Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 439 : Simbol Dewa: Satu Garis!


__ADS_3

Sembilan Energi Dewa menyatu dengan Satu Kesatuan Niat Pedang. Aura tajam datang dari segala arah yang menekan Dewa Abadi Surgawi, dan sayatan-sayatan kecil mulai bermunculan di permukaan kulitnya tanpa ada serangan apa pun.


Dewa Abadi Surgawi tidak bisa bergerak. Jika dia menggunakan tangannya untuk menyerang, maka dia tidak bisa menahan dua telapak tangan yang mencoba menghancurkannya. Adapun kaki, dia adalah Dewa Abadi yang mengkhususkan diri pada tangan dan mantra. Dan, pekerjaan aslinya adalah mengawasi di bawah Dewa Abadi Cermin Surgawi.


Jadi, dia tidak dikhususkan untuk bertarung. Tapi dia percaya diri bahwa di Alam Semesta tidak ada yang bisa mengalahkannya, tapi siapa kira, hanya Kesadaran Ilahi bisa menekannya sampai seperti ini.


"Haaaaa!" Dewa Abadi Surgawi berteriak keras. Darah emas di tubuhnya terbakar dan retakan di tubuhnya terus meluas seperti sarang laba-laba. Kekuatan yang dibawanya meningkat dua kali lipat. "Hancur!"


Dengan ledakan keras, Dewa Abadi Surgawi mendorong semua kekuatannya untuk menghancurkan sekitarnya.


Tangan biru yang menekan Dewa Abadi Surgawi, mulai retak perlahan, tapi tak lama kemudian langsung meledak menjadi serpihan cahaya.


Dewa Abadi Surgawi mengayunkan tangannya, melepaskan pukulan ke arah Sembilan Energi Dewa.


Pukulan berbentuk naga meraung ke arah Sembilan Energi Dewa yang membentuk pedang.


Saat kedua serangan bertemu, ledakan keras yang mengguncang Wilayah Barat, Utara, Tengah dan Selatan terjadi. Gelombang kejut mengerikan menyapu semua kehidupan dalam radius ratusan juta mil dari pusat ledakan.


Dewa Abadi Surgawi berpindah dengan kecepatan kilatnya, tiba di depan Pohon Dunia. Enam tangannya melintas seperti bayangan yang terus memukul Pohon Dunia dengan kekerasan.


Pohon Dunia tidak mungkin membiarkan dirinya dipukuli oleh Dewa Abadi Surgawi. Mundur selangkah, kemudian ratusan sulur tersembunyi di dalam dahan mulai melesat tajam seperti ular yang menerjang Dewa Abadi Surgawi.


Pohon Dunia membalas serangan dengan mengendalikan sulur yang tumbuh. Sulur itu seperti cambuk, menyerang secara membabi buta.


Tapi, Dewa Abadi Surgawi yang menggunakan Teknik Pembakaran Darah, memiliki kekuatan lebih tinggi. Satu pukulannya akan menciptakan ledakan udara yang mendorong puluhan sukur secara bersamaan, dan semakin banyak darah yang dikorbankan, semakin kuat pula menjadi.


Kunpeng membuka mulutnya dan mengeluarkan jeritan keras yang menusuk telinga, membuat gerakan Dewa Abadi Surgawi melambat.


Swoosh! Bang!


Salah satu sulur mencambuk tubuh Dewa Abadi Surgawi yang melambat karena getaran pada tulangnya, membuat Dewa Abadi Surgawi terlambat menahan serangan dan membuatnya terhempas.


Celah ruang kembali terbuka, kali ini muncul di bawah Dewa Abadi Surgawi dan terlihat tangan biru lain yang keluar dari sana. Tangan itu membawa aura penindasan yang tak terbayangkan, dan setiap jarak yang diambilnya akan menghancurkan ruang sekitar.


Bang!


Dewa Abadi Surgawi terkena tamparan dari tangan biru yang muncul dari celah ruang. Tubuhnya kembali terhempas dan retakan di tubuhnya semakin besar, bahkan tulang-tulangnya mulai terlihat dan energinya terus terkuras.

__ADS_1


Whooooosh!


