Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 76 : Membuat Cincin Ruang


__ADS_3

Dengan pedang masih di tangan kanannya, ia mengayunkan pedangnya memotong tulang-tulang ular yang melengkung di depan matanya. Kemudian membawa tulang yang telah di potong ke pinggir Danau Spiritual untuk dibasuh.


Wu Yengtu dan lainnya menghentikan kegiatan mereka, meski sudah membuat pembatas untuk Danau Spiritual, mereka lebih memilih untuk melihat apa yang akan dibuat Mo Lian.


"Lian. Apa yang kau lakukan?" Xu Xumei berjongkok di samping Mo Lian, ia memandangi tulang yang sedang dibasuh.


"Membuat Cincin Ruang."


Setelah selesai dibasuh, ia mendiamkannya sejenak agar tulang itu menyerap air dari Danau Spiritual. Tidak lama kemudian, ia mengalirkan energi spiritualnya ke jari telunjuk membentuk jarum kecil yang sangat tajam.


Mo Lian menggerakkan jari telunjuknya dengan hati-hati untuk memotong tulang yang telah dibasuh dan semakin keras. Perlahan, tulang itu terpotong membentuk piringan kecil yang pas untuk digenggam.


Tidak berhenti disitu saja, ia kembali menggerakkan jari telunjuknya untuk membuat lubang di piringan tulang, cukup sulit untuk menembusnya dan membuat lingkaran sempura di tengah-tengah.


Sepuluh menit berlalu, keringat deras membasahi wajah Mo Lian. Ia hampir menyelesaikan membentuk lubang sempurna di tengah-tengah, ia sangat fokus sampai mengabaikan tatapan mata Xu Xumei dan lainnya.


Lima menit kemudian, ia telah menyelesaikan membentuk lubang sempurna. Tulang ular yang besar sudah berubah menjadi gelang kasar, sekarang hanya perlu menyempurnakan sudut-sudutnya agar lebih halus.


Mo Lian menyebarkan energi spiritualnya di kedua telapak tangannya, membuat gelang kasar itu melayang di antara kedua telapak tangannya yang berada di depan dada. Perlahan, gelang kasar itu mulai terasah dan sudut-sudutnya menghalus.


Tiga puluh menit kemudian, sudut-sudut gelang mulai terbentuk dan tak lagi kasar seperti sebelumnya. Tapi ia tidak berhenti disitu saja, Mo Lian kembali menggunakan jari telunjuknya untuk membuat lubang guna Batu Spasial dapat ditanam.


Proses ini juga cukup menyusahkan, ia harus lebih fokus dari sebelumnya untuk membuat lubang sebesar jari kelingking di atas permukaan gelang. Ketebalan gelangnya sendiri hanya setebal satu centimeter, hanya beberapa milimeter lebih besar dari ukuran Batu Spasial yang akan ditanam nantinya.


Untuk melubanginya juga tidak boleh sembarangan, ia harus membuatnya lebar di luar dan semakin mengecil di dalamnya tanpa ada kecacatan. Jika saja ia sudah berada pada Ranah Inti Emas ataupun Alam dan Manusia, ia tidak perlu terlalu berusaha untuk membuat Cincin Ruang.


Dua puluh menit berlalu, Mo Lian sudah menyelesaikan pekerjaan awalnya. Selanjutnya adalah mengukir pola-pola yang melingkar di permukaan gelang, untuk tugas kali ini puluhan kali lebih sulit. Jika ia membuat sedikit saja kesalahan, maka ia harus membuatnya lagi dari awal.


Xu Xumei menatap wajah Mo Lian yang berkeringat. "Apakah sudah selesai?"


Mo Lian menolehkan kepalanya, kemudian menggeleng pelan. "Belum. Ini bahkan masih tahap awalnya saja."


Setelah mengatakan itu, Mo Lian kembali fokus pada gelang di tangannya. Ia mulai mengalirkan energi spiritualnya kembali pada jari telunjuknya dan mulai mengukir pola formasi.

