
—Wilayah Utara—
Di suatu tempat tersembunyi di Wilayah Utara, di mana ada bintang besar yang dikelilingi oleh pesawat luar angkasa seperti Pelican 2.0 Halo. Pelican itu terlihat mondar-mandir, lalu lintas yang sangat padat, dan masing-masingnya membawa aura yang kuat di dalamnya.
Jauh dari sana, portal biru terbuka perlahan tanpa adanya fluktuasi spasial ataupun energi spiritual, sehingga tidak menarik perhatian dari Pelican 2.0 Halo.
Mo Lian memandanginya dengan takjub, tempat ini lebih luar biasa dari Ras Mekanik dan banyak lebih banyak pesawat luar angkasa. Dari sini, dia bisa mengerti mengapa Ras Mekanik sangat lemah dan memiliki sedikit persenjataan, itu karena semuanya diambil oleh Dewa Pembebasan Kehidupan.
Yun Ning membuka matanya lebar. "Sayang, Ni'er menginginkan pesawat itu. Kita harus mengambilnya dan membawanya pulang." Jika dia memilikinya dan membawanya pulang ke Bumi, itu akan sangat luar biasa.
Mo Lian mengangguk. Bahkan tanpa harus diberi tahu, dia juga akan tetap membawanya karena dia merasa itu luar biasa. Dia tidak perlu lagi menggunakan Profound Ark, dia bisa menggunakan pesawat luar angkasa.
Mo Lian melihat salah satu Pelican 2.0 Halo yang bersiap-siap melompat dimensi. Dia akan mengambil tindakan untuk memindahkan titik T
teleportasi yang diambil oleh Pelican 2.0 Halo, dan mengambil alih pesawat itu.
Suara mendengung dihasilkan dari Pelican 2.0 Halo yang akan membuka titik teleportasi. Tepat ketika akan memasuki portal, Mo Lian mengambil tindakan dan mengubahnya diam-diam.
Tiba-tiba, Pelican 2.0 Halo yang harusnya berpindah ke galaksi lain, tiba di depan Mo Lian. Tempat ini sudah diisolasi olehnya dari luar, sehingga tidak ada yang menyadarinya, bahkan dia sudah menyegel keadaan di sini agar mereka tidak bisa saling mengirimkan pesan.
Walaupun sudah menyegel komunikasi di sini, Mo Lian tetap tidak mengendurkan kewaspadaannya. Melihat Pelican 2.0 Halo yang datang, dia langsung melepaskan Kesadaran Ilahi-nya untuk membunuh mereka yang ada di dalam.
Mo Lian merasakan ada penghalang yang menghalangi Kesadaran Ilahi-nya, tapi dia bisa dengan mudah menghancurkannya. Teknologi ini hanya sedikit lebih kuat dari Ras Mekanik, tapi kenyataannya tidak ada apa-apanya.
Dia langsung membunuh tubuh fisik, tapi tidak dengan Inti Jiwa. Mo Lian menariknya keluar, dan melihat ingatan tentang pengetahuan cara mengendalikan Pelican 2.0 Halo. Akan sangat memalukan apabila dia tidak bisa mengendalikannya, sama seperti sebelumnya di Ras Mekanik, dia tidak bisa mengoperasikannya dan harus meminta bantuan Qin Nian.
Kemudian, tanpa memberi kesempatan, Mo Lian mengirimkan Inti Jiwa ke dalam Jalur Enam Reinkarnasi, bukan untuk membuatnya bereinkarnasi, melainkan untuk nutrisi Pohon Yin Surgawi.
"Sayang, sayang! Ni'er ingin pengetahuan tentang ini." Yun Ning sangat bersemangat saat menunjuk Pelican 2.0 Halo.
Mo Lian mengangguk. Dia menyentuh dahi Yun Ning untuk mengirimkan pengetahuan, tapi...
Yun Ning menangkap jari Mo Lian. "Jangan dengan jari, cium Ni'er."
Mo Lian terdiam untuk beberapa saat, tapi kemudian mengecup kening Yun Ning. Ini sangat aneh saat bibirnya terasa hangat, apalagi memancarkan cahaya biru saat mengirimkan informasi.
Yun Ning membuka matanya perlahan setelah memahami semua isi pengetahuan yang didapatnya. Dia langsung pergi ke bagian bawah Pelican 2.0 Halo untuk membuka pintu darurat dari luar, kemudian masuk ke dalamnya.
Qin Nian meminta cara pengiriman yang sama dengan mengecup kening. Hong Xi Ning adalah yang berbeda.
"Nan Ren ..." Hong Xi Ning menutup matanya saat melingkarkan kedua tangannya di leher Mo Lian.
