Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 418 : Kedatangan Tabib Mu


__ADS_3

Ketua Wuxu dan Penatua Hang keluar dari ruangan dengan membawa selembar kertas.


Kedatangan Ketua Wuxu menarik perhatian semua peserta, meski mereka tidak tahu siapa itu, tapi dari tekanan yang diberikan, mereka bisa menembaknya dengan baik.


Mo Lian hanya melihat sekilas ke arah Ketua Wuxu dan kembali duduk. Kedua sikunya bertumpu di paha, tangannya terkatup saat menopang dagunya. Dia masih memikirkan tentang Catatan Kaisar Manusia yang didapat dari Mo Fefei, ingin sekali datang ke sana dan mengambilnya untuk membacanya.


Penatua Hang melihat sekeliling, tapi dia tidak berhasil menemukan keberadaan Mo Lian. Akhirnya langsung membuka gulungan kertas dan mengumumkannya. "Tes pertama selesai dan kami sudah menilai semua jawaban yang kalian. Dari seratus peserta yang mengikuti, hanya ada dua puluh yang berhasil lulus dalam tes pertama."


Semua peserta yang mendengarnya, mulai khawatir dengan hasil mereka sendiri, meski sebagiannya lagi masih baik-baik saja dan percaya diri dengan hasil mereka.


Gou Jian mendengus dingin, lalu menoleh ke belakang melihat Mo Lian yang nampak tertekan. "Heh! Lihatlah ini, anak desa sombong yang menghabiskan kertas. Aku menduga dia tidak bisa melewati tes awal."


"No.20: Yan Lang dengan 80 poin, Xu Dan dengan 80 poin..." Penatua Hang terus menyebutkan daftar nama yang tertera di gulungan kertas, hingga pada akhirnya sampai ke daftar nomor dua.


Gou Jian mendengus dingin dan memandang Mo Lian lebih rendah lagi. Dia merasa Mo Lian sudah dipastikan akan gagal, adapun menjadi orang terbaik di daftar teratas? Gou Jian tidak memercayai hal itu, karena dia sangat yakin tidak ada yang lebih baik darinya di Kota Louhu.


Tapi, semuanya tidak selalu berjalan mulus dengan harapan.


"No.2: Gou Jian dengan 94 poin. No.1: Mo Lian dengan skor penuh! Bahkan jika ada ribuan skor, Mo Lian akan mendapatkan skor penuh itu lagi!" Saat mengatakan itu, Penatua Hang masih berusaha untuk menemukan keberadaan Mo Lian, sampai akhirnya melihat Mo Lian sedang duduk di kursi.


Tapi yang menarik perhatiannya, itu adalah ekspresi Mo Lian yang terlihat tertekan. Penatua Hang heran, tapi dia tidak ingin memikirkannya.


Senyum Gou Jian membeku ketika mendengarnya, matanya terbuka lebar.


Semua peserta yang masih di dalam dan menunggu karena penasaran, dibuat terdiam tanpa bisa berkata-kata lagi. Itu karena mereka tahu bahwa mereka sepertinya telah menyinggung orang yang memiliki masa depan tak terbatas. Awalnya mereka tidak melakukan apa-apa, tapi karena pancingan Gou Jian, pada akhirnya mereka menyinggung Mo Lian.


Pada saat ini, semua peserta yang gagal mulai memandang Gou Jian dengan tatapan bermusuhan.


Gou Jian merasakannya, dan tidak merasa tenang, tapi dia tidak bisa menerimanya. "Apakah kau serius?! Mana mungkin ada skor seperti itu!"


"Atas nama Ketua Cabang Louhu. Aku bisa memastikannya, bagikan jika Grandmaster Jari Keajaiban datang kemari, dia akan memberikan skor penuh dan mungkin mengambilnya menjadi murid."


Semua orang kembali dikejutkan dengan ucapan Ketua Wuxu. Bukan hanya Ketua Wuxu yang menjelaskan tentang identitasnya, tapi bahkan Grandmaster Jari Keajaiban yang dikatakan akan menerima Mo Lian menjadi murid pribadi. Ini, terlalu berlebihan!

__ADS_1


Ketika Gou Jian mendengarnya, dia tidak bisa lagi protes dan mau tidak mau harus menerima hasil meski dalam kemarahan yang tertahan. Dia menggertakkan giginya seraya mengepalkan tangannya, lalu berbalik meninggalkan lobi untuk memasuki ruangan sebelumnya.


Ketua Wuxu membiarkan Gou Jian masuk ke sana, karena memang tes kedua akan dilangsungkan hari ini setelah beristirahat selama satu jam.


...


Waktu berlalu dengan cepat, dan semua peserta yang masih tersisa mulai memasuki ruangan yang sama. Banyak yang tertekan saat harus mengikuti tes kedua, itu adalah membuat ramuan khusus yang menurut sebagian besar peserta di sini sangat sulit.


Mereka bahkan kesulitan untuk mengidentifikasi herbal, dan sekarang harus membuatnya dengan metode sederhana. Timbang, potong, tumbuk, rebus, saring dan tuang.


Hal yang paling sulit adalah menimbang, itu karena mereka tidak diperbolehkan untuk menggunakan timbangan dan hanya boleh menggunakan tangan. Adapun merebus, ada metode khusus saat merebusnya, agar hasil akhirnya benar-benar murni tanpa dan tidak keruh seperti air selokan yang kotor.


Dalam tes kali ini, Ketua Wuxu mengawasinya langsung untuk melihat peserta yang tersisa, terutama pada Mo Lian.


