Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 214 : Bintang Tianjin (Petualangan Baru)


__ADS_3

Profound Ark yang bergerak di angkasa luar selama satu tahun penuh akhirnya mulai memasuki wilayah galaksi lain yang berdekatan dengan Galaxy Bima Sakti.


"Bintang Tianjin." Mo Lian berjalan keluar dari bangunan besar.


Ia mengenakan pakaian putih dengan rompi biru, membiarkan rambut hitam panjangnya terurai tertiup angin dari Profound Ark, dan di bagian pinggangnya terdapat Plat Giok lain yang telah disiapkan oleh Hong Xi Ning, untuk memudahkannya memasuki Bintang Tianjin.


Bintang Tianjin merupakan bintang pusat yang berada di galaksi yang didatangi Mo Lian kali ini. Bintang itu berwarna biru terang, yang merupakan pembatas bintang agar bagian dalamnya terjaga dan tidak ada serangan.


Untuk memasuki Bintang Tianjin sendiri diharuskan melewati Gerbang Dimensi yang sangat besar, bisa dilewati tiga Profound Ark berukuran Profound Ark milik Mo Lian.


Gerbang Dimensinya sendiri berada di empat titik yang mengelilingi Bintang Tianjin, dan seperti yang dikatakan Hong Xi Ning sebelum kepergiannya, Gerbang Dimensi dijaga oleh belasan Kultivator Dao Alam dan Manusia, serta Setengah Jiwa Emas.


Profound Ark Mo Lian berbaris dalam antrean yang tidak terlalu panjang. Setidaknya membutuhkan satu jam untuknya dapat bergerak ke depan Gerbang Dimensi, dan dimintai tanda pengenal.


Mo Lian mengangkat Plat Giok yang berada di pinggangnya, dan memperlihatkannya pada penjaga.


"Ini ..." Penjaga itu tidak bisa berkata-kata lagi saat melihat Plat Giok yang tidak biasa, dan tidak semua penjaga mengetahuinya. Hanya penjaga tingkat tinggi yang mengetahui tentang Plat Giok itu, dan hanya orang tertentu saja yang dapat memilikinya.


"Silakan masuk." Pria paruh baya mengenakan pakaian merah itu mempersilakan Mo Lian untuk masuk tanpa harus melakukan pemeriksaan lain.


Hal ini membuat bawahan dari pria paruh baya itu tidak mengerti dan menanyakan mengapa Ketua mereka seperti itu.


"Jika aku tidak bertugas hari ini, dan kalian mengusirnya. Kalian akan dibunuh oleh Tiga Kekaisaran!"


Mo Lian yang mendengar itu mengendalikan Profound Ark untuk memasuki Gerbang Dimensi dan melihat Plat Giok yang berada di tangannya. "Sepertinya, Plat Giok ini bisa menimbulkan masalah. Aku akan menyimpannya saja, dan memilih untuk terlihat sederhana. Namun, jika ada yang mencari masalah, kesederhanaan tidak akan bertahan lama dan berubah menjadi pembantai."


***


Profound Ark sudah memasuki Bintang Tianjin, dan sudah berada di Gerbang Dimensi lain yang mengantarkannya ke lautan awan putih nan indah. Mo Lian mengendalikan Profound Ark miliknya untuk turun, menembus awan putih.


Ia mencari suatu tempat yang merupakan hutan lebat, dan merasakan adanya tanda-tanda kehidupan monster berbagai tingkatan di sana.


Mo Lian melompat keluar dari Profound Ark, dan menyimpannya ke dalam Botol Penyimpanan.


Botol Penyimpan itu ia simpan lagi ke dalam Cincin Ruang pemberian dari Hong Xi Ning.


"Aura spiritual di sini lima kali lipat dari Negeri Surgawi."

__ADS_1


Mo Lian terdiam sejenak, kemudian melanjutkan perkataannya saat mengingat hal penting. "Berbicara tentang Negeri Surgawi, aku sudah membuat kekacauan di sana. Apakah Negeri Surgawi akan keluar dari dimensi dan menyerang Bumi?" Ia mengelus dagunya.


"Ah! Biarlah!" Mo Lian mengangkat kedua bahunya tidak ambil pusing.


Mo Lian duduk bersila di bawah pohon rindang, dan mulai menyerap energi spiritual di sekitar, untuk menstabilkan aliran energi dalam tubuhnya yang merupakan energi murni dari Bumi.


Walaupun penuh dengan monster, tapi tidak ada satupun yang menyerangnya, bahkan mendekati pun tidak. Semua monster dengan sengaja menjauhi tempat di mana Mo Lian berkultivasi.


Mo Lian berkultivasi untuk waktu yang cukup lama, dan saat ia membuka matanya kembali, kicauan burung terdengar dengan tetesan embun pagi di dedaunan, serta langit yang jingga.


"Aku baru menyadarinya, dan seharusnya aku tidak boleh melakukannya. Aku terlalu menempel pada Master, ini sama seperti Qin Nian dan Yun Ning yang selalu menggandeng lenganku. Tentunya hal itu membuat tidak nyaman."


Mo Lian menekan tangan kirinya di tanah dan tangan kanan di lututnya. Ia menopang badannya untuk berdiri dari tempatnya, dan terlihat banyak sekali monster yang mengelilingi, namun tidak ada satupun yang mengambil tindakan untuk menyerangnya.


"Aku sedang tidak ingin membunuh, pergilah."


Monster itu masih diam di sana untuk beberapa saat, kemudian pergi berbalik meninggalkan Mo Lian seorang diri.


Mo Lian berjalan santai ke arah barat, mengikuti suara aliran sungai yang tidak jauh darinya. Air sungai di depan Mo Lian terlihat sangat jernih dengan aliran yang deras, ia menoleh ke arah kiri, ke arah selatan di mana hilir berada.


