
Sembilan Energi Dewa melesat tanpa meninggalkan bayangan dan langsung mengelilingi Dewa Abadi Surgawi.
Dewa Abadi Surgawi terkejut dengan kedatangan tiba-tiba dari Sembilan Energi Dewa dan tahu-tahu sudah mengelilinginya. Tapi keterkejutannya cepat menghilang dan langsung mengambil tindakan.
Energi Yang berwarna emas menyelimuti tubuh Dewa Abadi Surgawi. Dengan kemarahan yang membakar semangatnya, dia mengatupkan kedua tangannya.
Bang!
Dengan ledakan yang berpusat pada Dewa Abadi Surgawi, cahaya emas yang panas dan menghancurkan menyebar. Cahaya itu merobek ruang dan waktu, membuat keadaan sekitarnya menjadi kacau badai, bintang-bintang mati dengan cepat, dan tiba-tiba ada bintang baru yang muncul sebelum hancur kembali.
Sembilan Energi Dewa mengambil tindakan pencegahan dengan membentuk penghalang tipis berbentuk sangkar burung.
"Hahahaha!" Tawa menggelegar terdengar dari dalam cahaya emas yang masih meledak. Ada penghinaan terhadap semua makhluk di dalam tawanya.
Suara mendesing secara tiba-tiba, menandakan bahwa sangkar yang terbuat dari Sembilan Energi Dewa menyusut dengan kecepatan kilat. Dewa Abadi Surgawi tertangkap karena kecerobohannya sendiri yang sombong dan tidak mengharapkan tubuhnya tertahan.
Tepat saat Sembilan Energi Dewa berubah menjadi telapak tangan untuk menyerang Dewa Abadi Surgawi, Dewa Abadi Surgawi membuka mulutnya dan mengembuskan kabut yang tebal dan panas.
Dewa Abadi Surgawi berhasil menahan serangan dan melelehkan telapak tangan itu. Dia mengangkat telapak tangannya untuk menerima pukulan kedua dari Sembilan Energi Dewa yang tiba-tiba memberikan serangan lain.
Dewa Abadi Surgawi mengeram saat serangannya imbang, ini membuatnya terhina dan sangat marah. "Hanya semut Alam Semesta bertindak kuat!" Empat tangan emas tumbuh dari punggungnya tiba-tiba. Segera setelah itu, dia menyerang Sembilan Energi Dewa.
Enam lengan menari-nari dan membentuk cetakan kepalan tangan emas yang tak terhitung jumlahnya memenuhi ruang sekitar, bahkan celah ruang dan waktu dihancurkan.
Di sisi lain, Sembilan Energi Dewa hanya bertahan karena belum mampu menciptakan peluang untuk menyerang. Bagaimanapun, Dewa Abadi Surgawi datang dengan tubuh, dan Mo Lian hanya mengendalikan Sembilan Energi Dewa dari jarak yang bermil-mil jauhnya.
Ketika Sembilan Energi Dewa bertahan, tiba-tiba Pohon Dunia datang membantu. Pohon Dunia tiba di atas kepala Dewa Abadi Surgawi dan jatuh dengan kecepatan luar biasa, membawa kekuatan yang tak terbayangkan.
Dewa Abadi Surgawi mundur tanpa menoleh saat merasakan kekuatan yang dapat mengencang Alam Semesta sedang menekannya. Tapi mana mungkin Mo Lian yang mengendalikan dari jauh membiarkan Dewa Abadi Surgawi bertindak sesuka hati.
Membawa aura tajam, pedang transparan melesat ke arah Dewa Abadi Surgawi dari belakangnya.
Bang!
Dewa Abadi Surgawi tersentak ketika mendapat serangan dari belakang. Meski tidak membuatnya terluka seperti tertembus pedang, tapi punggungnya mendapatkan luka retakan yang berdampak pada empat lengannya. Dia juga terlambat untuk menghindar dari Pohon Dunia.
Akibatnya, Dewa Abadi Surgawi tidak bisa menahan tubuhnya dan terhempas jatuh dengan kecepatan kilat. Tubuhnya meninggalkan bayangan emas seperti ekor komet di kegelapan angkasa.