Mo Lian mengangkat dua jarinya dan menyentuh dahi Hong Xi Ning. Jarinya memancarkan cahaya biru, membentuk bola energi yang perlahan memasuki dahinya. Tapi itu belum berakhir, dia mendekatkan bibirnya, bertemu dengan bibir Hong Xi Ning. Tipis, lembab dan terasa manis.
Hong Xi Ning membuka matanya perlahan saat melepaskan ciumannya. Bibirnya basah dan napasnya sedikit berat.
__ADS_1
"Ayo masuk." Mo Lian mengajak Hong Xi Ning memasuki Pelican 2.0 Halo, menyusul yang lain.
Ketika masuk, Mo Lian langsung ke ruang kendali. Ruang kendali tidak terlalu besar, hanya seluas lapangan sepak bola dengan tinggi langit-langit ruangannya mampu menampung Burj Khalifa.
Banyak teknologi maju yang terletak di ruang kendali, layar besar berada di mana-mana yang terhubung dengan camera di luar yang menangkap gambar ke segala arah.
Mo Lian menghampiri Yun Ning yang duduk di kursi kendali. "Apakah Ni'er sudah memahaminya?"
Yun Ning menganggukkan kepalanya dan menjawab, "Sudah, ini hampir sama seperti Profound Ark. Sama-sama menggunakan Batu Spiritual sebagai bahan bakar, tapi dari segi persenjataan, lebih baik ini."
Mo Lian tahu hal itu tanpa harus diberi tahu. Banyak senjata berbentuk meriam yang terpasang di segala penjuru di tubuh Pelican 2.0 Halo. Daya serangnya tidak terlalu kuat, hanya Dewa Bumi tahap Awal, tapi dengan jumlah Pelican yang ribuan, sudah bisa mengancam Dewa Surga.
Dia melihat sekeliling, semuanya dipenuhi logam tanpa ada tanaman hijau. "Ngomong-ngomong, tempat ini buruk, aku ingin mengubahnya seperti alam di Profound Ark."
"""Jangan!""" Ketiganya menjawab secara bersamaan atas penolakan mereka terhadap ide buruk Mo Lian.
Mo Lian tersentak kaget sekaligus bingung melihat mereka yang memiliki kesukaan yang sama. Jika Qin Nian dan Yun Ning, dia masih bisa memahaminya karena mereka hidup di zaman modern. Tapi Hong Xi Ning, lebih dari 6000 tahun hidup di Bintang Utama, yang kehidupan di sana seperti zaman sebelum mesin uap ditemukan, memiliki ketertarikan terhadap Pelican.
Mo Lian ingin menyerang sekarang, tapi ketika melihat betapa antusiasnya istri-istrinya terhadap Pelican 2.0 Halo, dia memutuskan untuk mengambil sofa di samping dan duduk sebentar.
Mo Lian bersandar, menengadah melihat langit-langit ruangan. "Ngomong-ngomong, bagaimana keadaan “Teman” sekelasku di masa SMA? Tapi, sepertinya banyak yang aku bunuh saat itu ..."
Dia tertegun, kemudian tertawa kecil. "Mengapa aku malah membicarakan ini?"
...
"Sayang, semuanya sudah selesai, Ni'er mengecek semua fungsi, dan Xi Ning mengatakan ada beberapa bagian yang bisa diperkuat lagi..."
Mo Lian membuka matanya dan disambut oleh Yun Ning yang antusias dengan penemuannya. Dia hanya tersenyum tanpa mengatakan sepatah kata pun saat mendengarnya, membiarkan Yun Ning selesai.
***
Dari luar, Pelican bergegas menuju Markas Dewa Pembebasan Kehidupan. Pelican ini memiliki fitur yang sama seperti Profound Ark, yang mana bisa menyatu dengan sekitar sehingga tidak ada yang bisa mengetahui keberadaannya.
Pelican melesat menghindari semua barisan agar tidak bertabrakan, yang mana itu dapat memberi tahu keberadaannya.
Walaupun Mo Lian sudah memastikan Pelican memiliki fitur yang sama seperti Profound Ark setelah ditingkatkan, tapi dia tetap meminta Yun Ning untuk berhati-hati.
"Ni'er, jangan terlalu dalam, atau jalan kita akan tertutup dan terkepung di sana." Mo Lian mengingatkan Yun Ning sekali lagi.
Yun Ning menganggukkan kepalanya, lalu mengendalikan Pelican ke tempat sepi, tapi tidak terlalu jauh dari Markas Dewa Pembebasan Kehidupan.
"Sayang. Silakan." Yun Ning menekan tombol, membuat logam berbentuk pipa turun dari atas.
Mo Lian menyentuhnya dan melepaskan energi spiritual dalam jumlah besar untuk mengisi Meriam Energi. "Harusnya Satu Garis Simbol Dewa sudah cukup."
