
Mo Lian dan Mo Qian menatap satu sama lain, kemudian menganggukkan kepala secara bersamaan, mencapai suatu pemikiran yang sama, lalu berpencar ke dua arah mengelilingi Leviathan, yang dikatakan hanya berada di dalam dongeng dan ternyata benar-benar ada.
Jika dilihat dari jauh, yang terlihat bukanlah dua manusia yang menyerang monster, melainkan dua cahaya yang berbeda warna yang mengelilingi pilar tinggi.
Setiap hari kepolisian dari dua negara akan selalu berjaga-jaga untuk mengamati pergerakan aneh di dalam Laut Kuning, dan kemunculan Mo Lian serta Mo Qian ini sangat mengejutkan, karena kemunculan mereka yang tidak terduga, dan sudah banyak masalah yang terjadi.
Entah itu hancurnya Keluarga Mo di Kota Chongqing, dan Keluarga Long di Kota Chengdu.
Mo Qian yang sudah berada puluhan meter dari Leviathan itu langsung bertindak dengan mengarahkan kedua tangannya ke depan, membuat kilatan petir menyelimuti lengannya, dan tiba-tiba dua rantai petir sebesar rantai kapal muncul dari kedua telapak tangan.
Kedua rantai petir itu melesat sangat cepat dan mengikat erat tubuh Leviathan agar tidak terlalu banyak bergerak.
Mo Lian juga tidak tinggal diam, ia menyentuhkan kedua telapak tangannya, kemudian merentangkannya secara tiba-tiba, membuat lautan terlebih dua seperti jurang yang dalam.
"Groahhh!" Leviathan berteriak keras, menciptakan gelombang air dengan getaran hebat di daratan.
Puluhan tentakel melesat naik setelah lautan terbelah, dan dapat bergerak dengan bebas karena menghilangnya air penuh lumpur.
Mo Lian mengarahkan tangan kanannya pada semua tentakel, dan dari lengannya muncul puluhan akar kecil sebesar tali tambang yang melesat, mengejar semua tentakel yang bergerak ke sana kemari, dan mengikatnya.
Keduanya saling menatap untuk beberapa saat, kemudian terbang ke arah yang berlawanan, menarik Leviathan dan mengencang, yang kemudian meninggalkan laut dalam.
Mo Lian menurunkan tangan kirinya perlahan, membuat lautan kembali menyatu seperti sedia kala.
"Groah!" Leviathan kembali bergerak saat tubuhnya mengencang, dan samar-samar aura berwarna merah keluar dari pori-pori kulitnya, yang mampu membuat manusia terlena.
"Berisik! Aku mau tidur lagi!" Terdengar suara teriakan lain yang sangat marah.
Mo Lian dan Mo Qian mengalihkan perhatiannya mereka pada sumber teriakan, terlihat cahaya biru tua yang merupakan Mo Fefei sedang terbang dengan kecepatan tingginya, dan di belakangnya terdapat puluhan pedang biru tua.
Mo Fefei memukul udara kosong di depannya, membuat tekanan udara yang sangat kuat melesat mengenai tubuh Leviathan, dengan puluhan pedang yang mengikutinya.
__ADS_1
Serangan Mo Fefei tidak terlalu berdampak banyak, dan hanya menggoresnya sedikit saja karena perbedaan kekuatan mereka yang lumayan besar. Berbeda dengan Mo Qian yang sudah menembus Ranah Inti Emas tahap Menengah, dengan Mo Lian Ranah Inti Emas Sempurna.
Sisik yang menyelimuti tubuh Leviathan sendiri sangatlah kuat, melebihi baja terkuat di Bumi, terlebih dengan kekuatan Ranah Inti Emas yang hampir menembus tahap Menengah.
Meski Mo Lian ataupun Mo Qian dapat membunuhnya dengan mudah, tapi keduanya menahan diri untuk memberikan pelatihan bagi Mo Fefei, serta membuat mereka dapat bekerja sama.
Krak! Krak! Krak!
Sisik-sisik yang terkena serangan Mo Fefei mulai terlepas, dan tiba-tiba terdapat tentakel lain yang muncul, melesat tajam mengarah pada Mo Fefei.
Mo Fefei membenarkan posisi berdirinya sembari mundur, dengan tangan kiri mengarah pada tentakel yang menyerangnya. Dari telapak tangannya itu muncul dinding pelindung yang sangat besar nan tinggi, kemudian berubah seukuran empat kali tubuhnya, dan menjadi belasan lapis.
Mo Fefei mengalirkan energi spiritualnya pada Cincin Ruang, dan mengeluarkan Pedang Dao 3. Ia mengalirkan pedang yang diberikan oleh Mo Lian padanya, membuat pedang itu memancarkan cahaya biru keemasan.
Bang! Bang! Bang!
Dentuman keras terus bersahutan saat tentakel itu menghantam pelindung buatan Mo Fefei, dan hanya menyisakan satu saja dengan retakan.
Api yang membakar terlihat di bilah pedang itu setelah diberikan lebih banyak energi spiritual, kemudian Mo Fefei menarik tangan kanannya ke belakang punggung dan menusuknya ke depan dengan sangat cepat.
Pedang itu menembakkan api yang sangat tajam dan membelah tentakel menjadi dua bagian, kemudian menghantam sisik Leviathan, mengakibatkan terjadinya ledakan besar dengan angin panas menyebar ke segala arah dan membakar tentakel yang menyerang Mo Fefei.