Dewa Abadi Surgawi memuntahkan seteguk darah segar dari dalam mulutnya setelah berhasil mengendalikan tubuhnya yang terhempas tadi. Rambut putihnya berantakan dan pakaiannya yang indah telah koyak, tapi tubuhnya belum memiliki luka.
"Kesadaran Ilahi belaka bisa memaksaku sampai ke titik ini. Aku tidak bisa membiarkanmu berkembang lebih jauh, kau bisa mengancam Alam Selestial. Tidak akan aku biarkan Kaisar Manusia yang lain terlahir!"
__ADS_1
Cahaya emas yang membungkus tubuhnya kembali muncul saat tubuhnya membesar seperti balon mengembang. Dalam sekejap mata, tingginya sudah ribuan mil. Semua luka yang diderita langsung sembuh seperti awal kedatangannya ke Alam Semesta.
Sembilan Energi Dewa membesar mengikuti ukuran tubuh Dewa Abadi Surgawi, dan Pohon Dunia lebih besar lagi.
Pohon Dunia menggugurkan dedaunan dari dahan-dahan, terbang mengelilingi Dewa Abadi Surgawi, membawa Satu Kesatuan Niat Pedang dengan Alam Semesta.
Tiap helai daun yang melesat, memberi dampak luka sayatan pada Dewa Abadi Surgawi.
Dewa Abadi Surgawi menyilangkan setiap tangan untuk melindungi tubuhnya, tapi di bawah Satu Kesatuan Niat Pedang dengan Alam Semesta, tubuhnya yang kokoh seperti logam sangat rapuh seperti mentega.
Di bawah serangan bertubi-tubi dari Satu Kesatuan Niat Pedang, darah emas terus keluar dari tubuh Dewa Abadi Surgawi membentuk kabut yang memenuhi angkasa.
Sembilan Energi Dewa memanfaatkan kesempatan yang ada untuk mengelilingi Dewa Abadi Surgawi. Ukuran masing-masing sangat besar, itu setara. Bola energi itu berubah menjadi bentuk datar seperti cermin, kemudian bercahaya saat secara tiba-tiba melepaskan serangan bertubi-tubi dengan ukuran ibu jari.
Dewa Abadi Surgawi menggertakkan giginya saat merasakan sakit yang tak tertahankan dari Sembilan Energi Dewa. Serangan ini bukan hanya mampu menembus pertahanannya, tapi juga secara paksa memakan Energi Yang yang dimilikinya.
“Aku tahu kemampuan Dewa Abadi dari Alam Selestial tidak serendah ini. Jika serendah ini, kau tidak pantas menyandang gelar Dewa Abadi!”
Pada saat ini, suara gema datang dari atas kepala Dewa Abadi Surgawi, membawa penghinaan dan provokasi.
Dewa Abadi Surgawi menahan diri dan tetap menyilangkan tangannya untuk menghalau semua serangan mematikan.
“Jika aku saja sudah bisa Kesadaran Ilahi-ku saja bisa menekanmu, apalagi tubuh asliku datang ke sini.”
Bang!
Energi Yang meledak dari tubuhnya, membawa aura kuat yang menggetarkan seluruh Wilayah Barat. Serangan demi serangan dari Kesadaran Ilahi Mo Lian, tidak lagi mampu melukai tubuhnya yang sudah dibungkus oleh zirah emas dan dia membawa kuas.
Dewa Abadi Surgawi melukis pola di udara dan mengibaskan kuasnya. "Mati!"
Raungan naga terdengar dari dalam lukisan. Terlihat naga emas yang keluar dari sana, membawa aura kuat yang melesat ke atas untuk menghancurkan Pohon Dunia yang paling menyusahkan.
Tapi, Mo Lian tidak akan membiarkan keinginan Dewa Abadi Surgawi terlaksana. Dia menarik napas dalam-dalam, lalu mengendalikan Dunia Kecil untuk muncul di Wilayah Barat.
Raungan naga kembali terdengar, tapi kali ini bukan berasal dari naga yang dilukis Dewa Abadi Surgawi. Raungan itu datang dari portal cahaya biru yang muncul tiba-tiba, dan dari dalamnya terlihat naga berwarna oranye dengan jumlah ratusan. Kekuatannya tidak kurang dari naga emas.
Naga emas membuka mulutnya, lalu melepaskan napas berwarna emas berbentuk laser cahaya.
