
Mo Lian bergabung dengan Zhang Jianheeng untuk makan bersama, sembari mencari informasi lain dari pelanggan sekitar. Namun tidak seperti yang diharapkan, tidak ada yang berani berucap dan memilih untuk tetap diam karena di sini ada Ayah Mertua dari Walikota Kota Mengyin.
"Apakah kau tidak memesan makanan?"
Mo Lian menggeleng pelan dan hanya menyesap teh hitam. "Tidak, aku sudah selesai makan di ruangan ku."
Semua makanan di sini tidak ada yang sesuai dengan seleranya sama sekali, karena kurangnya bumbu dan cara pengolahannya hanya dikukus maupun ditumis, tidak ada yang lain.
"Dalam pertandingan yang akan dilaksanakan empat hari lagi, apakah semua orang dapat bergabung?" Mo Lian sangat penasaran dengan hadiah utama, bukan tentang Senjata Dao, melainkan hadiah yang diberikan oleh pengawas.
"Siapapun bisa bergabung, tapi diberi syarat harus memiliki kekuatan dasar Inti Emas. Tapi jika mendapatkan rekomendasi, Inti Perak pun dapat bergabung dalam pertandingan."
Inti Perak bergabung? Mo Lian tidak habis pikir dengan hal itu. Inti Perak bergabung dalam pertandingan beladiri yang kebanyakan adalah Inti Emas, tentunya itu sama seperti mengantarkan nyawa.
"Jika Inti Perak bergabung, bukankah itu hanya mengantarkan nyawa?" tanya Mo Lian yang meletakkan cangkir berisikan teh di atas meja.
"Tidak perlu khawatir, pertandingan ini tidak sampai membunuh. Jika ada yang membunuh dalam pertandingan, tidak peduli sengaja ataukah tidak, orang itu akan dihukum seberat-beratnya."
Mo Lian menganggukkan kecil dan tetap diam. Peraturan yang menyebalkan, lebih baik tidak usah diadakan pertandingan jika membunuh saja dilarang. Bahkan, di Bumi ada Arena Hidup dan Mati yang dimiliki oleh Pasukan Mata Setan.
Tapi, ia menduga pertandingan nantinya tidak berjalan semana mestinya, karena pasti ada saja orang-orang yang melanggar peraturan dan membunuh, contohnya Mo Lian sendiri.
Pembicaraan kembali dilanjutkan, Zhang Jianheeng bukan berasal dari Kota Mengyin, melainkan kota lain yang ukurannya lebih besar lagi, namun lebih suka tinggal di Kota Mengyin karena ingin melihat cucu perempuannya.
Monster di hutan yang sebelumnya Mo Lian mendarat sangatlah agresif, dan setiap tahun di saat musim dingin akan pergi ke Kota Mengyin untuk mencari makanan. Banyak korban berjatuhan saat gelombang monster, karena kekuatan monster yang terkadang bahkan muncul Alam dan Manusia.
Bukan hanya itu saja, setiap enam bulan sekali akan ada perwakilan dari kerajaan yang berkunjung ke setiap kota-kota, untuk mengecek keadaan wilayah yang diperintah, dan tentu saja kerajaan juga mendapat perintah dari kekaisaran.
Memang informasi itu bisa dianggap penting, namun bukan itu yang dicari Mo Lian. Ia ingin mengetahui apakah ada keanehan yang terjadi di Bintang Tianjin, seperti Kultivator Iblis yang meresahkan, ataupun Harta Surgawi.
Sepertinya aku harus tinggal lebih lama lagi di Bintang Tianjin. Sebelum pergi, aku harus dapat menembus Jiwa Emas.
__ADS_1
Mo Lian berdiri dari tempat duduknya sembari menekan kedua tangannya di atas meja.
"Mau ke mana?"
Mo Lian menunduk ke kiri melihat Zhang Jianheeng. "Berkeliling, mencari tikus yang menyebalkan. Bau darah yang menyebar di kota semakin kuat." Ia berbalik menuju pintu keluar.
Zhang Jianheeng menghentikan gerakan tangannya yang menyuap daging. Ia meletakkan kedua sumpit di atas mangkuk, dan diam memikirkan bagaimana cara Mo Lian mengetahui keadaan kota. Ia masih benar-benar tidak mengerti, ia yang Alam dan Manusia tahap Akhir saja tidak dapat merasakannya.
Zhang Jianheeng berdiri dan berlari mengejar Mo Lian yang baru saja keluar dari penginapan, namun saat ia sudah di luar, ia kehilangan jejak Mo Lian. Bahkan ia juga tidak merasakan auranya sama sekali. "Bagaimana bisa? Apakah dia Jiwa Emas yang sengaja menurunkan kekuatannya?"
Mo Lian sendiri sudah berada belasan mil dari Penginapan Menara Bulan. Ia berpindah melalui tanah yang dipijaknya, dan saat berada di tempat yang ramah, ia masuk jauh ke dalam tanah, kemudian keluar di tempat lain.
Ia sendiri berada di bagian barat Kota Mengyin, dan ingin pergi ke arah selatan. Ia merasakan bau darah yang pekat berasal dari sana, dan karena ia mempraktikkan Teknik Budidaya Pemurnian Hitam, ia bisa melihat aura hitam yang merupakan aura kematian, yang terbang di sekitaran kota.