Dentuman, teriakan dan ledakan terus terdengar hingga sampai ke tepi pantai, membuat angkatan laut dari kedua negara mulai bergerak untuk melihat lebih dekat, meski hanya bisa pergi sejauh satu mil dari lepas pantai.
Mo Fefei terus menyerang menggunakan Pedang Api Berkecamuk, pedang yang bisa mengeluarkan serangan api tidak peduli elemen yang dikuasai penguna. Namun jika orang itu memiliki Element Api, maka serangannya akan bertambah kuat.
Setelah cukup lama menyerang namun belum juga ada tanda-tanda akan terbunuhnya Leviathan, akhirnya Mo Qian mengeluarkan rantai lagi yang lebih panjang dan melilit tubuhnya yang panjangnya sekitar empat ratusan meter.
Mo Lian juga mengangkat tangan kirinya ke langit, menciptakan ribuan pedang biru yang mengelilingi Leviathan.
"Groahhh!" teriakan Leviathan lebih keras dari sebelumnya dan membuat gelombang udara di permukaan air laut, membuat lautan bergejolak dengan ombak tinggi.
__ADS_1
"Mati!" Mo Fefei mengayunkan pedang api sepanjang 100 meter yang telah disiapkannya selama beberapa menit.
Pedang api itu bergerak sangat cepat, mengenai bagian tubuh monster yang sudah kehilangan sisik kerasnya, dan membuat pedang Mo Fefei sangat mudah membelah tubuh Leviathan menjadi dua bagian.
Mo Lian dan Mo Qian tidak berhenti disitu saja meski Leviathan sudah terbunuh, keduanya melemparkan dua tubuh monster itu ke langit. Kemudian dengan Cincin Ruang pemberian naga biru, Mo Lian menyimpan tubuh Leviathan itu, dan akan diolahnya untuk menjadi senjata maupun jirah pelindung.
"Dengan bahan sebanyak ini, ditambah sisik dari naga, aku bisa membuat berbagai macam senjata maupun artefak." Mo Lian tersenyum tipis sembari melihat tangan kanannya yang terkepal.
Walaupun Mo Lian mendapatkan bahan untuk pembuatan senjata, tapi ia tidak menemukan Mutiara Giok yang sangat dibutuhkannya selama mencari saat tengah malam tadi. Akhirnya ia hanya bisa membuatnya dengan bahan pengganti yaitu Batu Spiritual, yang didapatnya dari Cincin Ruang milik naga.
Mo Lian mendongak, melihat Mo Qian dan Mo Fefei secara bergantian. "Haruskah kita kembali saat ini juga setelah check out dari penginapan?"
Mo Qian menganggukkan kepalanya kemudian menjawab, "Alangkah baiknya kembali saat ini juga, biarkan Ayah yang mengurus check out. Karena kalian berdua sudah ditunggu oleh Ibu untuk segera pulang, dan bagaimanapun juga Ayah mengatakan pada Ibu jika kalian berdua akan kembali tengah malam." Kepanikan terlihat di wajahnya saat menjelaskan hal itu.
Tanpa berlama-lama lagi, Mo Lian terbang menghampiri Mo Fefei dan menarik pergelangan tangannya, kemudian terbang sangat cepat ke arah barat daya, kembali ke Kota Chengdu.
Sebenarnya tidak terlalu masalah jika menginap di kota lain, karena usia Mo Lian yang hampir menyentuh kepala dua. Hanya saja saat ini ia membawa Mo Fefei, dan tinggal beberapa jam lagi harus berangkat ke sekolah, terlebih lagi ada ujian yang harus dihadiri.
"Bagaimana Kakak? Bukankah aku sangat hebat karena berhasil membunuh monster tadi?" Mo Fefei menaikkan sudut bibirnya dan mendengus penuh semangat.
Mo Lian menggunakan kekuatan jiwa untuk membawa Mo Fefei, kemudian melepaskan genggamannya dari pergelangan tangan, lalu mengusap lembut belakang kepala Mo Fefei. "Kau sangat hebat, tapi ingat, kau harus terus berlatih, karena di luar sana masih banyak lagi lawan yang sangat kuat, melebihi apa yang kita lawan tadi."
Mo Fefei menganggukkan kepala. "Baik, Kakak."
Dengan kemunculan monster yang terus terjadi, tentunya perubahan Bumi semakin dekat, apalagi kepadatan aura spiritual semakin meningkat dengan seiring berjalannya waktu. Bahkan ini sudah hampir menyamai energi spiritual dari Negeri Surgawi yang besarnya empat sampai enam kali Daratan Huaxia.
Pil Darah, Pil Jiwa, senjata dan lain sebagainya. Banyak sekali pekerjaan yang harus ku selesaikan dalam waktu satu bulan, ini untuk mempersiapkan diri saat perang antara Kultivator Dao melawan Kultivator Iblis yang sebentar lagi dimulai.
Menurut apa yang dikatakan Ayahnya, terdapat dua puluhan cahaya berbeda warna yang melonjak naik ke langit membentuk pilar. Namun dari hal yang dilihatnya melalui ingatan Yang Mingzhin, sembilan dari mereka adalah Kultivator Iblis, atau Kultivator Aliran Hitam. Dua Kultivator berbeda yang nantinya akan bertemu, tentunya pada saat itu akan terjadi pertempuran.
...
__ADS_1
***
*Bersambung...