
Keesokan Harinya
Mobil yang ditumpangi Mo Lian berhenti di suatu pedesaan yang terletak di kaki Gunung Kunlun. Untuk desanya sendiri cukup kecil, hanya terdapat 100 rumah ukuran sedang, dan satu bangunan yang lebih besar dari bangunan lainnya, yang sepertinya itu adalah Balai Desa.
"Berapa?"
Sopir taxi itu menolehkan kepalanya ke belakang. "5000 Yuan."
Mo Lian menganggukkan kepala, ia merogoh kantung celananya mengeluarkan dompet, kemudian mengambil uang dengan nominal 100 Yuan sebanyak 50 lembar dan menyerahkannya pada sopir taxi.
Ia keluar dari dalam mobil, berjalan melewati jalan setapak menuju pusat desa. Keadaan alam di sini sama persis seperti tempat tinggalnya dulu saat masih berada di Kota Hanzhong, hanya saja di sini alamnya lebih terjaga, karena tidak terlalu banyak pembangunan yang merusak alam, bahkan untuk jalan beraspal saja belum dibangun.
Mo Lian menolehkan kepalanya melihat sekitar, ia melihat beberapa penduduk yang sedang bekerja di depan halaman rumah, ada juga beberapa anak kecil yang berlarian ke sana kemari. Saat melihat itu, ia merasa hatinya tentram dan damai.
"Permisi, apakah Anda orang luar? Ada yang bisa dibantu?"
Terdengar suara berat nan lemah tidak jauh darinya, ia menolehkan kepalanya ke arah sumber suara, terlihat seorang wanita berumur yang usianya berkisar di atas 70 tahun, badan sedikit membungkuk dengan tongkat kayu di tangan kanannya.
Mo Lian menganggukkan kepalanya, kemudian menjawab. "Betul, aku sedang mencari rumah Kepala Desa."
Wanita tua itu mendongakkan kepalanya menatap serius wajah Mo Lian. Kemudian berbalik dan berjalan di Mo Lian. "Ikuti aku."
Mo Lian mengangguk kecil, kemudian berjalan mengikuti langkah kaki wanita tua itu. Saat ia mengamati wanita tua di depannya, ia menyadari jika di dalam tubuh wanita itu terdapat energi spiritual yang berlimpah, namun tertahan akan sesuatu, yang mana itu adalah pembuluh darah atau meridian yang rusak. Sehingga peredaran energi spiritual dalam tubuhnya tidak bergerak semana mestinya.
Bahkan ia sangat yakin jika wanita tua di depannya akan menjadi pembudidaya hebat jika pembuluh darahnya tidak tersumbat. Paling tidak akan memiliki basis kultivasi diatas Fase Lautan Ilahi tahap Akhir, namun belum sampai pada tingkat Ranah Inti Perak.
Lima belas menit kemudian setelah berjalan kaki untuk waktu yang lambat. Mo Lian sudah tiba di depan bangunan beton dengan campuran kayu bergaya China klasik, dan untuk bangunannya sendiri memiliki dua lantai.
"Masuk." Wanita tua itu menyuruh Mo Lian masuk tanpa menolehkan kepalanya.
Mo Lian hanya terdiam dan menganggukkan kepalanya, ia mengikuti langkah kaki wanita tua itu memasuki bangunan.
Di dalam bangunan, terdapat satu pria tua yang sekiranya seusia wanita yang mengantarnya, pria tua itu duduk di atas permukaan lantai dengan kaki terlipat. Di kanan dan kiri depannya juga terlihat pria maupun wanita tua yang sepertinya adalah Tetua di desa ini, dan yang lebih mengherankan, semua orang di ruangan ini memiliki energi spiritual yang sangat berlimpah di dalam tubuhnya.
Pria tua itu mendongakkan kepalanya, menatap wajah Mo Lian dengan satu mata terbuka. "Sangat jarang ada seorang anak muda yang ingin bertemu denganku. Ada keperluan apa?"
Mo Lian duduk di atas permukaan lantai dengan kaki yang ditekuk. Ia menangkupkan kedua tangannya mengarah pada pria tua itu. "Maaf Tetua. Saya datang ke sini karena ingin meminta izin untuk menaiki Gunung Kunlun."
