Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 331 : Mengambil Tombak Tian


__ADS_3

Mo Lian masih duduk bersila di dalam Istana Kekaisaran dengan mata tertutup; aura kuat berwarna putih menyelimutinya seperti api menyala maupun uap air yang memenuhi ruangan; pola-pola array yang berada di bawah maupun sekitarnya juga mulai memudar dan menghilang.


Mo Lian membuka matanya perlahan, angin kencang yang lembut, terasa nyaman mulai menyebar ke seluruh penjuru ruangan.


Aura berwarna hijau muncul di bawah Mo Lian di mana pola-pola array sudah menghilang, aura itu memasuki tubuhnya melalui pori-pori kulit yang mengandung Esensi Kehidupan. Tak lama setelah aura hijau datang, aura oranye juga terlihat mulai memasuki tubuhnya dan berganti ke aura merah yang masuk.


Mo Lian memanfaatkan keuntungan yang didapatnya dan menutup matanya kembali untuk menyerap semua manfaat yang ada; tidak ingin sekalipun membuangnya meski hanya setitik cahaya.


Ada perubahan pada bagian tubuh Mo Lian: pembuluh darah mengalirkan darah lebih banyak dan teratur; Meridian-nya terbuka lebih lebar lagi dan aliran energinya menjadi cepat namun halus, tidak melukai tubuhnya sendiri; kekuatannya juga meningkat pesat dan matanya berubah warna menjadi biru.


Mo Lian kembali membuka matanya perlahan, ia mengatur napasnya agar kembali tenang setelah pertarungannya melawan Ras Raksasa dan Malaikat.


"Aku merasa sudah hidup lebih dari seribu tahun, meski sebenarnya hanya satu hari berlalu." Mo Lian sudah mengeceknya sesaat setelah membuka mata, keadaan Bumi masih sama, baik-baik saja dan enam wanita sedang menunggu di luar.


Mo Lian berbalik melihat ke arah pintu keluar, lalu berjalan seperti biasa tanpa ada rasa beban, bahkan saat sudah berada di depan pintu, ia melangkah biasa dan menembusnya seperti cahaya.


Mata Mo Lian sedikit menyipit saat baru keluar, ada cahaya yang cukup menyilaukan matanya, cahaya itu tepat berada di depannya dan berkumpul di satu titik. Ketika matanya sudah beradaptasi, ia bisa melihat kepala botak licin yang bercahaya karena memantulkan sinar matahari.


Pria paruh baya tanpa rambut, mengenakan seragam biru tua memiringkan kepalanya melihat ke arah belakang Mo Lian; merasa aneh bagaimana pemuda di depannya bisa menembus pintu. Tanpa sadar, ia melangkah mundur dengan napas tidak beraturan, kemudian berlari dengan kecepatan penuhnya.


"Setaaann!"


Hong Xi Ning yang duduk di tangga, menoleh ke kanan belakang melihat Mo Lian. Ia berdiri dan menghampiri. "Apa yang Gege dapatkan?" Ia sangat penasaran saat merasakan aura kuat dari dalam Istana Kekaisaran sesaat setelah Mo Lian masuk.


"Aku hanya kembali ke Zaman Kuno dan hidup di sana selama seribu tahun," ucap Mo Lian memeluknya—ia sangat merindukan Hong Xi Ning selama ini, dan berharap semuanya selesai dengan cepat, tapi tidak berharap akan menghabiskan 1000 tahun di Zaman Kuno.


Hong Xi Ning mendongak melihat Mo Lian yang sedang memeluknya, samar-samar melihat mata suaminya yang berubah warna menjadi biru langit yang indah.

__ADS_1


"Apakah menyeramkan?"


Mo Lian menganggukkan kepalanya dan mengecup kening Hong Xi Ning. "Iya, seribu tahun tanpa melihatmu, itu sangat menyiksa. Untungnya, aku bisa keluar dari Zaman Kuno."


Mo Lian mendongak melihat Qin Nian dan Yun Ning; ia memberi tanda pada keduanya untuk mendekat. Kemudian ia memberikan kecupan hangat yang sama, tidak mungkin ia membeda-bedakan, karena sudah berjanji dan keluarga mereka sangat baik padanya.


Hong Xi Ning yang mengubah kehidupan masa lalunya, dari yang lemah dalam keterpurukan menjadi Dewa Semesta. Qin Nian yang mengubah keluarganya dari keadaan tidak memiliki uang, menjadi keluarga terpandang. Begitu pun dengan Yun Ning yang mendukung perkembangan Perusahaan Meiliafei dan menyenangkan Mo Fefei.


"Apakah kalian lapar? Aku memang baru satu hari di dalam, tapi kesadaran ku bepergian ke Zaman Kuno selama seribu tahun." Walaupun Mo Lian tidak bisa lagi merasakan lapar meski tidak makan selama ribuan tahun, tapi karena ia sangat menyukai makanan, ia akan makan.


Ketiganya menganggukkan kepala secara bersamaan, kemudian ada Ong Hei Yun, Hu Lan Yue dan Zhing Xumei yang datang dari kejauhan.


