi pagi yang batal.


Berbicara tentang jalan-jalan, hari ini masih pukul 16.30. Jadi mereka berdua masih memiliki banyak waktu sampai hari esok, tapi meski begitu, tentunya mereka tidak terlalu bisa untuk berjalan-jalan seperti sebelumnya. Itu karena sudah banyak yang mengenal wajah Mo Lian semenjak pertarungan yang terjadi di Perusahaan Heiqiu.


Bahkan jika ia tidak bertarung, jalan-jalan bersama dengan Qin Nian juga tetap terganggu. Itu karena Qin Nian merupakan Dewi kecantikan yang setara dengan Bintang Huaxia, Yun Ning. Sehingga akan selalu banyak pria-pria yang mengganggu keduanya.


Semoga saja jalan-jalan kali ini berjalan dengan lancar.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2