
—Pengadilan Alam Hanzi—
Ruang pertemuan yang sebelumnya dalam suasana bahagia dan tawa, telah berubah menjadi sunyi, dingin, tegang dan aura membunuh datang dari sembilan kursi.
Kesembilan Kaisar Dewa Kuno sangat marah, meski mereka awalnya tidak berniat ikut campur dan ingin melihat pertunjukan di mana Ras Manusia akan dibunuh oleh Huo Yang, tapi pada akhirnya Huo Yang 'lah yang terbunuh di bawah serangan sederhana Ras Manusia.
Kaisar Dewa Kuno: Kayu Timur membanting tangannya di atas meja sampai hancur dan mengubahnya menjadi debu, bahkan singgasana batu tempatnya duduk retak dan Pengadilan Alam Hanzi bergetar. Dia sangat marah karena Ras Manusia berani bertindak kurang ajar di dalam Bawah, di mana tempat ini tidak hanya digunakan untuk bertarung dan membuat kehancuran, tapi juga membunuh Dewa Kuno yang telah diberkatinya, dan dia sendiri yang memasukkan Huo Yang ke dalam Daftar Dewa Hanzi 3000 Dao.
"Sialan! Beraninya manusia membuat kekacauan di sini!" Kaisar Dewa Kuno: Kayu Timur mengibaskan tangan kirinya seolah memukul dinding, menimbulkan ledakan keras dengan ruang yang hancur seperti kaca.
Kaisar Dewa Kuno: Bintang Utara yang biasanya tenang dan lembut, juga tidak bisa menahan emosinya. Jika hanya menghancurkan tempat di sana, dia tidak terlalu peduli karena Alam Bawah luas, dan tempat yang dihancurkan tidak ada kehidupan. Tapi membunuh Dewa Kuno adalah masalah lain, dan itu tidak bisa dimaafkan.
"Aku akan pergi ke Alam Manusia dan membunuh Ras Manusia! Apakah ada yang ingin pergi bersama?" Kaisar Dewa Kuno: Bintang Utara memandang Kaisar Dewa Kuno lain yang hadir di sini dengan kemarahan yang sama.
Kaisar Dewa Kuno: Es Abadi berdiri. Dia ingin bergabung dengan Kaisar Dewa Kuno: Bintang Utara untuk membuat kekacauan di Alam Manusia. Tapi, tidak sesederhana itu...
Bang!
Tiba-tiba aura yang sangat kuat datang dari atas, menekan mereka semua sampai bertekuk lutut tanpa ada sedikit pun perlawanan.
“Bocah-bocah gila! Aku memperingatkan kalian bersembilan, jangan mengambil tindakan di Alam Manusia. Jika kalian mengabaikan peringatan ini, maka aku sendiri yang akan turun ke bawah dan membunuh kalian semua. Kalian harus tahu, Alam Manusia tidak membuat musuh dengan kalian, tapi jika kalian menginginkannya, datang dan bertarung!”
Energi putih yang sangat kuat melayang di tengah-tengah aula, melepaskan cahaya yang menyilaukan mata. Kemudian energi itu padam, membuat ruang kembali gelap, tapi tekanan yang diberikan tidak berkurang sedikit pun, bahkan bertambah.
Bang!
Dengan ledakan energi, kekuatan yang tak terbayangkan memborbardir mereka bersembilan, membuat mereka terhempas dan menghantam dinding aula. Dinding aula itu retak seperti sarang laba-laba, dan berlubang cukup dalam.
Kaisar Dewa Kuno: Bintang Utara batuk beberapa kali dengan darah yang keluar dari dalam mulutnya. Dia terengah-engah, napasnya sangat berat seolah ada kapas yang tersangkut tenggorokannya.
Kaisar Dewa Kuno: Bintang Utara melihat sekeliling, mengamati Kaisar Dewa Kuno lain. "Ka- Kalian ... apakah kalian merasakannya? Di- Dia ..."
"Kaisar Manusia ..." Kaisar Dewa Kuno: Kayu Timur menambahkannya setelah Kaisar Dewa Kuno: Bintang Utara memilih diam.
