
Mo Lian berjalan lebih dalam lagi ke selatan kota, tidak ada lagi manusia yang berada dalam radius beberapa puluh mil darinya, ini seperti mengatakan semua Kultivator Iblis di Kota Mengyin sudah terbunuh seluruhnya.
Sepanjang jalan yang ia lalui, yang mana beberapa hari lalu belum sempat ia jelajahi. Banyak sekali kerangka tulang yang tergeletak di jalanan, bahkan beberapa menggantung di tiang penyangga bangunan. Bercak-bercak darah juga tercetak jelas di dinding rumah-rumah, yang mana terlihat mencekam.
Mo Lian benar-benar tidak habis pikir, Kota Mengyin yang terlihat makmur dan indah, namun memiliki sisi kelam yang seperti ini. Benar-benar tidak terduga, dan pihak kota juga tidak mengambil tindakan seperti melaporkannya pada kerajaan.
"Aku tidak tahu geografi di sini, ada berapa daratan, apakah samudra di sini bisa dilalui dengan mudah."
Mo Lian berjalan sembari menundukkan kepalanya, hingga tidak sadar ia sudah berada di depan kediaman yang luas. Kediaman yang dilindungi oleh pagar dan di depannya terdapat gerbang kembar yang terbuat dari kayu, namun keras seperti baja.
Mo Lian mengarahkan tangannya ke depan, membuat gerbang itu terlempar ke dalam halaman dan terdengar suara keras saat gerbang itu terlempar.
Apa yang terlihat di balik gerbang adalah halaman kotor dengan tanah tandus, pepohonan kering kerontang, debu beterbangan ke sana kemari. Tapi yang lebih mengerikan, adalah kerangka tulang manusia yang digantung di dahan pohon.
"Mereka memiliki hobi yang menarik. Aku akan melakukan hal yang sama saat membantai markas mereka di Kota Xingmai, Provinsi Xan, Kerajaan Cai."
Mo Lian melangkahkan kakinya kembali memasuki bangunan yang terlihat mampu menampung empat ratusan orang di dalamnya. Ia menendang pintu kembar yang terbuat dari kayu berwarna cokelat, membuat ledakan keras dan pintu itu terlempar.
Asap cokelat yang tebal menghalangi pandangan saat angin menerbangkan debu-debu di dalam ruangan.
Mo Lian mengulurkan tangannya ke depan, kemudian menariknya, membuat asap cokelat yang tebal di depannya tertarik keluar ruangan. Meski ia tidak memiliki penguasaan terhadap Element Angin, ia masih bisa mengendalikannya meski tidak terlalu banyak.
Banyak retakan di dinding maupun lantai ruangan, perabotan rumah mulai terlihat lapuk dan mulai dimakan rayap. Kemudian ia melihat sebuah lubang di lantai yang sekiranya berdiameter tiga meter, dan samar-samar aura hitam keluar darinya, dengan bau darah yang semakin menyengat.
Tanpa ragu ataupun berlama-lama lagi, ia melompat ke lubang yang dirasa sangat dalam. Ia menggunakan Element Cahaya untuk membuat penerangan di telapak tangannya, dan saat ia turun, ia melihat sobekan kain yabg menempel di dinding lubang karena tersangkut oleh bebatuan tajam di sekitar.
Cukup dalam ia turun, sekitarnya dua ratusan meter dari permukaan tanah. Ketika ia mendarat, ia sudah berada di dalam ruangan yang sangat luas dengan penerangan yang terbuat dari artefak penerangan sederhana, yang menempel di dinding maupun langit-langit ruangan.
Mo Lian melihat banyak sekali bercak darah dan aura hitam yang samar-samar keluar dari celah-celah tanah maupun dinding yang retak. Namun ada satu hal yang benar-benar di luar pikirannya, yaitu kolam berdiameter tiga ratusan meter dengan kedalaman dua sampai tiga meter, yang dipenuhi oleh darah.
Di bagian atas kolam itu terlihat puluhan ribu wanita yang menggantung terbalik, dengan kedua pergelangan tangan maupun lehernya terluka, meneteskan darah segar.
__ADS_1
Wanita di sini tidak semana mestinya hanya wanita dewasa, bahkan ada anak kecil yang belum genap sepuluh tahun dan wanita tua, meski didominasi oleh gadis muda di bawah 15 tahun.
"Ini adalah keberuntungan jika dapat menyerap semua darah dan aura kematian. Aku memang mempraktikkan Teknik Budidaya Pemurnian Hitam, yang dapat menyerap aura kematian. Namun, aku tidak ingin melakukannya."
Mo Lian melemparkan belasan Talisman ke berbagai arah, menghilangkan semua aura hitam yang mencekam. Bukan hanya itu saja, ia juga menghilangkan kolam darah dengan cara menguapkannya menjadi kabut, yang kemudian dimurnikan oleh Talisman Cahaya Pemurnian.
"Untuk manusia ..." Mo Lian menengadahkan kepalanya melihat wanita yang menggantung. Ia mengibaskan tangannya, memotong semua tali yang mengikat pergelangan kaki mereka, dan menurunkannya perlahan menggunakan kekuatan jiwa.
Mo Lian meletakkan mereka semua di permukaan tanah, setelah memasang formasi array di sekitarnya agar tidak diganggu oleh hewan-hewan kecil maupun membusuk. Ia akan membiarkan pengurus kota yang menemukan, dan mengembalikannya ke pihak keluarga yang kehilangan.
Ketika sudah menyelesaikan urusannya, ia tenggelam di dalam tanah, berpindah ke suatu tempat yang terbilang penting.