Naga dari pihak Mo Lian tidak mau kalah, itu sama-sama melepaskan napas naga, tapi bedanya adalah semburan air deras. Namun jangan meremehkannya, semburan itu membuat ruang di sekitarnya rusak dan menghancurkan serangan lawan.
Sembilan Energi Dewa kembali bergerak, membantu dalam membunuh naga emas. Itu berubah kembali menjadi bentuk telapak tangan dan melemparkannya pada kelompok naga.
__ADS_1
Hanya dengan tamparan sederhana dan tidak ada ledakan, naga emas itu terbelah menjadi dua dengan potongan kasar dan berubah menjadi serpihan cahaya emas.
Belum cukup disitu, portal berwarna hitam tiba-tiba muncul di bawah akar Pohon Dunia, membawa daya tarik yang sangat kuat dan menghisap semua serpihan cahaya yang dihasilkan dari hancurnya naga emas.
Dewa Abadi Surgawi tertekan dan ini suatu penghinaan terhadapnya karena sampai bisa ditekan oleh Kesadaran Ilahi dari Dewa Surga dari Alam Semesta. Dia harus bisa keluar dari sini dan memberikan laporan pada Kaisar Giok untuk mengirim lebih banyak Dewa Abadi. Meski ini melanggar dan mungkin mendapatkan hukuman atas Dao, tapi tidak peduli, itu semua sepadan.
Tentunya Mo Lian tidak akan membiarkan Dewa Abadi Surgawi lepas dari genggamannya. Dia membutuhkan Energi Yang untuk menyempurnakan kekuatannya, dan Dewa dari Alam Selestial sudah datang, ini adalah kesempatan untuknya naik.
Kunpeng yang merupakan makhluk tercepat di Tiga Alam, datang untuk membantu membunuh Dewa Abadi Surgawi.
Dewa Abadi Surgawi tercengang, tapi dengan cepat kembali sadar dan berbalik untuk melarikan diri.
Kunpeng memotong jarak dan tiba di depan Dewa Abadi Surgawi. Dengan empat pasang sayapnya, Kunpeng mengibaskan sayapnya untuk menyerang.
Booom!
Ledakan ruang menghempaskan Dewa Abadi Surgawi untuk masuk ke dalam formasi pengepungan.
"Roaarr!" Naga meraung marah dan muncul dari kekosongan ruang, melilit tubuh Dewa Abadi Surgawi dan mengigit tubuhnya.
Dewa Abadi Surgawi mengeram dan menangkap naga-naga yang melilit tubuhnya, kemudian dia menariknya ke dua arah yang berlawanan sampai terbelah dua dan darah merah membentuk kabut.
Tapi detik berikutnya, kabut darah itu menghilang dan digantikan oleh ratusan ribu pedang yang terbuat dari udara maupun daun.
"Ugh!" Dewa Abadi Surgawi menggigit bibirnya saat terkena serangan bertubi-tubi.
Crack! Crack!
Ruang retak seperti kaca sebelum akhirnya hancur berkeping-keping. Dari dua ruang yang mengepung Dewa Abadi Surgawi, terlihat telapak tangan biru yang sangat besar, dan dia terlihat seperti nyamuk di hadapannya.
Bang!
Dengan ledakan keras yang berpusat di kedua tangan yang mengatup, gelombang kejut menyebar ke segala arah, seperti awan panas yang mengaku sekeliling dan menghancurkan apa pun yang dilaluinya.
Dewa Abadi Surgawi yang berada di tengah-tengah, terengah-engah dengan darah emas yang mengalir di sekujur tubuhnya. Pakaiannya telah hancur, rambutnya berantakan dan bahkan banyak yang hilang. Enam tangannya retak saat menahan serangan dari dua arah berbeda.
Mo Lian yang melihat ini, merasa kagum dengan pertahanan Dewa Abadi Surgawi. Jika itu adalah Dewa Surga tahap Akhir di Alam Semesta, mungkin akan terbunuh tanpa meninggalkan tubuh, bahkan kabut darah pun tidak akan tersisa.
Ini menjelaskan seberapa kuat serangan Mo Lian, dan seberapa kokoh pertahanan Dewa Abadi Surgawi.
...
__ADS_1
***
*Bersambung...