Mo Lian yang sudah duduk dan saat tes dimulai, langsung membuat ramuan tradisional. Tapi ini benar-benar menyiksanya, dia harus menunggu air mendidih saat nyala apinya sangat kecil seperti lilin. Jika menyuling pil, dia hanya perlu mengangkat bahan-bahan, dan mengepalkan tangannya, lalu pil sudah jadi.


...


Tes kedua selesai dan hanya lima orang yang lulus, dengan Mo Lian yang kembali memimpin. Mo Lian berhasil membuat tiga ramuan berbeda: ramuan yang menghilangkan segala racun, ramuan penambah darah dan penutup luka.


Ketua Wuxu mengangguk kecil sambil tersenyum tipis melihat orang-orang di depannya, terutama Mo Lian yang terus memberinya kejutan.


Gou Jian yang berdiri di belakang Mo Lian, mengatupkan rahangnya sampai berbunyi. Matanya memancarkan niat membunuh, lalu bibirnya melengkung membentuk senyum licik.


"Lalu apa jika kau bisa menenangkannya? Kau tidak bisa keluar dari Kota Louhu, jika kau keluar, kau akan mati. Tapi tidak mungkin aku membiarkanmu berkeliaran bebas di kota, aku akan memastikan hidupmu sengsara dan bersujud meminta ampun padaku." Faktanya, Gou Jian sudah sering membunuh di balik layar dengan menyewa pembunuh bayaran. Siapa pun yang tidak disukainya, akan dibunuh.


Mo Lian bisa mendengar gumaman Gou Jian dan berpura-pura tidak tahu, tapi dia menantikannya.


Ketua Wuxu menarik napas dalam-dalam, kemudian mengembuskannya perlahan. Dia melambaikan tangannya untuk meminta petugas membawa alat yang digunakan untuk tes ketiga.


Petugas bergegas pergi, dan kembali beberapa menit kemudian dengan membawa alat peraga bersama bantuan tenaga.


Ketua Wuxu melihat lima alat peraga di sampingnya, lalu melihat semua peserta di depannya. "Tes ketiga adalah titik akupuntur, aku ingin kalian semua menusuk jarum di titik yang tepat dan menuliskan apa nama titik itu. Semakin jelas penjelasannya, maka semakin besar nilai yang akan didapat."

__ADS_1


"Ketua!" Salah seorang mengangkat tangannya ingin bertanya, tapi sebelum sempat menanyakannya, langsung diinterupsi oleh Ketua Wuxu.


"Tidak ada pertanyaan, selesaikan semuanya dalam waktu membakar satu dupa." Ketua Wuxu melambaikan tangannya dan duduk di kursi.


Mo Lian mengambil tumpukan kertas yang sudah disediakan dan jarum-jarum di atas meja. Dia mulai menggambar sketsa tubuh manusia di kertas, lalu menuliskan semua titik akupuntur lengkap tanpa kendala.


Sekali lagi, keahlian Mo Lian dalam memainkan kuas diperlihatkan. Kuas itu bergerak di permukaan kertas seperti menari-nari, dan tangan kirinya mengambil jarum di atas meja lalu menusuk setiap titik akupuntur yang sudah ditulisnya.


Ketua Wuxu dan Penatua Hang memang sudah mengakui kemampuan Mo Lian dimulai saat menjelaskan semua pertanyaan di tes awal. Kemudian diyakinkan di tes kedua, dan sekarang di tes terakhir benar-benar membuat mereka semua terkejut.


Bahkan untuk Ketua Wuxu. Tabib Master Rank 2, tidak bisa menggunakan jarum dengan mahir seperti Mo Lian. Dan melihatnya dari dekat, semua jarum menusuk ke titik akupuntur yang tepat.


***


—Di Luar Kota Louhu—


Siluet manusia yang dibalut cahaya kuning terlihat terbang di udara dengan kecepatan empat kali dari kecepatan kuda. Orang yang diselimuti cahaya ini adalah Tabib Master Rank 1, hampir mencapai Grandmaster.


Kekuatannya cukup tinggi, Pendekar tingkat Sebelas (Inti Perak tahap Menengah).


Tabib Mu mendarat di depan gerbang kota, dan ini menarik perhatian semua orang yang keluar-masuk Kota Louhu. Dia adalah pria paruh baya yang mengenakan pakaian Taois putih dan mengenakan jubah hijau daun. Ada tanda pengenal di pinggangnya yang menjelaskan dia berasal dari Paviliun Jari Keajaiban.


Tabib Mu tidak langsung memasuki kota, dia mendongak melihat tembok kota yang kecil. Awalnya dia tidak ingin pergi ke sini, tapi sangat disayangkan karena Grandmaster, Ketua dari Paviliun Jari Keajaiban memintanya langsung datang ke sini.


Meski enggan, Tabib Mu harus tetap mematuhi perintah. Bukan hanya statusnya yang lebih rendah dari Grandmaster, dari segi kekuatannya pun masih sangat lemah. Apalagi dikatakan Grandmaster memiliki dukungan dari Kultivator Abadi.


"Apakah di kota kecil ini benar-benar ada genius yang bahkan lebih tinggi dari Ketua?" Tabib Mu masih tidak yakin. Bahkan jika memang ada genius, harusnya tidak mungkin bisa melebihi kemampuan Ketua Paviliun Jari Keajaiban, apalagi yang melebihinya masih belum berpengalaman, bahkan bukan Tabib Pemula.


"Biarlah, Ketua mengatakan ada, maka ada." Tabib Mu melangkah memasuki kota tanpa pemeriksaan.


Tabib Mu tidak ingin menunda, jadi langsung pergi ke Paviliun Jari Keajaiban di tengah-tengah Kota Louhu.


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2