Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 336 : Qiongqi yang Lemah!


__ADS_3

Kelompok enam orang terus melesat di angkasa yang kacau, banyak sayatan angin tajam yang tidak bersahabat, sepertinya ini bersangkutan dengan Qiongqi yang marah dan mulai menghancurkan Galaxy Andromeda.


Ketika semakin ke pinggir dari Galaxy Bima Sakti, mereka bisa merasakan kekacauan ruang semakin kuat. Mungkin hanya Dao Immortal saja yang mampu bertahan di sini, tidak ada lagi yang namanya Jiwa Emas berpetualang di angkasa luar yang kacau.


Kecuali, mereka bodoh.


Hong Xi Jiang mengangkat tangan kanannya untuk menyikat janggut, tapi ia lupa bahwa ia sudah kembali muda karena Wang Yue Fei menentangnya untuk berpenampilan seperti orang tua. Tapi, kebiasaannya tidak bisa hilang setelah ribuan tahun menjadi pria tua yang keren.


"Lian'er, apakah kau sangat kesal?"


Mo Lian yang berdiri di barisan depan, menoleh ke kanan menatap Hong Xi Jiang dengan enggan. Ia memang sangat kesal karena ada yang mengacaukan urusannya, padahal hanya sedikit lagi ia bisa melakukannya, dan itu sangat menyakitkan karena ia harus menunggu selama seminggu, tapi malah dikacaukan.


"Iya, aku bahkan berkeinginan untuk memukulmu Yue Fu. Tapi, Yue Mu sudah mewakilkannya." Mo Lian tidak lagi menyembunyikan niatnya.


Wang Yue Fei tertegun awalnya sebelum melihat Hong Xi Jiang, kemudian tertawa terbahak-bahak, "Hahahaha! Kau dengar itu, Sayang? Bukan hanya aku yang kesal padamu, menantu dan putri kita juga memiliki perasaan yang sama."


Hong Xi Ning tidak bisa tidak tertawa. "Ma- Maaf Ayah, itu sangat lucu." Ia menepuk-nepuk punggung Hong Xi Jiang seraya menyeka air matanya yang keluar karena tertawa.


Hong Xi Jiang terdiam dengan wajah yang menghitam karena kesal; hatinya tenggelam terasa sakit saat putri kecilnya yang menertawakannya. Ia menoleh ke kiri menatap tajam Mo Lian.


Mo Lian membuang muka mengindari tatapan tajam dari Hong Xi Jiang. Tidak akan berakhir baik jika membuat masalah dengan Hong Xi Jiang meski ia lebih kuat. "Pemandangan yang indah."


Mo Lian mempercepat terbang yang mampu bergerak miliaran mil hanya dalam hitungan menit. Jika tidak membawa Qin Nian dan Yun Ning yang baru menerobos Dao Immortal, mungkin ia akan lebih mempercepat kecepatannya.


Hingga belasan menit berlalu, Mo Lian bisa melihat Qiongqi yang sedang memakan bintang dengan ukuran seperti Bumi. Tubuh Qiongqi juga mengalami perubahan dan terlihat lebih kuat, kekuatannya juga hampir menerobos tahap Akhir dari Ranah God.



Tubuh utamanya masih memiliki bentuk seperti harimau: tapi ada perubahan pada bagian tangannya yang membentuk pisau tajam; memiliki tanduk seperti rusa berwarna hitam; bagian punggung terlihat banyak duri seperti sisik ikan, tapi tajam seperti jarum; sepasang sayapnya berwarna hitam keunguan dan mengeluarkan aura dengan warna yang sama.


Mo Lian yang melihat itu, tidak membuang waktu dan sudah tiba di atas kepala Qiongqi.


Kecepatan perpindahannya ini terlalu cepat, bahkan Hong Xi Jiang yang berada di sebelah Mo Lian, tidak bisa bereaksi dan tahu-tahu sudah melihat Mo Lian di atas Qiongqi.


Mo Lian yang sudah tiba di atas Qiongqi, tidak menahan diri untuk menyerangnya dengan kekuatan fisik yang mampu menghancurkan bintang. Dalam pukulan ini, terkandung kemarahan yang membara karena diganggu.

__ADS_1


Boom!


Pukulan Mo Lian dengan telapak tangan itu mengenai kepala Qiongqi yang langsung menghempaskan jatuh, menghantam bintang-bintang yang sudah mati karena diserap oleh Qiongqi.


"Taotie memiliki kemampuan yang sama seperti Qiongqi, dan untungnya aku sudah menyegelnya. Tapi, meski aku tidak menyegelnya, Taotie masih perlu menghabiskan satu minggu untuk menelan segel murni di sana."


Mo Lian menundukkan kepala menatap tajam Qiongqi dengan niat membunuh yang kental.


Whooooosh!


Kecepatan Mo Lian sangat cepat sampai pergerakannya tidak bisa dilihat, bahkan bayangannya masih tertinggal di tempat awalnya meski ia sudah berada di belakang Qiongqi.


Mo Lian mengulurkan tangan kanannya; ada telapak tangan biru yang sangat besar mencengkeram erat ekor Qiongqi dengan mudahnya tanpa ada perlawanan.


Qiongqi menoleh ke belakang menatap Mo Lian dengan mata tajamnya. "Manusia!?"


Qiongqi terdiam mengamati Mo Lian saat merasakan aura yang tidak asing, kemudian ia membuka matanya lebar dan berkata dengan mengancam, "Sialan! Kau mengambil Esensi Taowu dan Hundun! Aku tidak akan memafaatkan kau, dasar manusia rendahan!"


