Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 212 : Hampir Meninggalkan Bumi


__ADS_3

Seluruh anggota Sekte Dongfangzhi, Perusahaan Meiliafei, Keluarga Qin dan Yun sudah tahu perihal kedatangan Master Hong Xi Ning ke sekte. Serta niatnya yang ingin membawa semua anggota Sekte Dongfangzhi untuk pergi meninggalkan Bumi.


Hanya anggota sekte, tidak dengan perusahaan maupun anggota Keluarga Qin dan Yun yang lain.


Ketika semua orang tengah bimbang memikirkan perkataan Hong Xi Ning, Mo Lian berjalan-jalan santai bersama Masternya mengelilingi kota, dan mengobrol bersama niat sebenarnya kedatangan Hong Xi Ning.


Bagaimanapun, di kehidupan sebelumnya, ia masih tidak tahu niat sebenarnya kedatangan Hong Xi Ning ke Bumi.


Keduanya makan bersama di salah satu restoran terbaik di Beijing, yang harga termurah merogoh kocek sebesar ¥699, dan yang termahal bisa sampai ¥66.000.


Kedatangan mereka disambut baik oleh pemilik restoran, yang biasanya tidak pernah datang dan selalu berada di luar negeri. Bahkan orang-orang penting di China juga berkumpul hanya untuk melihat Mo Lian dan Hong Xi Ning.


Mo Lian duduk berseberangan dengan Hong Xi Ning. Ia memandangi wajah Masternya untuk beberapa saat, sebelum akhirnya pelayan datang menghampiri menanyakan pesanan. Ia memilih pesanan yang sering dipesan dan rekomendasi dari pemilik.


"Master, aku sudah bertanya-tanya sejak lam. Kedatangan Master ke Bumi untuk mengurus apa, atau mencari suatu harta?"


"Teratai Sembilan Warna." Hong Xi Ning menjawabnya langsung tanpa bertele-tele. "Tapi karena sudah kau gunakan, maka aku tidak ada keperluan lain. Aku juga tidak mempermasalahkan hal itu karena sudah kau gunakan. Tapi, bisakah kau berikan satu helai bunganya?"


Mo Lian merasa tidak nyaman karena mengambil harta yang diinginkan oleh Masternya. Sembilan biji dan enam helai bunga sudah ia gunakan, tersisa dua helai Bunga Teratai Sembilan Warna.


"Ma- Maaf, aku akan memberikan semuanya pada Master, aku masih memiliki dua helai." Mo Lian mendekatkan tangan kanannya pada tangan kanan Hong Xi Ning, kemudian mengirimkan Teratai 9 Warna melalui Cincin Ruang.


Hong Xi Ning tersenyum tipis. "Tidak masalah, lagi pula Teratai Sembilan Warna memang aku tujukan untuk muridku. Bukankah di kehidupanmu yang sebelumnya sudah pernah aku berikan pil yang serupa, meski dengan nama yang berbeda," ucapnya pelan.


Mo Lian terdiam memiringkan kepalanya, ia memang pernah diberikan pil, namun tidak ada aroma yang berasal dari Teratai 9 Warna. "Sepertinya begitu ..."


Hong Xi Ning menghembuskan napasnya, kemudian berdiri dari tempat duduknya seraya mengulurkan tangannya dan menjentikkan jarinya pada dahi Mo Lian. "Pil Fondasi Ilahi!"


Dahi Mo Lian memerah saat terkena jentikkan jari Hong Xi Ning. Ia ingat jika pernah mendapatkan Pil Fondasi Ilahi, Pil 7 Ilahi yang sangat langka dan sangat sulit untuk dibuat. Setelah menyerap pil itu, semua kekuatannya meningkat dan memudahkannya dalam berlatih.


"Ngomong-ngomong, Master. Aku masih menyisakan Paviliun Naga Merah dan Sekte Macan Hitam—"

__ADS_1


"Lalu?" Hong Xi Ning menyela perkataan Mo Lian seraya kembali duduk. "Kau harus mengurusnya sendiri, meski Mastermu ini bisa menghancurkannya sekarang. Tapi kau harus menyelesaikan semuanya sendiri."


"Ah! Baiklah ..." Mo Lian tidak tahu mengapa Masternya berubah. Yang diketahuinya, Masternya sangat baik hati dan akan membantu murid-muridnya dalam menyelesaikan masalah.


Masih dalam keheranan, makanan sudah mulai berdatangan di atas meja. Mo Lian mengabaikan makanan yang satu per satu mulai tersusun, ia masih memikirkan mengapa Masternya berubah. Hingga tak lama, ia mendongak. "Apakah Master cemburu?—"


"Diam." Hong Xi Ning memasukkan tumis daging ke dalam mulut Mo Lian. "Jangan banyak bicara dan makan saja."


Mo Lian menganggukkan kepalanya dan memakan hidangan yang telah sampai tanpa adanya pembicaraan lain, karena ia tahu betul Masternya tidak suka jika ada yang berbicara saat makan.


Puluhan menit kemudian, keduanya sudah selesai menghabiskan makanan terbagi empat sesi. Kemudian membayarnya dengan Tael Emas, setelah pemiliknya menolak dibayar.


