
Mo Lian mengalirkan energi spiritual di kedua telapak tangannya. Kemudian ia mengusap air mata yang membasahi wajah Qin Nian, serta sudut-sudut mata Qin Nian agar keadaan wajahnya kembali seperti semula tidak ada tanda-tanda habis menangis. Setelah semuanya telah kembali normal, Qin Nian juga sudah kembali tersenyum, mobil yang dikendarai keduanya melesat menuju kawasan Real Estate Emei.
Tidak seperti sebelumnya yang memakan waktu dua jam untuk sampai ke pusat perbelanjaan. Kali ini mereka berdua hanya membutuhkan beberapa puluh menit untuk sampai ke Real Estate Emei, itu karena jalan yang dilalui oleh mereka sudah tidak lagi dipenuhi dengan pejalan kaki, dan perbaikan jalan juga sudah selesai.
Saat mobil tiba di depan gerbang mansion, gerbang yang terkunci langsung dibukakan oleh wanita paruh baya, yang usianya lima tahun lebih tua dari Ibunya, Su Jingmei.
Mobil berjalan pelan menuju tempat parkir yang terletak di bawah tanah. Mo Lian dan Qin Nian keluar dari dalam mobil setelah selesai memarkirkannya, kemudian berjalan menuju pintu masuk mansion.
Tanpa berlama-lama lagi, keduanya menuju ruang makan. Di sana sudah tertata rapi banyak makanan, bukan hanya itu saja, di situ juga sudah duduk lima wanita berbeda usia.
Su Jingmei, Mo Fefei. Yue Xin Mei, seumuran dengan Mo Fefei, memiliki rambut berwarna hitam panjang sepunggung, wajah putih cantik ditambah kacamata. Yue Ning Mei, usianya sekitar lima tahun, memiliki penampilan yang tidak jauh berbeda dari Kakaknya, hanya saja rambutnya sebahu dan tidak berkacamata. Dan wanita paruh baya sebelumnya yang bernama Xin Hei Yu.
Mo Lian mengetahui nama-nama orang itu karena diberitahu oleh Mo Fefei tadi pagi.
Ketujuh orang itu duduk di meja makan, kemudian menyantap semua makanan yang telah disiapkan di atas meja. Cukup lama mereka menyantap makanan, itu karena Mo Fefei terus berbicara tanpa henti meski telah ditegur oleh Su Jingmei.
Setelah semua orang selesai menyantap habis semua makanan. Sebagian dari mereka pergi ke ruang keluarga, dapur untuk membersihkan semua peralatan makan, sedangkan untuk Mo Lian dan Qin Nian memasuki kamar masing-masing.
Mo Lian duduk di atas kasur setelah ia selesai membersihkan tubuhnya. Ia menghela napas panjang kemudian merebahkan badannya dan menatap langit-langit ruangan. "Apa keputusanku tepat untuk menjanjikan pada Qin Nian?"
Mo Lian menggelengkan kepalanya. "Tidak! Keputusanku sudah benar, jika aku tadi membiarkannya. Kemungkinan dia akan membenciku, dan bisa saja dia akan diambil oleh pembudidaya lain yang dua tahun dari sekarang akan datang ke Bumi."
"Tapi. Jika mereka berniat membawa Qin Nian, apakah aku bisa melindunginya? Saat ini aku masih berada pada Ranah Inti Perak, sedangkan mereka berada pada Ranah Dao Immortal, dan yang tertinggi adalah Master, dia telah mencapai Ranah Heavenly Immortal."
Mo Lian menggaruk kepalanya menggunakan kedua tangan, kemudian melemparkan badannya di atas kasur. "Dua tahun. Dalam dua tahun aku harus bisa menembus Ranah Jiwa Emas. Walaupun itu mustahil."
***
Keesokan Paginya
Mo Lian bangun pagi-pagi sekali, saat ia membuka pintu kamar. Terlihat wanita muda yang mengenakan baju olahraga yang lumayan menampilkan lekuk tubuhnya, wanita itu adalah Qin Nian. Ia memandangi wajah Qin Nian, kemudian perhatiannya teralihkan ada dua bola padat yang berada di bawah leher Qin Nian. "Besar jug—"
Mo Lian menghentikan perkataannya, ia menolehkan kepalanya ke sisi lain dan berjalan menuju ke lantai tiga. Ia tidak menyangka jika pemikirannya akan keluar melalui ucapannya, ini seperti mengatakan bahwa dirinya adalah pria yang cabul.