"Apakah kalian ingin makan bersama? Aku bisa membawa kalian semua." Ong Hei Yun mengangkat tangan kanannya dan melambaikannya.


"Kau yang membayar." Mo Lian berucap acuh tak acuh.


Ong Hei Yun menganggukkan kepalanya pelan dan menjawab, "Tentu, aku memiliki restoran terbaik di Beijing. Kau bisa memesan semua makanan, bahkan, aku membawa beberapa bahan makanan dari Bintang Utama."


Ong Hei Yun tidak terkejut dengan harga jual dari Ikan Sisik Naga, melainkan cara Mo Lian yang mengeluarkan makhluk hidup dari tangan. "Apakah, kau ... adalah ... reinkarnasi dari Cincin Ruang?"


Mo Lian diam mematung dan terlihat urat yang menegang di leher maupun pelipisnya; ia sangat kesal dengan Ong Hei Yun yang semakin lama ucapannya tidak disaring. "Hormati Master-mu!" Ia memukul pelan kepala Ong Hei Yun menggunakan Ikan Sisik Naga.


Ong Hei Yun tertawa terbahak-bahak, setelah mengenal Mo Lian cukup lama, ia menjadi orang yang berbeda. Awalnya, ia sangat pendiam karena tuntutan keluarga Ong yang mengharuskannya menikahi keluarga pengusaha dan memilih kabur untuk bergabung dengan Pasukan Taring Naga, tapi lambat laun, ia kembali menjadi gadis kecil yang periang.


Ong Hei Yun membuka jalan dan berdiri di kanan depan Mo Lian. "Baiklah, silakan Anda pimpin jalannya, Master yang terhormat."


Tidak ada kesenangan dalam hati Mo Lian, tapi ia tidak memasalahkan hal itu karena membuang terlalu banyak waktu.

__ADS_1


Mo Lian yang berdiri di barisan depan, mengangkat tangannya mengarah pada mayat Tianshi Fang yang bertahan sampai sekarang.


Aku yang membunuhnya, apakah ada diriku yang lain, atau aku memiliki Kesadaran Spiritual lain yang bisa bepergian dan mengabaikan Ruang dan Waktu, kemudian kami berdua berkumpul lagi menjadi satu saat aku kembali ke Zaman Kuno, batin Mo Lian.


Apa yang dilakukan Mo Lian saat ini menarik perhatian Qin Nian, Yun Ning, Ong Hei Yun, Hu Lan Yue dan Zhing Xumei; tidak ada apa-apa dari pandangan mereka, namun setelah mengingat pemandangan yang diperlihatkan oleh Mo Lian, tubuh mereka gemetaran dengan jantung berdegup kencang seperti hendak melompat keluar dari dalam dada.


Mo Lian tidak merasa ada yang spesial dari Tianshi Fang. Jika adapun, tidak ada yang berarti bagi tubuhnya yang sekarang, Hong Xi Ning juga tidak bisa karena perbedaan kekuatan, apalagi Qin Nian dan Yun Ning.


Mo Lian mengepalkan tangannya erat, membuat Tianshi Fang meledak menjadi genangan darah yang memercik ke segala arah seperti gelombang pasang. Namun, darah itu tidak benar-benar menyebar, hanya angin kencang yang lembut mulai bertiup, menerbangkan dedaunan maupun merobohkan pepohonan.


Jika saja Tianshi Fang tidak terkurung dalam dimensi lain, mungkin sudah banyak manusia yang akan gila hanya karena melihatnya; mental mereka tidak mungkin tahan untuk menanggungnya.


Tombak Tian yang menancap di tanah mulai bergetar setelah kematian Tianshi Fang, dan dengan gerakan lembut dari tangan Mo Lian, Tombak Tian terangkat perlahan yang mengakibatkan getaran hebat seperti gempa bumi.


Mo Lian menyebarkan energi biru ke mata wanita selain Hong Xi Ning, membuat pupil mata mereka melebar karena terkejut. Ia melakukan itu karena menyadari tatapan penasaran dari mereka, akhirnya ia memberi tahu mereka apa yang sedang dilakukannya.


Tombak Tian yang sudah terangkat, bergerak mengarah pada Mo Lian dengan bagian mata yang masih tajam; tidak ada tanda-tanda karat di sana.


Mo Lian menggerakkan dua jarinya, membuat Tombak Tian melesat ke arahnya dengan kecepatan penuh.


Tombak Tian yang melesat itu mengakibatkan ketakutan yang tidak bisa dijelaskan, bahkan Hong Xi Ning sampai berlindung di belakang Mo Qian dengan kedua tangan yang mencengkeram di punggungnya.


Energi Sejati berwarna biru keluar dari tangan Mo Lian yang bergerak seperti api menelan Tombak Tian. Perlahan, Tombak Tian mulai menyusut dalam sekejap sampai seukuran tusuk gigi yang melayang di telapak tangannya.


Mo Lian mengepalkan tangannya, menyimpan Tombak Tian di dalam Cincin Ruang. Aku sudah mendapatkannya, meski tidak terlalu kuat seperti senjata yang aku buat, tapi setidaknya cukup untuk mengguncang Alam Selestial.


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2