__ADS_1


Formasi yang diukirnya adalah formasi yang memungkinkan energi spiritual di sekitar terus mengalir pada Batu Spasial, dan diberikan fungsi sebagai pembuka pada formasi, yang mana jika sang pengguna mengalirkan energi spiritualnya, maka Cincin Ruang akan aktif.


Xu Xumei dan lainnya hanya terdiam saat melihat apa yang dilakukan Mo Lian. Mereka semua sangat kagum dengan pengendalian energi spiritual yang sangat mahir dan liar biasa, terlebih lagi untuk mengukir menggunakan jarum.


Waktu terus berlalu dengan cepat, tidak terasa sudah satu jam terlewati semenjak Mo Lian mengukir pola. Entah sudah berapa lama ia berada di dalam gua, ia tidak tahu di luar masih siang hari atau sudah malam.


"Akhirnya!" Mo Lian berdiri dari tempat duduknya sembari mengangkat tinggi-tinggi tangan kanannya.


"Apakah sudah selesai?" Xu Xumei menatap gelang yang digenggam Mo Lian.


"Belum."


Bibir Xu Xumei berkedut-kedut saat mendengar jawaban Mo Lian. Ia tidak berharap akan dipermainkan oleh cucunya sendiri, ia mengangkat kedua tangannya dan mencubit pipi Mo Lian. "Oh! Apakah kau suka sekali mempermainkan Nenekmu? Aku kira kau sudah menyelesaikannya."


"Nhenek, itu shakit." Mo Lian memegang kedua tangan Xu Xumei yang masih mencubit pipinya.


Xu Xumei menaikkan sebelah alisnya, ia tahu apa yang dikatakan Mo Lian tidak benar. Tidak mungkin Mo Lian akan merasakan rasa sakit hanya karena cubitan kecilnya, tapi meski begitu ia tetap melepaskan cubitannya dan mengusap lembut pipinya. "Hehehe. Maafkan Nenek."


Mo Lian tersenyum, ia menolehkan kepalanya. "Jika kalian semua ingin duluan. Silakan saja, aku masih membutuhkan 30 menit sampai satu jam lagi," ucapnya sembari merogoh kantung celananya.


"Oh? Baiklah." Mo Lian menganggukkan kepalanya, kemudian kembali duduk di tepi danau.


Mo Lian kembali membuka kedua telapak tangannya di depan dada. Ia menyebarkan energi spiritualnya di antara kedua telapak tangan dan menggerakkan Batu Spasial agar berada di antara kedua telapak tangannya. Perlahan, Batu Spasial yang berukuran sekepalan tangan itu mulai terkikis oleh sayatan angin.


Dua puluh menit kemudian, Batu Spasial mengecil dengan pasti. Kini ukurannya setengah dari kepalan tangan, namun ini masih jauh dari ukuran yang sesuai. Terlebih lagi Batu Spasial yang digunakan hanyalah bagian terdalam, dan sisanya itu tidak berguna dan menjadi sampah.


Dua puluh lima menit kemudian, ukurannya sudah mengecil seukuran dengan ibu jari. Semua orang yang melihat itu hanya terdiam, bagaimanapun mereka hanya pernah mendengar jika Cincin Ruang dalam legenda dan tak pernah melihatnya secara langsung.


Sepuluh menit kemudian, ukurannya sudah mengecil seukuran jari kelingking dengan bagian bawahnya semakin mengecil dan lancip. Mo Lian merendam Batu Spasial itu ke dalam air danau untuk beberapa menit lagi untuk menyerap energi spiritual dalam danau, kemudian mengangkatnya saat dirasa sudah cukup kuat.


Dengan energi jiwa dan spiritualnya, ia membuat gelang yang terbuat dari tulang dan Batu Spasial yang sudah dibentuk melayang di udara. Perlahan, ia menggabungkannya dengan hati-hati. Ketika Batu Spasial masuk pada tempatnya, pola-pola yang terukir di permukaan gelang bercahaya terang.