Qin Nian berjalan bersebelahan dengan Mo Lian, kemudian ia berjalan di depan Mo Lian dengan langkah ke belakang, ia sedikit membungkukkan badannya dan mendongakkan kepalanya menatap wajah Mo Lian dengan senyum kecil. "Master, mesum."
Mo Lian menundukkan kepalanya dengan mata terpejam, wajahnya sedikit memerah saat mendengar perkataan itu.
"Memang milikku tidak sebesar milik Zhing Xumei. Tapi aku cukup percaya diri—"
"Oho? Percaya diri? Apakah kau berpengalaman dengan hal itu?"
Qin Nian tersentak, wajahnya memerah. "Te- Te- Te- Tentu saja. I- I- Itu adalah hal yang tidak aneh untuk wanita seusiaku kan," jawabnya terbata-bata.
Mo Lian menaikkan sebelah alisnya, ia menyentuh kedua bahu Qin Nian dan melemparkannya ke dinding lorong, ia menempelkan lengan kirinya di dinding seraya menatap mata Qin Nian dan menghalangi jalan kabur bagi Qin Nian. "Benarkah?" tanyanya kembali sembari menyentuh bibir lembut dan kenyal Qin Nian.
Qin Nian memejamkan matanya, tubuhnya sedikit bergetar seperti seseorang yang ketakutan, keringat dingin juga bisa terlihat membasahi pipi kirinya.
__ADS_1
"Tidak!" Qin Nian mendorong Mo Lian menjauh menggunakan kedua tangannya. Tapi tentu saja, Mo Lian tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya berdiri.
Mo Lian kembali menyentuh bibir Qin Nian yang lembut dan halus itu. Ia menatap wajah Qin Nian dengan pandangan meminta penjelasan serta tersenyum kecil.
Qin Nian membuka matanya perlahan. Ketika ia melihat pandangan Mo Lian, ia menundukkan kepalanya menatap lantai, seraya memainkan jari-jarinya ia berucap, "Ma- Maste—"
"Oho! Apakah kalian berdua jadian?"
Terdengar suara yang tidak asing bagi keduanya. Mendengar itu, mereka berdua menolehkan kepalanya ke sumber suara, terlihat Mo Fefei yang hanya terlihat kepalanya saja sedang menatap keduanya dengan pandangan aneh, dan telapak tangan kanan yang menutup bibirnya.
Sontak Mo Lian dan Qin Nian menjaga jarak, mereka berdua berjalan menuju tumpukan kardus berisikan rempah dan herbal, dengan bersikap biasa seperti tidak pernah terjadi apa-apa.
Mo Fefei yang melihat itu hanya terkekeh kecil dan mengikuti Mo Lian serta Qin Nian untuk membawa kardus-kardus.
Mo Fefei membawa empat tumpuk kardus, Qin Nian membawa delapan tumpuk kardus, dan untuk Mo Lian membawa 20 kardus. Kardus-kardus ini berisikan rempah dan herbal yang digunakan untuk berkultivasi, sedangkan bahan yang digunakan untuk menyuling Pil Pingyuan terjaga di tempat yang lain.
Ketiganya langsung pergi menuju halaman belakang, di sana sudah berdiri seorang wanita yang sangat cantik untuk orang seusianya, orang itu adalah Su Jingmei.
Mo Lian membuka semua isi kardus dan meletakkannya di satu tempat yang cukup besar. Saat ia sedang menyusun kardus, dari arah pintu terdengar suara yang memanggilnya.
"Tuan. Orang-orang yang kemarin telah datang dan menunggu di ruang tamu."
Mo Lian menolehkan kepalanya. "Suruh mereka semua langsung ke sini."
"Baik, Tuan." Xin Hei Yun sedikit membungkukkan badannya, kemudian berbalik memasuki rumah.
Beberapa menit kemudian, Xin Hei Yun datang kembali dengan membawa puluhan orang. Enam belas dari mereka sepertinya adalah Keluarga Qin dan Yun, dan untuk sisanya adalah pengawal mereka.
