Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 139 : Bertarung!


__ADS_3

Mo Lian memutar tubuhnya berkali-kali mengambil ancang-ancang bersamaan dengan pria tua yang berada di cengkeramannya, kemudian ia melemparkan pria tua itu dengan kencang mengarah ke langit yang tinggi.


Mo Lian merentangkan kedua tangannya, dari telapak tangannya mencuat akar pohon yang sangat kecil, dan kemudian terus membesar membentuk dua siluet manusia yang memiliki penampilan sama sepertinya.


Klon Mo Lian menggenggam pergelangan tangannya, kemudian melemparkannya dengan kencang mengarah pada pria tua yang sudah terlempar lebih dulu.


Kecepatan Mo Lian sangat cepat saat dibantu oleh kloningannya sendiri, membuatnya muncul tepat di bawah pria tua yang jaraknya sekitar 4,8 kilometer, atau tiga mil, atau setengah dari Troposfer.


Saat Mo Lian sudah tiba di bawah pria tua berambut putih pendek yang mengenakan pakaian butler, atau kepala pelayan, ia menarik tangan kanannya ke belakang punggungnya, kemudian mengayunkannya memukul perut pria tua itu untuk terbang lebih tinggi lagi.


Bam!


Angin berembus kencang menyebar seperti pedang tajam saat ia memukul perut pria tua yang namanya sendiri tidak diketahuinya, membuat pria tua itu memuntahkan seteguk darah segar dari dalam mulutnya dan kembali melesat lebih tinggi ke langit.


Masih belum cukup, Mo Lian masih ingin mengejar pria tua yang sudah melesat lebih jauh darinya. Saat ia hendak bergerak, tiba-tiba di kedua telapak kakinya ada pijakan yang tak lain adalah kloning lain miliknya yang menendangnya dari bawah.


Wush!


Mo Lian melesat tajam seperti anak panah mengarah ke langit yang tinggi. Saat ini ia sangat kesal dengan pria tua yang berani-beraninya mengacaukan Sekte Dongfangzhi, bersamaan dengan mengendalikan pikiran Ibunya tersayang. Ia tak masalah mengenai uang yang menghilang, tapi, menyentuh keluarganya, itu adalah persoalan lain.


Bang!


Ketika Mo Lian sudah berada di bawah pria tua itu lagi, ia kembali menghajarnya dengan amarah yang memuncak, membuat dentuman keras yang memekakkan telinga bersamaan dengan angin menyebar luas seperti pedang tajam.


Pertempuran yang dilakukan mereka saat ini sudah berada di lapisan Stratosfer, bahkan hampir menembus ke lapisan Mesosfer ditandai dengan penurunan suhu yang drastis, bahkan pakaian yang dikenakan Mo Lian mulai membeku karena penurunan suhu.


Dengan jarak sejauh ini, Mo Lian bisa tenang melepaskan kekuatannya, bahkan jika itu seluruh kekuatan yang dimilikinya. Jikapun terkena efek serangan, itu mungkin satelit yang jaraknya sekitar belasan mil darinya.


Pria tua yang melesat tajam itu memunculkan sepasang sayap di punggungnya, kemudian menggerakkannya dengan cepat untuk menguasai tubuhnya kembali yang tidak terkendali dan terus bergerak jauh ke langit. Hingga akhirnya ia dapat mengontrol tubuhnya, dengan kepala tertunduk, ia menatap tajam Mo Lian yang berhenti.


"Sialan! Beraninya manusia rendahan sepertimu memperlakukanku seperti ini! Aku, Alex—" Belum sempat menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba Mo Lian kembali muncul di depannya dan mencengkeram erat lehernya.


"Aku tidak butuh namamu! Dalam pertarungan, tidak ada waktu untuk saling mengenalkan diri." Mo Lian menatap tajam pria tua yang bernama Alex itu, kemudian ia membuat tubuh tiruan lain yang berdiri di belakang lawannya.


Tubuh tiruan Mo Lian menginjakkan kaki kirinya pada punggung Alex, dan dengan tangan kanan yang meraih sayap kelelawar di punggung Alex. Tanpa menunggu lama, ia mencengkeramnya erat dan menarik sayap itu hingga terdengar suara renyah yang mengerikan, menandakan bahwa salah satu sayap kelelawar milik Alex sudah terlepas dan terlihat tulangnya.

__ADS_1


"Aaargh—" Alex berteriak keras menjelaskan rasa sakit yang amat mengerikan, tapi teriakannya terhenti saat Mo Lian menusuk tenggorokannya dengan jarum energi spiritual.


"Bisakah kau diam?! Kau adalah Alam dan Manusia, tentunya tidak akan mati dengan mudah bukan?"


Dengan tubuh kaku, Alex menggunakan kedua tangannya mencoba menyerang Mo Lian.


Mo Lian hanya terdiam saat melihat serangan dari kedua sisi yang mengarah pada wajahnya. Namun saat serangan itu hampir mengenai kulit wajahnya, tiba-tiba dua tangan berwarna biru muncul di dari bahu Mo Lian menahan serangan Alex.


"Bagaimana kalau kita pergi lebih tinggi lagi?" Mo Lian tersenyum lembut menatap Alex, namun dari tatapan matanya mengungkap sebuah keinginan untuk membunuh yang sangat kuat.


Tanpa berlama-lama lagi, Mo Lian mengayunkan kaki kanannya menendang pangkal paha Alex dengan kerasnya, hingga terdengar suara yang sangat mengerikan.


Alex kembali melesat tinggi saat pangkal pahanya ditendang oleh Mo Lian. Terlihat raut wajahnya berubah menjadi tak enak dipandang dengan air mata berlinang membasahi wajahnya, serta air mengalir dari sudut bibirnya.


