
Sembilan Dao Immortal termasuk Hong Xi Ning tidak bisa menahan diri untuk tetap santai saat melihat Pedang Racun, yang merupakan alasan utama kedatangan mereka semua ke Bumi, dan tentunya dengan niatan yang berbeda. Niat itu ada yang ingin menghancurkannya, dan ada juga yang ingin menyempurnakannya.
"Anak muda, serahkan Pedang Minghai padaku, maka aku akan membunuhmu tanpa rasa sakit."
Mo Lian menaikkan sudut bibirnya, memperlihatkan gigi putihnya. "Menyerahkan? Jika aku menyerahkan pedang ini padamu, Sekte Racun Minghai akan melalukan tindakan yang mengerikan di masa depan. Karena Sekte Racun Minghai jugalah Keluarga Lan, Ras Naga telah musnah."
Lan Zhuan Shen yang berada di Bumi mendengar itu, dan tetap diam tanpa menyangkal maupun marah. Ia tahu mengapa Mo Lian mengatakan hal itu, karena untuk menyembunyikan fakta tentang masih ada keturunan Keluarga Lan yang berhasil bertahan hidup.
Kesembilan Dao Immortal tertegun saat mendengar itu, tidak ada yang mengetahui dengan pasti tindakan Sekte Racun Minghai kecuali Sekte Racun Minghai itu sendiri, bahkan Hong Xi Ning juga terkejut mendengar perkataan Mo Lian.
"Bunuh dia! Ambil kembali senjata milik Sekte Racun Minghai kita!" Penatua itu berteriak memerintahkan belasan ribu Jiwa Emas.
Mo Lian mengalirkan energi spiritualnya pada Pedang Racun, membuat pedang itu memancarkan kabut merah gelap seperti darah, dengan aura membunuh yang sangat kuat.
Mo Lian masih tertunduk, mengabaikan belasan ribu Kultivator yang bergerak ke arahnya. Tiba-tiba, ia mengangkat tangan kirinya, menangkap batang leher salah satu dari mereka, kemudian menekannya keras hingga terputus.
Inti Jiwa terbang dari tubuh yang telah kehilangan kepala. Mo Lian tidak tinggal diam, ia mengayunkan pedangnya, menebas Inti Jiwa itu hingga hancur.
Mo Lian menarik kaki kanannya ke belakang, memutar tubuhnya seraya mengayunkan pedangnya secara menyilang dari kiri atas ke kanan bawah, mengenai pemuda lain di belakangnya dan membelahnya menjadi dua bagian.
Jika saat ia masih ditingkat Inti Emas saja dapat melawan Jiwa Emas menggunakan Pedang Racun, tentunya saat ini yang sudah menembus Alam dan Manusia akan lebih mudah lagi, ditambah kekuatan 1 : 100.000 Dewa Semesta.
Mo Lian membungkukkan badannya, mengindari serangan jarak jauh yang dilemparkan ke lehernya. Kemudian ia menggunakan tumit kaki kirinya, menendang pangkal paha pemuda yang mengangkat pedang di belakangnya.
Ia berdiri dan berbalik, memegangi kepala pemuda itu, kemudian menusukkan Pedang Racun pada leher lawannya.
Mo Lian mundur beberapa langkah dan menyelimuti tubuhnya dengan energi spiritual, kemudian terbang menjauh untuk menjaga jarak.
Mo Lian yang telah menjaga jarak itu berbalik dan menebas setiap Jiwa Emas yang bertemu dengannya, meski tidak sampai terbunuh. Ia hanya perlu menggores kulit mereka, dan membiarkannya mati perlahan dengan rasa sakit yang menyiksa.
"Mati kau!—"
Mo Lian mundur selangkah, menghindari serangan pedang dari sebelah kirinya. Ia mengulurkan tangan kirinya, menangkap kepala wanita yang menyerangnya. "Jika kau ingin menyerang, pastikan tetap diam dan jangan banyak bicara." Ia menusukkan pedangnya, menembus punggung wanita itu dan menghancurkan Inti Jiwanya.
Ketika Mo Lian terus membunuh dengan cara menyerang dan mundur, tiba-tiba ia merasakan bahaya yang sangat mengancam nyawanya. Ia menoleh ke kiri atas, terlihat energi spiritual berwarna merah terang yang sangat kuat.