__ADS_1
Kesembilan Kaisar Dewa Kuno itu keluar dari dalam lubang, mereka saling memandang, lalu menundukkan kepala. Tidak ada lagi yang berani berpikir untuk naik ke Alam Manusia dan membuat kekacauan. Kaisar Giok saja tidak cocok dengan Kaisar Manusia, apalagi mereka, Kaisar Dewa Kuno belaka.
Kaisar Dewa Kuno: Bintang Utara melihat sekeliling, melihat Kaisar Dewa Kuno yang diam tanpa kata. Suasana ini sangat canggung, awalnya mereka sangat bangga dan ingin membunuh, tapi sekarang diam seperti pengecut hanya karena aura dan suara tanpa ada wujud.
Apa yang terjadi jika Kaisar Manusia yang turun sendiri ke Alam bawah dan berurusan dengan mereka. Kaisar Dewa Kuno: Bintang Utara sudah bisa membayangkan kehancuran apa yang didapat, dan berapa banyak kehidupan yang terbunuh.
Kaisar Dewa Kuno: Bintang Utara menggelengkan kepalanya. Dia berbalik memasuki kegelapan dan menghilang. "Aku akan mengasingkan diri, dan sepertinya Kaisar Manusia berniat untuk membunuh Pohon Perunggu Surgawi dan menggulingkan Alam Selestial. Jika dia memintaku, mungkin aku akan membantunya, meski ini terdengar rendah dan pengecut, tapi lebih baik aku hidup." Hanya suaranya yang tertinggal, tapi auranya sudah menghilang.
Tidak ada yang menghina Kaisar Dewa Kuno: Bintang Utara, bahkan Kaisar Dewa Kuno lain merasa itu lebih baik daripada harus mati. Jika mati dalam pertarungan yang menggemparkan atau setara, mungkin mereka akan bangga, tapi mati dalam pertarungan yang sudah pasti akan mati, itu hanya membuang-buang tenaga dan nyawa.
Kaisar Dewa Kuno: Kayu Timur batuk beberapa kali dan berbalik. "Aku baru ingat, telur ayam di rumahku akan menetas hari ini. Aku kembali dulu."
Yang lain, memandang dingin Kaisar Dewa Kuno: Kayu Timur. Jika bukan karena Kaisar Dewa Kuno: Kayu Timur yang memprovokasi mereka untuk bertindak, mungkin Kaisar Manusia tidak akan mengirimkan Kesadaran Ilahi-nya dan menekan mereka di sini.
Jika kabar tentang Kaisar Dewa Kuno yang tertekan hanya karena Kesadaran Ilahi ini tersebar, maka reputasi mereka yang dibangun selama ini akan jatuh. Mungkin, Dewa Kuno tidak lagi percaya pada mereka, bahkan memberontak untuk menjadi Kaisar Dewa Kuno itu sendiri dengan membunuh mereka bersembilan.
...***...
Mo Lian membuka matanya perlahan dan menghela napas setelah Inkarnasi-nya berhasil membunuh Leluhur Dewa Agung, bahkan Huo Yang dan mendapatkan Simbol Dewa Yin.
Sekarang, ada Simbol Dewa 5 Garis (Yang) dan Simbol Dewa 1 Garis (Yin) di punggungnya yang membentuk sayap dengan warna emas dan biru.
Mo Lian menarik napas dalam-dalam, lalu mengembuskannya perlahan. Dia sudah mendapatkan banyak keuntungan dari Alam Hanzi, tapi dia tidak bisa berlama-lama di sana.
"Semuanya sudah selesai, urusan di Alam Semesta sudah berakhir. Sekarang, hanya perlu naik ke Alam Selestial." Mo Lian menengadah melihat ke atas, melihat ruang gelap tanpa ujung.
Mo Lian menundukkan kepalanya, menyentuh dadanya. Dia merasakan bahwa Pohon Yin Surgawi sudah sangat kuat, mampu menyerap Energi Yang lebih cepat dan mengubahnya menjadi Energi Yin.