Mo Lian menolehkan kepalanya, terlihat wanita paruh baya yang usianya sekitar hampir empat puluhan, mengenakan pakaian kantoran, berambut hitam pendek sebahu. Di sebelahnya berdiri pria paruh baya yang usianya berkisar pertengahan empat puluhan, berambut hitam pendek, mengenakan pakaian yang tidak jauh berbeda dari wanita paruh baya. Dan untuk Qin Luochen, usianya sepertinya lebih tua dari Qin Nian, memiliki rambut sedikit panjang berwarna merah, mengenakan celana hitam jeans, dan atasan kaus putih bermerek serta dilapisi oleh jaket merah yang mewah.
Yun Hengtian juga berjalan menghampiri Mo Lian, menundukkan kepalanya sembari menangkupkan kedua tangan. "Master. Dia adalah anak keduaku, Yun Yue, menantuku Fu Shan, dan kedua cucuku Yun Feng, Yun Xue."
Mo Lian kembali menolehkan kepalanya, terlihat wanita paruh baya yang usianya tidak jauh berbeda dari Qin Xuexing, mengenakan pakaian hanfu modern. Di sebelahnya berdiri pria paruh baya mengabaikan pakaian kantor. Kemudian pria muda yang usianya tidak jauh berbeda dengan Qin Louchen, berambut biru potongan rapi, memakai tindik di telinga kanannya, dan mengenakan celana jeans berwarna putih, dan mengenakan sweater berwana biru.
Untuk Yun Xue sendiri berambut hitam panjang, mengenakan pakaian anak-anak. Karena memang dia baru anak-anak yang usianya berkisar antara lima sampai sepuluh tahun.
Saat Mo Lian mendengar pengenalan itu, ia sedikit merasa keheranan. Pasalnya meski menikahi pria dari keluarga lain, tapi anak-anak mereka tetap menggunakan nama keluarga Qin dan Yun. Dari sini dapat disimpulkan jika kedudukan Keluarga Qin dan Yun lebih tinggi dari Keluarga Zhu dan Fu.
Orang-orang yang baru saja bertemu dengan Mo Lian itu memandang aneh dirinya. Mo Lian yang merasakan pandangan itu mengerti betul, itu adalah pandangan yang sama seperti saat ia bertemu dengan Keluarga Yun untuk pertama kalinya.
Namun ia hanya menganggukkan kepalanya dan kembali melanjutkan tugasnya untuk membuat array. Ia mengambil beberapa Batu Giok dan menghancurkannya, kemudian dicampurkan dengan tinta yang terbuat dari buah kranberi.
Mo Lian menggambar lingkaran dengan radius 20 meter, kemudian membuat lingkaran lainnya di tengah-tengah, serta lingkaran lainnya yang berada pada garis-garis lingkaran luas dengan jumlah tujuh lingkaran, menyesuaikan dengan jumlah orang yang berkultivasi.
Bukan hanya lingkaran saja, ia juga menempelkan Talisman di keempat sisi luar lingkaran paling besar, dan satu Talisman lainnya ia pegang.
Setelah semua persiapan telah selesai, ia meletakkan rempah maupun herbal yang berjumlah 32 kardus menyebar di dalam maupun sekitar lingkaran.
__ADS_1
Mo Lian berjalan menuju ke tengah-tengah lingkaran kecil. Ia menolehkan kepalanya menatap ketujuh orang yang sudah menapaki jalan Kultivator Dao. "Kalian. Masuk ke dalam tujuh lingkaran itu, pejamkan mata dan ambil posisi bermeditasi. Seberapa banyak kalian menyerapnya, itu tergantung pada usaha kalian sendiri."
Ketujuh orang itu menganggukkan kepala mengikuti arahan Mo Lian. Berbeda halnya dengan lainnya yang merasa aneh, mereka semua berpikiran jika Mo Lian adalah orang gila.
Mo Lian menolehkan kepalanya, setelah ketujuh orang itu mengambil posisi duduk itu dalam lingkaran. Ia menghirup napas dalam-dalam kemudian menghembuskannya pelan, ia mengangkat Talisman yang berada di tangan kanannya tepat di depan wajahnya. "Talisman Pengumpul Qi! Aktif!'
Angin berembus kencang, dedaunan pohon beterbangan mengikuti arah angin, energi spiritual dalam radius beberapa puluh mil berkumpul ke wilayah Mansion Bai Long, lebih tepatnya di halaman belakang.
Tidak berhenti disitu saja, ia membuat segel tangan dan diakhiri dengan kedua telapak tangan yang saling menyentuh. "Formasi Diagram Segala Arah! Aktif!"