Tiba-tiba ada yang melintas melebihi kecepatan yang bisa dilihat Dewa Abadi Surgawi, dan saat dia sadar, dia menyadari bahwa empat tangan di punggungnya telah menghilang.


Dewa Abadi Surgawi berbalik dan ingin mengambil tangan-tangannya, tapi sebelum dia bisa meraihnya, tiba-tiba pusaran hitam datang di sampingnya. Pusaran itu menghisap tangan Dewa Abadi Surgawi, dan saat memasuki lorong, tangan itu terlihat mengering dengan kecepatan yang bisa dilihat oleh mata sebelum akhirnya hancur menjadi debu.


Dewa Abadi Surgawi yang melihat ini, tercengang dan tiba-tiba merasakan ketakutan terbesar mulai bangkit di dalam hatinya. Meski dia tidak pernah melihatnya sendiri dan hanya mendengarnya dari cerita, dia tahu apa yang muncul di depannya, Jalur Enam Reinkarnasi!


Dewa Abadi dari Alam Selestial tidak boleh bersentuhan dengan Jalur Enam Reinkarnasi, karena mereka akan mendapatkan hukuman seperti pengurangan pada Hukum yang mereka kuasai. Seperti Dewa Abadi Cermin Surgawi, salah satu Hukum yang dikuasi adalah Hukum Ruang dan Waktu. Jika memasuki Jalur Enam Reinkarnasi, dia harus membayar Hukum Ruang dan Waktu sebagai bayaran. Dan, selama hidupnya tidak akan bisa menguasai Hukum itu lagi.


Jika manusia memasuki Jalur Enam Reinkarnasi, mereka hanya akan terlahir kembali dengan ingatan yang terhapus. Tapi Dewa Abadi di Alam Selestial tidak mengenal yang namanya reinkarnasi, jika mereka mati, maka mati!


Adapun Dewa Hanzi dari Alam Hanzi yang memasuki Jalur Enam Reinkarnasi, ada dua kemungkinan: antara terkena hukuman dari Kaisar Dewa Agung, atau karena Dao yang diambilnya mengharuskannya untuk bereinkarnasi berkali-kali.


Memanfaatkan kesempatan di mana Dewa Abadi Surgawi terpukul atas pemikirannya sendiri. Mo Lian yang mengendalikan Kesadaran Ilahi-nya dari jauh, menggunakan Sembilan Energi Dewa, Satu Kesatuan Niat Pedang dengan Alam Semesta dan Jalur Enam Reinkarnasi sebagai satu serangan.


Suara mendesing! Celah ruang hancur di sekitar pedang hitam di atas Dewa Abadi Surgawi.


Dewa Abadi Surgawi tersentak, kembali sadar dalam lamunannya saat mendengarnya. Tapi bahkan sebelum sempat melihat, tiba-tiba ada garis hitam di tubuhnya dari atas kepala sampai bawah.


Kemudian dengan ledakan membosankan, tubuh Dewa Abadi Surgawi hancur menjadi serpihan cahaya emas.


Pohon Dunia, Kunpeng, Satu Kesatuan Niat Pedang, Sembilan Energi Dewa, dan Jalur Enam Reinkarnasi mulai menyerap Energi Yang dengan gila-gilaan. Terutama Pohon Dunia, di mana ukurannya terus membesar sampai mampu menyamai galaksi dan sulur-sulur yang dibawanya mampu membelah galaksi.


Setelah waktu yang tidak diketahui, mereka semua menghilang bersama dengan Kesadaran Ilahi Mo Lian yang kembali.


...***...


—Bintang Hijau, Galaksi Xuan, Wilayah Selatan—


Mo Lian yang duduk bersila, diawasi oleh istri-istrinya yang sudah menunggu selama beberapa jam. Tapi mereka tidak berani mengganggu, bahkan meski mereka khawatir saat melihat darah yang mengalir dari sudut bibirnya.


Di bawah tatapan waspada Hong Xi Ning, Qin Nian dan Yun Ning. Tiba-tiba, cahaya emas membungkus tubuh Mo Lian dengan angin kencang yang bertiup di atasnya seperti badai.


Qin Nian dengan sigap menarik Xiao Yi ke dalam pelukannya dan melindunginya agar tidak diterbangkan angin.