__ADS_1
Sepuluh orang tua itu tersentak, mereka menolehkan kepalanya menatap wajah Mo Lian dengan pandangan serius. "Jika itu beberapa bulan lalu, kami akan mengizinkanmu. Tentunya kau tahu bagaimana cara membayarnya, tapi untuk sekarang kami tidak bisa mengizinkannya. Lalu, untuk alasan apa kau ingin menaiki Gunung Kunlun?"
"Kenapa sekarang tidak diizinkan?"
Pria tua itu terdiam sejenak untuk berpikir apakah harus memberitahukannya pada Mo Lian ataukah tidak, ia menolehkan kepalanya menatap kedelapan orang tua lainnya, kemudian mereka semua mengangguk kecil. "Akhir-akhir ini adalah kejadian yang janggal di Gunung Kunlun, karena itulah kami tidak mengizinkan siapapun untuk mendekatinya, apalagi untuk naik ke atas sana ..."
"Kembali ke pembahasan awal, untuk apa kau meminta izin untuk naik ke Gunung Kunlun?"
Mo Lian tersenyum tipis, ia menghela napas panjang dan menatap serius wajah pria tua itu. "Bukankah harusnya kalian sudah mengetahui jawabannya? Bagaimanapun kalian semua adalah seorang Pejuang."
Wush!
Tiba-tiba ada angin yang berembus kencang di dalam ruangan, bersamaan dengan kesepuluh orang yang duduk di depannya telah menghilang, dan muncul tepat di belakang, samping, dan di depannya matanya dengan tongkat yang diarahkan ke lehernya.
"Siapa kau? Bagaimana kau tahu jika kami adalah seorang Pejuang?" Wanita tua yang mengantarnya tadi mengarahkan tongkat kayu yang telah dialiri energi spiritual di lehernya.
Mo Lian tersenyum tipis, ia menyentuh tingkat kayu itu dengan jari telunjuknya. Kemudian energi spiritual yang memancar di tingkat kayu mulai meredup dan kekuatannya menghilang.
Semua orang yang melihat itu membelalakkan mata lebar bersamaan dengan mulut yang terbuka. Mereka tidak menyangka akan ada yang bisa membatalkan energi spiritual milik wanita tua itu, yang mana kekuatannya hanya satu tingkat lebih rendah dari Kepala Desa.
"Binatang spiritual? Untuk apa?" tanya wanita tua menarik kembali tongkat kayunya.
"Cincin ruang." Mo Lian menjawabnya singkat.
Cincin ruang? Sekali lagi, mereka semua terdiam dengan mulut terbuka lebar. Mereka memandang satu sama lain, memastikan apakah pendengaran mereka salah karena sudah terlalu tua. Semua orang di sini tahu apa itu cincin ruang, itu adalah artefak yang sangat luar biasa, namun sangat sulit untuk ditemukan, bahkan cara pembuatannya pun tidak diketahui. Dan kebanyakan Pejuang menganggap cincin ruang adalah artefak yang turun dari langit.
Mo Lian terkekeh kecil sembari menggelengkan kepala saat melihat keterkejutan orang-orang tua itu. "Senior sekalian. Mengapa kalian semua berdiam di sini?"
Semua orang terdiam, mereka menghela napas berat dan kembali berjalan menuju tempat duduk mereka sebelumnya. Mereka semua tertunduk dengan wajah yang telah menghitam seperti enggan membicarakan tentang masa lalu mereka.
Pria tua menghirup napas dalam-dalam kemudian menghembuskannya perlahan, ia menengadahkan kepalanya menatap langit-langit ruangan, kemudian kembali menoleh menatap wajah Mo Lian. "Ini terjadi sekitar 400 tahun lalu. Pada saat itu banyak sekali Pejuang, bukan hanya kami bersepuluh. Saat itu Daratan Huaxia sangat damai, sampai pada peristiwa itu, peristiwa kebangkitan organisasi jahat. Dunia Hitam, organisasi itu sangat berkeinginan untuk menguasai Daratan Huaxia, bahkan dunia ..."
"Para Pejuang pada tingkat Wu-Zong sampai Wu-Sheng bekerjasama sama untuk menghancurkan organisasi itu. Kami kehilangan lebih dari 300 Wu-Zong, 60 Wu-Dan, kami hampir berhasil menghancurkan organisasi itu. Hanya saja, saat-saat terakhir, ketua mereka datang, kekuatannya tidak bisa diremehkan, bahkan aku yang seorang Wu-Sheng juga terluka parah, dan membuat kami semua harus mundur untuk menyembuhkan luka dalam kami."