Cahaya itu berwarna putih keemasan yang menyilaukan mata. Energi spiritual di sekitarnya diserap dengan kecepatan yang tinggi, bahkan sampai membuat air dalam danau melonjak beberapa meter, dan angin yang berhembus kencang.

__ADS_1


Ketika cahaya meredup, keadaan di sekitarnya kembali hening seperti tidak pernah terjadi apapun.


Masih dengan gelang yang melayang di udara, Mo Lian melukai jari telunjuknya dan menerbangkan darahnya pada gelang itu. Gelang itu bergetar bersamaan dengan cahaya yang kembali bersinar, hanya saja cahaya ini berwarna biru mengikuti energi spiritual milik Mo Lian.


Cahaya itu berangsur-angsur mengecil, meredup dan kemudian menghilang. Ketika cahaya itu menghilang, gelang yang dibuatnya juga menghilang dan digantikan dengan cincin berwarna biru indah yang melesat menuju jari telunjuknya.


Cincin Ruang ini adalah Cincin Ruang khusus, ini tidak akan bisa dibuka oleh orang lain kecuali Mo Lian. Bahkan jika jarinya terputus, cincin ini tidak akan terlepas, tapi yang lebih menakjubkannya. Apabila orang yang memiliki cincin ini mati, cincin ini tetap tidak akan bisa dibuka kecuali yang membukanya memiliki kekuatan diatas pemiliknya dan pengendalian energi spiritual diatasnya. Jika tidak, cincin ini hanya akan meledak dan hancur begitu saja.


Mo Lian tersenyum, ia menatap cincin yang berada di jari telunjuknya kemudian menghela napas lega karena ia berhasil membuat Cincin Ruang.


Namun, beberapa detik kemudian Mo Lian menggelengkan kepalanya kecewa. Dibandingkan dengan usahanya dalam membuat Cincin Ruang, tapi kualitas yang didapatnya cukup rendah, ini hanya bisa menyimpan barang dalam 20.000 meter kubik. Itu termasuk ruangan yang sangat kecil, bahkan ini adalah kualitas rendah dari yang terendah.


"Seandainya aku memiliki Batu Spasial yang lebih bagus. Mungkin aku bisa membuatnya yang memiliki ukuran 50.000 sampai 100.000 meter kubik. Dan jika memiliki material dengan kualitas terbaik, mungkin bisa membuat Cincin Ruang tanpa batas ..."


Mo Lian terdiam sejenak, kemudian melanjutkan perkataannya, "Tapi untuk saat ini sudah lebih dari cukup. Aku bisa menyimpan setengah tumpukan herbal."


Mo Lian berbalik, ia menatap dua ruangan yang terdapat dua rempah maupun herbal yang menggunung tinggi. Sepertinya aku harus bolak-balik dari Kota Chengdu ke sini, atau jika tidak, aku tinggal menyewa puluhan mobil box untuk membawanya.


Ia berjalan menuju ruangan lain di dalam gua dan diikuti oleh Xu Xumei serta lainnya. Ia mendongakkan kepala menatap rempah dan herbal yang menggunung tinggi.


Mo Lian mengangkat tangan kanannya dengan telapak tangan yang terbuka, ia mengalirkan energi spiritual pada Cincin Ruang. Seketika di depannya terlihat pusaran angin yang memiliki daya hisap tinggi, pusaran angin itu mengisap setengah tumpukan herbal dan memasukkannya ke dalam Cincin Ruang.


Semua orang yang melihat itu hanya bisa terdiam dengan mata terbelalak lebar. "Luar biasa!"


...


***


*Bersambung...


**Cincin Ruang kan luas, kok gak muat?


Volume \= p × l × t

__ADS_1


100m × 20m × 10m \= 20.000 m³


Jadi ga usah nanya lagi kenapa ga muat inilah itulah. Ini bahkan ukurannya ga sampai setengah lapangan sepakbola**


__ADS_2