Lingkaran formasi yang telah dibuatnya memancarkan cahaya putih yang menyilaukan mata, rempah maupun herbal yang telah disebarkannya menari-nari di tanah, sampai mereka melemparkan diri ke atas langit. Kemudian rempah-rempah itu hancur menjadi uap berbeda warna yang menyebar di dalam lingkaran.
Formasi ini adalah formasi yang tidak jauh berbeda dari Array Perampokan Roh. Hanya saja ini lebih efektif, karena bisa menyerap energi spiritual dari rempah maupun herbal dengan jumlah yang lebih banyak, menyerap energi spiritual sekelilingnya, dan kemudian ditahan untuk tidak menyebar luas lalu dapat digunakan untuk meningkatkan kultivasi dari pembudidaya yang duduk di dalam lingkaran.
Meski demikian, formasi ini tidak dapat dilakukan oleh satu orang saja. Itu karena memiliki syarat harus menggambar lingkaran lain dari lingkaran pusat maupun utama, dan saat menggambar lingkaran lain. Pada tiap-tiap lingkaran harus diisi oleh pembudidaya lain, jika tidak, energi spiritual yang sudah terkumpul akan bocor dan terbuang sia-sia.
Saat Mo Lian mengaktifkan Talisman dan formasi. Vena Naga di sebelahnya menunjukkan tanda-tanda, angin yang berembus semakin kencang, bahkan menerbangkan meja dan kursi-kursi. Perlahan, siluet naga berwarna biru terlihat, siluet naga itu melesat tajam ke tengah-tengah formasi di mana Mo Lian berdiri.
Mo Lian kembali mengubah posisi tangannya, ia mengangkat tangan kanannya dengan jari telunjuk dan tengah mengarah ke langit. "Menyebar!"
Bang!
Ledakan energi spiritual tercipta di tengah-tengah fondasi. Energi spiritual yang padat menyebar ke seluruh formasi dan garis-garis merah yang menghubungkan tiap-tiap lingkaran.
"Kalian. Serap!"
Seketika ketujuh orang itu mempraktikkan Teknik Budidaya mereka untuk menyerap seluruh energi spiritual yang menyebar luas. Mo Lian bisa saja menyerap energi spiritual ini, tapi jika ia melakukannya, maka keluarga dan murid-muridnya tidak akan mendapatkan energi spiritual. Jadi ia hanya akan menyerap energi spiritual melalui garis-garis yang menghubungkan lingkaran, ia akan menyerap energi spiritual yang berlebih yang mana sulit untuk diserap oleh ketujuh orang itu.
Waktu berlalu dengan cepat, 30 menit sudah terlewat. Belum ada tanda-tanda dari mereka yang akan menembus.
Sepuluh menit kemudian, tiga cahaya berbeda warna melonjak beberapa puluh meter menembus ke langit, menembus udara seperti pisau tajam. Orang itu adalah Su Jingmei, Mo Fefei yang menembus Fase Fondasi tahap Akhir, dan Qin Tian yang menembus Fase Mendalam tahap Menengah.
Satu jam kemudian, cahaya lainnya kembali melonjak beberapa puluh meter ke langit. Kali ini giliran Qin Zhang, Qin Nian, Yun Hengtian dan Yun Ning.
Qin Zhang menembus Fase Mendalam tahap Akhir, Qin Nian menembus Fase Mendalam tahap Menengah, Yun Hengtian menembus Fase Mendalam tahap Awal, dan Yun Ning menembus Fase Fondasi tahap Akhir.
Proses ini terus berlangsung untuk waktu yang lama. Ketika energi spiritual dalam formasi telah habis, hari sudah siang dengan posisi matahari berada di puncaknya. Merkea semua membuka matanya perlahan, penampilan mereka lebih muda dari sebelumnya. Napas yang mereka keluarkan lebih kuat.
Qin Zhang, setengah langkah lagi untuk menembus Fase Lautan Ilahi. Qin Tian, Fase Mendalam tahap Akhir. Qin Nian, Fase Mendalam tahap Akhir.
Su Jingmei, Fase Mendalam tahap Awal. Mo Fefei, Fase Mendalam tahap Awal.
Yun Hengtian, Fase Mendalam tahap Menengah. Yun Ning, Fase Mendalam tahap Awal.
Mo Lian, masih sama seperti sebelumnya, ia masih berada ditingkat Ranah Inti Perak tahap Awal bahkan setelah menyerap setengah energi spiritual dalam formasi.
...
__ADS_1
***
*Bersambung...