Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 388 : Reruntuhan Keluarga Kuno


__ADS_3

Mo Lian sudah meminta istri-istrinya untuk memakai cadar agar melindungi wajah cantik mereka, sehingga tidak menarik perhatian yang bisa menimbulkan masalah. Bagaimanapun, kecantikan wanita seperti pedang bermata dua, bisa mendapatkan sanjungan, tapi juga bisa menimbulkan pertumpahan darah.


Walaupun demikian, karena mereka tinggal di lantai dasar, itu masih menarik perhatian. Meski tidak mengenakan pakaian mewah dan ketiga istrinya mengenakan cadar, aura dan pesona mereka masih memancar, membuat semua mata memandangnya.


"Apa yang ingin Anda pesan, Tuan?" Datang seorang wanita muda yang bahkan belum genap berusia dua puluhan tahun. Dia memakai cheongsam dress berwarna merah dengan hiasan bunga. Tatapannya sesekali melihat Hong Xi Ning, Qin Nian dan Yun Ning; penasaran dengan tampilannya.


"Bawakan teh dengan hidangan pelengkap."


Pelayan itu menganggukkan kepalanya, kemudian kembali bertanya, "Apakah Anda ingin pelayan pribadi untuk menuangkan teh?"


"Tidak perlu." Mo Lian menggelengkan kepalanya. "Istri-istriku bisa melakukannya."


Istri? Pelayan itu terkejut saat mengetahui bahwa ketiganya adalah istri, tapi kejutannya menghilang dalam sekejap, karena itu normal memiliki lebih dari satu istri.


Hong Xi Ning berdeham, dan itu menyadarkan pelayan.


Wanita itu membungkukkan badannya, kemudian berbalik untuk mengambilkan pesanan.


Mo Lian menyandarkan pipinya dengan tangan yang menopangnya. Dia melihat istri-istrinya dengan tatapan hangat penuh kasih sayang. "Kalian bertiga sangat cantik, bahkan wanita pun sampai terpana meski kalian menggunakan cadar. Aku adalah pria yang sangat beruntung memiliki kalian."


Ketiganya tersipu malu meski sudah sering mendengar pujian itu, tapi saat mendengarnya di tempat umum seperti ini, rasanya sangat berbeda.


Pengunjung yang lain di sekitar, mendengarnya, dan sangat iri. Tapi mereka tidak berusaha menganggu, karena mereka tahu, orang yang bisa memiliki tiga kecantikan sebagai istri adalah orang yang sangat kuat.


"Aku ingin tahu, apakah Tuan Muda Yi akan mengambil mereka bertiga jika dia datang ke sini ..."


"Entahlah, tapi itu mungkin, dia adalah putra sulung dari Wali Kota, dia senang mengambil apa pun bahkan istri orang lain. Meski salah, Wali Kota tetap mendukungnya, bahkan tidak segan-segan membunuh suami yang istrinya telah diambil ..."


"Aku ingin melihatnya. Sudah lama tidak ada kejadian yang menarik, jika Tuan Muda Yi datang, mungkin akan ada keributan untuk dijadikan tontonan."


Mo Lian mendengarnya, tapi tetap tenang dan menyesap teh yang dituangkan oleh Yun Ning. Tapi setelah mendengarnya cukup lama, dia mengerutkan keningnya karena pembicaraannya telah berubah topik.


Menurut isi pembicaraan, ada sebuah reruntuhan yang akan terbuka tidak lama lagi. Jaraknya dari Kota Nan ini cukup jauh, mereka yang di bawah Heavenly Immortal membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk sampai ke sana, bahkan dengan Portal Dimensi, masih mengharuskan berpindah beberapa kali.


Reruntuhan itu berasal dari hancurnya keluarga kuno yang tidak tidak diketahui bagaimana peristiwanya. Tapi ada yang mengatakan bahwa keluarga itu hancur karena menyingung kultivator yang sangat kuat, yang mampu bertarung melawan ranah yang lebih tinggi.


Kultivator yang menghancurkan keluarga kuno ini tidak mengambil sumber daya yang ada di sana, seolah-olah sumber daya di sana tidak berharga. Tapi untuk orang-orang seperti mereka ini, sumber daya apa pun sangat berharga.


Mo Lian yang mendengarnya, entah mengapa terpikirkan olehnya bahwa yang menghancurkan itu adalah Hong Xi Jiang. Tapi, tidak ada yang tahu kepastiannya selain datang sendiri untuk mengetahuinya.

__ADS_1


Yang tahu tentang kekuatan Hong Xi Jiang hanya dirinya dan Wang Yue Fei. Hong Xi Ning masih belum mengetahuinya, bahkan tentang segel di dalam tubuhnya pun tidak tahu.


Kemudian yang menarik minatnya, reruntuhan itu memiliki metode yang bisa meningkatkan kekuatan kultivator sampai Dewa Merah. Untuknya, itu tidak terlalu berguna, tapi tidak ada salahnya mengambilnya.


"Apakah kalian ingin pergi ke sana?" Mo Lian ingin pergi mencari tahu tentang reruntuhan, tapi jika istrinya tidak ingin, dia bisa membatalkannya.


"Jika Nan Ren ingin pergi, Ning'er tidak masalah. Lagi pula, kita ke sini memang untuk mencari pengalaman sebelum pergi ke Wilayah Barat," jawab Hong Xi Ning.


Mo Lian menganggukkan kepalanya. "Kalau begitu, kita bisa berangkat sekarang."