Mo Lian bergeser sejauh mungkin, mencoba menghindari serangan.
Duarr!
__ADS_1
Ledakan keras dengan api yang membakar terlihat di tempat Mo Lian berdiri. Api itu sangat besar, sanggup untuk menghilangkan setengah Bumi, bahkan hanya dari ledakannya saja, mengakibatkan Bulan bergetar dan Bumi sedikit bergeser.
Dari dalam api, terlihat Mo Lian yang keluar dari kobaran. Bisa terlihat pundak kiri sampai pinggangnya telah hancur, dengan darah segar yang mengalir deras.
Mo Lian terbatuk dan memuntahkan darah segar dari dalam mulutnya. Luka yang diterimanya cukup parah, ini benar-benar serangan penuh dari Dao Immortal tahap Menengah. Namun dengan kecepatan regenerasinya, hanya membutuhkan hitungan detik saja untuknya dapat kembali sehat.
"Dao Immortal, menggunakan kekuatan penuhnya hanya untuk melawan Alam dan Manusia."
Penatua dari Sekte Racun Minghai menatap tajam Mo Lian dengan niat membunuh yang kuat terpancar darinya.
"Apakah kalian bersembilan akan bergerak bersama? Setelah semua pasukan yang kalian bawa terbunuh dan sisanya terkena racun kalian sendiri?" tanya Mo Lian yang mengelap darah di sudut bibirnya.
Pria paruh baya itu melihat sekitar, semua bawahan yang dibawanya mengambang di angkasa luar tanpa kehilangan. Ada yang mencekik lehernya sendiri karena rasa sakit, darah mengalir deras dari mata, hidung, mulut dan telinga. Anggota tubuh yang membusuk dan kultivasi yang turun drastis.
"Aku tidak menyangka kau dapat membunuh enam belas ribu Inti Emas yang kami bawa. Bergabunglah dengan kami, kau akan mendapatkan Senjata Dao tingkat Lima, dan dua puluh ribu Inti Emas sebagai bawahanmu."
Mo Lian terdiam sejenak, kemudian tertawa terbahak-bahak saat mendengar ucapan Penatua dari Sekte Racun Minghai yang sangat tidak masuk akal.
"Hahaha! Tingkat Lima? Untuk apa saat aku memiliki Tombak Emas tingkat Lima dan Pedang Racun tingkat Enam? Bawahan? Maksudmu semut-semut yang sangat mudah dibunuh itu? Seluruh pasukan yang kau bawa sangat lemah, termasuk kalian semua, Dao Immortal. Kultivator Iblis!"
"Mi Jiang Han dari Sekte Racun Minghai, Yan Ji Nan dari Sekte Mawar Hitam, Chu Zhao Ming dari Sekte Pedang Surgawi, Man Xuang Ling dari Sekte Phoenix, Xian Qi Zhuan dari Sekte Pedang Hitam, Lian Yang Fu dari Sekte Gunung Dou, Bei Nan Ru dari Sekte Teratai Merah, Ning Mian Zhong dari Paviliun Naga Merah, Yu Mei Yan dari Sekte Macan Hitam ..."
"Bukan hanya menggunakan nyawa manusia sebagai bahan bakar untuk kultivasi, tapi juga berencana untuk membunuh Matriak Sekte Zhongjian." Mo Lian kembali melanjutkan perkataannya saat melihat keterkejutan Sembilan Dao Immortal.
Mo Lian menggunakan 1 : 10.000 kekuatannya, agar setara dengan Jiwa Emas tahap Akhir, namun masih cukup kuat untuk bersanding dengan Dao Immortal, meski sedikit kesulitan untuk menang.
Bang!
Dentuman lain kembali terdengar keras saat dua pukulan yang saling berbenturan. Dari pukulan ini, Mo Lian sedikit mundur karena kuatnya lawan yang dihadapinya.
Mo Lian mengayunkan pedang di tangan kanannya mengarah pada batang leher Mi Jiang Han. Namun saat pedangnya hampir mengenai kulitnya, ia merasakan rasa sakit dari pinggang kirinya, membuatnya melesat jauh dari Mi Jiang Han.
