Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 102 : Wu-Zheng


__ADS_3

Mo Lian menatap empat puluh dua Wu-Sheng di depannya yang sebagian besar dari mereka terluka parah. Bagaimanapun mereka hanyalah Inti Perak palsu, yang keterampilannya sendiri tidak lengkap. Sedangkan ia, dengan kekuatan fisiknya saja sanggup membunuh Inti Emas tahap Menengah, dan apabila kekuatan penuhnya, ia bisa membunuh Ranah Inti Emas tahap Akhir.


Mo Lian melirik ke arah kapal lainnya yang di sana terjadi pertempuran, terlihat jika Yun Ning sedikit kesusahan berhadapan dengan puluhan Wu-Zong. Pertempuran di sana berada di atas dek kapal, seandainya saja di langit, tentunya Yun Ning memiliki keunggulan.


"Akan aku bantu." Mo Lian mengarahkan jari telunjuknya ke arah kapal yang berada di sebelah kiri kapal utama. Di ujung jarinya keluar energi spiritual kecil seukuran kelereng. "Tembak."


Mo Lian melepaskan energi spiritualnya menembak bagian belakang kapal mewah itu. Energi spiritual yang sangat padat itu melesat bagaikan anak panah, dan meledak sangat kuat saat mengenai bagian belakang kapal. Seketika itu juga api membumbung tinggi berbentuk jamur dan menenggelamkan kapal, bersamaan dengan seluruh orang di atasnya.


Lalu untuk Yun Ning, sudah terbang terlebih dahulu ketika merasakan tatapan mata Mo Lian.


"Kurang ajar!"


Terdengar suara teriakan yang dalam perkataannya diselipkan aura membunuh yang kuat.


Mendengar itu, Mo Lian menolehkan kepalanya ke arah sumber suara, terlihat sepuluh Wu-Sheng bergerak cepat ke arahnya dengan tangan menggenggam erat pedang spiritual. Pedang-pedang itu dikeluarkan dari sarungnya yang menggantung di pinggang.


"Mati!" Pria tua berambut putih pendek dengan kerutan di wajah mengayunkan pedangnya secara vertikal ke arah kepala Mo Lian.


Mo Lian yang melihat itu hanya diam tak bergerak dari tempatnya. Baginya gerakan itu sangat lambat, bahkan jikapun cepat dan mengenainya, pedang itu tidak akan bisa melukai tubuhnya yang sangat keras ini. Hingga pada saat pedang itu hanya tersisa beberapa inchi dari rambutnya, ia mengangkat kedua jarinya untuk menangkap bilah pedang.


"Apakah semua anggota Organisasi Dunia Hitam sangat lemah?" Mo Lian menekan pedang itu dengan jari telunjuk dan tengahnya, hingga terdengar suara kasar, menandakan bahwa pedang itu patah menjadi dua bagian.


Pria tua itu terperangah dengan mata terbuka lebar. Tapi detik berikutnya ia menyeringai lebar menjelaskan kemenangan.


Mo Lian yang melihat raut wajah pria tua itu tidak menampilkan reaksi sama sekali. Dengan ekspresi datar, ia menangkap ujung pedang yang patah, dan melemparkannya ke arah belakang kepalanya. "Masih terlalu cepat seribu tahun bagimu untuk menyerangku."


"Urgh—" Pria paruh baya yang sudah berdiri di belakang Mo Lian dan hendak menyerang itu tertahan, kemudian jatuh dari langit yang tinggi menuju lautan ketika kepalanya tertembus patahan pedang.


Tidak berhenti disitu saja, Mo Lian memukulkan tinjunya tepat di dada pria tua di depannya, membuat tubuh pria tua itu berlubang dan mati secara instan, kemudian jatuh dengan cepat ke arah lautan.

__ADS_1


"Baji****! Serang secara bersamaan!"


Mo Lian menutup mata dan menghembuskan napas yang terasa dingin dengan aura membunuh keluar darinya. Ketika ia membuka matanya secara tiba-tiba, di sudut matanya terlihat kilatan petir berwarna biru muda yang sesuai dengan warna energi spiritualnya.


Mo Lian menyondongkan badannya ke kiri dan menghilang di udara kosong dari pandangan semua orang. Ketika ia muncul kembali, ia sudah berada di atas kepala dari Pejuang tingkat Wu-Sheng tahap Menengah, hampir menembus tahap Akhir. Dengan tumit kakinya, ia menyerang pria muda itu.


Zrash!


Terdengar suara renyah yang sangat mengerikan, terlihat tubuh bagian kiri dari pria yang diserang Mo Lian sudah hancur, dan hanya menyisakan tubuh bagian kanannya saja. Tentunya orang itu langsung mati dan tidak dapat bertahan, seandainya saja orang itu sudah menembus Inti Emas, mungkin masih ada kesempatan untuk hidup.


Lalu meski sama-sama tingkat Wu-Sheng, yang seharusnya memiliki penampilan muda jika usianya masih berada di bawah 1000 tahun. Tapi ada kondisi yang membuat penampilan tetap berjalan meski memiliki masa hidup yang panjang, salah satunya adalah teknik yang tidak cocok, dan salah dalam berlatih.


Sudah tiga orang Wu-Sheng tahap Menengah yang terbunuh, hanya tinggal sembilan orang lagi. Dan untuk tiga puluh Wu-Sheng tahap Awal, mereka tampak tidak bisa bertarung, itu karena mereka mengalami luka yang sangat parah saat terkena dampak serangan awal Mo Lian tadi. Bahkan saat ini satu persatu dari mereka sudah jatuh ke dalam lautan karena kehabisan energi spiritual.