Mo Lian terdiam, ia tidak menyangka jika orang-orang di depannya adalah orang yang pernah bertarung melawan Organisasi Dunia Hitam. Terlebih lagi hal itu terjadi 400 tahun yang lalu.
"Mohon maaf Senior. Beberapa bulan lalu Organisasi Dunia Hitam mulai bergerak kembali, namun entah mengapa setelah itu kembali diam selama tiga bulan terakhir." Mo Lian menuturkan kejadian saat ia melawan anggota Organisasi Dunia Hitam.
__ADS_1
Semua orang tersentak, terutama untuk pria tua yang merupakan Kepala Desa. Ia sampai berdiri dari tempat duduknya karena keterkejutannya terhadap berita yang disampaikan oleh Mo Lian. "Bagaimana kau bisa mengetahuinya?"
"Aku sudah pernah melawan mereka. Beberapa tingkat Wu-Zong, dua setengah Wu-Dan, satu Wu-Dan tahap Menengah, dua Wu-Dan tahap Akhir. Di antara dua Wu-Dan tahap Akhir itu menggunakan teknik terlarang seorang Pejuang yang meningkatkan kekuatannya secara paksa hingga menembus Wu-Sheng."
"Lalu?"
"Aku membunuh mereka semua!"
Semua orang di sini tidak bisa lagi menyembunyikan keterkejutan mereka saat mendengar jawaban Mo Lian. Tapi jika diingat kembali, hal itu mungkin saja mengingat Mo Lian tetap tenang saat mereka menyerangnya.
Mo Lian mengabaikan keterkejutan mereka, ia menatap serius wajah pria tua yang merupakan Kepala Desa. "Senior. Aku bisa saja menyembuhkan meridian kalian semua yang tersumbat, tapi tentu saja tidak gratis, aku meminta balasan."
"Ba- Ba- Bagaimana bisa kau mengetahui— Tidak! Lupakan, balasan apa yang ingin kau minta." Pria tua itu balas menatap serius wajah Mo Lian. Ia tidak menyangka jika pemuda di depannya bisa mengetahui jika meridiannya beserta rekan-rekannya tersumbat.
Mo Lian tersenyum tipis, ia mengedarkan pandangannya melihat kesepuluh orang tua di depannya. "Bergabunglah dengan sekteku, dan bantu aku membantai habis Organisasi Dunia Hitam."
Pria tua yang belum memperkenalkan diri itu terdiam sembari menundukkan kepala menatap lantai. Beberapa detik kemudian ia mendongakkan kepala menatap rekan-rekannya, kemudian menganggukkan kepala secara bersamaan. "Baiklah, tapi aku juga memiliki syarat, bisakah kami membawa semua penduduk desa?"
"Berapa totalnya?" Mo Lian bertanya balik tanpa menunggu lama.
"Kurang lebih 400 orang."
Mo Lian terdiam, itu adalah jumlah yang sangat banyak, ia tidak bisa membawa orang dengan jumlah sebanyak itu ke Kota Chengdu. Jikapun bisa, ia tidak memiliki tempat yang bisa menampung semua orang, terlebih lagi untuk pembiayaan semua orang. Tapi, jika ia sudah membangun sekte dan membagi tugas, mungkin saja bisa.
Namun jika dipikirkan kembali, membawa 400 orang yang kemungkinan terdiri dari 100 keluarga, dan memberi masing-masing keluarga sebanyak 5000 Yuan. Maka ia hanya mengeluarkan 500.000 Yuan saja untuk satu bulannya, tapi kembali lagi, ia belum memiliki wilayah, ia juga tidak bisa dengan santainya memberi mereka uang tanpa pekerjaan.
Mo Lian menghirup napas dalam-dalam kemudian menghembuskannya perlahan, ia mendongakkan kepalanya menatap pria tua di depannya. "Baiklah, tapi untuk saat ini aku belum bisa membawa mereka semua. Aku harus membuat persiapan di kota, jika sudah selesai barulah aku akan membawa kalian semua," ucapnya penuh tekad.
Pria tua itu tersenyum, ia menganggukkan kepalanya. "Lalu, apa yang diperlukan untuk menyembuhkan meridian kami?"
Mo Lian tersenyum tipis, kemudian dengan percaya dirinya ia menjawabnya, "Jarum perak."
...
***
*Bersambung...
__ADS_1