Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 99 : Persiapan


__ADS_3

Jarak antara Kota Fuzhou dengan Kota Quanzhou adalah 109 mil, hanya membutuhkan dua jam lebih untuk sampai ke sana menggunakan jalur darat. Sebenarnya bisa saja setelah tiba semalam, mereka langsung pergi ke Kota Quanzhou, tapi karena Jia Yaoyu meminta untuk tinggal sebentar dan berkeliling, maka semua orang memutuskan untuk menginap di Kota Fuzhou.


Meski demikian, mereka tidak langsung pergi ke sana, setelah berjalan selama satu jam, mereka beristirahat dulu di kedai kecil yang menjual makanan tradisional seperti jian bing, dimsum, la ji zi, lon ton, la mian, dan sebagainya.


Saat ini mereka berada di depan kedai kecil yang hanya muat dimasuki oleh dua puluh pengunjung. Saat mereka tiba di sana, banyak pejalan kaki maupun pedagang yang merasa heran maupun takut, itu karena sangat jarang orang yang menggunakan mobil mewah namun pergi ke kedai kecil.


Tanpa berlama-lama lagi Mo Lian dan yang lain keluar dari dalam mobil, mereka mengambil meja yang berada di depan kedai dan menghadap ke jalan. Ketika mereka keluar dari mobil, pada saat itu juga perhatian tertuju pada Yun Ning, bagaimanapun ini adalah Bintang Huaxia, tentunya semua orang akan mengenalinya.


"Ma- Maaf. Apa yang ingin kalian pesan?" Wanita muda yang usianya berkisar dua puluhan tahun. Wanita itu mengenakan baju biru dengan celemek, lalu tubuhnya juga bergetar seperti gugup.


Mo Lian tersenyum, kemudian menjawab, "Aku dua nampan jiaozi dengan satu botol soju."


Wanita muda itu mengangguk kecil sembari menulis pesanan, lalu menoleh melihat yang lainnya untuk menanyakan pesanan.


Semua orang memesan makanan yang tidak berbeda dari Mo Lian, kebanyakan dari mereka memesan jiaozi, bukan hanya mudah untuk dimakan, tapi juga mengenyangkan. Hingga pada akhirnya pandangan wanita muda itu tertuju pada Xu Xumei.


"Aku ingin mengubah pesanan cucuku tadi, jangan berikan dia soju, tapi jus jeruk." Xu Xumei mengatakannya sembari menoleh menatap Mo Lian.


Cucu? Pelayan wanita itu terdiam keheranan, di depannya adalah wanita yang penampilannya sangat muda, namun sudah memiliki cucu.


Mo Lian tersentak saat mengetahui jika pesanannya diubah oleh Xu Xumei. "Nenek, mengapa Nenek mengubah pesananku?"


"Ibumu mengatakan jika dengan usiamu yang sekarang belum boleh meminum alkohol," Xu Xumei tersenyum kemenangan.


Bibir Mo Lian berkedut-kedut ketika mendengar itu. Akhirnya ia hanya bisa tertunduk dan menghela napas pasrah, bagaimanapun juga usianya memang belum diperbolehkan untuk mengonsumsi alkohol.


Wanita muda itu sedikit membungkukkan badannya, kemudian berbalik memasuki kedai untuk mengambilkan pesanan semua orang. Hingga belasan menit kemudian, pelayan wanita itu kembali dengan nampan di tangannya, pelayan itu tidak sendirian, ia membawa teman-temannya untuk memudahkan membawa pesanan.


Puluhan menit kemudian semenjak pesanan tiba, mereka semua sudah menghabiskan semua makanan yang berada di atas meja. Kemudian mereka kembali memasuki mobil setelah membayar 300 Yuan.

__ADS_1


Mo Lian bersandar di kursi mobil sembari melihat ke luar jendela, sangat membosankan jika harus duduk di dalam mobil seperti ini. Baginya akan sangat cepat jika terbang sendiri ataupun melompat antar gedung. Ketika ia bosan dan menutup matanya, tiba-tiba terdengar nada dering singkat dari handphone yang berada di saku celananya.


Mo Lian menyelipkan tangannya ke saku celana untuk mengambil handphone, terlihat di sana ada pesan masuk dari Ong Hei Yun. Dan pesan yang tertulis di sana adalah ada sesuatu yang mencurigakan di pelabuhan Kota Qianzhou.


Hal mencurigakan? Apakah akan ada harta bumi dan langit yang muncul di perairan Selat Taiwan? Harta apa yang bisa dimunculkan di Bumi yang energi spiritualnya sangat tipis.


"Ada apa, Lian?" Xu Xumei bertanya saat melihat ekspresi yang ditampilkan Mo Lian.


Mo Lian menoleh, ia tersenyum lembut, dan kemudian menjawab, "Aku dapat kabar jika di pelabuhan Kota Qianzhou ada hal yang mencurigakan."


Xu Xumei mengangguk kecil sebagai balasan, ia tidak ingin menanyakannya lebih lanjut, karena menurutnya, Mo Lian juga tidak mengetahuinya.


Satu jam kemudian, mereka sudah tiba di Kota Qianzhou. Namun belum sampai di tempat yang telah disetujui oleh Pasukan Taring Naga dan Aliansi Beladiri Huaxia. Hingga belasan menit berlalu, mereka sudah tiba di hotel yang berhadapan langsung dengan lautan.


Kelompok tiga belas orang itu keluar dari dalam mobil setelah diparkir di halaman hotel. Ketika mereka keluar dari mobil, mereka sudah disambut oleh para petinggi dari Pasukan Taring Naga dan Aliansi Beladiri Huaxia.