Dia tidak tahu sudah menurunkan kekuatan Pohon Perunggu Surgawi sebanyak apa. Apakah 50%? 25%? 15%? Bahkan mungkin hanya 1%!
Tidak ada yang tahu, tapi Mo Lian bisa menanyakannya pada Hong Xi Jiang dan Wang Yue Fei, mengingat mereka berdua sudah pernah melawan Pohon Perunggu Surgawi. Harusnya, mereka bisa menebak berapa banyak energi yang sudah diserapnya melalui Pohon Yin Surgawi.
Mo Lian melambaikan tangannya. Dia mengeluarkan istri-istrinya yang selama ini berada di dalam Dunia Kecil. Meski dia mengatur waktu dalam rasio 1 : 1, dia tidak tahu apakah waktu di Alam Hanzi dan Semesta sama.
__ADS_1
Ketika istri-istrinya datang, Mo Lian langsung bertanya. "Apakah kalian menunggu lama? Sudah berapa waktu yang terlewat?"
"Sepuluh hari. Apakah Nan Ren bertarung sangat lama?" Hong Xi Ning menjawabnya dan balik bertanya.
Mo Lian mengangkat bahunya, dia hanya merasa sebentar. "Aku merasa hanya satu hari, tapi kami bertarung di Alam Hanzi. Meski hanya Inkarnasi, mungkin tetap mempengaruhi aliran waktu."
"Eh?" Hong Xi Ning terkejut. Dia tidak berharap pertarungan yang awalnya di Wilayah Utara, tahu-tahu bisa sampai ke Alam Hanzi. "Apakah ..." Ia menelan kata-katanya dan menggeleng pelan.
Mo Lian tahu Hong Xi Ning ingin bertanya apa. Dia tersenyum, mengusap kepalanya dengan lembut dan berkata, "Aku tidak terluka, semuanya baik-baik saja. Aku bahkan mendapat untung di sana."
Qin Nian mengangguk kecil, lalu bergabung. "Sekarang, apakah kita langsung kembali ke Bumi?"
Mo Lian terdiam sejenak, dan tiba-tiba dia terpikirkan untuk pergi ke Bintang Peng untuk menemui Mo Fefei. "Tidak ..." Ia menggeleng pelan dan menambahkan, "Mari kita pergi ke Bintang Peng, aku ingin melihat Fefei di sana. Mungkin dia juga ingin kembali ke Bumi setelah bertemu dengan kita."
Mendengar itu, Qin Nian kembali mengangguk. Dia merasa itu memang ide yang bagus, dan dia memang masih ingin bepergian sebentar lagi meski dia sangat merindukan Bumi.
Yun Ning tidak banyak berkomentar, dia akan selalu mengikuti ke mana pun Mo Lian pergi.
Mo Lian menoleh menatap Yun Ning, lalu menatap Hong Xi Ning untuk menanyakan pendapat mereka berdua. Ketika melihat keduanya tidak mempermasalahkan hal itu, dia tersenyum tipis.
Mo Lian berbalik, melambaikan tangannya untuk membuka celah ruang dan waktu.
"Tunggu!" Yun Ning menahan tangan Mo Lian. "Bagaimana jika menggunakan Pelican 2.0 Halo? Ni'er ingin melihat bintang-bintang. Ni'er juga ingin memamerkannya kepada Fefei."
Mo Lian merenungkannya sebentar dan tidak berharap bahwa Yun Ning akan memiliki pemikiran anak-anak seperti itu. Tapi, dia menganggukkan kepalanya tanda setuju. Dia meminta Yun Ning mengeluarkan Pelican 2.0 Halo dari Cincin Ruang, kemudian dia berteleportasi dengan membawa ketiganya.
Tanpa mengatakan sepatah kata lagi, Yun Ning langsung duduk di kursi kemudi dan mengendalikan Pelican 2.0 Halo dengan kecepatan tertinggi untuk pergi ke Wilayah Timur di mana Bintang Peng berada.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1