__ADS_1
Pelican mengeluarkan suara dengungan yang keras dan ruang di sekitarnya mulai terdistorsi, tapi nyatanya terlihat seperti uap panas yang keluar dari panci yang membakar udara sekitar. Hal ini terjadi karena muatan energi yang diberikan terlalu berlebihan dan tidak bisa ditahan lebih lama lagi.
Yun Ning melihat tanda bahaya karena kelebihan energi. Tanpa berpikir lebih lama, dia menekan tombol merah untuk menghentikan pasokan energi dan melepaskan tembakan.
Energi biru seperti laser melesat, menghancurkan ruang seperti kaca yang pecah. Ketika sinar laser memasuki celah ruang, sinar laser itu muncul kembali di tempat yang sudah berada di daerah dalam Markas Dewa Pembebasan Kehidupan.
Booom!
Markas Dewa Pembebasan Kehidupan sedikit bergetar ketika terkena serangan dari Pelican yang membawa kekuatan Dewa Surga: Simbol Dewa 1 Garis. Api menyala membentuk jamur raksasa yang menembus angkasa, gelombang udara panasnya menyebar dan membakar apa pun di semua.
Pesawat angkasa yang berada di sekitar ledakan, kehilangan keseimbangan ditambah dengan daya tarik yang luar biasa. Itu membuat pesawat angkasa tertarik ke Markas Dewa Pembebasan Kehidupan, kemudian meledak dengan kekuatan luar biasa seperti planet yang hancur.
Serangan itu menimbulkan reaksi berantai, setiap kali pesawat angkasa jatuh ke Markas Dewa Pembebasan Kehidupan, itu akan menimbulkan medan gravitasi dan gangguan energi, yang mengakibatkan pesawat angkasa lain harus jatuh.
"Serangan ini sangat kuat!" Yun Ning sangat bersemangat. Dia mendongak ke kiri, menarik pakaian Mo Lian. "Sayang, isi energinya lagi."
Mo Lian tersadar dari lamunannya, kemudian dia mengikuti permintaan Yun Ning. "Bagimu ini kuat, tapi serangan tadi harusnya mampu menghancurkan Bintang Xiang. Tapi saat menyerang Markas Dewa Pembebasan Kehidupan, hanya getaran. Itu artinya pertahanan mereka sangat kuat dan sulit untuk ditembus."
Yun Ning menekan tombol sekali lagi untuk melepaskan tembakan. "Apakah Sayang bisa memberi energi lebih kuat dari ini?"
"Bisa." Mo Lian mengangguk kecil, kemudian dia menutup bibir Yun Ning dengan jari telunjuknya. "Ni'er tahu sendiri, Pelican ini tidak mampu menahan energiku. Jika kita memaksakannya, Pelican akan meledak dan kita di dalamnya akan terluka. Itu terlalu berisiko, untuk saat ini tembak saja seperti ini, dan setelah mereka keluar dari sana, aku akan menyerangnya langsung tanpa bantuan bongkahan logam ini."
Yang dimaksud olehnya adalah menunggu kultivator yang menyerang dengan kekuatan murni tanpa bantuan pesawat ini. Tapi sebelum itu...
Mo Lian mengangkat tangannya mengarah ke semua pesawat angkasa.
Fluktuasi energi spiritual yang sangat kuat sampai menimbulkan ledakan energi muncul di sekitar Markas Dewa Pembebasan Kehidupan. Kemudian di tengah-tengah fluktuasi itu muncul Kunpeng yang mengeluarkan jeritan keras.
Kunpeng membuka mulutnya, mengungkapkan kegelapan tak berujung di dalamnya. Ia menarik napas dalam-dalam melalui mulutnya, menimbulkan daya hisap tiada banding.
Segera, semua pesawat angkasa terhisap tanpa bisa memberikan perlawanan. Namun, tiba-tiba setiap pesawat itu meledak tanpa Mo Lian apa-apakan, tapi Mo Lian tahu apa yang sedang terjadi.
"Mereka terpaksa menghancurkannya sendiri daripada diambil."
Bang!
Dentuman keras dibarengi oleh cahaya biru datang dari Markas Dewa Pembebasan Kehidupan. Cahaya itu adalah energi yang tak terbatas yang berasal dari Inti Bintang.
"Siapa yang menyerang Dewa Pembebasan Kehidupan?! Apakah kau mencari kematian?!"
Mo Lian tidak menjawabnya, tapi dia muncul di luar dan memandang semua Markas Dewa Pembebasan Kehidupan. Aura kuat meledak dari tubuhnya, mengungkapkan niat pertempurannya.
...
***
__ADS_1
*Bersambung...