Berbicara tentang petinggi, Ong Hei Yun yang sudah menembus tingkat Wu-Dan tidak lagi menjabat sebagai Kapten dari Pasukan Taring Naga. Ia sekarang sudah menjadi salah satu Penatua yang bisa mengambil keputusan, serta memerintah ribuan bawahan.


"Salam ..." Mo Lian menangkupkan kedua tangannya. Ia mendongakkan kepalanya menatap Ong Hei Yun yang berdiri di sebelah Bu Shan Lu. "Tadi kau mengirimkan pesan padaku, apa yang mencurigakan di sini?"


Ong Hei Yun menolehkan kepalanya melihat sekitar, saat dirasa cukup aman tidak ada pejalan kaki maupun orang asing, barulah ia menatap Mo Lian dan menjelaskan, "Selama beberapa hari kami di sini, kami sudah mencari informasi mengenai hal-hal yang terjadi di Selat Taiwan. Banyak penduduk yang mengatakan jika ada fenomena aneh di sana, seperti pusaran air yang sangat kuat dengan embusan angin kencang, lalu yang anehnya, ada aroma harum dalam radius satu mil ..."


"Karena hal itulah penduduk di sini tidak bisa melaut maupun bekerja. Tapi yang anehnya, ada yang mengatakan jika seluruh orang yang memiliki kapal sudah dibayar untuk tidak boleh pergi ke Selat Taiwan dalam waktu seminggu ini."


Mo Lian mengangguk kecil, itu adalah fenomena yang biasanya terjadi saat ada harta bumi dan langit yang akan terlahir. Hanya saja, harta apa itu, ia tidak mengetahuinya. Bagaimanapun ia tidak melihat maupun merasakannya sendiri.


"Sepertinya mereka sudah bersiap-siap. Jika penduduk kota tidak ingin berlayar, maka hanya Pejuang tingkat Wu-Dan saja yang boleh ikut. Kita akan pergi ke sana melalui jalur udara," ucap Mo Lian.


Mo Lian terdiam sejenak, ia mengamati keadaan sekitarnya. "Lebih baik kita lanjutkan di dalam, aku akan menyewa ruangan khus—"

__ADS_1


"Kami sudah menyewanya." Ong Hei Yun memotong perkataan Mo Lian.


Mo Lian menaikkan sebelah alisnya. "Baiklah, kalau begitu pimpin jalannya."


Semua orang berjalan memasuki hotel dengan Ong Hei Yun yang memimpin jalan mereka semua.


Belasan menit kemudian, mereka sudah tiba di lantai dua puluh, lantai pertengahan yang memiliki ruang-ruang besar yang dikhususkan untuk pertemuan. Kemudian mereka terus berjalan hingga tiba di depan pintu yang memiliki tinggi tiga meter dengan lebar empat meter.


Ong Hei Yun membuka pintu itu, terlihat ruangan yang sangat luas, cukup untuk menampung lebih dari 500 orang. Di tengah-tengah ruangan itu terdapat meja panjang dengan puluhan kursi di sampingnya.


Setelah tiba di dalam ruangan, mereka semua langsung pergi menuju meja itu, dan tentu saja Mo Lian duduk di kursi pusat menatap kursi kiri dan kanan depannya.


Mo Lian menghela napas panjang kemudian melanjutkan penjelasannya yang kurang tadi, "Langsung saja. Mereka menahan diri selama empat ratus tahun lamanya untuk tidak bergerak secara langsung, dan hanya bergerak di balik bayangan, bahkan setelah aku membunuh satu Wu-Sheng dengan tiga Wu-Dan. Melihat dari ini saja, mungkin mereka memiliki ratusan Wu-Dan dengan puluhan Wu-Sheng."


Semua orang terdiam, terutama untuk Pasukan Taring Naga dan Aliansi Beladiri Huaxia. Melawan orang-orang itu secara langsung hanya bunuh diri, itulah yang dipikirkan mereka.


"Lalu untuk fenomena yang terjadi di Selat Taiwan, itu adalah tanda-tanda kebangkitan harta bumi dan langit, bahkan bisa saja energi spiritual di Bumi akan kembali padat. Kemudian, jika memang benar itu adalah harta, kita harus membuat mereka agar tidak bisa mendapatkannya, apapun caranya, " tutur Mo Lian melanjutkan penjelasannya.


Pasukan Taring Naga dan Aliansi Beladiri Huaxia terdiam dengan mulut terbuka lebar. Meski mereka sudah siap untuk datang ke sini, tapi saat mendengar penjelasan dari Mo Lian, nyali mereka menciut dengan keringat dingin mengalir membasahi wajah.


Berbeda dengan anggota Sekte Dongfangzhi. Tidak ada satupun dari mereka yang memperlihatkan ketakutan dan keraguan, di mata mereka hanya ada api yang menari-nari penuh tekad untuk menghancurkan Organisasi Dunia Hitam. Terutama untuk Wu Yengtu, dan lima orang lainnya.


Mo Lian yang melihat keraguan dari Pasukan Taring Naga dan Aliansi Beladiri Huaxia hanya bisa menggeleng pelan dan menghela napas panjang. "Itu saja, kita harus bersiap-siap, dalam tiga hari lagi mereka akan bergerak," ujarnya sembari berdiri dan meninggalkan ruang pertemuan.


Anggota dari Sekte Dongfangzhi juga tidak tinggal diam, mereka semua beranjak dari tempat duduk mereka dan berjalan menuju pintu keluar mengikuti Mo Lian.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2