Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 79 : Menulis Teknik


__ADS_3

Mo Lian berdiri di atas pohon tinggi di puncak Gunung Emei, ia mengamati proses pembangunan Sekte Dongfangzhi yang sudah memakan waktu dua bulan lamanya. Pengerjaan itu sudah berjalan setengahnya, sekarang hanya tinggal mengerjakan Gedung Harta dan Aula Sekte yang menggunakan material dari kayu.


Pengerjaan kedua bangunan itu adalah yang paling rumit. Alasannya karena desain yang diminta Mo Lian sangat-sangatlah futuristik dan banyak sekali ukiran, entah itu naga, harimau, tanaman dan sebagainya.


Sebenarnya Mo Lian menginginkan semua bangunan bergaya China klasik. Tapi ia urungkan karena biaya yang dikeluarkan terlalu mahal dan pengerjaan yang memakan waktu lebih lama, akhirnya untuk 100 unit rumah, ia menggunakan desain rumah pada umumnya.


Untuk akses naik turun lembah ada dua jalan, yaitu eskalator dan jalan yang memutar dengan menggali di tepi lembah.


Ketika Mo Lian masih mengamati pembangunan, tiba-tiba ia mendengar suara nada dering dari handphone-nya yang berada di kantung celana. Ia merogoh kantung celananya mengeluarkan handphone, terlihat ada panggilan dengan nada Ong Hei Yun.


"Ada apa?" Mo Lian bertanya tanpa berbasa-basi lagi, pasalnya sangat jarang Ong Hei Yun meneleponnya. Jikapun menelepon, pastinya itu adalah keadaan yang darurat.


"Apakah minggu depan kau ada waktu?"


Mo Lian terdiam sejenak, ia mencoba mengingat apakah ada waktu untuk minghu depan.


"Sudahlah, terlalu lama. Aku tahu kau hanya berada di rumah."


Bibir Mo Lian berkedut-kedut saat ia mendengar itu, apa yang dikatakan Ong Hei Yun memang benar jika ia selalu di rumah. Tapi ini cukup menyakitkan jika mendengar fakta itu dari orang lain.


Ia menghela napas panjang, kemudian berkata, "Ada apa?"


"Minggu depan ada pelelangan di Kota Beijing. Kebanyakan orang yang hadir adalah Pejuang yang bersembunyi, apakah kau ingin ikut? Siapa tahu ada barang yang menarik perhatianmu."


"Ada apa saja di sana?" tanya Mo Lian penasaran. Biasanya di pelelangan akan diberikan selembaran tentang barang-barang utama dalam lelang, sehingga lebih menarik perhatian semua orang.


"Aku tidak tahu semuanya. Tapi aku jamin kau tidak akan menyesalinya, bahkan ada teknik yang memudahkan orang untuk naik ketingkat Wu-Dan ... teknik itu bisa terjual dengan harga tiga miliar Yuan."


Mo Lian terdiam, ia tidak berharap sebuah teknik yang hanya membuat orang menembus Wu-Dan saja dihargai dengan harga sebanyak itu. Berapa banyak keuntungan yang didapatnya jika menjual teknik yang membuat Kultivator Dao menembus Ranah Inti Perak, Inti Emas, maupun Alam dan Manusia.


"Baiklah. Aku ikut."


"Oke. Lima hari dari sekarang aku akan datang ke Kota Chengdu untuk menjemputmu ... jika kau ingin melelang sesuatu, diusahakan yang memiliki harga jual diatas 10 juta Yuan."

__ADS_1


Setelah terdengar balasan dari balik telepon. Panggilan terputus begitu saja tanpa membiarkan Mo Lian untuk membalas.


"Melelang sesuatu?" Mo Lian menundukkan kepalanya dengan tangan kanan menyentuh dagu. Ia tersenyum dan menganggukkan kepalanya dengan cepat. "Baiklah, aku juga akan membuat teknik yang memudahkan untuk menembus ketingkat Wu-Dan."


Mo Lian melompat dari atas pohon, ia mendarat dengan kaki kanan menyentuh tanah terlebih dahulu. Tanpa berlama-lama lagi ia masuk ke dalam Mansion Bai Long dan naik menuju lantai tiga, di lantai ini banyak sekali tumpukan herbal yang hampir memenuhi ruangan, bahkan di ruang bawah tanah juga terdapat banyak herbal.


