
Mo Lian berkeliling kota untuk mencari pedang besar setinggi dua meter, bermata dua dengan bagian tengahnya yang kosong, namun bisa dimuat dengan Batu Spiritual untuk menambah ketajamannya. Tapi sangat sulit untuk me dapatkan pedang yang setara dengan Senjata Dao 6, meski ia sudah menggunakan Mata Langit untuk melihat seluruh penjuru kota.
"Satu-satunya tempat yang tidak bisa dilihat Mata Langit adalah kota bawah tanah, sepertinya aku akan berkunjung nanti malam."
Saat ini Mo Lian berada di penginapan terdekat dengan kediaman pemilik kota, ia ingin bersantai sejenak untuk mengumpulkan semua informasi mengenai pembantaian terhadap desa terdekat di sini.
Jika kebetulan menemukan pemuda yang akan menjadi Iblis Sejati di 300 tahun ke depan, maka ia akan membunuhnya di sini. Namun apabila hatinya belum terkontaminasi, ia akan menghilangkan semua ingatan bocah itu tentang pembantaian desa, dan membiarkannya hidup tenang.
Mo Lian menutup matanya perlahan dan memfokuskan pada pendengarannya, untuk mengetahui pembicaraan apa saja yang ada di Kota Minghai, siapa tahu ia menemukan hal baik selain yang ia cari saat ini.
Banyak pembicaraan yang tidak penting, seperti janda yang ditinggalkan oleh Kapten penjaga yang menikah lagi, atau kakek tua yang tersandung batu kerikil kemudian terjatuh ke dalam sumur dan lain sebagainya.
Benar-benar tidak ada yang penting sama sekali, dan akhirnya Mo Lian memutuskan untuk beristirahat, menunggu malam hari agar bisa bergerak dengan bebas.
Karena tidak ada yang bisa ia lakukan dan hampir semua teknik yang ia pelajari sudah mencapai puncaknya, ia memilih untuk beristirahat dan tidur.
***
Malam Harinya
Mo Lian terbangun dari tidurnya, ditandai dengan kelopak matanya yang mulai bergerak-gerak. Ia membuka matanya perlahan, dengan kedua tangan menyentuh kasur dan menopang badannya. Kemudian ia meregangkan otot-otot tubuhnya, dan beranjak turun dari tempat tidur.
Tanpa menunggu bersiap-siap atau membersihkan tubuh, Mo Lian langsung melompat keluar melalui jendela kayu, mendarat di halaman depan dan langsung tenggelam ke dalam tanah.
Kota yang ada di bawah tanah, setidaknya sedalam 250 meter dari permukaan tanah.
Ketika tiba di kota bawah tanah, kepala adalah posisi terlebih dahulu yang nampak dan Mo Lian bisa melihat dengan jelas bagaimana keadaan kota bawah tanah. Terlihat, banyak rumah-rumah yang dibangun dengan kayu lapuk dimakan rayap, atap-atap rumah yang berlubang, pengairan yang kotor.
Mo Lian juga bisa melihat penerangan di sini adalah obor yang menyala di pinggir jalan dan menempel di pilar-pilar batu. "Kehidupan di sini benar-benar dibawah rata-rata. Tapi, siapa yang peduli. Urusanku di sini hanya untuk membunuh dan mengambil senjata."
Mo Lian turun sangat cepat setelah melakukan penyamaran, rambut hitam panjang bergelombang, dengan jubah hitam penuh tambalan di mana-mana.
__ADS_1
Banyak manusia yang tergeletak di tanah ataupun bersandar di dinding bangunan yang retak, ada juga yang sudah tewas di pinggir sungai hitam karena keracunan. Bahkan ada pembunuhan di depan umum, namun dibiarkan seperti ini sudah biasa terjadi.
Mo Lian mengabaikan semuanya dan menutup mata tentang apa yang ia lihat. Aku harus cepat-cepat pergi dari sini, aku akan melepaskan kembali kesadaran untuk mencari auranya.
Tidak membutuhkan waktu lama, Mo Lian membuka matanya kembali dan menoleh ke belakang, ia merasakan aura yang benar-benar sangat familiar baginya, karena ia sudah pernah melawannya sampai harus melepaskan seluruh kekuatan.
Mo Lian berlari melewati tumpukan mayat yang berada di mana-mana dan mayat ini masih hangat, yang artinya tidak lama terbunuh atau saat ia baru turun tadi.
Aura yang dirasakannya juga semakin menguat, yang artinya bocah gila ini sudah banyak membunuh orang. Semakin banyak yang dibunuh, semakin kuat, dan itu berasal dari senjata yang merupakan senjata dari Alam Neraka.
Benar saja, setelah berlari untuk beberapa menit, Mo Lian berhenti dan bisa melihat bocah yang sekiranya berusia 12 tahunan sedang berdiri di antara ratusan mayat yang tergeletak. Sungai darah juga terbentuk dan mengalir, ia juga melihat aura yang masuk ke dalam pedang, kemudian pedang itu memurnikan aura dan memberikannya pada bocah gila.