Mo Lian yang merasa ada perubahan energi di tubuhnya, mulai mengendalikan energi baru untuk menjadi miliknya sendiri.

__ADS_1


Seperti lubang hitam, pusaran cahaya biru muncul di atas kepala Mo Lian. Pusaran itu menarik semua energi emas yang merupakan Energi Yang, tapi energi itu bukan miliknya. Saat dihisap oleh pusaran biru, Energi Yang mulai mengalami perubahan, itu menyatu dengan tubuhnya tanpa efek samping.


Tapi Mo Lian tidak ingin cepat senang, dia terus melakukan pengecekan terhadap Energi Yang sampai benar-benar menyatu dengannya dan tidak merusak tubuhnya di masa depan. Akan buruk jika dia sudah kuat, tapi ternyata energi ini membawa manfaat buruk di kemudian hari seperti mengambil alih kendali atas tubuhnya.


Mo Lian menggunakan Jalur Enam Reinkarnasi untuk mengubahnya menjadi Energi Yin yang berguna bagi pertumbuhan Pohon Yin Surgawi. Walaupun dia akan kekurangan Energi Yang, tapi lebih sulit untuk mencari Energi Yin, dia bisa mencari Energi Yang kapan saja, hanya perlu berkultivasi di bawah sinar matahari dengan Teknik Kultivasi Yang.


...


Waktu bergulir, sampai akhirnya semua energi yang menyelimutinya habis, angin berhenti bertiup dan aura Mo Lian kembali tenang.


Tapi, belum sampai satu menit, tiba-tiba ada sayap emas yang muncul di belakangnya. Sayap emas itu menembus pakaiannya dan tertanam di punggungnya.


"Ugh!" Mo Lian menggigit bibirnya saat merasakan sakit di punggungnya. Asap putih seperti pembakar keluar dari punggungnya dan suhu mulai naik sampai membakar atasannya.


Hong Xi Ning khawatir dengan keadaan Mo Lian. Dia pergi belakangnya dan mengamati punggungnya, terlihat ada lambang sayap emas di punggung Mo Lian, itu mengeluarkan aura kuat yang membuatnya mundur beberapa langkah.


Mo Lian membuka matanya saat suhu di tubuhnya mulai menurun. Sayap di punggungnya tidak lagi mengeluarkan suhu panas maupun tekanan tinggi.


Mo Lian membuka dan mengepalkan tangannya berkali-kali saat merasakan peningkatan kekuatannya. "Aku merasa kekuatanku meningkat dua kali lipat. Apakah ini yang namanya, Ras Manusia adalah yang terkuat di Tiga Alam. Mengambil jalan dengan membunuh Dewa Hanzi dan Dewa Selestial. Yin dan Yang bersatu, menciptakan Alam Semesta dan menjadi yang terkuat karena memiliki energi yang lengkap."


Mo Lian merenung. Dia penasaran sudah berapa banyak Dewa Hanzi dan Dewa Selestial yang dibunuh Hong Xi Jiang untuk mendapatkan kekuatan seperti itu.


"Jalanku masih panjang, masih banyak Dewa Selestial yang berada di Alam Selestial. Dan, Jalur Enam Reinkarnasi tidak boleh selalu digunakan, ini seperti pedang bermata dua. Aku bisa menakut-nakuti Dewa dari Alam Selestial, tapi aku juga bisa mengekspos tempatku berada."


Seperti yang ada di Catatan Kaisar Manusia: Dewa dari Alam Selestial sudah menghancurkan Jalan Enam Reinkarnasi, dan apabila keberadaannya yang memahami Jalur Enam Reinkarnasi terungkap, dia pasti akan menjadi buronan.


Dia sudah memiliki Pohon Yin Surgawi, dan sekarang memahami Jalur Enam Reinkarnasi, dia tidak bisa menghindar.


Jika hanya memiliki Pohon Yin Surgawi, mungkin masih bisa selamat, dia hanya perlu membuangnya. Tapi Jalur Enam Reinkarnasi, bukankah itu berarti dia harus mati?


Mo Lian menghela napas. Dia melambaikan tangannya, membuatnya kembali berpakaian.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2