Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 369 : Bertarung Melawan Aliansi 10.000 Ras, Lagi!


__ADS_3

Mo Lian memasang Gerbang Array Pertahanan di Antartika. Yang artinya bagian bawah Bumi, tapi musuh-musuh yang datang kali ini berada di bagian Arktik.


Sebelumnya, Mo Lian berencana menggunakan kedatangan mereka untuk menentukan di mana markas mereka berada. Tapi tidak berharap mereka mengubah arah mereka datang. Ini menyebalkan, namun sayang tidak bisa berbuat apa-apa.


Apakah harus menembus Dewa Surga tahap Akhir?


Mo Lian merasa hanya itulah cara untuk dapat melepaskan Kesadaran Ilahi-nya sampai menyelimuti seluruh galaksi yang ada di Alam Semesta. Tapi setelah berpikir sebentar, ia mendapatkan cara untuk menemukan markas mereka, meski ini cukup berisiko jika menyerangnya terlebih dahulu. Bagaimanapun, ia akan meninggalkan Bumi, dan mungkin Organisasi Penjarah Spiritual akan datang saat ia pergi.


"Jangan bertindak gegabah. Memang itu adalah ide yang baik, tapi, daripada melepaskan mereka dan menyusulnya sampai ke markas. Lebih baik membiarkan salah satu dari mereka untuk melapor. Dengan demikian, mereka akan datang sendiri. Namun ..." Hong Xi Jiang terdiam saat menyadari rencananya sama-sama berisiko.


Memang mereka tidak meninggalkan Bumi, namun jika semua anggota dari Aliansi 10.000 Ras menyerang, ini sama saja seperti yang pertama.


Keduanya saling memandang, kemudian menghela napas berat karena mendapatkan jalan buntu.


Mo Lian telah sampai di wilayah angkasa dari Arktik. Melihatnya sekitarnya yang nampak biasa tanpa ada hal yang aneh, namun detik berikutnya, celah spasial mulai terbuka secara bergantian dan jumlah totalnya sesuai dengan apa yang dikatakannya tadi.


"Yue Fu, Dewa Hitam bisa digunakan untuk menyuling pil. Dewa Bumi, biarkan mereka terbunuh di dalam penghalang untuk nutrisi."


Hong Xi Jiang mengerutkan keningnya. "Apakah kau benar-benar berniat seperti itu?"


"Iya ..." Mo Lian menganggukkan kepalanya. "Meskipun pil yang dibuat tidak memiliki efek samping, tapi lebih baik memberi nutrisi pada Bumi daripada menggunakannya sebagai bahan."


Salah seorang dari Aliansi 10.000 Ras terlihat kesal dan marah karena melihat Mo Lian dan Hong Xi Jiang yang mengabaikan mereka.


"Apakah Tetua Kesembilan dibunuh oleh mereka? Mereka terlihat sangat lemah!"


Mo Lian melihat sekilas siapa yang berbicara, kemudian kembali menatap Hong Xi Jiang. "Apakah kita langsung membunuh mereka? Dewa Hitam yang datang memang banyak, tapi mereka sangat lemah."


Hong Xi Jiang menggelengkan kepalanya. "Jika kau membunuh semuanya langsung seperti membunuh ayam, mereka akan langsung melarikan diri sebelum kau sempat menempelkan energimu di tubuhnya."


Mo Lian membuka mulutnya hendak berbicara, tapi didahului oleh teriakan yang datang entah dari mana.


"Serang!"


Pada saat itu, ruang pecah dengan kilauan cahaya berbeda warna yang melesat ke arah Mo Lian dan Hong Xi Jiang. Tekanan yang diberikan sangatlah kuat, sampai membuat getaran ruang.


Mo Lian mengangkat tangan kanannya yang menyentuh dahi. Ia ingin mengeluarkan Formasi Array 10 Pedang Semesta dan Keabadian, tapi teringat akan pesan Hong Xi Jiang yang mengatakan jangan mengeluarkan kekuatan penuh saat baru mulai.


Dengan demikian, Mo Lian mengubah posisi tangannya mengarah ke arah semua serangan yang datang. "Garis Keturunan. Penghisap Energi!"


