
"Pertama, mari luruskan tulang rusuk Qiongqi dan gabungkan sampai setinggi lima belas meter." Mo Lian kembali melakukan hal yang sama seperti saat membuat Profound Ark.
Tulang Binatang Spiritual sama seperti besi yang mampu dilelehkan. Jika ini adalah tulang hewan biasa, mereka akan langsung berubah menjadi abu jika coba dihaluskan.
Jika sebelumnya melakukannya satu per satu dan memakan waktu berjam-jam untuk satuannya, maka untuk kali ini ia bisa melakukannya dalam waktu singkat dan tidak satu per satu lagi, melainkan sekaligus.
Mo Lian duduk bersila di lantai saat istri-istrinya sedang duduk bersama dan pesta minum teh. Ia ingin sekali bergabung, tapi sepertinya mereka sedang dalam dunianya sendiri sehingga tidak baik untuk bergabung.
Dengan Kekuatan Jiwa-nya, Mo Lian membuat belasan tulang rusuk Qiongqi terbang di depannya. Kemudian Mo Lian menggunakan Api Teratai Biru untuk memanaskan tulang-tulang di depannya.
Tidak memakan waktu lama sampai tulang-tulang itu berubah warna karena panasnya.
Mo Lian mengalirkan energi spiritualnya di dua jari untuk menciptakan sebuah pedang yang terbuat dari energi dan berwarna biru. Ia mengibaskan tangan berkali-kali mengarah pada tulang-tulang yang masih terbakar. Tulang yang melengkung itu langsung lurus dan terpotong rapi seperti balok kayu.
Ketika semuanya sudah selesai, Mo Lian mematikan apinya dan mengangkat kedua tangannya saat pedang yang terbuat dari energi spiritual telah menghilang. Benang-benang biru terlihat di sepuluh jarinya, bergerak bersama dan menyatukan tulang-tulang yang sudah dihaluskan.
Penyatuan tulang-tulang itu sama seperti saat menyatukan tulang Ular Putih menjadi Profound Ark, yang mana menggunakan Benang Spiritual.
Mo Lian sudah menyelesaikannya setelah menghabiskan setengah jam. Ia mendapatkan dua pilar setinggi 15 meter dengan diameter setengah meter. Pilar polos tanpa adanya ukiran, dan ini masih melalui langkah panjang untuk menyelesaikannya.
"Untuk sekarang sudah cukup. Jika aku melanjutkannya, mungkin akan terjadi badai angin dan petir." Menciptakan Gerbang Dimensi berbeda dengan Profound Ark, karena ada sangkut pautnya dengan Element Ruang dan Waktu, dan mungkin saja ada Kesengsaraan Petir yang langsung jatuh tanpa peringatan.
Mo Lian menoleh ke belakang melihat istri-istrinya yang sudah tertidur pulas karena terlalu lelah. Ia tidak bisa menahan diri dan akhirnya tersenyum. "Jika kalian lelah, lebih baik beristirahat di dalam."
Mo Lian menghampiri mereka bertiga dan saat sudah sampai, ia menciptakan dua klon agar bisa membawa mereka bertiga secara bersamaan. Ia membawa mereka masuk ke dalam kamar, lalu membaringkan mereka bertiga bersebelahan di atas kasur yang mampu menampung lima orang dewasa.
Ia tidak ikut beristirahat dan memilih untuk keluar dari Istana Dongfangzhi. Ada yang ingin ia lakukan lagi di luar sana, yaitu pergi ke Gunung Kunlun untuk melihat keadaan di sana, yang dirasa menyimpan rahasia besar yang sebelumnya tidak bisa ia ketahui karena hanya sebatas Inti Perak.
"Ingin ke mana kau?" tanya Hong Xi Jiang. Ia datang ke Istana Dongfangzhi saat merasakan ketenangan dari Hong Xi Ning, Qin Nian dan Yun Ning, sehingga membuatnya penasaran.
Mo Lian menangkupkan kedua tangannya dengan maksud memberi hormat pada Hong Xi Jiang. "Salam, Yue Fu. Saya ingin pergi ke Gunung Kunlun dan Himalaya. Untuk Gunung Kunlun, saya ingin mengecek keadaan di sana seperti yang Yue Fu sarankan. Pegunungan Himalaya, di sana ada Dimensi Ruang seperti Bintang Utama bernama Negeri Surgawi."
__ADS_1
Hong Xi Jiang menganggukkan kepalanya, kemudian melambaikan tangannya dan berkata, "Pergilah, tapi hati-hati. Jangan terlalu lama di sana."
Mo Lian menganggukkan kepalanya, lalu terbang ke arah Gunung Kunlun dengan kecepatan pelan.
Karena aura spiritual di Bumi sudah pulih, banyak praktisi yang bisa terbang di langit, jadi tidak aneh jika ada yang bepergian tanpa menggunakan pesawat. Tapi, meski bisa terbang, mereka akan menghindari Gunung Emei karena sudah dianggap sebagai Gunung Suci, tempat Sekte Dongfangzhi berada.
"Sepertinya aku sangat terkenal, setiap praktisi yang bertemu denganku, mereka akan berhenti untuk memberi salam."
"Tidak pernah terpikirkan olehku, jika Bumi akan menjadi seperti ini. Bahkan, daratan sudah mulai naik dan membentuk pulau baru dengan penuh sumber daya di sana. Karena itu, tidak aneh jika banyak korban jiwa di sana, tapi untungnya semua praktisi sangat menghormati Sekte Dongfangzhi."