Rempah maupun herbal-herbal ini adalah tanaman yang diambilnya dari Gunung Kunlun. Dalam seminggu penuh, ia bolak-balik ke Gunung Kunlun dan menginap di sana. Sebenarnya ia bisa saja menyelesaikannya dalam waktu satu hari, tapi ia dihentikan oleh Xu Xumei yang menyuruhnya untuk menginap.


Mo Lian juga berkeinginan untuk membawa mayat ular putih, tapi sangat disayangkan ia tidak bisa melakukannya. Akibatnya ia hanya bisa menghela napas pasrah dan membawa dagingnya dengan ukuran truck kecil.


Berbicara tentang Gunung Kunlun, basis kultivasi kesepuluh orang yang merupakan Tetua di desa itu sudah meningkat pesat. Wu Yengtu sudah berada dipuncak Ranah Inti Perak, diikuti dengan Xu Xumei yang menembus Ranah Inti Perak tahap Menengah, dan seterusnya yang sudah berada pada Ranah Inti Perak.


Sedangkan untuk Mo Lian, ia masih tertahan ditingkatan yang sama. Ranah Inti Perak tahap Menengah, ia bisa saja menembus Ranah Inti Perak tahap Akhir, tapi ia tahan agar energi spiritual dalam tubuhnya lebih padat dan murni. Bagaimanapun dalam hal kultivasi bukan hanya seberapa cepat meningkat, tapi juga seberapa kuat fondasi, tubuh fisik, dan jiwa.


Mo Lian menolehkan kepalanya, ia mencari beberapa lembar kertas, kuas dan tinta hitam. Untuk menulis teknik yang akan dilelang kali ini ia menulisnya secara manual, bukan dengan mengetik melalui perangkat modern. Alasannya karena membuat teknik dengan cara mengetik tidak akan mengeluarkan tekanan, berbeda dengan menulisnya menggunakan tinta.


Mo Lian berjalan menuju sofa yang di depannya terdapat meja kecil. Ia meletakkan beberapa kertas di atas meja. Dengan energi spiritual yang mengalir di kuas, ia mencelupkan ujung kuas ke dalam tinta dan kemudian menulisnya perlahan.


Ketika ia baru menulis beberapa kata, bisa dirasakan aura kuat yang keluar dari kertas itu. Lalu saat ia memperbanyak kata itu menjadi sebuah paragraf, meja yang digunakan sebagai tempat ia menulis sedikit bergetar karena tidak kuat menahan tekanannya.


Namun berbeda jika itu adalah Pejuang, orang itu akan merasakan tekanan dan bisa melihat jika seluruh kalimat yang tertulis di sana memancarkan aura berwarna putih keemasan.


Teknik ini asli buatan Mo Lian, dengan pengalamannya yang banyak dan lama. Tentu saja sangat mudah untuk membuat teknik baru.


Teknik yang baru saja dibuatnya juga berada ditingkat Hitam. Untuk saat ini ia hanya bisa membuat ditingkat itu saja, berbeda jika melalui metode modern yang mengetik dari komputer, ia tidak perlu mengalirkan energi spiritualnya, sehingga tidak ada beban dalam menulis tingkatan apapun.


Teknik tingkat Kuning bisa dibuat oleh Kultivator Fase Lautan Ilahi. Tingkat Merah, Kultivator Ranah Inti Perak. Tingkat Hitam, Kultivator Ranah Inti Emas. Tingkat Surgawi, Kultivator Ranah Jiwa Emas. Tingkat Ilahi, Kultivator Ranah Heavenly Immortal.


Mengapa Mo Lian bisa membuat teknik tingkat Hitam sedangkan untuk basis kultivasinya saja Ranah Inti Perak? Itu karena Mo Lian memiliki energi yang lebih padat, banyak, dan murni daripada Kultivator lain ditingkat yang sama.


Meski hanya berada ditingkat Hitam, ia sangat yakin jika teknik buatannya adalah teknik tertinggi yang bisa ditemukan di Bumi. Ia pernah membaca teknik milik Wu Yengtu, dan itu hanya berada ditingkat Merah, itupun hanya setengah jadi.