Mo Lian hanya diam dan tersenyum tipis, tapi senyum di bibirnya bukan karena bahagia, melainkan karena kesal tapi mencoba untuk tetap tersenyum. Emosinya benar-benar memengaruhi keadaan sekitar, dan ini memang ia biarkan lepas tanpa ia tahan lagi.


Qiongqi membuka mulutnya lebar-lebar; terlihat ada pusaran cahaya hitam dengan daya hisap kuat yang mulai menelan bintang-bintang di sekitarnya untuk mengambil kekuatannya. Sayapnya bergerak, mengeluarkan api ungu yang sangat panas dan bergerak ke arah Mo Lian dengan ganasnya.


Mo Lian menarik tangannya dengan kekuatan penuh.


Tiba-tiba, Qiongqi yang menyerap bintang-bintang di belakang Mo Lian, tertarik dengan paksa dan api di sayapnya langsung padam karena tidak mampu menahan tekanan.


Mo Lian yang menarik Qiongqi, mundur sangat jauh untuk menjaga jarak dan sudah menciptakan tangan lain yang lebih besar dari Qiongqi. Dengan tatapan tajam yang menatap Qiongqi penuh kebencian, ia mengayunkan tangannya menampar lawan yang berhasil membuatnya naik darah.


Bang!


Telapak tangan biru itu menampar Qiongqi dengan kerasnya seperti menampar nyamuk kecil tak bertenaga.


Qiongqi melesat karena tamparan yang sangat kuat, bahkan tubuhnya sudah mulai hancur dengan tulang-tulang yang patah. Tapi itu bukanlah akhir dari segalanya, jauh di arah Qiongqi akan tiba, terlihat ada sesosok pemuda yang mengenakan pakaian putih dan ada jubah ungu yang melapisi.


Bagian kepalanya terdapat Cincin Dewa yang mengitari dan bagian luarnya tajam seperti duri.

__ADS_1


Sementara itu, pertarungan Mo Lian ini menggetarkan hati Hong Xi Jiang yang tidak pernah mengharapkan kekuatan Mo Lian akan sebesar ini. Ia memang tahu Mo Lian sangat kuat karena berhasil keluar dari Alam Hanzi dengan selamat, tapi siapa yang menduga akan seperti ini.


Hong Xi Ning juga tidak kalah, saat dulu ia pernah melihat sosok Dewa Semesta yang digunakan untuk membunuh 9 Dao Immortal dan kala itu Mo Lian sangat kewalahan. Tapi sepertinya kali ini Dewa Semesta muncul bukan karena kehabisan energi, tapi karena ingin melepaskan amarah.


Dewa Semesta mengangkat tangannya, menangkap Qiongqi yang tubuhnya sudah sebesar Matahari, sepertinya telah mengalami pertumbuhan setelah menyerap lebih banyak bintang.


Mo Lian datang menghampiri Qiongqi yang ditangkap oleh Dewa Semesta yang merupakan kloning yang ia buat sesaat setelah datang ke Galaxy Andromeda.


"Bagaimana? Saat sekolah menengah atas, meski tubuhku pendek, aku menjadi kapten tim basket. Aku juga pernah bermain baseball untuk sekolah, dan mereka sangat kagum dengan lemparan yang aku buat."


Qiongqi tidak bisa berkata-kata lagi saat matanya merah dan hampir keluar karena tekanan yang diberikan. Awalnya ia sangat percaya diri mampu menguasai Alam Semesta setelah kebangkitannya, ia bahkan harus bersembunyi karena Ras Raksasa telah musnah dan tidak mengunjunginya lagi.


Tapi, hanya dengan kedatangan Mo Lian, tidak sampai tiga menit, yang awalnya sangat berkuasa, dijatuhkan dari yang tertinggi menjadi yang terendah. Ini seperti membalikkan telapak tangan.


"Datang!"


Hanya dengan satu kata, ada energi kuat yang menyelimuti Qiongqi dan itu tidak bisa ditahan maupun ditolak. Gumpalan darah mulai keluar dari dahinya yang membuat tubuh Qiongqi berangsur-angsur menyusut.


Duarr!


Dada Qiongqi meledak menjadi lubang besar dengan darah yang mengalir deras, kemudian Inti Spiritual Qiongqi keluar dan bergerak ke arah Mo Lian bersama dengan Esensi Darah.


Mo Lian mengalirkan energi spiritualnya pada Cincin Ruang; mengeluarkan Botol Jiwa dan Penyimpanan. Ia mengambil Esensi Darah dan Inti Spiritual, kemudian menyimpannya di botol yang berbeda.


Mo Lian melihat Botol Jiwa sekilas, kemudian mendongak melihat mayat Qiongqi yang ukurannya terus menyusut sampai tiga kali ukuran sapi normal. "Daging harimau, aku sudah pernah menyantapnya, tapi aku penasaran dengan daging Qiongqi, Binatang Kejahatan."


Mo Lian berbalik menghampiri Hong Xi Ning dan yang lain; Qiongqi yang berada di belakangnya membeku seperti patung es dan kemudian tersimpan di dalam Cincin Ruang.


"Sekarang, haruskah aku kembali ke Istana Dongfangzhi dan meneruskan urusan yang tertunda? Tapi, aku tidak bersemangat karena gangguan tadi, sepertinya aku harus memakan Qiongqi hari ini juga untuk menenangkan amarah ku."


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2