***
Aula Pertemuan, Kediaman Walikota Yin, Kota Mengyin
Beberapa keluarga besar termasuk Walikota Yin berkumpul di satu ruangan untuk membahas tentang kejadian yang baru saja terjadi, kejadian yang menimpa Kota Mengyin dan Penatua Jian yang merupakan Kultivator Iblis.
"Ayah, aku mendengar jika pemuda itu pergi bersamamu. Apakah Ayah tahu dari mana dia berasal?" Walikota Yin menoleh ke kiri melihat Zhang Jianheeng.
Zhang Jianheeng meletakkan cangkir teh di meja kayu sebelah kanannya, kemudian menghembuskan napas panjang dan menjawab, "Aku tidak tahu dari mana dia berasal, dia mengatakan jika dia berasal dari bintang terbengkalai dari tempat yang tidak pantas untuk disebutkan."
Kakek tua berambut putih yang nampak masih sehat, duduk di sebelah kanan depan dari Walikota Yin itu memainkan jenggot panjangnya yang sampai ke dada. Kakek tua itu merupakan Ketua dari Paviliun Alkimia terkenal cabang Kota Mengyin. Kakek itu mengenakan pakaian serba putih, dengan Plat Giok berwarna hijau menggantung di pinggang kiri.
"Jika dia berasal dari bintang terbengkalai, harusnya tidak mudah untuk memasuki Bintang Tianjin, dan tidak mungkin kekuatan sebesar itu dimiliki oleh bintang terbengkalai ..." ucap Ketua Paviliun Alkimia.
Ketua Paviliun Alkimia terdiam sejenak, memikirkan apakah harus mengutarakan pendapatnya yang lain. "Lalu, aku mendengar sebuah legenda, yang mengatakan kekuatan Kultivator didasari dari seberapa banyak ia menarik petir dalam Kesengsaraan Petir. Aku menduga, pemuda itu berhasil menarik enam petir ungu."
Seperti yang pernah dijelaskan sebelumnya, Kesengsaraan Petir terbagi menjadi beberapa tingkatan. Petir Biru, Ungu, Merah, Hitam, dan Emas. Kemudian bentuk dari petir juga memiliki andil dalam masa depan Kultivator, yang dimulai dari Petir Biasa, Petir Pedang, Petir Naga, dan Petir Surgawi.
Belasan orang yang berada di sini tertegun saat mendengar penjelasan dari Ketua Paviliun Alkimia. Namun, jika mereka mengetahui berapa banyak petir yang ditarik oleh Mo Lian, entah reaksi apa yang akan diperlihatkan.
__ADS_1
Sejauh ini Mo Lian berhasil menarik Petir Biru dengan wujud Naga sebanyak sembilan sambaran, Petir Emas Naga sepuluh sambaran, dan Petir Emas Surgawi.
"Apakah aku menganggu pertemuan kalian?"
Walikota Yin, Zhang Jianheeng dan yang lainnya berdiri dari tempat duduk mereka, dan melihat ke arah pintu keluar. Bisa dilihat Mo Lian sudah berada di sana dan bersandar pada dinding di sebelah pintu kembar berwarna merah dengan garis emas di sekitar.
"A- Anak mud—" Zhang Jiangheeng menghentikan perkataannya, kemudian menangkupkan kedua tangannya mengarah pada Mo Lian yang berjalan. "Salam, Tuan."
Mo Lian menaikkan sebelah alisnya keheranan, namun tidak terlalu memedulikan hal itu. "Aku ingin meminta peta Bintang Tianjin, dan Kekaisaran Tang secara rinci. Apakah kalian memiliknya?"
Zhang Jianheeng mendongak menatap Mo Lian. "Kami memilikinya. Tapi, kalau boleh tahu, untuk apa peta itu?"
Mo Lian menghela napas panjang, tak menyangka akan ada yang menanyakan pertanyaan yang tidak perlu ditanyakan dan sudah tahu jawabannya. "Aku ingin pergi ke Kota Xingmai, Provinsi Xan."
"Untuk ..." Zhang Jianheeng menahan bibirnya dan tidak menanyakannya lebih jauh. Ia mengalirkan energi spiritualnya pada Cincin Ruang dan mengeluarkan dua gulungan kertas.
Dengan kekuatan jiwanya, Mo Lian mengambil dua gulungan itu dan membukanya sekilas, lalu menyimpannya di balik baju.
"Terimakasih." Mo Lian berbalik dan berjalan menuju pintu keluar, namun ia berhenti saat baru mengambil beberapa langkah. "Di selatan kota, terdapat bangunan besar yang di dalamnya ada sebuah lubang berdiameter tiga meter. Dua ratus meter jauhnya di dalam tanah, ada ruangan yang menampung empat puluh tujuh ribu mayat wanita ..."
"Mayat-mayat itu digunakan untuk meningkatkan kekuatan Penatua Jian." Mo Lian kembali berjalan.
"Selamat tinggal." Tubuh Mo Lian terbakar dari bagian bawah ke atas, dan saat api itu menghilang, ia juga menghilang.
"Ini ..." Zhang Jianheeng tidak habis pikir dengan apa yang dilihatnya. "Te- Teknik teleportasi? Bukankah dikatakan hanya Dao Immortal saja yang bisa melakukannya?"
Ketua Paviliun Alkimia juga tidak bisa menahan keterkejutannya. Ia hanya pernah mendengar hal itu dari cerita, dan tidak benar-benar melihatnya langsung, karena di Bintang Tianjin ini yang terkuat hanyalah Jiwa Emas tahap Akhir.
...
***
__ADS_1
*Bersambung...