Mo Lian menyilangkan kedua tangannya di depan dada, ia mengangguk pelan dengan senyum tipis menghiasi wajahnya. "Teknik ini akan kuberi nama Fondasi Ilahi. Ya karena memang memudahkan untuk naik ketingkat Fase Lautan Ilahi, tapi itu tidak akan berhenti di sana saja. Jika orang itu bisa memecahkan kata-kata didalamnya dan memahaminya, tidak menutup kemungkinan jika orang itu bisa menembus Ranah Inti Perak ..."

__ADS_1


"Tapi tentu saja. Hanya Ranah Inti Perak, tidak lebih."


Mo Lian beranjak dari tempat duduknya sembari membawa lembaran kertas itu. Ia berjalan menuju rak buku untuk mencari kertas tebal yang digunakan sebagai sampulnya, lalu dilekatkan dan ditulis nama tekniknya.


"Sudah selesai. Apakah aku harus berkunjung lagi ke Gunung Kunlun?" Mo Lian memejamkan mata dengan kedua tangan menyilang di depan dada. Biasanya ia akan pergi ke Gunung Kunlun, entah itu dua hari sekali ataupun tiga hari sekali.


Namun saat ini sudah seminggu lamanya ia belum ke sana, itu karena ia harus mengawasi jalannya pembangunan. Jika bangunan sebelumnya bisa diawasi Qin Zhang, tapi untuk bangunan kali ini harus ialah yang mengawasinya. Bagaimanapun bangunan itu adalah bangunan terpenting.


Beberapa menit kemudian, Mo Lian menggeleng pelan dengan napas panjang dihembuskan dari mulutnya.


"Sepertinya tidak perlu. Sebelumnya Nenek Xu dan lainnya sudah aku beri tahu jika untuk beberapa saat aku tidak bisa datang berkunjung, dan mereka juga memakluminya."


Mo Lian mengangguk kecil, kemudian ia keluar dari Mansion Bai Long dan turun ke lembah untuk mengawasi jalannya pembangunan Sekte Dongfangzhi.


...


***


*Bersambung...


Note :


Q : Kultivator terkuat di Alam Semesta, tapi banyak bacot dan ga langsung bunuh? MC tolol, author juga tolol.


A : Sudah dijelaskan berkali-kali awal-awal chapternya, tepatnya sebelum Mo Lian menembus Ranah Inti Perak. Mo Lian tidak bisa membunuh secara langsung karena ini adalah negara hukum, dan ada senjata berat yang bisa saja membunuhnya. Lalu jika dia membunuh, dia akan terkena hukum, tapi dia mungkin masih bisa dibebaskan karena seorang pelajar. Tapi ibunya, yang akan dihukum penjara untuk menggantikan anaknya.


Q : Katanya pernah melihat Dewi-Dewi, tapi melihat Qin Nian aja terpesona, punya kekayaan di Alam Semesta, masa dengan investasi 200 juta dah kaget? Kan tolol.


A : Mata uang Galaxy Pusat dan Bumi berbeda. Coba dipahami lagi, kalaupun semua kekayaannya di Galaxy Pusat di bawa ke Bumi, mata uang itu ga berlaku karena perbedaan mata uang. Kaget? Ya karena dia belum pernah megang uang sebanyak itu, terlebih lagi ia kaget karena uang itu bisa untuk membiayai ibunya yang sudah lama tidak ditemuinya.


Terpesona melihat Qin Nian? Sebelumnya tidak, tapi karena mengonsumsi Pil Pembersih Tubuh, berkultivasi. Aura yang dipancarkan akan berbeda, terlebih lagi Mo Lian merasa jika Qin Nian memiliki hati yang bersih. Terpesona bukan hanya dari tampang.


Q : MCnya tolol, pas disandera baru bergerak. Apa bedanya bergerak diawal dan bunuh semuanya?

__ADS_1


A : Sekali lagi. Alasannya sama seperti pertanyaan pertama. Lalu dikatakan oleh anak buah Keluarga Tang, jika dibelakang Keluarga Tang ada kekuatan tersembunyi, tentunya Mo Lian menahan diri untuk tidak menyerangnya.


Terus kenapa di Pertandingan Beladiri malah membunuh? Dia memiliki kepercayaan diri jika orang di balik Keluarga Tang tidak datang, terlebih lagi setelah mengalahkan 5 Wu-Dan penjaga Daratan Huaxia masa kini, pastinya orang-orang yang akan mencari masalah pada saat itu juga akan memilih untuk tidak bergerak. Jika tidak, orang itu hanya akan terbunuh sia-sia seperti Tang Zhao.


__ADS_2