Meja di sebelah Mo Lian mendengar pembicaraan mereka. Salah seorang berbalik melihat punggung Mo Lian dan berkata, "Jika kau ingin pergi ke sana, aku sarankan jangan. Tempat itu sangat jauh, bahkan jika kau berangkat sekarang, kau hanya bisa sampai dua bulan kemudian. Kecuali kau adalah Dewa Pemula, tapi tidak mungkin ada Dewa Pemula di kota kecil ini."


Mo Lian menoleh ke belakang. "Terima kasih, tapi tidak ada salahnya pergi. Bahkan jika kami terlambat, kami masih bisa mencari pengalaman di perjalanan."


Pria paruh baya itu mengangguk, tapi tidak lagi melanjutkan perkataannya. Menurutnya, sia-sia menjelaskannya lebih jauh pada orang yang memang keras kepala.


Mo Lian hanya tersenyum tipis saat melihat pria itu berbalik. Dia kembali menyantap hidangannya dengan bantuan Hong Xi Ning yang menyuapinya.


Setelah selesai menyantap habis, Mo Lian bangkit dari tempat duduk dan meletakkan Batu Spiritual kualitas Tinggi di atas meja. Kemudian langsung keluar tanpa mengatakan sepatah kata pun.


"Cepat! Laporkan pada Tuan Muda Yi! Jika kita memberitahukannya tentang wanita-wanita itu, kita akan diberi hadiah!"


Bang!


Dentuman keras terdengar dari lantai dasar dengan pria muda yang mengenakan pakaian cokelat sebagai pusatnya. Dia adalah orang yang berniat untuk memberi tahu Tuan Muda Yi tentang Hong Xi Ning, Qin Nian dan Yun Ning.


Tekanan berat menghantam semua orang dari lantai dasar sampai lantai teratas. Itu sangat kuat dan berat, seolah-olah ada gunung ribuan ton yang jatuh di atas kepala mereka.


"Jika kau melakukan hal ini lagi, aku akan membunuhmu. Dan, tidak perlu repot-repot untuk melaporkan pada Tuan Muda-mu, suamiku sudah membunuhnya!"


Suara feminim itu terdengar di seluruh penginapan, dan setelah perkataan itu selesai, aura yang menekan mereka menghilang. Tapi semuanya belum berakhir.


Booom!


Dengan ledakan keras yang berasal dari pusat kota, gelombang kejut menimbulkan gelombang asap tebal yang menerjang ke segala arah dengan ganasnya.


Semua orang yang berada di dalam penginapan sangat panik, terutama saat mendengar ledakan yang berasal dari Kediaman Wali Kota. Dari suara dan aura yang sangat kuat, bahkan lebih kuat dari Heavenly Immortal yang pernah datang kemari, mereka tahu bahwa wanita tadi adalah Dewa Pemula.


Kemudian, karena suaminya bisa memiliki istri seorang Dewa Pemula, maka suaminya akan sangat kuat.

__ADS_1


Memikirkannya, mereka merasa hati mereka tenggelam dan tidak berani bangkit dari lantai, takut jika tekanan itu akan datang lagi. Walaupun mereka tahu bahwa Wali Kota sangat kejam dan akan selalu membalas dendam, tapi kali ini mereka yakin, bahwa Wali Kota tidak bisa berbuat apa-apa, bahkan pendukung di balik Wali Kota akan tetap diam.


***


250.000.000 Mil ke Arah Tenggara dari Kota Nan


Mo Lian, Hong Xi Ning, Qin Nian dan Yun Ning sudah sampai di reruntuhan yang dikatakan sebelumnya.


Tempat ini tidak terlalu baik, tidak ada pepohonan, tidak ada rumput, bahkan tidak ada air. Yang bisa dilihat sejauh mata memandang hanyalah hamparan pasir panas.


"Apakah karena ini, banyak yang mengatakan sulit untuk mendatanginya kecuali Dewa Pemula," ucap Mo Lian melihat sekitarnya.


Mo Lian berjongkok dan menyentuh pasir panas. Dengan menghela napas, angin sejuk mulai berembus, tanah pasir terlihat memadat dan basah, kemudian rerumputan mulai tumbuh dengan pohon rindang di sampingnya, menghalangi sinar matahari.


"Kita bisa beristirahat di sini sebentar. Reruntuhan itu masih beberapa ratus ribu mil di depan, dan terkubur ratusan mil di bawah tanah. Kita bisa datang sekarang, tapi lebih baik menunggu sampai dibuka secara alami." Mo Lian berdiri dan menyentuh batang pohon, menciptakan rumah yang terbuat dari kayu.


"Sayang, kapan pastinya reruntuhan itu terbuka?" tanya Yun Ning.


"Menurut fluktuasi spiritual di sana dan kedalaman reruntuhan yang tertanam, harusnya seminggu lagi baru naik ke permukaan." Mo Lian menarik Yun Ning yang masih di luar untuk masuk ke dalam.


***


Reruntuhan


Jauh di dalam tanah, ada ruangan kecil yang terlihat kokoh, seperti bukan reruntuhan itu sendiri. Angin dingin bertiup dengan ganasnya di dalam ruangan, samar-samar terdengar suara tawa yang merusak jiwa.


"Hahahaha! Setelah ratusan tahun datang ke reruntuhan ini, aku hampir menerobos ke Dewa Bumi!"


"Oh?" Suaranya yang awalnya serak seperti monster, terdengar sedikit merdu saat terkejut.


"Hahahaha! Aku menemukannya! Siapa yang mengira ada ikan besar yang datang ke sini! Kau bisa bersenang-senang selama seminggu, setelah itu, tubuhmu akan menjadi milikku!"


Tawa itu terus terdengar dan menggema di dalam ruangan, sampai akhirnya semakin pelan hingga hening.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2