Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 114 : Menyuling Pil


__ADS_3

"Apakah kau mencoba merampokku?" Mo Lian menatap tajam wanita di depannya dengan aura kuat yang keluar darinya.


Ketika aura kultivasinya terlepas, udara di sekitar menjadi lebih berat dan membuat siapa saja yang berada di dalam ruangan tertekan hingga bertekuk lutut, bahkan tidak sedikit pula yang sudah tersungkur.


"Apakah begini cara kalian berbisnis?" Mo Lian menekan tangannya pada meja resepsionis hingga hancur berkeping-keping menjadi potongan kayu kecil.


Ketika suasana sekitar menjadi berat dengan aura membunuh yang kuat tersebar luas. Tiba-tiba dari lantai teratas bangunan terdengar suara yang menggema.


"Tuan. Maafkan bawahanku yang bersikap kurang ajar, bisakah Anda menarik kembali auramu?"


Mo Lian menengadahkan kepalanya, ia terdiam sejenak, kemudian menarik kembali aura kultivasinya. "Aku hanya ingin menjual pil. Apakah karena aku tidak memiliki Token Alkemis, aku akan dicap sebagai penjahat?"


Tidak ada balasan dari lantai teratas untuk beberapa saat. Hingga satu menit berlalu, orang yang di lantai teratas berucap dengan suara halus nan merdu, "Tuan. Bagaimana jika kita berbicara berdua, silakan Anda naik ke lantai teratas."


Mo Lian mengambil kembali botol giok yang tergeletak di lantai, kemudian berjalan menghampiri tangga yang berada tidak jauh darinya, tangga yang menghubungkan antar lantai.


Paviliun Alkimia sendiri memiliki lima lantai, setiap lantai memiliki kualifikasi khusus untuk bisa menaikinya. Tapi Mo Lian adalah kasus yang berbeda, itu karena ia diundang secara langsung untuk naik ke lantai teratas.


Setiap Mo Lian tiba di lantai tiap lantai, akan selalu ada orang yang menatapnya dengan pandangan iri dan kasihan secara bersamaan. Iri di sini mungkin karena bisa bertemu dengan orang yang berada di lantai teratas, kasihan mungkin karena menganggap Mo Lian akan mati. Bagaimanapun bisa dikatakan ia mencari masalah di sini.


Tapi Mo Lian hanya terdiam dan mengabaikan tatapan mata semua orang yang mengarah padanya. Baginya itu tidak terlalu berarti banyak, ia juga sudah merasakan kekuatan dari orang di atas sana, kekuatannya hanya berada ditingkat Inti Perak tahap Menengah.


Tujuh menit kemudian, Mo Lian sudah berada di lantai empat. Pada saat di lantai ini ia dihadang oleh dua wanita yang mengenakan pakaian sama seperti pelayan di bawah, hanya saja dengan hiasan yang lebih indah.


"Apakah Anda orang yang mengacaukan di lantai bawah tadi?" Wanita itu menatap tajam Mo Lian.


"Iya." Mo Lian menjawabnya langsung tanpa berpikir panjang. Tidak ada artinya untuk menutup-nutupi fakta.


Kedua wanita berambut hitam dan ungu itu menatap satu sama lain, kemudian menganggukkan kepala dan meminta pada Mo Lian untuk mengikuti mereka naik ke lantai lima.


Mo Lian hanya terdiam dan mengangguk kecil, kemudian berjalan mengikuti langkah kedua wanita itu. Hingga satu menit kemudian, mereka sudah tiba di lantai lima, di sini sangat sepi tidak ada satupun orang, dan hanya ada satu pintu yang cukup mewah.

__ADS_1


"Nona. Kami sudah membawa orang yang dimaksud." Wanita berambut hitam membungkuk badannya dengan menangkupkan kedua tangan.


"Biarkan dia masuk." Terdengar balasan dari dalam ruangan dengan suara yang halus dan lembut tanpa adanya permusuhan.


Kedua wanita itu menganggukkan kepala, kemudian membuka pintu secara perlahan dan membiarkan Mo Lian masuk ke dalam ruangan itu.


Mo Lian melangkahkan kakinya memasuki ruangan. Ketika ia baru saja masuk, kedua pintu itu kembali tertutup dengan rapat, dan sepertinya dari luar dipasang sebuah mantra yang tidak memperbolehkannya untuk keluar.


Mo Lian hanya tersenyum tipis, ia menatap lurus ke depan, terlihat wanita yang usianya sekitar tiga puluhan tahun, namun masih memiliki penampilan yang muda, berambut hitam terurai dengan mata yang selaras, dengan wajah halus menggoda.


Wanita itu mengenakan pakaian tradisional China yang indah berwarna merah dan beberapa hiasan indah, wanita itu tidur menyamping menatapnya dengan kepala bersandar pada lengan. Kemudian wanita di depan Mo Lian yang memperlihatkan paha yang indah dan perut rampingnya.


"Aku tidak menyangka orang yang mencari masalah di Paviliun Alkimia milikku ternyata seorang pemuda tampan." Wanita itu membernarkan posisinya dan mencoba untuk duduk.


"Aku adalah Fu Shifei, Manajer Paviliun Alkimia cabang Xuan. Aku mendengar kau memiliki pil untuk dijual namun tidak memiliki Token Alkemis, dari mana kau berasal." Wanita itu melanjutkan perkataannya sembari berjalan mendekati Mo Lian.


Mo Lian menghembuskan napas panjang, kemudian menjelaskannya lagi dari mana ia berasal. Penjelasan ini sama seperti yang dijelaskannya pada penjaga gerbang, tanpa mengurangi sedikitpun kata.