Hong Xi Jiang mengerutkan keningnya. Memang ia menyuruh Mo Lian untuk berpura-pura lemah, tapi tidak sampai seperti ini yang mengatakan nama kemampuannya saat sedang menyerang, ini bukan hanya kekanak-kanakan, tapi terasa bodoh, seperti memberi tahu pada musuh bahwa akan menyerang.

__ADS_1


Mo Lian menyadari tatapan tidak menyenangkan dari Hong Xi Jiang, tapi mengabaikannya.


Celah ruang terbuka di depan Mo Lian dengan bentuk seperti mulut ikan yang sangat besar. Itu memiliki daya hisap yang luar biasa, menarik semua serangan yang dilepaskan oleh Aliansi 10.000 Ras.


Bahkan asteroid yang berada di sekitar pun ikut tertarik. Jika melepaskan energi lebih kuat, Mo Lian bisa menarik Dewa Hitam ke dalam Penghisap Energi.


"Oh? Trik kecil." Shan Xu tersenyum dingin dengan pandangan merendahkan. Shan Xu adalah orang memberi perintah untuk menyerang, Dewa Bumi tahap Menengah. Berasal dari Ras Qilin.


Walaupun dikatakan bahwa Shan Xu berasal dari Ras Qilin, tapi darahnya sudah tidak murni lagi. Bagaimanapun, Ras Qilin sudah ada dari lama, bahkan Ras Naga saja hanya tersisa seorang saja, Lan Zhian Shen.


Shan Xu mengenakan hanfu pria berwarna biru, rambutnya merah dengan matanya biru langit. Ada dua benjolan kecil di dahinya yang sepertinya adalah tanduk, tapi daripada tanduk, itu terlihat seperti bisul.


Shan Xu merentangkan kedua tangannya, kemudian mengatupkannya ke depan.


Energi berwarna biru dan merah datang dari belakang Shan Xu, berkumpul di kedua tangannya. Dan saat bersatu, terdengar suara ledakan keras dan terlihat siluet Qilin berwarna biru dengan sisik tebal; ekor merah seperti api dan ada sepasang tanduk.


Gruoahhhh!


Qilin yang terbentuk dari energi spiritual itu meraung keras, membuat getaran hebat. Bukan mulai retak, kemudian Qilin melesat seperti cahaya yang mengarah ke arah celah seperti mulut ikan paus.


Mo Lian merenung sejenak, memikirkan sesuatu yang menurutnya penting. Tapi, setelah satu detik berpikir, ia sudah sudah mendapatkan jawaban dari semua keraguannya.


Dengan tangan yang masih terangkat ke depan, Mo Lian mengepalkan tangannya. Celah ruang di depannya itu menciptakan pusaran hitam seperti lubang hitam, tapi tidak memiliki daya hisap, melainkan daya dorong yang kuat.


Tekanan dari serangan Mo Lian dan Qilin bertemu, mengakibatkan ledakan keras yang membuat Tata Surya bergetar.


Whooooosh!


Semua serangan yang telah ditelan, kembali ditembakkan dari dalam pusaran hitam. Itu sudah diperbanyak dan diperkuat. Saat melesat, itu menghancurkan ruang di sekitarnya, ruang yang hancur tidak seperti sebelum-sebelumnya, sekarang memiliki daya hisap yang menarik paksa Dewa Hitam ke dalamnya.


Booom!


Qilin yang terkena serangan itu langsung meledak tanpa bisa bertahan meski hanya sedetik. Serangan itu pun tidak berhenti meski sudah menghancurkan Qilin, dan terus melesat membelah angkasa luar, mengubah ruang gelap menjadi cerah seperti ada lampu yang dihidupkan di dalam kamar.


Shan Xu yang melihatnya, membelalakkan matanya saat merasakan bahaya yang mengancam.


"Pergi!" Shan Xu memberi perintah pada yang lain. Walaupun sangat marah karena kehilangan lusinan Dewa Hitam, ia tidak bisa berbuat banyak dan harus meminta yang lain untuk berpencar.


Karena tidak ada lagi yang menghalangi, serangan dari pusaran hitam itu terus melaju ke arah Bulan dan menghancurkannya menjadi bebatuan kecil yang menyebar seperti ledakan peluru.


