Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 181 : Mo Huangbei


__ADS_3

Malam Harinya


Mo Lian dan Mo Qian menyelinap keluar dari kediaman untuk pergi ke Kota Chongqing, mereka hendak menyelesaikan urusan yang belum selesai. Serta mengirimkan klon masing-masing ke Keluarga Long untuk meminta penjelasan lebih lanjut.


Awal bertemu dengan Mo Qian di Negeri Surgawi, ia sempat ragu apakah Ayahnya akan bekerjasama dengannya untuk meminta pertanggungjawaban pada Keluarga Mo atas apa yang terjadi selama ini, setelah menghilangnya Mo Qian.


Tapi ia tidak menyangka ada cerita lain di dalam Keluarga Mo tentang pembunuhan yang terjadi pada kakek kandungnya yang kematiannya masih menjadi misteri.


Jika racun yang menyebabkan kematian Kakeknya berasal dari Aliansi Revolusi Dewa, maka ia tidak akan mengampuni Keluarga Mo.


"Ayah, apakah Ayah yakin akan menghukum Keluarga Mo, jika penyebab kematian Kakek adalah racun dari Aliansi Revolusi Dewa?" Mo Lian mencoba untuk memastikan sekali lagi.


Mo Qian terus menatap lurus ke depan tanpa menoleh, maupun memperlambat laju terbangnya. "Tentu, bahkan jika Ayah berasa dari Keluarga Mo. Tapi aku tidak akan mengampuninya, meski tidak sampai membantai, setidaknya aku harus memberi pelajaran hingga mereka tidak berani keluar rumah."


Mo Lian menolehkan kepalanya melihat Mo Qian untuk beberapa saat, kemudian kembali fokus pada pusat Kota Chongqing yang hampir sampai, hanya tersisa belasan menit lagi untuk benar-benar tiba di sana.


Waktu terus berjalan dan akhirnya sudah tiba di Real Estate Cho, yang merupakan Real Estate Militer, karena memang semua penghuni di sini berasal dari kemiliteran.


Keduanya pergi menuju ke kawasan yang masuk dalam bagian elite dari Real Estate Cho, dan berhenti setelah melihat kediaman besar berlantai empat di bawah mereka. Kediaman yang didominasi oleh warna biru keputihan, dengan hiasan maupun lambang militer di bagian dinding, serta pilar pagarnya.


Kediaman ini juga dijaga oleh puluhan prajurit bersenjata, yang menjaga setiap sudut kediaman dan bagian halamannya.


Tanpa berlama-lama lagi, Mo Qian mendarat di tengah-tengah halaman depan, menciptakan keributan yang cukup keras karena benturan saat ia mendarat, mengetatkan daratan dengan angin bertiup kencang.


Mo Lian sendiri tidak turun ke sana, meski ia sangat kesal dan ingin menghancurkan Keluarga Mo. Keluarga Mo tidak memiliki cabang, karena adik dari Kepala Keluarga sudah mati sejak lama, yang merupakan kakek kandungnya.


Namun, Kepala Keluarga memiliki dua orang putra dan satu putri yang salah satu diantaranya tinggal di sini.


Mo Lian yang masih di langit mengerutkan keningnya. "Ranah Inti Perak? Belum sampai satu tahun, dari Fase Mendalam ke Inti Perak?" Ia merasakan ada beberapa Kultivator yang berada di dalam kediaman.


Kedatangan Mo Qian ini mengejutkan semua orang di dalam rumah maupun semua penjaga, membuat semua penjaga di bagian depan menembak Mo Qian.

__ADS_1


"Serangan Pejuang!"


Suara tembakan terus terdengar bersahutan, serta suara logam yang menghantam benda keras, yang tak lain adalah peluru yang tertahan oleh pelindung berwarna kuning keemasan yang diciptakan oleh Mo Qian.


Warna energi spiritual Mo Lian, dan setiap anggota keluarganya tidak ada yang sama. Hal itu sangat wajar, bahkan anak kembar sekalipun akan memiliki warna yang berbeda, warna energi spiritual berdasarkan esensi hidup bawaan, ataupun Teknik Budidaya yang dipraktikkan.


Metode yang dipraktikkan Mo Qian sendiri adalah Teknik Budidaya Cahaya, dengan cara berkultivasi langsung di bawah sinar matahari untuk menyerap energi murni.


Mo Qian mengibaskan tangannya, menciptakan gelombang angin yang menyebar ke segala arah, menerbangkan semua orang maupun pepohonan sekitar, serta menggetarkan bangunan di depannya.


"Mo Siantang! Keluar kau!" Suara Mo Qian menggema di langit Real Estate Cho, dengan gemuruh yang menggelegar, serta kilatan petir berwarna kuning keemasan yang menyambar.


Bangunan itu bergetar hebat, kemudian dari dalam terlihat cahaya merah terang yang terbang di langit, memperlihatkan siluet manusia yang berada di dalamnya. Ketika cahaya itu redup, terlihat seorang pria paruh baya, berambut hitam dengan potongan rapi, mata selaras dengan sedikit kerutan di wajah.


Meski penampilannya telah berubah, tapi Mo Lian masih mengenali siapa orang itu, itu adalah Mo Siantang, yang pada saat Pertandingan Beladiri turut hadir.