Mo Lian menghela napas berat dan memegangi dahinya sendiri. "Dao Hatinya sudah benar-benar tercemar iblis dan bahkan sampai mengubah penampilannya."
Telinga bocah itu berubah runcing dan ada taring yang mencuat dari gigi bagian atas. Ada juga sisik-sisik seperti ular yang berada di punggung tangan, dada, siku, lutut, bahu, dan punggung kakinya.
Jika dibiarkan lebih lama lagi, sampai menutupi seluruh tubuh dan kemudian berubah menjadi jirah, bahkan Dao Immortal yang berpengalaman dalam pertarungan akan sangat sulit untuk menghentikannya.
Mo Lian mendongak saat mendengar suara bocah itu. Terlihat bocah itu berlari cepat ke arahnya, dengan membawa pedang seperti ditarik. Ia menghela napas panjang, kemudian menatap tajam bocah gila itu.
Seketika itu juga waktu berhenti, bukan hanya di dalam kota bawah tanah, tapi juga seluruh Kota Minghai. Tidak ada yang bisa lepas dari pengendalian waktu Mo Lian, yang mampu menghentikan waktu dan Matahari untuk berhenti bergerak.
Mo Lian melangkah perlahan menghampiri bocah itu. "Jika di masa depan nanti kau tidak mengacaukan Alam Semesta, mungkin aku tidak akan mencarimu, tapi bukan hanya kau mengacaukannya, kau bahkan memiliki niat untuk menghubungkan Alam Neraka dengan Alam Semesta ..."
Mo Lian mencengkeram bilah pedang yang tajam dan ada bercak darah pada bagian yang tajam.
"Beraninya kau memegang tubuhku!"
Pandangan Mo Lian berubah menjadi merah kehitaman, ia seperti masuk ke dalam dimensi terpisah. Ada juga wajah iblis merah yang berada di depannya, iblis itu memiliki tiga mata dengan taring besar dan tajam.
"Hahahaha! Aku akan menelan jiwamu dan mengambil tubuh— Aarrgghh!"
__ADS_1
Mo Lian mencengkeram erat tangannya, dan mematahkan pedang itu menjadi dua bagian, membuat iblis itu berteriak kesakitan bersamaan dengan bocah gila yang menjerit.
Mo Lian mengibaskan tangannya mengambil patahan pedang, dan mengayunkannya pada bocah, membelahnya menjadi dua bagian. Tapi tidak cukup disitu, ia terus mengayunkan tangannya tanpa henti, mengubah bocah gila menjadi daging cincang.
"Monster Iblis sudah berakhir dan tidak akan terlahir di kemudian hari."
Mo Lian mengeluarkan api biru di telapak tangannya, kemudian membakar habis daging cincang di depannya, beserta pedang dan ratusan mayat yang tergeletak.
"Sangat disayangkan, jika pedang itu tidak terkutuk, mungkin aku akan membawanya. Tapi, meski sudah dibersihkan, masih saja menyimpan dendam di dalamnya." Mo Lian memandangi pedang yang mulai meleleh dan menghilang.
Mo Lian masih menandingi untuk beberapa saat, sampai jejaknya benar-benar menghilang, jangan sampai meninggalkan sedikit pun pecahan jiwa, yang kemungkinan bisa memulihkan diri.
Kemudian ia berbalik dan menghilang setelah tidak ada apa pun yang tersisa di sana. Urusannya di Bintang Yanjing sudah berakhir, dan tidak ada hal yang mampu menarik perhatiannya lagi. Ia berencana untuk meninggalkan Bintang Yanjing malam ini juga.
Api yang membakar kota bawah tanah juga ia biarkan saja dan terus membakar bangunan-bangunan lain, agar tidak melahirkan Monster Iblis lain di sana. Karena, ia menyadari banyak sekali bocah-bocah gila di sana yang hatinya sudah terkontaminasi.
Tapi karena mereka tidak ada di masa sebelumnya, maka hanya ada satu kemungkinan, seluruh penduduk di kota bawah tanah telah dibunuh. Dan apabila sekarang Mo Lian membiarkannya saja, maka Monster Iblis akan bertambah banyak di kemudian hari.
***
100.000 Mil ke Arah Tenggara dari Kota Minghai
Mo Lian muncul di suatu danau cermin yang sangat indah, dinamakan demikian karena memantulkan sinar rembulan di saat malam hari seperti sekarang. Ia ingin menikmati pemandangan ini sejenak.
"Master sangat menyukai pemandangan seperti ini, bukan hanya danau yang bersih memantulkan cahaya rembulan. Tapi juga bunga-bunga indah berwarna biru yang tumbuh selutut." Mo Lian menyentuh lembut bunga-bunga di sekelilingnya.
Kemudian ia menengadahkan kepalanya melihat langit malam berbintang, dan melompat tinggi menembus awan di gelapnya malam. "Aku, akan pergi ke Bintang Utama saat ini juga!"
...
***
__ADS_1
*Bersambung...