"Setelah sampai di kota, aku harus mendapatkan sumber daya untuk latihan. Memang pemberian dari Master masih bisa digunakan untuk seratus tahun, tapi tidak mungkin aku selalu bergantung pada pemberian."


"Aku harus meninggalkan namaku di Bintang Tianjin, agar nama Mo Lingdao Xianzun tersebar!"


Lingdao adalah nama pemberian dari Hong Xi Ning saat ia menembus God dan menjadi Dewa Semesta.


Puluhan menit berjalan kaki, ia sudah keluar dari hutan lebat dan menemukan jalan yang dilalui oleh gerbong kereta dari arah timur ke barat. Ia menoleh ke arah barat, terlihat sebuah kota yang dilindungi oleh tembok kota setinggi 50 meter dengan tinggi gerbang 30 meter.


Mo Lian berjalan ke tepi jalan yang di lalui gerbong kereta, dan saat ia sudah setengah jalan, ia mencium baru darah manusia yang berasal dari dalam kota. Meski dari dalam kota, bukan berarti di dalam kota terjadi pembantaian.


Aku memang mencium bau darah, tapi melihat dari banyaknya orang lalu lalang memasuki kota, seharusnya kota itu aman. Hanya saja, ada suatu organisasi yang berjalan di jalan iblis dalam kultivasinya.


Apakah aku harus menghancurkannya sekarang? Tidak! Itu malah dapat merendahkan namaku, setidaknya aku harus hidup di sana seperti tidak tahu apa-apa. Jika mereka datang, barulah, hancurkan!


Mo Lian meyakini organisasi yang bersembunyi di sana menggunakan darah dari orang-orang berbakat maupun kuat, termasuk gadis suci untuk meningkatkan kekuatan. Jika ia memperlihatkan kekuatannya, pastinya akan ada yang mencari masalah dengannya, yang kemungkinan adalah organisasi tersebut.


Ketika Mo Lian terus berpikir, di sebelahnya ada sebuah gerbong kereta yang di jaga oleh puluhan prajurit berkuda yang kekuatan mereka ditingkat Inti Emas, dan Pemimpin dari pengawal ditingkat Setengah Alam dan Manusia.

__ADS_1


Untuk yang berada di dalam, ia merasa ada tiga orang. Inti Perak tahap Awal, Inti Emas tahap Menengah, dan Alam dan Manusia tahap Akhir.


"Anak muda, Tuan kami menawarkan diri untuk membawamu masuk ke dalam kota." Salah seorang pengawal berpakaian cokelat mendatanginya.


Mo Lian terdiam sejenak, memandangi gerbong kereta di depannya dan gerbang yang dijaga beberapa penjaga. Karena aku tidak memiliki identitas dan tidak bisa menggunakan Plat Giok Khusus.


"Terimakasih." Ia menangkupkan kedua tangan.


Mo Lian memasuki gerbong kereta, terlihat seorang pria paruh baya dengan jenggot hitam panjang mengenakan pakaian berwarna oranye dengan jubah rumpi merah.


Dua wanita yang terlihat hampir mirip, meski perbedaan usia keduanya sangat jauh. Berambut hitam panjang, yang satunya dibiarkan terurai dan yang lain diikat seperti wanita yang sudah berkeluarga.


Mengenakan pakaian biru muda dengan hiasan bunga, dan yang lain, yang terlihat seperti sudah berkeluarga itu mengenakan pakaian tambahan yang merupakan rompi biru.


"Aku adalah Zhang Jianheeng." Pria paruh baya itu mengenalkan dirinya. Kemudian ia memperkenalkan dua wanita lain secara bergantian. "Putriku, Zhang Annchi, dan cucuku Zhang Fang Yin."


Mo Lian mengangguk kecil, kemudian membalasnya, "Mo Lingdao."


Zhang Jianheeng tertegun sebelum akhirnya berbicara. Entah mengapa ia merasa nama pemuda di sebelahnya sangat mendominasi, dan tidak seharusnya ia mendengar nama itu. "Nama yang bagus."


"Terimakasih." Mo Lian tersenyum tipis. Ia merasa pria di depannya adalah seorang Walikota di kota yang akan didatanginya, dan ia tidak merasakan aura hitam dari Zhang Jiangheeng, yang artinya Zhang Jiangheeng bukanlah Kultivator Iblis atau memiliki niat buruk padanya.


Zhang Jiangheeng menarik jenggotnya. "Ngomong-ngomong, dari mana kau berasal?"


"Bintang terbengkalai yang tidak pantas untuk disebutkan." Mo Lian tidak ingin memberi tahu dari mana tempat asalnya datang, karena itu bisa menimbulkan suatu masalah yang tidak perlu.


Ketiga orang itu tertegun tidak habis pikir. Bintang terbengkalai memang tidak pantas untuk disebutkan, dan tidak pantas berada di satu gerbong dengan mereka. Namun, Zhang Jiangheeng berpikiran lain, ia merasa Mo Lingdao adalah kekuatan.


Zhang Jiangheeng mengirimkan transmisi suara pada Putri dan Cucunya. "Meski dia dari bintang terbengkalai, tidak ada salahnya untuk mengenalnya. Di usianya yang masih muda, dia sudah ditingkat Inti Emas tahap Awal. Termasuk pemuda yang sangat berbakat."


Mo Lian yang merasakan tatapan ketiga orang itu hanya tersenyum tipis dan melihat keluar melalui jendela di sebelah kirinya. Jika mereka tahu bahwa aku hampir menembus Jiwa Emas, apa yang akan terjadi.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2