Mo Lian sudah tidak peduli lagi dengan Bulan yang hancur, bahkan jika Matahari hancur, Bumi tetap akan memiliki malam dan siang hari. Ia bisa memasang formasi array yang sama seperti di Bintang Utama, yang mana ada siang dan malam meski Bintang Utama tetap diam tanpa berotasi ataupun berevolusi.

__ADS_1


Bahkan jika tidak memasang formasi, Mo Lian masih bisa mengembalikan waktu untuk memunculkan kembali Bulan sebelum kehancurannya.


Hong Xi Jiang sudah mengangkat tangannya di depan dada. Menggelengkan kepalanya dan sedikit ada kekesalan yang terlihat di wajahnya karena Mo Lian tidak mengikuti rencana yang sudah disepakati. Tapi, untungnya sudah melakukan persiapan, karena sudah menduga jika akhirnya akan seperti ini.


Hong Xi Jiang membuka kedua tangannya. Tidak ada efek visual yang luar biasa atau apa pun, tapi terdengar suara yang mendengus yang berasal dari berbagai tempat.


Ruang yang awalnya retak, mulai bersatu kembali dengan kecepatan yang bisa dilihat oleh mata telanjang.


Mo Lian menyadari perubahan ruang di Galaksi Bima Sakti, dan karena akhirnya seperti itu, tidak perlu lagi menahan diri karena mereka yang berada di sini tidak bisa meninggalkan tempatnya, meski secara paksa merobek ruang.


Mo Lian menyentuh dahinya dengan dua jari.


Tiba-tiba auranya meledak; kabut hitam menyebar saat 9 Niat Pedang menyatu dalam bentuk satu pedang besar yang berada di belakang punggungnya.


Shan Xu merasakan bahaya yang mengancam. Tidak ada lagi kepercayaan diri untuk melawan Mo Lian, bahkan Tetua Kedua yang mengambil Jalan Pedang tidak memiliki kekuatan seperti Mo Lian. Tetua Kedua adalah Dewa Bumi tahap Akhir, dan ia sendiri adalah Tetua Ketujuh – Dewa Bumi tahap Menengah.


Jika Tetua Kedua saja tidak cocok melawan Mo Lian, apalagi dirinya. Shan Xu harus kembali dan melaporkan semua ini. Harus datang lagi dengan membawa ribuan Dewa Hitam dan ratusan Dewa Bumi.


Walaupun Dewa Bumi di Aliansi 10.000 Ras cukup banyak, tapi tidak semuanya dapat memiliki jabatan sebagai Tetua.


Shan Xu mengibaskan tangannya untuk merobek ruang.


Ruang memang berhasil terbuka, tapi saat tangannya masuk ke dalam celah, tiba-tiba celah itu langsung tertutup dan memotong tangannya.


Peristiwa ini terjadi di hadapan Dewa Bumi dan 76 Dewa Hitam. Mereka yang melihatnya, terdiam membeku dengan mata terbuka lebar.


Mo Lian tersenyum. Ia memanfaatkan keadaan di mana Dewa Hitam yang diam dengan ekspresi muram.


Dengan kibasan tangannya, auranya kembali meledak dan Niat Pedang di belakangnya bergetar dengan suara mendengung yang memekakkan telinga. Tidak hanya itu saja, di atas 75 Dewa Hitam, terlihat ada kilauan emas yang secara perlahan membentuk pedang sepanjang sejengkal tangan.


Mo Lian mengangkat tangan kanannya di depan dada dengan dua jari menghadap ke atas. "Kalian, mati!"


Whooooosh!


Tujuh puluh lima Dewa Hitam terkena serangan pedang yang menembus kepala mereka sampai bawah. Kemudian tubuh mereka meledak bersamaan dengan api yang menyala seperti matahari datang tepat di depannya.


Tentu, sebelum ledakan terjadi, Mo Lian menarik salah satu Dewa Hitam yang tidak ditargetkannya. Itu digunakan sebagai pembawa pesan atau alat untuk mengetahui markas dari Aliansi 10.000 Ras.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2