Yu Shifei mengerutkan keningnya saat mendengar penjelasan Mo Lian. Ia memang pernah mendengar jika dahulu kala ada Alkemis hebat yang sangat suka berdiam di hutan, tapi tidak pernah berharap jika Alkemis itu akan memiliki seorang murid.


"Tentu." Mo Lian menjawabnya singkat. Kemudian membuka suaranya kembali saat mengingat sesuatu, "Tapi jika aku benar-benar seorang Alkemis. Kau harus memberikan aku Tungku Alkimia."


Yu Shifei terdiam sejenak dengan mulut terbuka, kemudian tersenyum tipis seperti menantang, dan menjawabnya, "Baiklah. Kau akan kuberikan salah satu koleksi Tungku Alkimia, termasuk Token Alkemis."


Yu Shifei mengalirkan energi spiritualnya pada Cincin Ruang yang melekat di jari tengahnya. Kemudian mengeluarkan Tungku Alkimia yang terbuat dari perunggu dengan ukiran akar di permukaannya, serta beberapa kotak kayu yang berisikan rempah maupun herbal.


Mo Lian mengambil beberapa herbal yang terletak di kotak kayu. Entah itu ginseng, jahe, kumis kucing, tulip, pasak bumi, gandheli, akar gongxu, daun persik, kayu manis dan sebagainya.


Bahan-bahan yang diambilnya sendiri memiliki usia lebih dari 10 tahun. Ini termasuk bahan berkualitas tinggi jika dibandingkan dengan Bumi yang sangat jarang untuk menemui bahan-bahan ini.


Yu Shifei terdiam dengan pandangan heran, ia tidak tahu pil apa yang akan dibuat oleh Mo Lian. Itu karena ini adalah kali pertamanya melihat pil yang menggunakan bahan-bahan itu.

__ADS_1


Tanpa berlama-lama lagi, Mo Lian yang sudah mengambil seluruh bahan yang diperlukan berjalan menghampiri Tungku Alkimia. Ia mengalirkan energi spiritualnya pada Tungku Alkimia. "Api, menyala."


Seketika itu juga Tungku Alkimia terbakar dengan api berwarna biru yang sesuai dengan warna energi spiritualnya. Ketika api sudah menyala, ia langsung melemparkan seluruh bahannya tanpa terkecuali. Tentu saja langkah yang diambil Mo Lian ini membuat Yu Shifei naik darah, namun memilih untuk tetap diam dan mengamati.


"Murnikan!" Mo Lian sedikit berteriak sembari meletakkan tangan kanannya di depan mata, dengan jari telunjuk dan tengah menghadap ke atas.


Bang!


Tungku Alkimia memuntahkan seluruh rempah maupun herbal yang sudah dimasukkannya tadi. Herbal-herbal itu melayang di udara dengan api yang masih membakar, dan secara perlahan seluruh rempah maupun herbal yang terbakar itu mulai hancur, kemudian digantikan oleh setetes cairan berbeda warna tanpa adanya sedikitpun kotoran.


Melihat itu, Yu Shifei yang sebelumnya naik darah karena apa yang dilakukan Mo Lian, kini menjadi takjub tak percaya. Ini adalah teknik yang tidak pernah dilihatnya, bahkan Masternya yang mengajari cara membuat pil tidak berani memasukkan seluruh bahan sekaligus.


"Padatkan!"


Terdengar suara nyaring di dalam ruangan, yang mengejutkan Yu Shifei dari lamunannya.


Terlihat berbagai cairan itu berkumpul pada satu titik dan mulai membentuk sebuah pil dengan ukuran kelereng, berwarna hijau keemasan dengan corak garis-garis halus berwarna emas dengan jumlah lima garis, yang menandakan bahwa itu adalah Pil Tingkat 5.


Ketika pil sudah terbentuk dengan sempurna, aroma harum menyebar luas ke seluruh ruangan. Siapa saja yang menghirup aroma ini merasakan tubuhnya menjadi lebih ringan, dan energi spiritual dalam tubuh menjadi sedikit meningkat.


Mo Lian menarik kembali energi spiritualnya, membuat api yang membakar Tungku Alkimia itu menghilang. Ia menangkap pil itu dengan tangan kanannya. "Pil Energi Spiritual tingkat lima. Aku kira aku bisa menyulingnya menjadi tingkat enam, ternyata masih belum sanggup."


Pil Energi Spiritual ini adalah pil yang sama seperti pil yang dibuatnya dari biji Teratai Sembilan Warna. Hanya saja kualitas pil ini berada dibawah meski tingkatannya sendiri berada satu tingkat diatas. Itu karena bahan-bahan yang digunakan sangat berbeda jauh.


Yu Shifei tertegun dengan apa yang dilihatnya, terlebih lagi mengenai apa yang dikatakan Mo Lian. Pil tingkat enam? Yang diketahuinya pil hanya terbagi menjadi lima tingkatan, dan tidak ada yang lebih tinggi lagi. Kemudian yang membuatnya menjadi sangat heran, adalah kemampuan Mo Lian yang sebaik ini, namun tidak memiliki Token Alkemis.


"Aku sudah menyelesaikannya."


Yu Shifei tersentak kaget, ia tersadar kembali dari lamunannya saat mendengar suara Mo Lian. Ia mendongak menatap Mo Lian dengan tatapan meminta dan memohon. "Tuan, maukah Anda menjalin bisnis denganku?"


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2