Mo Lian menekan kakinya di udara kosong sebagai pijakan, kemudian melesat tinggi mengejar Alex yang sudah berada di lapisan Termoster, di mana satelit mengudara dan memutari Bumi.


Keadaan sekitar juga sudah berubah drastis, sekeliling mereka menjadi gelap seperti malam hari, suhu yang sebelumnya sangat dingin juga sudah berubah menjadi sangat panas, bahkan di salah satu titik suhunya mencapai lebih dari 1000 Celcius.


Alex yang berada lebih tinggi dari Mo Lian kembali mengendalikan tubuhnya untuk tetap tenang, ia menundukkan kepalanya menatap Mo Lian dengan kedua paha yang menyatu menahan rasa sakit di pangkal pahanya.


"Teknik Darah, Gelombang Darah!"


Dari dalam tubuh Alex keluar beberapa tetes darah yang bergerak naik ke atas kepalanya, kemudian dari tetesan darah itu berubah menjadi gelombang tsunami yang sangat tinggi mengarah pada Mo Lian.


Mo Lian yang melihat itu tidak mengubah raut wajahnya, ia menghembuskan napas panjang dan mengibaskan tangannya. Dari kibasan kecil itu menciptakan siluet bulan sabit yang ukuran panjangnya lebih dari satu mil.


Boom!


Gelombang tsunami yang mampu meratakan sebuah kota itu terbelah dua dan meledak sangat keras, kemudian menguap menjadi kabut darah yang menyebar.


Mo Lian mengangkat tangannya mengarahkan peda Alex yang berada jauh di atasnya, menciptakan telapak tangan yang sangat besar berada di atas Alex. Dengan tangan yang dikepalkan seperti menangkap sesuatu, tiba-tiba telapak tangan biru itu bergerak menampar Alex seperti menampar nyamuk.


Wush! Tap!


Alex kembali melesat sangat cepat mengarah pada Mo Lian, kemudian Mo Lian menangkap kepala Alex dan mencengkeram erat agar tidak dapat melarikan diri.

__ADS_1


Walaupun sudah berada di genggaman Mo Lian, Alex tidak tinggal diam saja menerima perlakukan seperti ini. Dengan tangan kiri dikepalkan, ia mengayunkan tangannya mengarah pada perut bagian kanan Mo Lian. "Mati kau manusia sialan!"


Mo Lian menangkap pergelangan tangan Alex dan memutar tangannya mematahkan tangan Alex ke arah yang berlawanan. "Kau masih terlalu cepat untuk menyerangku!"


"Saatnya serius." Mo Lian menarik tangan Alex hingga terdengar suara renyah menandakan bahwa lengan Alex terputus dari bahu, mengeluarkan darah segar keluar dari bahunya.


Tidak berhenti disitu saja, sebelum menunggu Alex kembali beregenerasi, Mo Lian terus melancarkan serangan yang sama. Ia melepaskan anggota tubuh Alex satu persatu dari tubuhnya dengan cara yang mengerikan, hingga tidak ada lagi anggota tubuh yang tersisa.


Sekarang, di depan Mo Lian, Alex tidak lagi memiliki tangan maupun kaki. Tapi Mo Lian masih tidak berpuas diri, ia kembali menciptakan tubuh tiruan untuk memegangi kepala Alex, dan ia sendiri memukulnya terus-menerus seperti karung pasir, menghancurkan seluruh tulang yang masih bisa dihancurkan.


Mo Lian menatap tajam pria tua di depannya yang tubuhnya basah akan darah segar. "Keluarga Rosth? Aku akan berkunjung sendiri ke sana dan membantai kalian semua, Kepala Keluarga? Mereka hanyalah semut," ucapnya dingin.


Dengan bibir bergetar tak bertenaga, Alex membuka mulutnya dan berkata, "Ba ... gaimana kau bisa ... memiliki ... kekuatan sebesar ini. Tapi, meski kau kuat ... kau bukanlah tandingan ... Kepala Keluarga. Dia, bisa mengalahkan ... sepuluh orang sepertiku."


"Oh? Benarkah?" Mo Lian menaikkan sebelah aslinya dengan raut wajah terkejut. Namun detik berikutnya ia tersenyum dingin. "Tapi, aku bisa membunuh puluhan juta orang sepertimu."


Alex tersentak saat mendengar perkataan itu, tapi ia tidak menanggapi perkataan Mo Lian dengan serius. "Omong ... koso—"


Zrash!


Mo Lian mencengkeram erat jari-jarinya yang menggenggam kepala pria tua di depannya hingga meledak menjadi bubur, dan menyisakan Inti Jiwa yang melayang di depannya.


Mo Lian mengibaskan tangannya menangkap Inti Jiwa itu dan menyimpannya pada artefak khusus yang didapat dari Cincin Ruang milik Ye Fu Tian. Inti Jiwa Klan Vampir, itu termasuk harta yang berharga, itu bisa digunakan untuk menyuling pil yang berfungsi untuk meningkatkan kekuatan fisik serta jiwanya.


Pertarungan Mo Lian ini terekam oleh kamera satelit, yang kemudian disiarkan langsung ke seluruh dunia sebagai suatu bencana internasional. Yang akibatnya membuat kekuatan lain yang tersembunyi jauh dalam kegelapan mulai bergerak, tapi ada pula yang mengurungkan niatnya karena kekuatan yang diperlihatkan oleh Mo Lian.


Meskipun demikian, identitas Mo Lian masih tidak diketahui oleh dunia, karena ia sudah mempersiapkan diri sebelum bertarung di langit luar.


"Aku harus mengatur kembali Sekte Dongfangzhi selama satu minggu, kemudian pergi ke Amerika."


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2