"Siapa yang berani memanggil—" Mo Huangbei menghentikan perkataannya saat melihat Mo Qian yang melayang perlahan dan berdiri sejajar dengannya. "Ka- Ka- Kau, Mo Qian. Bu- Bukankah kau sudah mati?" Keringat dingin mengalir membasahi pipinya, dengan mata terbuka lebar.


"Aku tidak menyangka, kau sangat tidak tahu caranya berterimakasih. Status Keluarga Mo meningkatkan karena prestasiku yang bergabung di Pasukan Mata Setan, namun kau malah mengusir Su Jingmei serta kedua anakku!" Keinginan membunuh terpancar di mata Mo Qian, dengan kilatan petir yang menyelimuti tubuhnya.


Mo Huangbei mendengus dingin kemudian menyeringai lebar. "Heh! Kau mungkin kuat saat dulu, namun asal kau tahu, aku sudah menembus Ranah Wu-Sheng. Aku sudah bisa dianggap sebagai Dewa! Pertempuran di Samudra Pasifik? Amerika? Angkasa luar? Aku bisa membunuh orang yang bertarung dan membuat kekacauan itu!" Aura membunuh keluar darinya, dan samar-samar terlihat kabut berwarna merah dengan tekanan udara yang berat.


Mo Lian yang berada di ketinggian langit, lebih tinggi dari mereka berdua itu mengamati aura yang terpancar dari Mo Huangbei. "Meskipun aura berwarna merah sangat wajar bagi Kultivator Dao, tapi aku merasa jika dia mengambil jalan Kultivator Iblis."


"Ayah, aura yang berasal darinya seperti aura Keluarga Rosth. Kemungkinan dia mengambil jalan Kultivator Iblis, dan karena Ayah merupakan murid dari Hong Yezhang, seharusnya tahu apa itu Kultivator Iblis."


Kultivator Iblis adalah Kultivator yang menggunakan metode kejam, seperti mengambil esensi darah dari wanita yang masih suci, mengambil basis kultivasi seseorang dengan cara memakan daging, darah dan jiwa, serta metode-metode lainnya.


Jika Mo Lian tidak mengubah Teknik Budidaya Iblis menjadi Teknik Pemurnian Hitam, teknik yang mengubah energi kematian maupun tidak murni menjadi energi murni, mungkin ia akan setengah Kultivator Dao - Iblis.


Mo Qian tersentak saat mendengar penjelasan Mo Lian, kemudian ia menatap tajam Mo Huangbei sembari mengepalkan kedua tangannya erat. "Dari mana kau mempelajari teknik yang meningkatkan kekuatanmu dengan pesat? Kau menjadi Kultivator Iblis, kau pantas untuk dibunuh!"

__ADS_1


Mo Huangbei terdiam sejenak, kemudian tertawa terbahak-bahak. "Hahaha— Keuk!"


Bang!


Dentuman keras terjadi ketika Mo Qian yang tiba-tiba berada di depan Mo Huangbei dan memukulkan tinjunya di bagian perut, membuat Mo Huangbei yang tidak siap itu melesat semakin tinggi ke langit, hingga hampir mengenai awan hitam di langit malam.


Mo Qian menekan kakinya di udara kosong di bawahnya sebagai pijakan setelah menciptakan dinding pelindung, kemudian melesat bagaikan kilat mengarah pada Mo Siantang.


Mo Huangbei memegangi perutnya. Keringat dingin mengalir di pipinya, ia tidak menduga jika Mo Qian sangat kuat hingga membuatnya melesat jauh dari tempatnya berdiri tadi. "Ba- Bagaimana mung—" Belum sempat menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba Mo Qian kembali datang dari bawah dan sudah berada si depannya.


Dengan cepat, Mo Huangbei menyilangkan kedua tangannya untuk mengahalau serangan lain yang dilancarkan oleh Mo Qian.


Boom! Krak!


Angin bertiup kencang saat pukulan Mo Qian mengenai lengan kanan Mo Huangbei, dan terdengar suara retakan yang berasal dari dalam lengan Mo Huangbei yang terkena pukulan, kemudian membuatnya mundur ratusan meter ke belakang.


Mo Lian masih mengamati jalannya pertarungan yang sedang berlangsung. Meski ia memberitahukan bahwa Mo Huangbei adalah Kultivator Iblis, namun bukan itu yang membuat amarah Mo Qian naik, melainkan karena racun yang membunuh Mo Xuanlin kemungkinan berasal dari Mo Huangbei


"Ayah sangat marah ..." Mo Lian mengangguk kecil. Tak lama kemudian, ia mengalihkan perhatiannya pada kediaman. "Apakah kau hanya diam di sana dan menunggu muridmu mati terbunuh? Aliansi Revolusi Dewa?" tanyanya dengan nada menghina.


Tidak ada balasan dari dalam bangunan, namun aura di sana semakin kuat karena pertanyaan terakhirnya.


"Yang Mingzhin!"


Pada saat itu juga, bangunan yang didominasi oleh warna putih itu bergetar hebat dan memancarkan cahaya merah gelap, dengan aura membunuh yang sangat kuat terlepas dari dalam bangunan.


Mo Lian menaikkan sudut bibirnya, mengungkapkan ketertarikan pada anggota Aliansi Revolusi Dewa lainnya.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2