Mo Lian menganggukkan kepalanya dengan senyum puas; ada ide tentang Pertandingan Bela Diri yang ingin ia adakan, dengan hadiah pil maupun artefak yang luar biasa. Ia tahu tidak ada lagi pertandingan semacam itu semenjak ia mengacaukannya belasan tahun lalu, di mana Ketua Pasukan Taring Naga dan Aliansi Beladiri Huaxia sudah ia kalahkan.
Tidak terasa Mo Lian sudah tiba di Gunung Kunlun; terlihat banyak sekali praktisi dari berbagai tempat yang berkumpul di kaki gunung, mencoba keberuntungan untuk mendapatkan harta di sana. Bagaimanapun, Gunung Kunlun adalah Gunung Suci, sehingga banyak dari mereka yang datang. Apalagi di saat aura spiritual sudah pulih.
Mo Lian mendarat di kaki gunung dengan kaki kanan menyentuh tanah terlebih dahulu.
"Lihat! Siapa yang datang."
"Bukankah itu Dewa Mo? Bagaimana dia bisa datang ke sini? Jika dia ada, bukankah kita tidak bisa mendapatkan barang-barang berharga kali ini?"
"Benar, kekuatan tertinggi kita hanya sampai Inti Perak. Aku dengar, istri pertamanya sudah Heavenly Immortal dan dua lainnya adalah Jiwa Emas. Bayangkan, seberapa kuat dia?"
Mo Lian mendengar obrolan itu dan dengan santainya bertanya, "Apakah kalian sedang mencari sesuatu di sini?"
Salah seorang pria paruh baya berusia empat puluhan tahun menangkupkan kedua tangannya dan menjawab, "Iya, setiap tiga tahun sekali, ada dimensi aneh di Gunung Kunlun yang akan terbuka. Kebetulan, besok adalah hari dimensi itu terbuka ..."
Pria paruh baya yang menegangkan pakaian biru, mendongak menatap Mo Lian dan berkata dengan pelan, "Ka- Kalau boleh tahu, apa yang membuat Dewa Mo datang kemari?"
"Mencari peninggalan Ras Raksasa dan Malaikat."
Kerumunan terdiam dengan mulut terbuka, kemudian mereka saling memandang untuk memastikan apakah ada yang salah dengan pendengaran mereka.
__ADS_1
Mo Lian menghela napas panjang, kemudian kembali berkata, "Bumi yang sekarang sangat kecil, ratusan ribu tahun lalu, Bumi sebesar Matahari. Ginseng Sepuluh Ribu Tahun yang merupakan harta tertinggi, pada tahun itu hanyalah tanaman liar. Binatang-binatang liar mendapatkan Kesadaran Spiritual-nya dan kekuatan mereka dari Inti Emas sampai Ranah Dewa."
"Jika kalian tidak percaya, akan aku perlihatkan. Tapi, persiapkan mental kalian." Mo Lian memperlihatkan energi spiritual berwarna biru di telapak tangannya, yang kemudian bergerak melewati mata ribuan Kultivator di sini.
Mo Lian hanya memperlihatkannya selama tiga detik, namun mereka semua masih bergetar karena takut dan tekanan yang mereka terima.
Tidak pernah terpikirkan oleh mereka jika Bumi memiliki banyak sekali rahasia, dan tempat yang mereka pijak adalah sungai darah sampai batas pinggang mereka.
Pria paruh baya yang sudah tenang, kembali bertanya pada Mo Lian, "Ap- Apakah ini yang Anda lihat saat ini?"
"Iya ..." Mo Lian menganggukkan kepalanya. "Ini hanyalah puncak gunung, masih banyak gak mengerikan yang tersimpan di Bumi, bahkan saat aku masih Inti Perak. Aku menyelam ke dalam Segitiga Bermuda, dan di sana banyak sekali monster. Ingat, itu saat aura spiritual belum pulih. Bayangkan sekarang, berapa banyak monster yang siap naik ke darat dan mengamuk."
Mo Lian memang sengaja memberikannya pada mereka, agar mereka bisa bersiap-siap jika Bumi kembali kacau. Memang ini bisa dibilang sebagai pedang bermata dua, kemungkinan akan ada yang menyerah menjadi Kultivator karena ketakutan yang menghantui. Tapi, jika hanya seperti ini saja sudah menyerah, mereka tidak pantas menapaki Jalan Kultivasi.
"Ada dimensi yang berbeda di Gunung Kunlun. Kalian datang untuk mencari sumber daya, di sana ada bahaya, meski tidak terlalu berat. Jika ada Binatang Spiritual, paling-paling hanya Inti Emas ..."
Mo Lian melayang meninggalkan tanah; tatapannya tertuju pada ruang kosong di depannya. "Kedua, Dimensi Pertempuran."
Mo Lian mengibaskan tangannya, menciptakan celah ruang berwarna merah. Aura penindasan yang tak terbayangkan keluar dari dalam celah ruang, mengeluarkan gelombang udara yang sangat kuat. Hanya dengan auranya saja, mereka yang di bawah Dao Immortal akan tertekan.
Tanpa membuang waktu, Mo Lian masuk ke dalam celah ruang, dan kemudian celah ruang itu kembali tertutup.
Suasana masih hening untuk beberapa saat, sebelum akhirnya mereka kembali berbicara.
"Mengerikan! Si- Siapa yang menyangka Bumi seperti itu! Ba- Bahkan, hanya melihat mayatnya saja, aku merasa akan terbunuh."
Karena hal ini, yang sebelumnya sangat bersemangat untuk mendapatkan sumber daya, tiba-tiba hampir setengahnya menyerah dan memilih untuk pulang ke rumah.
...
***
__ADS_1
*Bersambung...