Ketika Mo Lian dan Hong Xi Ning pergi keluar dari restoran, dan mulai cukup jauh dari sana. Seketika itu juga semua orang yang menunggu di luar mulai berusaha masuk, dan melihat di mana tempat duduk Mo Lian berada.


Pemilik restoran merasa sangat senang dengan kedatangan Mo Lian, meski ia tidak dibayar sekalipun, ia akan mendapatkan untung besar.


Mo Lian terbang di belakang Hong Xi Ning, kemudian ia mempercepat kecepatannya hingga mereka terbang bersebelahan. "Master, apakah Anda sudah bertemu Lan Zhuan Shen? Ras Naga terakhir dari Keluarga Lan."


Hong Xi Ning terdiam sejenak seraya menatap Mo Lian di samping kirinya, terlihat Mo Liaj yang nampak sedih. "Tenang saja, sebelum Mastermu ini pergi, aku akan memberikan beberapa pil, talisman, senjata dan bahan-bahan yang bisa kau gunakan untuk apapun."


Mo Lian tersenyum tipis. "Terimakasih, Master." Ia menolehkan kepalanya ke kanan, melihat wajah Hong Xi Ning dari samping. "Master, apakah Anda ingin berkeliling lagi?"


"Hari ini sudah cukup, lagi pula kau juga harus berlatih. Memang kekuatanmu sangat mengesankan, tapi tidak mungkin 'kan untuk selalu menggunakan kekuatan Dewa Semesta?"


Mo Lian terdiam, benar apa yang dikatakan Masternya. Ia tidak bisa selalu mengandalkan kekuatan Dewa Semesta sebagai kekuatan utama, tapi ia masih ingin berjalan-jalan bersama Masternya, karena ini adalah kesempatan yang jarang terjadi.


"Master, setelah saya menemui Anda di Galaxy Pusat nanti. Apakah Anda ingin menjadi istri saya?"


Hong Xi Ning menghentikan terbangnya dan melayang di langit. Ia berdiri berhadapan dengan Mo Lian. "Dari pandanganmu, kita sudah mengenal seribu tahun. Namun, dari pandanganku, kita baru kenal selama satu hari. Satu hari kenal dan memutuskan untuk menikah, itu terlalu cepat ..."


Mo Lian terdiam sejenak, memikirkan maksud kalimat terakhir Hong Xi Ning. "Jika kita mengenal lebih lama lagi, apakah Anda bersedia?"

__ADS_1


Hong Xi Ning menghembuskan napas panjang, dan kemudian tersenyum tipis. "Entahlah." Ia memalingkan wajahnya dan pergi ke Kota Chengdu dengan kecepatan kilat.


Mo Lian yang ditinggalkan Hong Xi Ning seorang diri itu tegap diam di langit Provinsi Hebei. "Sepertinya ini adalah ke dua ribu kalinya aku ditolak Master. Tapi tidak seperti sebelumnya, sekarang ia terlihat membuka pintu hatinya. Apakah karena dia merasa kasihan?"


Mo Lian menggelengkan kepalanya cepat. Tidak mungkin Masternya merasa kasihan perihal asmara, bahkan saat dulu, banyak yang melamar Hong Xi Ning, namun semuanya ditolak mentah-mentah ditambah dengan pukulan.


***


Kamis, 20 Januari 2022


Hanya tersisa beberapa hari lagi sebelum Hong Xi Ning meninggalkan Bumi. Dalam waktu yang telah diberikan, masih belum ada yang memberikan jawaban untuk pergi ke Galaxy Pusat. Itu karena mereka masih tidak bisa lepas dari teknologi di Bumi yang memudahkan hidup mereka.


Dari awal bulan, Mo Lian juga terus berada di pengasingan untuk mencoba menembus tahap Akhir dari Alam dan Manusia. Ia berencana pergi setelah menembus Jiwa Emas, atau paling tidak Setengah Jiwa Emas. Ia juga tidak perlu menunggu waktu yang lama, karena sumber daya yang diberikan oleh Masternya.


Jika tidak memiliki Tubuh Emas dan Tubuh 5 Element, mungkin ia sudah menembus Jiwa Emas tahap Menengah.


Dalam waktu itu juga, restoran di mana Mo Lian dan Hong Xi Ning makan selalu dikunjungi banyak artis terkenal, Pejuang, dan lain sebagainya.


Gambar-gambar Mo Lian yang makan bersama Hong Xi Ning juga dijual dengan harga yang mahal, serta meja makan diberi pembatas yang terbuat dari kaca anti peluru. Ini benar-benar berlebihan, namun itulah daya tarik restoran itu.


Mo Lian yang berada di ruangan bawah tanah membuka matanya perlahan dan menghembuskan napas panjang dari dalam mulutnya, terlihat energi berwarna biru yang keluar dari sana, yang kemudian masuk kembali melalui dua lubang hidungnya.


"Masih terlalu jauh untuk menembus Alam dan Manusia tahap Akhir. Tapi setidaknya tiga kekuatan tubuhku setara dengan Jiwa Emas tahap Menengah."


"Inti Emas Sempurna, Alam dan Manusia Surgawi. Kemudian aku haru dapat mencapai Jiwa Emas Ilahi!"


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2