Mo Lian memegangi pinggangnya, dan melihat ke arah Mi Jiang Han. Bisa terlihat seorang wanita yang sebelumnya sangat menginginkan Mo Lian menjadi budak, Yan Ji Nan sedang berdiri di sana dengan tangan kanan terkepal diselimuti kabut oranye.
Saat Mo Lian masih memegangi pinggangnya, ia merasakan bahaya yang berada di atas kepalanya. Ia menengadahkan kepalanya, terlihat pedang yang terbang melesat ke arahnya. Dengan cepat ia mengangkat pedangnya, dan menangkis serangan itu dengan bilah pedang.
Bang!
"Keuk!" Mo Lian memuntahkan seteguk darah segar lain dari dalam mulutnya saat ada yang memukul punggungnya.
__ADS_1
Wush! Boom!
Mo Lian melesat sangat cepat hingga sampai ke Bulan dan menghantamnya, membuat bebatuan bulan mulai mengambang di angkasa luar dengan bebas.
"Lian'er!!!"
Mo Lian membuka kedua matanya saat mendengar teriakan Ibunya yang berada di Bumi. Ia berdiri dari lubang besar di permukaan Bulan, dan saat itu juga semua luka-lukanya kembali pulih.
Mo Lian menekan kakinya di permukaan Bulan, kemudian melesat sangat cepat mengarah pada Mi Jiang Han dengan amarah yang memuncak. Ia benar-benar ingin mengakhiri ini semua, tapi ia masih tidak ingin menggunakan 1% kekuatan Dewa Semesta. Karena apabila ia menggunakannya, ia akan lemah selama satu tahun.
Mi Jiang Han menyeringai dingin menatap Mo Lian tanpa bergerak dari tempatnya berdiri.
"Berhenti, atau ku bunuh dia."
Tanpa sadar Mo Lian berhenti dan menoleh, terlihat Yan Ji Nan sedang mencengkeram erat leher Su Jingmei.
Mo Lian membelalakkan matanya lebar, ia tidak mengetahui jika salah satu dari mereka turun ke Bumi untuk mengambil Ibunya sebagai sandera. "Le- Lepaskan!"
Yan Ji Nan menjilati bibirnya sendiri, kemudian mengibaskan tangannya, membuat Su Jingmei meledak menjadi kabut darah dan hanya menyisakan Inti Jiwa berwarna ungu di genggaman tangannya.
Mo Lian membuka mulutnya lebar, pandangannya berubah menjadi suram, amarahnya benar-benar memuncak saat melihat Ibunya yang hanya tersisa Inti Jiwanya saja.
"Sepertinya dia adalah Ibumu. Jangan bertindak gegabah, serahkan pedang itu dan jadilah budak kami selama sepuluh ribu tahun, maka aku akan melepaskannya." Yan Ji Nan mengepalkan tangannya, mencengkeram erat Inti Jiwa Su Jingmei.
Mo Lian hanya diam dengan kepala tertunduk, ia benar-benar sangat marah.
Bang!
Aura yang sangat kuat terlepas dari dalam tubuh Mo Lian. Energi spiritual berwarna biru muda terlihat seperti api yang membakar tubuhnya, api itu berubah sangat cepat dan sangat besar, melebihi Bulan, Bumi, kemudian lebih besar dari Matahari.
"Berhenti."
Semua gerakan di Tata Surya terhenti, tidak terkecuali Hong Xi Ning yang bersembunyi di Dunia Kecil, yang mana berada ditingkat Heavenly Immortal tahap Menengah.
Terlihat, Mo Lian mengenakan pakaian berwarna putih dengan rompi biru muda. Jubah emas bersinar terang yang terbuat dari energi spiritual, dan terlihat Mahkota berada di atas kepalanya. Mahkota itu bukanlah Mahkota Kaisar, melainkan Mahkota yang diberikan oleh Masternya di kehidupan sebelumnya sebagai ucapan selamat karena berhasil menembus Ranah God.
Tubuh Mo Lian sangat-sangat besar, bahkan Matahari yang besar itu hanya seukuranran ibu jarinya.
...
__ADS_1
***
*Bersambung...