Masih belum selesai dengan gerakannya, saat baru saja membunuh Pejuang tingkat Wu-Sheng. Mo Lian kembali menghilang dari pandangan sebagian orang dengan kecepatan kilat, kemudian ia muncul tepat di depan wanita dewasa yang terlihat seusia dengan ibunya, namun sudah berusia 600 tahun.


"Kau—" Belum sempat menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba rahang wanita dewasa itu dicengkeram erat oleh Mo Lian.


Mo Lian mencengkeram rahang wanita yang tidak diketahui namanya, ia menekannya keras , hingga terdengar suara retakan kasar dari dalam mulut wanita itu, menandakan bahwa rahang wanita itu telah patah. Tapi ia tetap tidak berhenti dan melemparkan wanita itu pada Wu-Sheng lainnya.


Dengan kecepatan tiada tara, Mo Lian mengejar wanita yang sudah tampak sekarat itu. Kemudian ia mengayunkan kakinya menendang wanita itu, membuat kepala wanita dewasa meledak menjadi bubur bersama dengan pria di belakangnya.


Masih tidak puas dengan membunuh lima Wu-Sheng, Mo Lian terus bergerak sangat cepat seperti kilatan cahaya. Setiap kali ia muncul, pastinya akan ada manusia yang mati, entah itu tubuhnya yang terbelah dua maupun meledak menjadi potongan daging cincang.


Hanya dalam waktu dua menit, Mo Lian sudah membunuh sepuluh Wu-Sheng tahap Menengah. Tapi ini belumlah akhir dari segalanya, ia menatap 20 Wu-Sheng tahap Awal yang hanya bisa melayang beberapa puluh meter di atas permukaan air.


Mo Lian menarik tangan kanannya ke belakang punggungnya untuk mengambil ancang-ancang, kemudian ia memukul udara kosong di depannya, membuat udara bertekanan tinggi melesat mengenai kedua puluh Wu-Sheng tahap Awal. Seketika itu juga tercipta ledakan dengan api yang saling bersahutan mewarnai langit biru.


Lawan Mo Lian dari tingkat Wu-Dan sampai Wu-Sheng tahap Menengah sudah dihabisinya tanpa ada sisa. Sekarang ia tidak perlu melakukan apa-apa dan hanya mengamati jalannya pertempuran, Wu-Zong dengan jumlah 1000 orang, sekarang hanya tersisa sepersepuluhnya saja.

__ADS_1


Kemudian Ketua dari Organisasi Dunia Hitam, Tang Xuan masih melawan Wu Yengtu. Dalam pertarungan itu, Wu Yengtu berada di atas angin.


Meski kekuatan Wu Yengtu hanya berada ditahap Akhir dari Ranah Inti Perak atau Wu-Sheng, berbeda dengan Tang Xuan yang hampir menembus Ranah Inti Emas, atau tingkat baru yang diberi nama Wu-Zheng.


"Kakek. Jangan bunuh dia dulu, dan jika dia hendak bunuh diri, tolong tahan dia. Kita harus mendapatkan informasi mengenai markas Dunia Hitam," ucap Mo Lian yang masih melayang sembari melihat jalannya pertarungan.


"Tentu." Wu Yengtu menjawabnya dengan santai tanpa ada rasa lelah di wajahnya.


Sangat berbeda sekali dengan Tang Xuan yang sedari tadi selalu menggertakkan gigi dan di wajahnya memperlihatkan urat-urat marah.


"Baji****! Bagaimana mungkin kau lebih kuat dariku?! Empat ratus tahun lalu, aku bisa mengalahkan kalian semua!" Tang Xuan mengumpat kesal. Ia tidak percaya dengan apa yang terjadi sekarang, bukan hanya ia yang kewalahan menghadapi Wu Yengtu, tapi juga seluruh bawahannya hampir terbunuh semua.


Wu Yengtu memukul dada Tang Xuan dengan keras ke arah laut, membuat lautan lubang besar di lautan, bahkan tanah di dasar lautan juga hampir terlihat.


Wu Yengtu menundukkan kepalanya menatap air yang kembali menyatu. Kemudian permukaan air bergetar hebat, lalu air dalam volume besar melonjak beberapa puluh meter ke langit menembus udara.


Ketika air kembali jatuh di permukaan laut, air laut bergelombang membuat tsunami yang cukup tinggi. Dan di langit terlihat Tang Xuan yang telah basah kuyup.


Tang Xuan menundukkan kepala menyembunyikan wajahnya. Ia mencengkeram jari-jarinya yang terkepal. Kemudian mendongak menatap Wu Yengtu dengan mata merah menyala penuh kemarahan. "Baji****! Aku tidak berharap akan menggunakan ini," teriaknya lantang.


Perlahan aura Tang Xuan meningkat pesat dengan penampilannya kembali muda, rambut putihnya berubah menjadi hitam. Lalu dari dalam tubuhnya keluar cahaya berwarna merah kehitaman, cahaya itu melonjak ratusan meter ke langit, menembus udara seperti pisau tajam. "Hahaha! Aku menembus tingkat Wu-Zheng. Kalian semua akan mati bersama dengan seluruh orang di Daratan Huaxia!"


Mo Lian yang berada di kejauhan hanya menggeleng dengan tangan menyentuh dahi. "Sepertinya giliran ku sudah tiba."


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2