Puluhan menit, setelah bepergian melalui jalur di bawah tanah. Ia sudah sampai di gang kecil di bagian selatan yang terlihat lebih sepi ketimbang bagian barat. Di sini juga terbilang banyak sekali gelandangan dan aturan di sini tidak berlaku.
"Dari informasi yang diberikan, bagian selatan dikuasai oleh organisasi rahasia yang tidak bisa disentuh. Bahkan Walikota tidak berani menyinggung organisasi ini."
Mo Lian merasakan aura dari Kultivator di sini setidaknya di atas Inti Perak, tidak seperti di bagian lain yang masih banyak Fase Mendalam maupun Fase Lautan Ilahi. Di sini ia juga merasakan adanya Alam dan Manusia, serta Setengah Jiwa Emas.
Kekuatan di sini memang sangat kuat, tapi ia masih heran mengapa organisasi ini tidak mengambil tindakan. Akan sangat mudah untuk menghilangkan Kota Mengyin, mengingat ada Setengah Jiwa Emas yang bersembunyi di kegelapan.
Mo Lian yang berada di gang kecil nan gelap itu keluar, dan berjalan di jalan utama. Seketika itu juga belasan tatapan mata tertuju padanya, tatapan mata haus darah yang terlihat seperti sedang mengawasi mangsa lemah.
Mo Lian berjongkok dan menyentuh tanah berdebu dengan tangan kanannya. Ia merasakan teriakan-teriakan dari jiwa liar yang berada di kedalaman tanah, dengan aura kematian yang sangat pekat. Aura ini bisa meningkatkan kekuatannya, namun ia tidak ingin menyerap lebih banyak.
Mo Lian yang berjongkok itu menekan kaki kirinya di tanah, berlari ke depan dan berbalik dengan Pedang Spiritual berwarna biru di tangan kanannya. Ia menusukkan pedangnya mengarah pada manusia yang menyerangnya secara diam-diam dari belakang.
Terlihat, pria paruh baya berambut hitam kusam, mengenakan pakaian cokelat penuh tambalan dan sangat kusam. Pria itu tertembus di bagian dadanya terkena serangan Mo Lian, dan memiliki kekuatan Ranah Inti Emas tahap Akhir.
Mo Lian yang sudah menusukkan pedangnya itu mendorongnya ke atas, membelah dua badan bagian atasnya.
__ADS_1
"Serang!"
Belasan gelandangan yang terlihat lemah itu bangkit, dan bergerak sangat cepat mengarah ke Mo Lian membawa senjata masing-masing, entah pedang maupun tombak, serta busur yang menyerang dari jarak jauh.
Mo Lian tidak ingin berlama-lama di sini, karena bisa menarik perhatian anggota lain, dan menimbulkan suara yang keras.
Mo Lian berbalik dan berlari lebih dalam lagi dari wilayah yang tidak tersentuh oleh Walikota. Kemudian setelah cukup jauh, ia melompat seraya melihat ke belakang, melepaskan ratusan Pedang Spiritual, membunuh merek tanpa memberikn kesempatan untuk melawan.
Ia juga menyisakan satu orang yang berada ditingkat Inti Emas untuk mencari informasi. Mo Lian mencengkeram erat kepala pria berambut putih dengan jenggot tipis.
"Tu- Tuan. Bi- Biarkan Hamba hidup."
Mo Lian hanya diam dan mencari informasi terkait tentang keanehan yang berada di Kota Mengyin. Tidak banyak informasi yang didapatnya, yang ia dapatkan hanya nama organisasi dan apa yang berada di kedalaman tanah, yang memang sudah ia duga.
"Organisasi Angin Hitam. Kekuatan yang berada di Kota Mengyin memang ditingkat Alam dan Manusia, kemudian untuk Setengah Jiwa Emas, bukan benar-benar bagian dari Organisasi Angin Hitam, namun pendukung dari kegelapan."
Mo Lian meledakkan kepala pria yang jiwanya telah ia rusak. Ia meninggalkan tempat pertarungan tanpa membersihkan mayat-mayat, dan membiarkan mereka tergeletak di sana.
"Aku akan berkeliling, dan memancing Setengah Jiwa Emas ini untuk keluar. Jika memang tidak ada gerakan lagi, maka aku akan tetap diam dan membiarkan markas mereka tetap utuh untuk sementara waktu, sampai Pertandingan Beladiri selesai."
Mo Lian terus berkeliling, dan sepanjang ia berjalan, ia tidak merasakan adanya tanda-tanda kehidupan manusia di permukaan, berbeda dengan ruangan yang jauh di dalam.
tanah.
Ia menyadari bahwa manusia yang berada di permukaan mulai bersembunyi karena rekan-rekan mereka yang terbunuh melalui Giok Jiwa, karena ia merasakan ada fluktuasi energi dari Kultivator yang dibunuhnya. Kemudian untuk mereka yang bersembunyi, kemungkinan diperintahkan oleh atasan mereka.
"Karena kalian mencoba untuk bersembunyi, maka aku akan kembali." Mo Lian tenggelam ke dalam tanah secara perlahan dan menghilang total dari sana.
...
***
__ADS_1
*Bersambung...